Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1038 - Memberi Sedikit Pelajaran

Share

Bab 1038 - Memberi Sedikit Pelajaran

Author: Rianoir
last update Petsa ng paglalathala: 2025-03-22 20:16:18
Peringatan Ryan terdengar tegas dan tidak terbantahkan.

Di luar jangkauan penglihatan orang biasa, dia bisa merasakan beberapa aura kultivator berkeliaran di area lebih dalam.

Meski tidak semua kultivator berniat jahat, Ryan tidak ingin mengambil risiko.

Yura tertegun. Dia memandang ke arah puncak gunung lalu mengangguk serius. "Tuan Ryan, apakah Anda bersiap untuk turun gunung sekarang?"

"Aku mau ke bandara," jawab Ryan singkat.

Wajah Yura langsung berseri-seri.

Tanpa ragu, dia berbali
Rianoir

Malam semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Terima Kasih Kak Eny Rahayu, Kak Aday Wijaya, Kak Pengunjung5804, Kak Patricia Inge, Kak Alberth Abraham Parinussa, Kak Hari, Kak Sonnie Binjamin, Kak Pengunjung4701, dan Kak Svempri Melano atas hadiah koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima Kasih Kak Sendy Zen atas hadiah kopi dan koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Teima Kasih Kak Purwanto LoneRanger atas hadiah Kuenya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima Kasih juga kepada para pembaca yang telah mendukung novel ini dengan Gem (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) Target koin telah tercapai malam ini. Jadi malam ini akan ada satu bab bonus hadiah lagi. (⁠≧⁠▽⁠≦⁠) Ditunggu (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 82
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4086: Perubahan Garis Darah Adel

    Malam begitu sunyi.Ketika Ryan terbangun, Adel masih bersandar di dadanya. Kehangatan itu membuatnya seolah kembali ke masa lalu, sebelum berbagai pertarungan memenuhi hidupnya."Ryan, aku benar-benar suka perasaan seperti ini."Adel mengerjapkan mata jernihnya dan merapatkan tubuh. "Rasanya semuanya sudah tenang."Ryan tersenyum dan mengeratkan pelukannya.Beberapa saat kemudian, Adel bertanya pelan, "Ryan, kau sudah bertemu Rindy dan Shirly? Apa mereka selamat?""Setidaknya untuk sekarang mereka aman," jawab Ryan. Ia mengusap rambut Adel perlahan, tetapi tatapannya tertahan cukup lama di langit-langit kamar.Adel langsung menangkap kejanggalan itu."Sebenarnya apa yang terjadi? Bisa kau ceritakan padaku?" tanyanya. "Sekarang aku sudah punya sedikit kekuatan. Entah kenapa, aku terus merasa tubuhku berubah.""Terutama setelah kejadian tadi denganmu. Aku bisa merasakan diriku menjadi berbeda."Ryan langsung tertegun. Ia segera memeriksa pusat energi Adel, dan beberapa saat kemudian

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4085: Reuni dan Ancaman Spirit Hall

    Waktu seolah berhenti selama beberapa detik.Setelah itu, Ryan langsung melesat maju dan memeluk Adel erat-erat.Perasaan akrab yang sudah lama hilang kembali memenuhi dadanya. Wangi rambut Adel masih sama seperti dulu, dan bahu wanita itu bergetar pelan di dalam pelukannya.Bagaimanapun, Adel adalah wanita pertama dalam hidup Ryan."Aku sudah terlalu lama mencarimu," bisik Adel.Air mata berkilau di matanya. Jemarinya mencengkeram bagian belakang pakaian Ryan, seolah takut pria itu akan menghilang lagi begitu dilepaskan.Divine God Frost Sword berdeham pelan. Semua orang langsung memahami maksudnya dan memilih menyingkir.Tak lama kemudian, pintu kamar tertutup, menyisakan Ryan dan Adel berdua.Suasana di dalam ruangan perlahan menghangat.Ryan menangkup wajah Adel dengan kedua tangan, lalu mencium bibirnya. Ciuman itu berlangsung lama, seperti sedang menebus kerinduan yang tertahan selama setahun penuh.Setelah keduanya berpisah, Ryan bertanya, "Mengapa kau di sini? Bagaimana deng

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4084: Pertemuan yang Tak Terduga

    Ryan merasa serba salah melihat Jarvis Halden masih memperlakukannya dengan hormat berlebihan. Ia membujuk Kepala Istana itu beberapa kali sampai akhirnya Jarvis bersedia berdiri."Leluhur, ada sesuatu yang harus kulaporkan."Ryan langsung mengerutkan kening. "Kepala Istana, jangan panggil aku Leluhur. Memangnya aku setua itu?"Jarvis tampak berpikir sejenak sebelum bertanya hati-hati, "Kalau begitu, bagaimana dengan Senior Ryan?"Ryan benar-benar kehilangan kata-kata. Ia memijat pelipisnya, lalu menghela napas panjang."Sudahlah, terserah kau saja. Tadi kau mau bilang apa?""Barusan ada beberapa orang yang tiba di Divine Sword Palace. Salah satunya Divine God Frost Sword dari Myriad Sword Palace," jawab Jarvis tergesa.Ryan tertegun. Ia tidak tahu kenapa Divine God Frost Sword datang mencarinya, tetapi nama itu saja sudah cukup membuatnya ingin segera menemui rombongan tersebut."Antarkan aku ke sana sekarang.""Baik, Senior Ryan!"Jarvis membungkuk dalam, lalu berjalan setengah la

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4083: Penguasa Pedang Myriad Tribulation

    Dengung puluhan ribu pedang mengguncang Makam Myriad Sword. Bilah-bilah yang semula tertancap di pegunungan kini melayang di belakang Ryan, memenuhi langit dengan cahaya dan esensi pedang. “Apa yang terjadi?” “Bukankah dia sudah mendapatkan Peti Pedang Ilahi? Kenapa semua pedang malah berkumpul di sana?” Para kultivator hanya berani mengamati dari kejauhan. Selama ini, siapa pun yang memperoleh Peti Pedang Ilahi tidak pernah menimbulkan fenomena seperti itu. Tidak seorang pun ingin mengambil risiko mendekati puluhan ribu pedang yang bisa saja menyerang mereka. Salah seorang pendekar sempat mengangkat kakinya, tetapi rekannya segera menarik lengannya. “Jangan cari mati. Kau tidak tahu siapa yang mengendalikan pedang-pedang itu.” Pendekar tersebut langsung mengurungkan niatnya. Ryan sendiri tidak bergerak. Ia memejamkan mata, merasakan kehendak yang mengalir dari setiap bilah. Ada yang liar dan tajam, ada yang berat serta tenang. Beberapa bahkan menyimpan kesedihan pemilikn

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4082: Sepuluh Ribu Pedang Menghadap Ryan

    Ryan menggenggam Peti Pedang Six Paths yang baru saja diperolehnya. Seluruh kekuatan yang tersegel selama sepuluh tahun kini telah kembali, membuatnya merasa jauh lebih percaya diri. Namun sebelum sempat memeriksa peti tersebut, sebuah teriakan terdengar dari belakang. "Serahkan Peti Pedang Ilahi itu! Kalau kau menurut, kami masih bisa mengampuni nyawamu!" Ryan menoleh. Para kultivator dari berbagai faksi mulai bergerak dan membentuk kepungan. Mereka yang sebelumnya sibuk bertarung kini justru mengarahkan senjata kepadanya. Seorang pria berjubah hitam melangkah maju. Auranya sudah berada di ambang Ranah Star Sealed. "Anak muda, kami mengakui kemampuanmu. Tapi kau tidak mungkin menghadapi begitu banyak orang sendirian." "Jadi, kalian ingin merebutnya dariku?" tanya Ryan. "Peti Pedang Ilahi bukan sesuatu yang bisa dimiliki sembarang orang." Ryan mendengus. "Pertama, nama benda ini bukan Peti Pedang Ilahi, melainkan Peti Pedang Six Paths." Ia menyapu kerumunan dengan tatapan

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4081: Semua Kekuatan Kembali

    lBoom! Tebasan Ryan menghantam pedang lawannya dan memaksanya mundur lima langkah. Tumit pria itu menggerus tanah hingga meninggalkan dua alur panjang, sementara tangan yang menggenggam pedang masih gemetar akibat benturan. Ryan langsung menerjang untuk memanfaatkan celah tersebut. Namun sebelum ia sempat mendekat, seberkas cahaya pedang tiba-tiba menyambar dari belakang. Ryan segera berbalik dan mengangkat Pedang Caelterra. Boom! Benturan keras mengguncang pelataran. Kedua pihak terpental ke arah berlawanan, tetapi Ryan menerima dampak yang lebih berat. Tubuhnya terseret beberapa meter sebelum punggungnya menghantam batu besar. Pfft! Darah menyembur dari mulutnya. Ryan menopang tubuh dengan Pedang Caelterra, lalu perlahan bangkit. 'Kekuatan orang-orang yang hampir mencapai Ranah Star Sealed memang tidak bisa diremehkan.' Di Alam Pedang, ia tidak bisa mengandalkan garis darah istimewa, Demon Emperor, ataupun berbagai kemampuan dari Kuburan Pedang. Semua kekuatan tersebut

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status