Beranda / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1161 - Pembantaian

Share

Bab 1161 - Pembantaian

Penulis: Rianoir
last update Tanggal publikasi: 2025-04-11 19:55:37
Xiao Yan benar-benar tercengang dan tidak bisa berkata apa-apa.

Siapa yang mengira bahwa muridnya adalah Arthur Pendragon yang terkenal?

Sosok yang namanya membuat seluruh Gunung Langit Biru gemetar ketakutan.

Tatapannya tertuju pada Ryan yang berdiri tegap di tengah kehancuran.

Kabut darah para kultivator yang tewas masih mengambang rendah di udara, menyebar bau amis yang kental.

Bayangan naga merah masih mengelilingi tubuh muridnya, memancarkan aura dominasi yang menindas.

"Akar fana
Rianoir

Malam Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Terima Kasih Kak Eny Rahayu, Kak Sendy Zen, Kak Pengunjung5804, Kak Patricia Inge, Kak Joy Prakoso, dan Kak Alberth Abraham Parinussa atas hadiah koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima Kasih Kak Mbenk Wawan atas hadiah Buketnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima Kasih juga kepada para pembaca yang telah mendukung novel ini dengan Gem (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) Ini bab terakhir malam ini. Bonus Bab Hadiah masih kurang 555 koin lagi. Selamat beristirahat (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆ Bab Bonus: 3/3 Bab Reguler: 2/2

| 99+
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
Risfan Efendi
kenapa cuman 1 bab yang liris
goodnovel comment avatar
Terry Gindi
lanjutan...upadate nya sekurang2 5 bab..
goodnovel comment avatar
Jufrizal Jaharuddin
waw...... mantaplah kalau begitu tinggu episode berikutnya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3811: Paviliun Flamevault

    Quinton Greaves tersenyum.“Benar sekali. Di antara murid-murid tahun kedua kita, tidak banyak yang benar-benar menonjol tahun ini. Jadi lebih masuk akal kalau tempat itu kuberikan kepada Ryan.”Ia berhenti sejenak. Senyumnya yang tadi santai perlahan memudar. “Lagi pula, aura anak itu terasa akrab sekaligus mengancam.”Nada suaranya menjadi lebih pelan. “Bahkan bagiku.”Mata sosok di dalam bayangan itu membelalak.Quinton Greaves adalah Kultivator Ranah Great Void. Sosok setingkat dirinya justru merasa terancam oleh seorang bocah Ranah Creation? Jika kalimat barusan tersebar keluar, bukan hanya Benua Valorisia yang akan gempar. Kerajaan Ilahi pun pasti ikut terguncang.‘Apakah karena garis darahnya?’ pikir sosok itu.Namun ia memilih tidak bertanya lebih jauh. Sebagai gantinya, ia menatap Quinton dengan sorot menyelidik.“Kepala Akademi, kau membawa Ryan ke Kerajaan Nine Nether bukan hanya untuk pamer

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3810: Lencana Api

    Ryan Pendragon menatap Quinton Greaves dengan heran. “Kepala Akademi, bukankah Akademi Heavenly Flame didirikan di bawah naungan Kerajaan Ilahi?” “Rasanya ucapan tadi kurang pantas diucapkan di tempat seperti ini.” Quinton justru tersenyum. Senyum itu terlihat seperti milik seseorang yang sudah lama menunggu pertanyaan tersebut. “Tidak ada yang salah dengan ucapanku,” katanya pelan. “Kerajaan Ilahi yang sekarang bukan lagi Kerajaan Ilahi yang dulu.” Ryan tidak menyela. “Memang benar akademi ini berdiri karena Kerajaan Ilahi. Namun hari ini, sebagian besar orang justru ingin menarik garis pemisah sejauh mungkin dari mereka.” Sorot mata Quinton menjadi lebih dalam. “Sejak Keluarga Pendragon dari Kerajaan Ilahi...” Kalimat itu berhenti begitu saja. Quinton menutup mulutnya, lalu menggeleng pelan, seolah baru sadar bahwa ia hampir mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya keluar. “Ada hal-hal yang lebih baik kau ketahui sesedikit mungkin.” Ryan menahan diri untuk tidak mengejar

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3809: Niflheim

    Ryan teringat pada Lucian Zeth. Pria itu adalah kultivator penempa tubuh yang mampu menandingi binatang iblis seranah. Di Akademi Heavenly Flame, namanya juga termasuk cukup diperhitungkan. Kalau akademi ini saja berada di urutan paling buncit, berarti di tiga akademi lain pasti ada murid-murid yang bisa menginjak Lucian tanpa mengeluarkan banyak tenaga. Pikiran itu membuat Ryan memahami satu hal. Dunia yang ia masuki sekarang jauh lebih luas daripada yang ia bayangkan saat baru tiba di Benua Valorisia. Namun senyum masam di wajah Quinton Greaves cepat menghilang. Pria tua itu tiba-tiba menepuk bahu Ryan dengan semangat yang meluap. “Tapi sekarang kita punya kau! Akhirnya Akademi Heavenly Flame bisa mengangkat kepala!” Matanya berbinar seperti anak kecil yang baru mendapat mainan langka. “Selama ini, para kakek tua dari akademi lain selalu membusungkan dada di depanku.” “Mereka terus membanggakan bahwa di tempat mereka ada genius yang membawa garis darah Kerajaan Ilahi.” Q

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3808: Empat Akademi

    Pria tua itu sedang bermain catur dengan Kepala Akademi Heavenly Flame. Saint Immortal King bahkan tidak melirik Ryan Pendragon. Ia hanya meletakkan bidak hitam di antara jemarinya ke papan, lalu menyeringai lebar. “Orang tua, kau kalah lagi.” “Senjata True God itu...” “Hmph!” Kepala Akademi mendengus dingin. Tanpa banyak bicara, ia melempar sebuah cincin penyimpanan ke seberang meja. “Ambil.” Nada suaranya terdengar tidak senang. “Aku masih ada urusan, jadi jangan berharap aku mengantarmu sampai pintu.” Saint Immortal King menyambar cincin itu, lalu menyimpannya sambil terkekeh. Ia merentangkan tubuh dengan santai, menenggak seteguk arak dari kendi di sampingnya, kemudian baru menoleh ke arah Ryan. “Orang tua, Akademi Heavenly Flame milikmu ini makin lama makin merosot. Bocah Ranah Creation tingkat satu pun sekarang bisa masuk?” Ryan hampir tersedak mendengar ejekan itu. Namun kalimat itu justru memberitahunya satu hal penting. Kepala Akademi sama sekali tidak tahu bahwa

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3807: Dua Pantangan

    'Pantas saja Lucian Zeth langsung menurunkan tangannya begitu mengingat nama beliau,' pikir Ryan.Nolan Chester menarik kembali auranya. Tekanan yang tadi membuat pepohonan menunduk langsung lenyap, seolah tidak pernah ada. Setelah itu, ia tersenyum tipis kepada Ryan.“Air di Akademi Heavenly Flame ini sangat dalam. Kau tidak bisa mengukur murid maupun pengajar hanya dari tingkat kultivasi yang terlihat. Kau sendiri contoh terbaiknya.”Ryan tidak membantah.Nolan melanjutkan, “Ingat baik-baik. Di akademi ini masih ada beberapa orang yang sengaja menyembunyikan aura mereka. Orang seperti itu tidak boleh kau remehkan.”Nada suaranya terdengar datar, tetapi maknanya jelas. “Aku tidak mau kau celaka hanya karena salah menilai.”Ryan mengangguk pelan. Ia tahu Nolan tidak sedang menakut-nakutinya. Akademi sebesar ini pasti menyembunyikan banyak sosok yang tidak bisa dinilai dari penampilan luar.Nolan berhe

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3806: Aura Tersembunyi

    Di tengah keheningan yang masih menggantung di kantin, pelayan Area Heaven melangkah mendekat kepada Ryan Pendragon. Senyumnya sopan, langkahnya ringan, seolah beberapa meja yang baru saja hancur dan seorang Kultivator Ranah Star Seed yang tergeletak tidak jauh dari sana sama sekali tidak terjadi. “Tuan Muda, hidangannya sudah siap. Silakan masuk ke ruang pribadi.” Ryan mengangguk sambil tersenyum. ‘Orang yang mengelola Area Heaven pasti punya latar belakang tidak biasa.’ Pelayan ini benar-benar terlatih. Keributan barusan hampir meremukkan separuh suasana kantin. Lucian Zeth pingsan dengan napas tinggal segaris tipis, dan para murid di sekitar masih berdiri kaku karena terkejut. Namun wanita itu tetap melayani tamu dengan suara datar, senyum terukur, dan tangan yang tidak bergetar sedikit pun. Orang yang mampu melatih pelayan seperti ini jelas bukan sosok biasa. Ryan melirik Lena Sharpe sekilas, lalu berjalan pergi dengan kedua tangan di belakang punggung. Lena akhirnya ters

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status