Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1508 - Konfrontasi Di Tepi Laut (IV)

Share

Bab 1508 - Konfrontasi Di Tepi Laut (IV)

Author: Rianoir
last update Huling Na-update: 2025-06-07 20:53:36
Para Kultivator dari Departemen Penegak Hukum dan kerumunan penonton terkesiap takjub.

Di Kota Season, sangat sedikit jenius muda yang mampu menahan pukulan Xing Yingji, apalagi tetap berdiri setelahnya.

Siapa sebenarnya bocah yang tampak biasa-biasa saja ini?

Udara di sekitar kedua petarung tampak dipenuhi oleh dua jenis energi berbeda–energi Xing Yingji yang bergejolak bagai singa ganas, dan energi Ryan yang mengalir bagai naga yang meliuk.

Hati Xing Yingji bergejolak kuat.

Dia bisa me
Rianoir

Ini Bab bonus hadiah sekaligus bab terkahir malam ini. Selamat beristirahat (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 92
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
Bani othman
Layannnnnnnnnnnnn
goodnovel comment avatar
badrus sholihin
mengapa Ryan tidak memakai Pukulan Seribu Vajra yang merupakan jurus andalan leluhur keluarga Mouren? dengan jurus itu keluarga Mouren pasti semakin penasaran dg identitas Ryan.
goodnovel comment avatar
rizal.rakyatsulsel
tambah dong thor, satu bab lagi. bonus. maaf lahir batin ya
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3063 - Harga yang Harus Dibayar

    Pada saat itu, pintu aula utama terbuka.KRIIIET!Yang pertama keluar bukan suara, bukan perintah, melainkan sosok yang bergerak bagai arus air yang tidak bisa ditahan. Anggun. Cepat. Dan dalam sekejap, Jessica Neuro sudah berdiri tepat di antara Ryan dan ruang terbuka di hadapannya, auranya memancar membentuk tembok tak kasat mata yang membelah halaman itu menjadi dua sisi.Protektif. Tanpa ragu."BERANI SEKALI KAU!"BOOOM!Raungan amarah itu disertai gelombang aura yang meledak keluar bagai tsunami yang tidak mengenal belas kasihan, menghantam ke arah Ryan dari belakang sosok Jessica Neuro dengan kekuatan yang membuat udara bergetar dan batu-batu kecil di lantai halaman terlempar berhamburan!Ekspresi Ryan berubah. Aura itu saja sudah cukup untuk meremukkan seorang ahli Ranah Dao Integration biasa tanpa perlu satu pun serangan nyata.Jessica Neuro mendengus dingin.WUSHHH!

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3062 - Unggul

    "Oh? Begitukah?"Ekspresi Jessica Neuro berubah. Kehangatannya padam seperti lilin yang ditiup, digantikan oleh kedinginan yang halus namun tajam bagai mata pedang yang baru diasah."Kalau begitu, bagaimana menurutmu kultivator Immortal Ascension yang kubawa ini dibandingkan dengan junior kebanggaanmu, Ferral Zest?"Ia tidak memberi Pritha Zest kesempatan untuk menjawab."Ferral Zest bahkan tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menyelesaikan misi itu. Atau jangan-jangan kau takut kultivator Immortal Ascension ini akan jauh melampauinya?" Sudut bibirnya terangkat tipis, mengandung senyum yang lebih menusuk dari hinaan terbuka mana pun. "Ah, aku hampir lupa." "Mereka memang sudah melampauinya. Dalam ujian terakhir, Ferral Zest kalah dari seorang kultivator Immortal Ascension.""Jessica Neuro!" Pritha Zest meledak. Wajah montoknya memerah padam hingga ke telinga, amarahnya mendidih tak tertahankan. "Apa maksu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3061 - Esensi Tinju 

    Di tengah keheningan yang tiba-tiba menggantung berat, Ryan tersenyum. "Karena sampah ini datang mencari urusannya sendiri, biar aku yang membereskannya." Ia menoleh sekilas ke arah Xavier Dragvine, matanya mengandung sesuatu yang ringan namun bermakna dalam. "Xavier, kita lanjutkan percakapan kita sambil melihat ini dari dekat." Senyumnya melebar sedikit. "Ini adalah esensi tinjuku." Kata-kata itu meluncur tenang bagai seseorang yang menawarkan untuk menunjukkan trik sulap sederhana. Namun detik berikutnya, seluruh udara di sekitar Ryan berubah. Ekspresinya padam. Bukan perlahan. Seketika, seperti nyala lilin yang ditiup oleh angin yang tidak terlihat. Yang tersisa di wajahnya hanyalah kedinginan yang dalam dan membeku, bagai permukaan danau di puncak musim dingin yang paling ganas. Ia memelototi Ferral Zest. Dan niat membunuh yang sesungguhnya meledak keluar dari tubuhnya bagai gelombang tsunami yang tidak memberi peringatan! ROAAARRR! Bayangan serigala raksasa mendesin

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3060 - Toleransi yang Menipis (II)

    Ryan tidak menoleh. Ia melangkah dengan tenang, matanya lurus ke depan tanpa sedikit pun rasa terganggu. Di benaknya hanya ada satu tujuan. Bertemu dengan guru Jessica Neuro. Mendapatkan Tablet Reinkarnasi. Tidak ada urusan lain yang cukup penting untuk mengalihkannya dari itu. Badut di belakangnya? Tidak relevan. Satu per satu, percik harapan di mata Xavier Dragvine padam. 'Apakah ini wajah aslinya?' Senyum pahit mengembang tipis di bibirnya. 'Orang seperti ini... apakah benar-benar layak kusebut rival?' Xavier Dragvine mendengus pelan dan berbalik ke arah yang berlawanan. Ia tidak lagi tertarik dengan pertunjukan murahan ini. "Hei! Siapa yang mengizinkanmu pergi?!" Teriakan Ferral Zest membelah udara, tajam dan penuh amarah yang tidak bisa ditahan. Ia tidak berniat berhenti sampai di sini. Kultivator Ranah Dao Integration yang ikut bersama Ryan? Terlalu berbahaya untuk disentuh sembarangan. Tapi sampah Primordial Chaos tingkat pertama ini? Ini kesempatan yang tidak akan i

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3059 - Toleransi yang Menipis

    "Jadi kalian dua kultivator Immortal Ascension yang dibawa Tetua Jessica Neuro ke sini?"Ferral Zest mendekat dengan langkah yang tidak terburu-buru, seolah setiap langkahnya adalah pernyataan bahwa ia tidak perlu terburu-buru untuk siapa pun.Ryan melirik jubah hitam yang dikenakan keduanya, lalu sedikit mengerutkan kening."Benar." Ia menjawab dengan tenang. "Apakah kalian berdua murid sekte pelataran dalam? Boleh saya tahu nama kalian?"Sejak langkah pertama mereka mendekat, Ryan sudah bisa membaca udara di sekitar keduanya. Mereka tidak datang untuk menyambut."Hahaha!"Tawa Ferral Zest pecah keras, mengandung ejekan yang tidak repot-repot disembunyikan."Primordial Chaos tingkat pertama?" Matanya menyapu Ryan dari atas ke bawah, seperti seseorang yang menilai barang murah di pasar. "Jadi inilah yang disebut jenius dari kalangan kultivator Immortal Ascension?" "Bagaimana mungkin makhluk seperti ini lolos ma

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3058 - Sekte Moon Flower 

    WUSHHH!Sekte Moon Flower terbentang di hadapan mereka.Sejauh mata memandang, awan dan kabut berwarna-warni menggantung bagai selendang dewi yang dilupakan di puncak langit. Bunga-bunga eksotis mekar di mana-mana tanpa musim, memancarkan sinar spiritual yang lembut bagai kunang-kunang di tengah siang. Burung-burung langka dan binatang spiritual berkeliaran bebas di antara bangunan-bangunan yang menjulang, seolah tempat ini bukan milik dunia manusia biasa.Para murid berlalu-lalang dengan jubah masing-masing. Jubah abu-abu, hijau, dan hitam, semuanya dihiasi ukiran pola bulan purnama di antara awan yang bergerak samar-samar seperti hidup.Jessica Neuro menoleh ke arah rombongannya saat melangkah turun dari kapal terbang. "Perhatikan baik-baik. Yang berjubah abu-abu adalah murid pelayan." "Hijau adalah murid sekte pelataran luar." "Hitam adalah murid sekte pelataran dalam." "Ungu adalah mu

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status