Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1612 - Pedang Vs Ular

Share

Bab 1612 - Pedang Vs Ular

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-06-25 06:24:41
Snowdon yang baru saja pulih dari serangan Ryan tiba-tiba merasakan bahaya mendekat.

Mata reptilnya yang besar berputar-putar, mencari sumber ancaman.

Namun sebelum dia sempat bereaksi, kilatan cahaya keperakan sudah melesat dari balik awan debu.

"Apa—" kata-kata Snowdon terpotong saat bilah pedang menggores sisik kerasnya, meninggalkan goresan tipis yang membuatnya terkejut.

Pedang itu kini bergerak atas kehendaknya sendiri, didorong oleh kemarahan murni terhadap makhluk yang berani meny
Rianoir

Pagi Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) ini bab pertama pagi ini. Selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 74
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4117: Kelelawar Haus Darah

    Kelelawar raksasa di tengah kelompok berjubah hitam mendadak gelisah ketika melihat Ryan dan Dark Ray. Sayapnya mengepak keras, menghamburkan pasir hingga beberapa tawanan terpaksa menundukkan kepala.Para pria berpakaian hitam saling pandang. Mereka segera berusaha menenangkan binatang itu, tetapi kepakan sayapnya justru semakin liar. Sorot mata kehijauan kelelawar tersebut terus tertuju pada Dark Ray, seakan ada sesuatu dalam tubuh tunggangan Ryan yang membuatnya sulit mengendalikan diri.Pemimpin kelompok itu, seorang pria bertubuh tinggi dan kurus, mengerutkan kening. Tanpa banyak bicara, ia mencengkeram salah satu tawanan yang sedang berlutut di tanah dan mengangkatnya begitu saja.Pria kurus yang tertangkap langsung meronta. Matanya yang semula kosong dipenuhi ketakutan begitu menyadari apa yang akan terjadi."Jangan! Lepaskan aku! Aku bersedia menyerahkan garis darahku!" teriaknya putus asa.Tubuh tawanan itu gemetar hebat hingga ia mengompol. Sementara itu, para tawanan la

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4116: Jejak Spirit Hall di Wilayah Selatan

    Ryan kembali memeriksa peta yang diberikan Quinton Greaves. Tidak jauh dari jalur yang sedang ditempuhnya terdapat Gunung Freezing Sky, sebuah gunung raksasa di pedalaman Wilayah Selatan.Menurut informasi yang diketahuinya, suhu di gunung itu sangat rendah, sementara puncaknya begitu luas sehingga sering dijadikan tempat menyelesaikan perselisihan. Tidak sedikit Kultivator Ranah Star Sealed memilih bertarung di sana untuk menuntaskan dendam pribadi.Akibat pertarungan yang berlangsung selama bertahun-tahun, kawasan Gunung Freezing Sky dipenuhi esensi pedang yang pekat. Bahkan dari penjelasan pada peta, Ryan bisa membayangkan betapa banyak ahli yang pernah saling berhadapan di tempat tersebut.Gunung itu juga tidak terlalu jauh dari Kota Heavenly Capital, tujuan Ryan yang sebenarnya.Quinton Greaves pernah memberitahunya bahwa pewaris misterius yang sedang dicarinya sempat muncul di kota tersebut. Ryan berha

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4115: Pertemuan di Tengah Gurun

    Jauh di pedalaman Wilayah Selatan, enam pria tua duduk bersila di atas sebuah tebing. Mata mereka terpejam, sementara aliran energi yang dahsyat membentuk formasi besar di sekeliling mereka. Keenamnya merupakan Kultivator Ranah Great Void tahap awal yang dikirim Keluarga Miles dari Kerajaan Ilahi. Mereka datang dengan satu tujuan, yakni menemukan gadis bercadar misterius yang sebelumnya muncul di Keluarga Celestedragon. Barisan enam ahli Great Void itu cukup kuat untuk membunuh hampir semua kultivator Benua Valorisia. Keluarga Miles tidak mengerahkan kekuatan sebesar itu tanpa alasan. Peristiwa yang mereka selidiki berkaitan dengan kematian Elias Miles, dan gadis bercadar tersebut diduga sebagai orang yang membunuhnya. Keluarga Miles belum pernah menerima penghinaan sebesar itu. Mereka bertekad melenyapkan pelakunya sampai tuntas. Di tengah formasi, setetes darah melayang tanpa jatuh. Darah itu tertinggal ketika gadis bercadar terluka di kediaman Keluarga Celestedragon. For

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4114: Segel yang Lenyap

    "Demon Emperor, bisakah kau menghapus segel yang ditinggalkan orang tua itu?" tanya Ryan. Wajahnya menegang. Demon Emperor justru tertawa kecil. "Hal seremeh itu mana mungkin menyulitkanku? Aku sudah menghapusnya untukmu." Ryan mengembuskan napas lega. Ia tidak ingin perjalanan pentingnya di Wilayah Selatan terus diawasi. Setelah memastikan urusan segel selesai, perhatian Ryan kembali tertuju pada tunggangannya. "Ngomong-ngomong, sebenarnya binatang apa Dark Ray ini? Kenapa kau sampai menyuruhku membawanya?" Nada Demon Emperor berubah serius. "Kalian semua salah menilainya. Asal-usul binatang ini jauh lebih luar biasa daripada yang kalian bayangkan." "Entah keberuntungan macam apa yang selalu mengikutimu, Nak. Bahkan aku harus mengakui bahwa dalam urusan seperti ini, aku kalah darimu." "Jangan membuatku semakin penasaran. Apa sebenarnya keistimewaannya?" desak Ryan. "Dark Ray itu memang memiliki garis darah kuno, tetapi tidak sama dengan Sphinx," jelas Demon Emperor. "Garis d

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4113: Tanda Pengawas

    "Senior tentu mengetahui alasan aku membunuh mereka," kata Ryan tanpa menundukkan kepala. Ia menatap pria tua yang menghalangi jalannya itu dengan tenang. "Mereka lebih dulu berniat membunuhku." "Kalau Wilayah Selatan masih memilih membela orang-orang seperti itu, bukankah seluruh Benua Valorisia akan menertawakannya?" Begitu kalimat terakhir terucap, wajah pria tua itu mengeras. Tekanan mengerikan meledak dari tubuhnya dan menghantam Ryan. Bagi pria tua tersebut, siapa pun yang berani menghina Wilayah Selatan harus bersiap menghadapi kematian. Ryan tersentak. Wajahnya langsung memucat, seolah sebuah gunung dijatuhkan tepat ke atas bahunya. Tulang-tulangnya berderak, sementara lututnya nyaris tertekuk meski ia sedang berada di punggung Dark Ray. 'Kekuatan orang tua ini...' Ryan berusaha bertahan, tetapi tekanan itu jauh melampaui perkiraannya. Bahkan dengan kekuatannya sekarang, ia kesulitan menjaga tubuhnya tetap tegak. Tiba-tiba petir hitam menjalar di sepanjang tubuh Da

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4112: Kontrak Spiritual

    Sosok Ryan kembali terlihat dalam pandangan Barlow Steen yang mulai mengabur. Jenderal penjaga perbatasan itu sudah tidak memiliki keberanian untuk melawan. Dengan sisa tenaga yang masih bisa dikumpulkannya, ia mengangkat kepala dan memohon. "Tolong, jangan bunuh aku!" "Aku yang buta dan tidak mengenali orang hebat. Aku sudah menyinggungmu." "Asalkan kau mau mengampuni nyawaku, aku bersumpah atas Hati Dao bahwa aku tidak akan mengatakan apa pun tentang dirimu!"Suara Barlow bergetar. Darah masih menetes dari sudut bibirnya, sedangkan jemarinya mencengkeram tanah untuk menopang tubuh. Semua kesombongan yang tadi ditunjukkannya telah lenyap.Barlow kini yakin Ryan bukan Kultivator Ranah Creation tingkat enam biasa. Pemuda itu pasti seorang ahli yang sengaja menyembunyikan tingkat kultivasinya. Hanya penjelasan itulah yang menurutnya masuk akal setelah menyaksikan serangan jiwa gagal dan tiga bawahannya tewas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status