แชร์

Bab 228 - Satu Tebasan Pedang

ผู้เขียน: Rianoir
last update วันที่เผยแพร่: 2024-11-07 20:51:25
Semua mata tertuju pada Ryan yang masih berdiri dengan tenang di satu-satunya bagian arena yang tersisa, tangannya tetap terlipat di belakang punggung seolah tak terjadi apa-apa.

Patrick bergegas maju dengan panik. "Tuan Ryan, saya akan membantu Anda mencegat orang ini!"

Namun baru saja ia hendak mengejar, sebuah suara dingin menghentikan langkahnya. "Tidak perlu melakukan itu."

"Tetapi..."

"Jika aku ingin membunuh seseorang," potong Ryan dengan nada datar namun mengancam, "bahkan jika merek
Rianoir

Ini Adalah bab bonus ketiga hari ini. Bagaimana menurut kalian tentang Kuburan Pedang? Kira-kira kultivator seperti apa yang dapat Ryan akses berikutnya? (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) Selamat Membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆ Akumulasi Gem Bab Bonus: 07-11-2024 (malam): 1 Gem Bab Bonus Gem Hari ini: 3/4 Bab Bab Bonus Gem besok: 3

| 43
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3808: Empat Akademi

    Pria tua itu sedang bermain catur dengan Kepala Akademi Heavenly Flame.Saint Immortal King bahkan tidak melirik Ryan Pendragon. Ia hanya meletakkan bidak hitam di antara jemarinya ke papan, lalu menyeringai lebar.“Orang tua, kau kalah lagi.”“Senjata True God itu...”“Hmph!”Kepala Akademi mendengus dingin. Tanpa banyak bicara, ia melempar sebuah cincin penyimpanan ke seberang meja.“Ambil.” Nada suaranya terdengar tidak senang. “Aku masih ada urusan, jadi jangan berharap aku mengantarmu sampai pintu.”Saint Immortal King menyambar cincin itu, lalu menyimpannya sambil terkekeh. Ia merentangkan tubuh dengan santai, menenggak seteguk arak dari kendi di sampingnya, kemudian baru menoleh ke arah Ryan.“Orang tua, Akademi Heavenly Flame milikmu ini makin lama makin merosot. Bocah Ranah Creation tingkat satu pun sekarang bisa masuk?”Ryan hampir tersedak mendengar ejekan itu.Namun kalimat itu justru memberitahunya satu hal penting. Kepala Akademi sama sekali tidak tahu bahwa ia dan Tet

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3807: Dua Pantangan

    'Pantas saja Lucian Zeth langsung menurunkan tangannya begitu mengingat nama beliau,' pikir Ryan.Nolan Chester menarik kembali auranya. Tekanan yang tadi membuat pepohonan menunduk langsung lenyap, seolah tidak pernah ada. Setelah itu, ia tersenyum tipis kepada Ryan.“Air di Akademi Heavenly Flame ini sangat dalam. Kau tidak bisa mengukur murid maupun pengajar hanya dari tingkat kultivasi yang terlihat. Kau sendiri contoh terbaiknya.”Ryan tidak membantah.Nolan melanjutkan, “Ingat baik-baik. Di akademi ini masih ada beberapa orang yang sengaja menyembunyikan aura mereka. Orang seperti itu tidak boleh kau remehkan.”Nada suaranya terdengar datar, tetapi maknanya jelas. “Aku tidak mau kau celaka hanya karena salah menilai.”Ryan mengangguk pelan. Ia tahu Nolan tidak sedang menakut-nakutinya. Akademi sebesar ini pasti menyembunyikan banyak sosok yang tidak bisa dinilai dari penampilan luar.Nolan berhe

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3806: Aura Tersembunyi

    Di tengah keheningan yang masih menggantung di kantin, pelayan Area Heaven melangkah mendekat kepada Ryan Pendragon. Senyumnya sopan, langkahnya ringan, seolah beberapa meja yang baru saja hancur dan seorang Kultivator Ranah Star Seed yang tergeletak tidak jauh dari sana sama sekali tidak terjadi. “Tuan Muda, hidangannya sudah siap. Silakan masuk ke ruang pribadi.” Ryan mengangguk sambil tersenyum. ‘Orang yang mengelola Area Heaven pasti punya latar belakang tidak biasa.’ Pelayan ini benar-benar terlatih. Keributan barusan hampir meremukkan separuh suasana kantin. Lucian Zeth pingsan dengan napas tinggal segaris tipis, dan para murid di sekitar masih berdiri kaku karena terkejut. Namun wanita itu tetap melayani tamu dengan suara datar, senyum terukur, dan tangan yang tidak bergetar sedikit pun. Orang yang mampu melatih pelayan seperti ini jelas bukan sosok biasa. Ryan melirik Lena Sharpe sekilas, lalu berjalan pergi dengan kedua tangan di belakang punggung. Lena akhirnya ters

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3805: Pukulan Telak

    Dentuman keras meledak di dalam kantin. Tinju Ryan dan telapak Lucian Zeth akhirnya bertabrakan. Selama sepersekian detik, keduanya tampak berhenti di udara. Telapak Lucian menekan turun dengan seluruh kekuatan Ranah Star Seed miliknya, sementara tinju Ryan yang tampak lebih kecil menahannya dari bawah tanpa bergeser sedikit pun. Lalu Lucian merasakan ada yang tidak benar. Dalam bayangannya, tulang jemari Ryan seharusnya remuk lebih dulu. Setelah itu, lengannya patah, tubuhnya terpental, dan seluruh kesombongannya hancur di depan semua orang. Namun kenyataan yang ia rasakan justru sebaliknya. Dari titik benturan itu, ada tenaga mengerikan yang mendorong balik. Kekuatan tersebut begitu padat, begitu berat, sampai terasa seperti ia menghantam dasar gunung yang tidak mungkin digoyahkan. Sorot mata Lucian berubah. Untuk pertama kalinya sore itu, ketakutan muncul di sana. Sayangnya, sudah terlambat. Boom! Gelombang kejut meledak ke segala arah. Ruang di sekitar benturan pec

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3804: Kekuatan Domain

    Kekuatan sebesar itu dilepaskan hanya untuk menghadapi seorang Kultivator Ranah Creation.Begitu para murid di kantin melihat betapa kejamnya serangan Lucian Zeth, mereka semua terkesiap. Jelas sekali pria itu sudah kehilangan kendali dan lupa menahan tangan. Jika telapak itu benar-benar mendarat, dengan tingkat kultivasi Ryan Pendragon saat ini, sekalipun ia tidak mati, tubuhnya pasti hancur berantakan.Banyak murid diam-diam merasa iba kepada Ryan.Sungguh sial nasib pemuda itu. Baru hari pertama masuk Akademi Heavenly Flame, ia sudah harus berhadapan dengan orang seperti Lucian Zeth. Menyerang murid tahun pertama tanpa menahan tenaga bukanlah perkara kecil.Memang, Lucian masih menyisakan sedikit kendali.Namun kendali itu hanya cukup untuk memastikan Ryan tidak langsung berubah menjadi debu. Tidak lebih dari itu. Dengan kekuatan seperti ini, luka berat Ryan seolah sudah menjadi hasil yang tidak bisa dihindari.Lalu bagaimana dengan Ryan sendiri?Semua kepala menoleh ke arahnya

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3803: Domain Lucian

    Lucian menatap Lena Sharpe dengan sorot dingin.“Jadi kau mau melindunginya?”Suaranya berat, dan aura di sekeliling tubuhnya perlahan naik seperti air yang mulai mendidih.Bola mata Lena bergetar.Ia ingin menjawab bahwa ia memang ingin melindungi Ryan. Namun kata-kata itu tertahan di tenggorokannya. Bukan karena ia takut pada nasibnya sendiri. Jika ia menjawab seperti itu, Lucian Zeth pasti akan meledak sepenuhnya, dan kebenciannya kepada Ryan akan berlipat ganda.Keadaan justru akan semakin buruk. Lena tidak mau Ryan celaka karena dirinya. Karena itu, ia memilih diam.Melihat kepala Lena tertunduk, sudut bibir Lucian terangkat puas. Ia lalu tersenyum, tetapi senyum itu begitu menjijikkan sampai beberapa murid di sekitar tanpa sadar memalingkan wajah.“Lena, begini saja,” ucap Lucian. “Kalau sekarang kau ikut denganku makan di Area Earth, aku bersedia memaafkan kelancangan bocah itu. Bagaimana?”Mata Lena langsung berkaca-kaca.Dalam hatinya, ia sama sekali tidak ingin pergi bersa

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status