Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 2536 - Penolakan

Share

Bab 2536 - Penolakan

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-11-30 13:02:33

"Terima kasih, Tetua Kedelapan!"

Ilya Northpalace sangat gembira ketika mendengar keputusan itu. Wajah cantiknya berseri-seri dengan senyum lega.

Akhirnya, gurunya akan mendapatkan perlindungan yang layak!

Tetua Kedelapan membelai rambut Ilya Northpalace dengan lembut, ekspresinya berubah ramah seperti seorang kakek yang menyayangi cucunya.

Kemudian, ia terbang ke angkasa dengan gerakan anggun dan mengaktifkan kekuatan hukum spasial untuk memisahkan semua orang yang masih bertarung.

Gelombang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Muhammad Dhimyati
sllu lambat
goodnovel comment avatar
Eñy Rahayu
Semoga cpt bertemu Lina kasihan dia...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3453: Satu Kesempatan Lagi

    Pfft! Garis merah tipis muncul di sudut bibir Yuriel Leviathan. Darah dari dalam, bukan dari luar. Seperti seseorang yang baru saja terkena benturan keras di bagian paling dalam pertahanannya, dari dalam ke luar. Dia mengangkat tangannya, menyentuh ujung bibirnya sendiri, dan menatap darah di ujung jarinya selama dua detik penuh tanpa bergerak. Rahangnya mengencang. Keyakinan yang sudah lama ia pegang soal bocah itu, soal batas kemampuan seorang Primordial Chaos, soal apa yang layak dan tidak layak untuk dikhawatirkan, mulai bergeser dari bagian paling dasarnya. Bocah itu bukan semut yang dia kira. ** Kesadaran Ryan kembali penuh ke dalam tubuhnya. Mendadak, seperti seseorang yang baru saja membuka mata setelah tenggelam sebentar. Dia menatap gumpalan esensi darah yang masih mengapung di depannya. Di dalam sana tersimpan esensi Harimau Putih dengan kepadatan yang jauh melampaui apa yang pernah ia bayangkan. Kalau ia berhasil menyerap ini sepenuhnya, Teknik Reinkarnasi De

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3452: Serahkan Padaku

    Di kerumunan, Cade Aurin berdiri dengan napas yang lebih longgar dari sebelumnya. Tekanan itu sudah dua kali lipat. Ryan sudah membuka celah. Pertahanannya sudah kendur. Tidak ada cara untuk membalik itu dalam dua atau tiga menit. Akhirnya. Tapi menit pertama berlalu tanpa tubuh Ryan roboh. Sepuluh detik. Dua puluh. Tiga puluh. Empat puluh. Cade menahan napas beberapa kali. Darah terus mengalir dari sekujur tubuh Ryan, kulitnya sudah tidak bisa disebut utuh lagi di banyak titik, dan auranya melemah perlahan seperti nyala api yang kehabisan kayu. Lima puluh detik. Enam puluh. Lalu di detik yang terasa seperti tidak mungkin ada lagi... Suara bergema di dalam kepala Ryan. Tenang dan penuh. "Kau sudah berbuat cukup, anak muda. Sisanya serahkan padaku." Ryan tidak menjawab dengan kata-kata. Tapi di dalam sana, dia melepaskan. ** Aura Ryan menghilang. Bukan melemah, bukan surut perlahan. Menghilang, seketika, seperti lilin yang padam oleh tiupan yang tidak terlihat. Semua

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3451: Di Tepi Jurang

    Di pojok lembah, Arden Scarlett berdiri dengan kedua lengan terlipat di depan dada.Rambutnya merah mencolok, wajahnya tertutup topeng berukir. Dari balik topeng itu matanya mengamati Ryan tanpa berkedip, tanpa berbicara.Dia satu-satunya orang di lembah ini yang pernah merasakan sendiri tekanan jiwa kelas merah dari dalam. Dia tahu rasanya, tahu persis bagaimana beban itu menghimpit meridian dari segala arah sekaligus, bagaimana napas terasa seperti menarik udara melalui kain basah.Apa yang Ryan tanggung sekarang jauh melampaui itu.Tangan kanannya yang tersembunyi di dalam lipatan lengan jubah perlahan mengepal. Ia tidak menyadarinya.**Di dalam tekanan itu, Ryan mengumpulkan setiap kesadaran yang masih tersisa.Darah merembes dari pori-pori kulitnya, bukan dari luka luar. Meridiannya sudah mulai tidak sanggup menampung arus energi yang dipaksanya terus mengalir. Tulang-tulangn

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3450: Jiwa Tujuh Warna

    "Ujian puncak legendaris itu terpicu." Ketua Aliansi mengangkat satu tangan ringan, seperti seseorang yang sedang menjelaskan sesuatu yang sudah ia ketahui jauh sebelum orang lain. "Bagaimana aku tidak datang?"Kian Theron mengalihkan pandangannya ke Ryan di bawah sana. Tangannya memegang pergelangan tangan sendiri erat, sebuah kebiasaan lama yang muncul ketika sesuatu yang ia saksikan melampaui apa yang sudah ia persiapkan secara mental. Dia sudah menduga ke arah ini sebelumnya, tapi mendengar konfirmasi langsung dari mulut Tuan Aliansi adalah hal yang berbeda sama sekali.Di depan Ryan, jiwa harimau itu terus berputar.Tujuh warna saling bergantian tanpa henti, tidak ada yang bertahan lebih lama dari yang lain. Cahaya yang keluar bukan lagi satu warna tunggal, melainkan ketujuhnya sekaligus, menyatu dan berpendar dalam satu titik seperti pelangi yang dipaksa masuk ke dalam bola sekepalan tangan.Lalu dari

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3449: Dari Ungu ke Merah

    Di atas tebing, Yuriel Leviathan menoleh ke arah Rindy dengan senyum dingin yang tidak berusaha disembunyikan. "Lihat itu." Nada suaranya datar, seperti menyampaikan sesuatu yang sudah lama ia tahu. "Di depan Patung Seratus Binatang, tidak ada potensi yang bisa disembunyikan. Masih ada yang perlu kau pertahankan darinya?" Rindy tidak menjawab. Matanya tetap ke bawah, jari-jarinya mencengkeram tepi batu tanpa disadari. ** Di dekat pinggir kerumunan, Cade Aurin menatap Ryan dari jauh. Senyum mengejek itu tergantung bebas di sudut bibirnya, tanpa sedikit pun upaya untuk menyamarkannya. "Sudah kubilang." Suaranya terdengar jelas oleh yang berdiri di dekatnya. "Mulut terlalu besar, kemampuan terlalu kecil." Di tengah posisi bersila dan matanya yang setengah terpejam, Ryan mengerutkan alis tipis. 'Divine God Beast Tamer, apa yang terjadi?!' Tidak ada jawaban langsung. Ada jeda yang terasa lebih panjang dari biasanya, sebelum suara itu akhirnya muncul dengan nada yang sama sekali

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3448: Kelas Ungu

    Seluruh lembah membeku. Tidak ada suara. Tidak ada gerakan. Bahkan para sesepuh yang sudah menghabiskan ratusan tahun di dunia kultivasi pun terdiam di tempat masing-masing. Kian Theron menatap Serena Carr. Tangannya yang sudah setengah terangkat perlahan turun kembali. Mulutnya membuka, lalu menutup lagi tanpa sepatah kata. Itu sudah cukup untuk menunjukkan apa yang ia rasakan. Serena Carr, kultivator Ranah Star Seed, baru saja mempertaruhkan nama besar dan seluruh sumber daya Klan Harimau Darah untuk seorang pemuda dengan konstitusi Primordial Chaos. Ini bukan keberanian. Ini berada di batas tipis antara percaya diri dan kegilaan. Di sudut-sudut kerumunan, kepala-kepala saling mendekat. Senyum kecil mulai mekar di sana-sini. Banyak dari mereka mengira tahu alasannya. Tapi bisik-bisik itu belum sempat tumbuh ketika suara Cade Aurin sudah memotong. "Baiklah." Sudut matanya menyipit sebentar. "Aku ikut taruhan." "Aku ikut bertaruh." "Alton Vane juga." Satu per satu nama

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 322 - Alasan Lily

    "Sudah kubilang berlutut," Ryan berkata acuh tak acuh, "tapi kau masih keras kepala juga." Gelombang tekanan spiritual meledak dari tubuhnya, terfokus pada sosok Castiel Wealth. Darah segar menyembur dari mulut kepala keluarga Wealth itu sebelum lututnya akhirnya menyentuh tanah. Jika Castiel We

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 334 - Musnahnya Keluarga Loot

    "Itu tidak mungkin benar, kan..." Zurich bergumam tidak percaya.Dengan tangan gemetar ia mengambil ponsel dari lantai dan menekan tombol jawab. "Ayah..."Suaranya nyaris tak terdengar."Zurich Loot!" suara menggelegar terdengar dari seberang. "Siapa yang kau sakiti?! K

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 391 - Galahad Vs Ketiga Wasit

    Dalam sekejap mata, ketiga wasit melesat maju dengan niat membunuh yang terfokus pada Ryan. Namun bayangan hitam mendadak muncul menghadang–Galahad telah berdiri di depan tuannya. "Minggir!" salah satu wasit meraung murka, melancarkan serangan telapak tangan mematikan. Ryan yang masih bersandar

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 358 - Sikap Kepala Keluarga Jorge

    Ketika lelaki tua itu mendengar kata-kata Jackson Jorge, tubuhnya bergetar dan ekspresi terkejut muncul di wajahnya. Namun kejutan itu hanya berlangsung sekejap sebelum tersembunyi di balik topeng dinginnya."Keturunan brengsek itu sebenarnya tidak mati?" desisnya berbahaya. "M

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status