Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 2628 - Tekanan Venerable Immortal

Share

Bab 2628 - Tekanan Venerable Immortal

Author: Rianoir
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-22 20:27:38
Venerable Immortal Yuriel Leviathan masih bersikap arogan dan merendahkan Ryan.

Setelah keluar dari celah spasial, dia melihat sekeliling dengan tatapan mencemooh, lalu menatap Ryan.

Meskipun sedikit terkejut melihat perubahan pada Ryan, dia tidak menunjukkannya.

"Aku tidak menyangka kau akan datang ke Benua Valorisia secepat ini!" ucapnya sambil mengerutkan dahi.

"Aku menggunakan darahmu untuk melacakmu, dan kupikir aku perlu melakukan perjalanan ke Gunung Langit Biru, tapi aku tidak meny
Rianoir

Malam Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Terima Kasih Kak Eny Rahayu atas hadiah Koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima kasih Kakak-Kakak Pembaca atas dukungan Gem-nya (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) karena jumlah koin belum mencapai target, maka ini adalah bab terakhir hari ini. Selamat Beristirahat (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 57
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4088: Ancaman Mordred Joren

    Lancelot dan Adel sama-sama sangat berbakat. Kalau keduanya berlatih di Akademi Heavenly Flame, Ryan merasa itu pilihan paling aman sekaligus efisien.Namun pikirannya masih tertuju pada Luna.Meski kondisinya sudah jauh membaik setelah menerima Cairan Surgawi Kuno, gadis itu belum juga sadar. Luka dalamnya terlalu parah.Ryan memusatkan kesadarannya pada Kuburan Pedang dan mencoba berbicara dengan Tabib Ilahi Corvus Gray.Namun seperti sebelumnya, sebuah kekuatan langsung mendorong kesadarannya keluar.'Kakek tua keras kepala. Ilmunya setinggi langit, tapi wataknya lebih keras daripada nisan pedangnya sendiri.'Karena belum ada cara lain, Ryan hanya bisa menunda masalah Luna.Ia lalu mengeluarkan Kapal Kristal pemberian Kaisar Nine Nether dan mengantar Ilya Northpalace kembali ke Keluarga Northpalace.Sebelum berpisah, Ryan memberikan banyak harta kultivasi kepada Ilya, cukup untuk memperkuat seluruh keluarganya.Ilya sempat menolak, tetapi Ryan langsung menaruh kantong-kantong penyi

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4087: Perpisahan dengan Divine Sword Palace

    Ryan tersenyum tenang."Aku tidak tahu seberapa kuat Yuriel Leviathan sekarang, tapi seharusnya dia tidak akan menjadi ancaman bagiku."Adel tidak ikut tersenyum. Nalurinya sebagai seorang wanita tetap mengatakan ada sesuatu yang tidak beres.Ia menggenggam tangan Ryan erat-erat. "Aku terus merasa ada yang salah dengan semua ini.""Ryan, kau punya kartu As bukan berarti dia tidak punya.""Selain itu, Yuriel Leviathan didukung Lyra Linn, Kepala Istana Roh Abadi. Dengan kedudukannya, Lyra pasti tidak akan membiarkan Yuriel kalah begitu saja."Adel berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan lebih serius, "Menurutku, sebaiknya kita tidak meneruskan pertarungan ini. Kita bisa meminta pendapat Heavenly Saint Frost Sword. Dia gurumu, jadi mungkin dia punya jalan keluar."Ryan menggeleng pelan dan meremas balik tangan Adel."Pertarungan ini tidak bisa dihindari.""Kalau aku mundur sekarang, Hati Dao-ku akan rusak. Apa pun bahaya yang menanti pada hari itu, aku tetap harus bertarung."Adel me

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4086: Perubahan Garis Darah Adel

    Malam begitu sunyi.Ketika Ryan terbangun, Adel masih bersandar di dadanya. Kehangatan itu membuatnya seolah kembali ke masa lalu, sebelum berbagai pertarungan memenuhi hidupnya."Ryan, aku benar-benar suka perasaan seperti ini."Adel mengerjapkan mata jernihnya dan merapatkan tubuh. "Rasanya semuanya sudah tenang."Ryan tersenyum dan mengeratkan pelukannya.Beberapa saat kemudian, Adel bertanya pelan, "Ryan, kau sudah bertemu Rindy dan Shirly? Apa mereka selamat?""Setidaknya untuk sekarang mereka aman," jawab Ryan. Ia mengusap rambut Adel perlahan, tetapi tatapannya tertahan cukup lama di langit-langit kamar.Adel langsung menangkap kejanggalan itu."Sebenarnya apa yang terjadi? Bisa kau ceritakan padaku?" tanyanya. "Sekarang aku sudah punya sedikit kekuatan. Entah kenapa, aku terus merasa tubuhku berubah.""Terutama setelah kejadian tadi denganmu. Aku bisa merasakan diriku menjadi berbeda."Ryan langsung tertegun. Ia segera memeriksa pusat energi Adel, dan beberapa saat kemudian

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4085: Reuni dan Ancaman Spirit Hall

    Waktu seolah berhenti selama beberapa detik.Setelah itu, Ryan langsung melesat maju dan memeluk Adel erat-erat.Perasaan akrab yang sudah lama hilang kembali memenuhi dadanya. Wangi rambut Adel masih sama seperti dulu, dan bahu wanita itu bergetar pelan di dalam pelukannya.Bagaimanapun, Adel adalah wanita pertama dalam hidup Ryan."Aku sudah terlalu lama mencarimu," bisik Adel.Air mata berkilau di matanya. Jemarinya mencengkeram bagian belakang pakaian Ryan, seolah takut pria itu akan menghilang lagi begitu dilepaskan.Divine God Frost Sword berdeham pelan. Semua orang langsung memahami maksudnya dan memilih menyingkir.Tak lama kemudian, pintu kamar tertutup, menyisakan Ryan dan Adel berdua.Suasana di dalam ruangan perlahan menghangat.Ryan menangkup wajah Adel dengan kedua tangan, lalu mencium bibirnya. Ciuman itu berlangsung lama, seperti sedang menebus kerinduan yang tertahan selama setahun penuh.Setelah keduanya berpisah, Ryan bertanya, "Mengapa kau di sini? Bagaimana deng

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4084: Pertemuan yang Tak Terduga

    Ryan merasa serba salah melihat Jarvis Halden masih memperlakukannya dengan hormat berlebihan. Ia membujuk Kepala Istana itu beberapa kali sampai akhirnya Jarvis bersedia berdiri."Leluhur, ada sesuatu yang harus kulaporkan."Ryan langsung mengerutkan kening. "Kepala Istana, jangan panggil aku Leluhur. Memangnya aku setua itu?"Jarvis tampak berpikir sejenak sebelum bertanya hati-hati, "Kalau begitu, bagaimana dengan Senior Ryan?"Ryan benar-benar kehilangan kata-kata. Ia memijat pelipisnya, lalu menghela napas panjang."Sudahlah, terserah kau saja. Tadi kau mau bilang apa?""Barusan ada beberapa orang yang tiba di Divine Sword Palace. Salah satunya Divine God Frost Sword dari Myriad Sword Palace," jawab Jarvis tergesa.Ryan tertegun. Ia tidak tahu kenapa Divine God Frost Sword datang mencarinya, tetapi nama itu saja sudah cukup membuatnya ingin segera menemui rombongan tersebut."Antarkan aku ke sana sekarang.""Baik, Senior Ryan!"Jarvis membungkuk dalam, lalu berjalan setengah la

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4083: Penguasa Pedang Myriad Tribulation

    Dengung puluhan ribu pedang mengguncang Makam Myriad Sword. Bilah-bilah yang semula tertancap di pegunungan kini melayang di belakang Ryan, memenuhi langit dengan cahaya dan esensi pedang. “Apa yang terjadi?” “Bukankah dia sudah mendapatkan Peti Pedang Ilahi? Kenapa semua pedang malah berkumpul di sana?” Para kultivator hanya berani mengamati dari kejauhan. Selama ini, siapa pun yang memperoleh Peti Pedang Ilahi tidak pernah menimbulkan fenomena seperti itu. Tidak seorang pun ingin mengambil risiko mendekati puluhan ribu pedang yang bisa saja menyerang mereka. Salah seorang pendekar sempat mengangkat kakinya, tetapi rekannya segera menarik lengannya. “Jangan cari mati. Kau tidak tahu siapa yang mengendalikan pedang-pedang itu.” Pendekar tersebut langsung mengurungkan niatnya. Ryan sendiri tidak bergerak. Ia memejamkan mata, merasakan kehendak yang mengalir dari setiap bilah. Ada yang liar dan tajam, ada yang berat serta tenang. Beberapa bahkan menyimpan kesedihan pemilikn

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status