Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 2676 - Ryan Muncul

Share

Bab 2676 - Ryan Muncul

Author: Rianoir
last update publish date: 2026-01-02 20:09:13
Sebuah token emas melesat menembus ruang dan menuju cabang ketujuh Spirit Hall tempat Marrow Ghostkin berada.

Wusss! Wussss! Wussss!

Ketika token emas itu tiba, ia memproyeksikan gambar Tetua Theodore Ghostkin, yang berkata, "Marrow Ghostkin, kerahkan prajuritmu dan bunuh pemuda di dalam formasi itu. Gunakan semua cara yang mungkin. Jika kau tidak bisa membunuhnya, kepung dia dan tahan dia di sana sampai bala bantuan tiba!"

Saat dia mengatakan itu, semua orang menatap gambar Tetua Theodore Gh
Rianoir

Malam Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Terima Kasih Kak Eny Rahayu atas hadiah Koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima Kasih Kak Sendy Zen atas hadiah Kopi, Buket, dan Koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima kasih Kakak-Kakak Pembaca atas dukungan Gem-nya (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) karena jumlah koin belum mencapai target, maka ini adalah bab terakhir hari ini. Selamat Beristirahat (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 67
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Rahmat Kurniawan
kalo udah bosan yg baca di tingalin ntar cerita lu,apakah masih banyak cuan juga kalo udah di tingalain,bukan nya nyadar malah bikin jengkel komen nya..
goodnovel comment avatar
Raden Sahid
semakin banyak komentar cuan makin mengalir....terima kasih kak Eny Rahayu jgn lupa support suami biar tambah jengkel semua pembaca
goodnovel comment avatar
badrus sholihin
Bab ini isinya terlalu banyak omon-omon... komentar Hope Northpalace dan Yuriel Leviatan sebenarnya tidak penting, karena semua pembaca sudah tahu apa penyebab Theodore Gotskin tidak berani bertindak sendiri terhadap Ryan. sungguh pemborosan bab ini...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3369: Bayangan dan Naga

    Suara tribun meledak. Xavier tidak menunggu. Begitu kata "dimulai" jatuh, jarinya bergerak membentuk segel tangan. Dari dalam tubuhnya, raungan naga bergema seperti petir yang meledak di balik dinding batu tebal, dalam dan berguncang, menembus sampai ke tulang. Aura darah naga berwarna kebiruan melingkupi seluruh tubuhnya dalam hitungan detik, memancarkan tekanan yang membuat udara di radius beberapa meter terasa seperti berdiri di dasar kolam yang dalam. 'Drew Shadowmist kuat. Kondisiku tidak ideal. Tidak ada pilihan selain langsung bertarung penuh sejak awal.' Drew menatap transformasi itu dari tempatnya berdiri. Senyumnya tidak goyah. "Menarik." Suaranya ringan, hampir seperti orang yang baru menemukan mainan baru. "Kau ini manusia atau binatang iblis?" Xavier mendengus. "Dan kau? Dengan senyum seperti itu... manusia atau anjing gila?" Drew terdiam satu detik. Lalu tawanya meledak, keras dan tiba-tiba, sampai beberapa penonton di baris depan tribun refleks menoleh. Kemudi

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3368: Tantangan Drew Shadowmist

    Tribun belum sempat mencerna apa yang baru saja terjadi ketika suara Tetua berbadan besar memecah keheningan. "Ryan Pendragon menang!" Satu dua kepala mulai menoleh. Lalu semua. Tavin Sanctum berlutut di atas bluestone dengan kedua tangan yang bukan lagi berbentuk tangan. Yang tersisa hanyalah kabut darah pekat dan remukan tulang yang hancur dari dalam, tanpa satu luka luar pun yang bisa dijadikan alasan untuk memprotes hasil ini. Tidak ada yang bicara. Tidak ada yang perlu bicara. Beberapa peserta yang belum bertanding menatap ke arah Tavin dengan ekspresi yang sama, bukan simpati, lebih ke perhitungan ulang soal lawan yang baru saja mereka lihat bertarung. Ryan berbalik dan menuruni arena. Langkahnya terukur. Tidak terburu-buru, tidak pula dibuat-buat lambat. Seperti seseorang yang baru selesai melipat kain setelah pekerjaan rumah beres. Tapi begitu tubuhnya melewati batas pandang tribun, rona di wajahnya turun tipis. 'Bahkan dengan menahan diri seperti ini, meridian yang

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3367: Gelar Kosong

    Tribun meledak.Keheningan yang tadi masih mengambang seketika digantikan oleh gelombang bisik-bisik dan teriakan yang saling tindih. Tidak ada yang memprediksi pertandingan ini akan terjadi di babak ini."Kenapa kau memilihku?" Tavin berdiri lima langkah dari Ryan, suaranya mengandung sesuatu di antara pertanyaan dan tuntutan."Apakah aku perlu alasan untuk memilihmu?" Ryan balik bertanya, santai.Tavin menghela napas pendek. "Kau tahu siapa kami? Dua keluarga di kawasan terpencil ini punya kedudukan istimewa yang tidak dimiliki siapa pun.""Keluarga Sanctum adalah keturunan para dewa. Apakah dengan memilihku, kau tidak merasa sedang meremehkan sesuatu yang tidak kau mengerti?"Ryan melirik Tavin dari ujung kepala sampai ujung kaki. Cara pandangnya singkat, sekilas, tapi cukup untuk membuat pemuda itu merasakan sesuatu berdiri di tengkuknya tanpa ia tahu alasannya."Keturunan para dewa?" Ryan mengula

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3366: Dua Belas Besar

    "Tuan Rodick, sudah berapa lama aku tidur?" Ryan bertanya sambil meregangkan lehernya pelan. "Ada kabar apa dari kompetisi?"Rodick Blazesky menggeser posisi duduknya, lalu melempar sebuah gulungan ke arah Ryan. "Hari kedua kompetisi hampir selesai." "Dua belas besar sudah ditentukan tadi siang. Lihat sendiri."Ia menunggu sejenak."Dengan kondisimu sekarang, apakah kau yakin bisa bertanding besok?"Ryan menangkap gulungan itu tanpa membukanya dulu. Bibirnya membentuk senyum tipis. "Tidak ada masalah, Tuan Rodick. Tidak perlu khawatir."Rodick tidak menjawab. Ia mengangguk sekali, berdiri, lalu meninggalkan kamar tanpa menambahkan sepatah kata pun.Ryan membuka gulungan itu.Matanya menelusuri daftar nama yang tertulis di sana, satu per satu. Dari dua belas nama yang tersisa, Keluarga Shadowmist menyisakan empat orang. Keluarga Sanctum juga empat. Trev Sanctum sudah tersi

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3365: Ryan Pendragon Menang

    Ryan berjalan mendekatinya. Langkah demi langkah. Tidak cepat. Tidak perlu cepat. Dan dengan setiap langkah yang ia ambil, sesuatu dalam diri Yakou Zedd semakin hancur. Bukan tulang-tulangnya, tulang-tulangnya sudah habis. Yang retak sekarang adalah sesuatu di balik itu semua, napasnya yang mulai tidak beraturan, matanya yang tidak bisa memilih satu titik untuk dipandang, bibirnya yang bergerak tanpa menghasilkan suara apa pun. Tribun terdiam. Bahkan kepala-kepala keluarga yang sudah menyaksikan ratusan pertarungan sepanjang hidup mereka tidak berkedip. Yakou mengangkat wajahnya. Matanya memandang ke atas ke arah Ryan yang kini berdiri tepat di hadapannya. Matanya merah, tidak dari amarah, tapi dari seseorang yang sudah kehabisan segalanya dan masih dipaksa sadar untuk merasakannya. Tidak ada lagi kata-kata. Tidak ada rencana. Tidak ada kalkulasi. Dengan menggunakan setiap milimeter kekuatan yang tersisa, ia mendekatkan wajahnya ke tanah. Ke arah kaki Ryan. Tribun meledak

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3364: Kabur

    Hanya satu pikiran yang tersisa di kepala Yakou Zedd. Mundur. Mundur sekarang. Mundur sebelum terlambat. 'Selama aku menyerah, Tetua Agung pasti akan menyelamatkanku.' 'Setelah ini, aku akan meninggalkan Sekte Moon Flower selamanya.' 'Tidak akan pernah muncul di hadapan Ryan Pendragon lagi. Tidak pernah!' Tangannya bergerak secepat kilat. Mutiara Pelindung Laut Utara memancar dari telapaknya, melingkupi seluruh tubuhnya dalam kubah biru muda yang berkilauan. Ia menarik napas dalam-dalam, membuka mulutnya. "Aku meny..." BOOM! Cahaya emas meledak tepat di depan wajahnya. Kubah biru itu berguncang keras seperti lonceng yang dipukul palu raksasa. Retak-retak halus menjalar di permukaannya selama sepersekian detik sebelum perlahan menstabilkan diri. Yakou mundur setengah langkah, jantungnya hampir berhenti. 'Hampir.' Keringat mengalir deras di punggungnya. Tangannya mengepal di dalam kubah. Tapi kubah itu sudah stabil kembali. Mutiara Pelindung Laut Utara adalah artef

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 131 - Pembantaian

    Ryan menatap Zeref Vouch dan berkata dengan acuh tak acuh, "Kau ingin aku bergabung dengan organisasimu? Apakah kau layak?"Kata-kata itu, diucapkan dengan nada santai namun penuh kesombongan, membuat suasana di ruangan itu semakin tegang. Para murid Zeref Vouch saling pandang dengan ekspresi tidak

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 97 - Pergi Makan Malam (II)

    Ryan dan Adel melihat Sophia, berjalan bersama seorang wanita yang mengenakan pakaian merek terkenal keluar dari Butik Armani tidak jauh dari sana. Adel segera berbalik, menundukkan kepalanya dan berbisik, "Sungguh menyebalkan, bertemu orang ini lagi."Ryan melirik sekilas ke arah Sophia, ekspresiny

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 38 - Membelikan Ryan Pakaian

    Menyadari beberapa orang yang lewat menoleh ke arah mereka, Adel menatap Ryan dengan tajam dan berkata, "Omong kosong. Jika kau menginginkanku, kau harus mengambil bintang dari langit dan membawanya kepadaku!" Ryan mengangkat alisnya, ekspresinya berubah serius. "Benarkah?" tanyanya dengan nada yan

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 133 - Pertemuan Tak Terduga

    Di ujung telepon, Patrick terdiam beberapa detik. Detik berikutnya, dia berkata, "Junior Lindsay, aku akan segera naik pesawat ke kota Golden River. Ingat, jangan menghubungi orang itu. Dia sangat berbahaya! Selain itu, berhentilah menyelidiki kasus apa pun yang terkait dengan Ryan. Aku akan mengi

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status