MasukMalam Semua ( ╹▽╹ ) Terima Kasih Kak Eny Rahayu atas hadiah Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima Kasih Kak Sendy Zen atas hadiah Kopi, Buket, dan Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima kasih Kakak-Kakak Pembaca atas dukungan Gem-nya (◍•ᴗ•◍) karena jumlah koin belum mencapai target, maka ini adalah bab terakhir hari ini. Selamat Beristirahat (◠‿・)—☆
Klon itu membeku.Bukan karena taktik. Bukan karena kalkulasi.Seluruh energi iblisnya, seluruh insting bertahan hidup yang telah ia asah selama ribuan tahun, semuanya berhenti sekaligus dalam satu detik yang sama. Tangannya yang sedang membentuk segel bergetar tanpa bisa ia hentikan. Kakinya melangkah mundur satu langkah, dua langkah, tanpa perintah dari otaknya.Sepasang mata itu.Dia mengenalnya.Bukan dari pengalaman pribadi. Dari sesuatu yang jauh lebih dalam dari itu. Ingatan kolektif bangsa iblis yang diwariskan turun-temurun sejak zaman kuno, tertanam di lapisan terdalam inti keberadaannya, sesuatu yang tidak bisa dilupakan bahkan oleh makhluk yang sudah hidup ribuan tahun."ITU... ITU DIA!"Suaranya putus di tengah kalimat, keluar setengah sebagai teriakan dan setengah sebagai bisikan yang tidak punya bentuk yang jelas. "Yang menekan Niflheim di zaman kuno!" "Tidak! Tidak mungkin!" "Bagaimana bisa makhluk itu ada di sampingmu?! Bukankah dia sudah musnah?!""Aku tidak pe
Cahaya emas itu muncul pertama kali hanya sebersit kecil di antara gulungan energi iblis yang pekat.Seperti nyala lilin di tengah badai.Lalu ia berlipat ganda.Tunas-tunas cahaya emas menerobos dari dalam lautan gelap tanpa henti, satu demi satu, puluhan demi puluhan, sampai tidak ada lagi sudut di dalam ruang itu yang terbebas dari kilauannya. Energi Gao yang murni dan padat meledak keluar sekaligus, membakar setiap lapisan energi iblis yang mengepung dari semua sisi.Lautan gelap itu kewalahan.Lalu runtuh.BOOOM!Klon itu tidak sempat bereaksi.Pada jarak sedekat itu, Energi Gao yang berpijar menghantam langsung ke arahnya tanpa hambatan. Cahaya emas itu tidak sekadar membakar permukaan. Ia menembus kulit, menjebol setiap lapisan pertahanan iblis yang tersisa, dan menyayat kedua mata merah darahnya dari dalam hingga kepulan asap kehijauan menguar dari rongga matanya.Klon itu menjerit.Bukan karena terluka biasa. Tapi karena rasa sakitnya menembus batas yang ia sendiri tidak p
Klon itu tersentak.Seluruh rongga energi iblis yang mengepung medan itu adalah miliknya, dipancarkan dari inti kekuatannya sendiri, mengandung seluruh daya dari kultivasinya yang tertahan. Ia mengira Ryan akan terus menyerang dari luar dengan sinar-sinar pedang itu.Tapi manusia ini malah menerobos masuk.'Apakah anak itu gila?'Sudut bibir klon itu naik. Pelan. Terkontrol. Seperti seseorang yang baru saja menyaksikan mangsa melompat sendiri ke dalam perangkap.'Biarkan saja.' 'Bahkan jika Pedang Iblis Darah dan Esensi Pedang Abadi terus digunakan di dalam, energi iblis yang melingkupi ruang itu adalah kandang milikku.' 'Kekuatan penuh kultivasi puncak Ranah Dao Integration terkandung dalam setiap lapisannya. Tubuh manusia Primordial Chaos tidak akan bisa bertahan lama di dalamnya.'"Hah! Rupanya otakmu memang sudah tidak beres!" Tawa sinisnya bergema ke seluruh penjuru. "Kalau kau sudah masuk sendi
Tekad itu mengeras di dalam dadanya, padat dan dingin, seperti inti besi yang sudah melewati ribuan kali tempaan.Tidak ada jalan mundur. Tidak pernah ada.Untuk tumbuh sekuat ini, Ryan Pendragon tidak pernah memilih jalan yang aman. Dan kali ini tidak akan berbeda, seberapa berbahaya pun yang harus ia hadapi.Dia melesat ke udara bagai kilat emas, tubuhnya meluncur tanpa ragu ke arah jatuhnya klon iblis itu.**Di sisi lain medan yang hancur, klon itu baru saja bangkit dari reruntuhan batu.Pelan. Sangat pelan.Kedua tangannya adalah kekacauan daging dan tulang yang remuk, tulang-tulang di dalamnya masih dalam proses menyambung kembali dengan suara gemeretak kecil yang bisa didengar jika cukup dekat. Cairan ungu gelap mengalir dari setiap retakan di kulitnya yang hitam pekat, menetes ke tanah dan mendesis saat menyentuh bebatuan yang masih panas dari benturan sebelumnya.Tubuhnya memulihkan
Klon itu membalikkan badan seketika.Ryan berdiri di sana. Cahaya emas bercampur pusaran energi iblis masih menyelimuti tubuhnya, rambut dan jubahnya berantakan oleh benturan sebelumnya. Ada luka di beberapa bagian, tapi jumlahnya jauh lebih sedikit dari yang ada di tubuh klon itu sendiri.Dan luka-luka itu sedang menutup.Klon itu membeku. Tulang rahangnya mengencang keras.'Tidak mungkin. Kultivator Ranah Primordial Chaos tingkat tiga... fisiknya lebih kuat dari tubuhku?'Ia tidak bisa mencerna apa yang ada di depannya. Bangsa iblis dikenal karena ketahanan fisik yang jauh melampaui ras mana pun, bukan sekadar kebanggaan kosong, tapi fakta yang sudah terbukti ribuan kali di medan perang. Namun manusia di depannya justru pulih lebih cepat.Ryan tidak memberinya waktu untuk berpikir lebih jauh."Hukum Waktu, Energi Gao, Esensi Pedang Abadi!"Ia menghentakkan kakinya. Tiga aliran kekuatan yang sebelumnya mengalir terpisah di dalam tubuhnya kini mendorong ke satu titik yang sama, sa
Ruang kecil itu sudah tidak lagi layak disebut tempat berlindung.Energi iblis berputar liar ke segala penjuru seperti ribuan tangan tak kasat mata yang mencengkeram udara, tanah, dan langit sekaligus. Bebatuan hitam keabuan yang tadinya menjulang kokoh kini bergetar sampai ke akarnya. Setiap tarikan napas terasa berat, seolah udara sendiri sudah berubah jadi sesuatu yang beracun.Di tengah semua itu, Ryan berdiri tegak.'Klon ini berbeda dari lawan-lawan yang pernah kuhadapi sebelumnya. Tidak boleh ada kelengahan sedikit pun.'Kedua matanya tidak berkedip. Ia mengangkat tangan."Enam Dao, keluarlah!"Enam aliran cahaya melesat dari tubuhnya sekaligus.Langit di atas Ruang Segel Iblis berubah seketika. Enam pusaran cahaya mengembang dan berputar mengelilingi Ryan, berdenyut dan bergemuruh, memancarkan tekanan yang meretakkan batu-batu di sekitarnya dari dalam tanpa perlu disentuh sama sekali.Klon itu mengangkat kepalanya.Tapi Ryan belum selesai."Pedang Iblis Darah, keluarlah!"S
"Baiklah, aku bisa memberitahumu karena kau akan segera mati." Mata Monica berkilat dingin saat melanjutkan, "Namaku Monica Mouren. Kultivator dari zaman kuno!"Begitu kata-kata terakhir itu terucap, gelombang kejut dahsyat meletus dari tubuhnya, menghantam Pedang Spirit Blood dengan kek
Pak Tua Ludwig–sang Kakak pertama yang memiliki wajah bijak itu menatap Ryan dengan sorot mata yang penuh perhitungan dan berkata, "Anak ini benar-benar anomali. Kalian tidak bisa memperlakukannya seperti kultivator normal!" "Karena dia berhasil membunuh Saudara Keempat, kekuatannya seharusnya seta
Ryan dan Monica kemudian kembali ke tempat semula. Monica menghampiri Luna Pendragon yang masih terbaring lemah, lalu membentuk segel tangan yang rumit. Cahaya reinkarnasi yang lembut mengelilingi telapak tangannya. Setelah itu, Monica menyentuh kening Luna Pendragon dengan cahaya yang menyilau
Di dalam Kuburan Pedang, Li Qiye dan Monica melihat pemandangan ini. Mereka mengangguk sedikit, tetapi alis mereka dipenuhi kekhawatiran."Klan Spirit Blood sangat kuat." Li Qiye menyipitkan matanya dan berkata dengan nada serius, "Pemilik Kuburan Pedang harus mencapai Ranah Supreme Emperor dalam w







