Beranda / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 3343: Langit Sebelum Badai

Share

Bab 3343: Langit Sebelum Badai

Penulis: Rianoir
last update Tanggal publikasi: 2026-05-19 18:26:05
Di bangku peserta Keluarga Woodholt, wajah-wajah memerah satu per satu. Beberapa kepala tertunduk.

Hanya kepala keluarganya yang memandang panggung dengan sorot yang berbeda dari yang lain.

Tidak ada rasa malu di matanya. Hanya tatapan orang yang sedang menunggu sesuatu terjadi.

Drake sendiri melongo melihat pemandangan itu. Ia tidak menyangka musuhnya akan "melarikan diri" semudah dan secepat itu.

Matanya beralih ke pedang emas pucat yang masih melayang pelan ke arahnya.

Senyumnya kembal
Rianoir

Malam Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Terima kasih Kakak-Kakak Pembaca atas dukungan Gem-nya (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) Akumulasi Hadiah: 730/1000 Selamat Beristirahat (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 50
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3698 - Ujian Tombak Ilahi Gungnir

    Ryan terus maju selangkah demi selangkah.Setiap langkah terasa seperti menyeret beban sebesar gunung. Tekanan dari Tombak Ilahi Gungnir menekan tubuhnya dari depan, sementara esensi tombak yang tajam terus menyayat kulitnya seperti bilah tipis yang tak terlihat.Darah segar mengalir dari luka-luka kecil di tubuhnya, lalu menetes ke tumpukan tulang putih di bawah kaki.Kedua kakinya mulai gemetar.Namun Ryan tidak mundur.Matanya justru semakin tajam. Ia sudah melewati terlalu banyak kematian, jebakan, dan pertarungan untuk sampai di tempat ini. Rasa sakit seperti ini tidak cukup untuk membuatnya menyerah.'Sebuah tombak pun berani menilai aku layak atau tidak?'Ryan menatap tombak hitam yang tertancap di dinding batu.'Kalau begitu, akan kubuktikan. Bukan kau yang memilihku sebagai tuan, tapi aku yang akan menaklukkanmu.'Semakin dekat Ryan melangkah, semakin kuat pula pen

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3697 - Tombak Ilahi yang Menolak Ryan

    Mata Iblis mengedarkan pandangan ke sekeliling. "Jangan terburu-buru," katanya. "Karena kita sudah sampai di Samudra Sembilan Keterpencilan, ada beberapa hal yang harus diselesaikan lebih dulu." Ryan menatapnya tanpa bicara. Mata Iblis melanjutkan, "Tubuh Iblis yang baru kau dapatkan hanyalah permulaan. Itu baru peluang kecil." "Kesempatan yang sebenarnya tidak berada di tempat kita berdiri sekarang. Ikuti aku." Setelah berkata demikian, Demon Emperor bergerak maju. Ryan segera mengikutinya dari belakang. Keduanya terbang melintasi Samudra Sembilan Keterpencilan. Entah sudah berapa lama mereka bergerak, tetapi Ryan mulai merasakan perubahan besar di sekelilingnya. Energi iblis di tempat itu semakin tebal dan sulit ditekan. Tekanannya membuat napas terasa berat, bahkan dengan Tubuh Iblis yang baru ditempa. Semakin jauh mereka masuk, semakin Ryan merasa seolah tidak lagi berada di dunia nyata. Pemandangan di sekitarnya berubah. Di hadapan Ryan, muncul lautan mayat. Pulu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3696 - Penempaan Tubuh Iblis

    Immortal Divine Body terutama memperkuat daging, darah, tulang, dan daya tahan tubuh Ryan. Namun Tubuh Iblis berbeda. Tubuh Iblis bukan sekadar memperkeras fisik. Ia berhubungan langsung dengan Jalan Iblis. Begitu tubuh itu terbentuk, kekuatan Ryan akan naik ke tingkat lain. Jika suatu saat Immortal Divine Body dan Tubuh Iblis menyatu dengan sempurna, tubuh fisiknya pasti akan menjadi sesuatu yang sulit dibayangkan. Demon Emperor menatap Ryan yang masih tak sadarkan diri. Sorot matanya rumit. "Bocah, pertemuan kita memang takdir," gumamnya pelan. "Saat aku mencapai puncak Benua Valorisia, aku tidak pernah menyangka akan kembali terseret dalam urusan dunia. Namun takdir selalu bergerak dengan cara yang sulit ditebak." Ia terdiam sejenak, lalu melanjutkan, "Kau mendapatkan manik iblis itu di Gunung Langit Biru. Benda itulah yang menjadi penghubung takdir kita." "Adapun sosok itu, ia adalah musuh yang bisa kita lawan bersama." Suara Demon Emperor tidak keras, tetapi tiap katan

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3695 - Warisan di Samudra Sembilan Keterpencilan

    Tiga kultivator Spirit Hall lainnya mengangguk pelan. Tak satu pun dari mereka berniat turun mengejar Ryan. Samudra Sembilan Keterpencilan bukan tempat yang bisa dimasuki hanya karena emosi sesaat. Bagi mereka, begitu Ryan melompat ke sana, nasibnya sudah selesai. Mau seberapa besar bakatnya, mau seberapa banyak kartu truf yang ia simpan, semuanya tidak berarti lagi jika ia mati. "Biarkan saja," ujar salah satu dari mereka sambil menahan nyeri di dadanya. "Tidak ada yang bisa keluar hidup-hidup dari tempat itu." Yang lain mengangguk. "Ayo kembali ke peti-peti mati itu. Uji cobanya belum selesai." "Benar. Waktu kita tidak banyak. Kalau pekerjaan ini terlambat, Kepala Spirit Hall pasti tidak akan senang." Setelah berkata demikian, mereka segera meninggalkan tepi jurang. Tak seorang pun menoleh lagi ke bawah. Bagi mereka, Ryan sudah menjadi mayat. ** Ryan tidak tahu sudah berapa lama tubuhnya terjatuh. Kesadarannya timbul tenggelam. Ia hanya merasakan tubuhnya terus dihanta

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3694 - Jurang Samudra Sembilan Keterpencilan

    Riak dari empat tetes saripati darah itu membuat ruang di sekitar mereka berguncang.Udara tampak berlapis-lapis seperti permukaan air yang terkena batu. Keempat tetes darah tersebut melayang di tengah formasi, lalu memancarkan cahaya tajam yang menusuk mata.Ryan tetap berdiri di tempatnya.Tubuhnya sudah penuh luka. Energi spiritualnya hampir kering. Namun pikirannya masih bekerja cepat, mencari satu jalan keluar sebelum formasi itu benar-benar sempurna.Ia tidak akan menyerah.Bahkan jika tubuhnya tinggal menyisakan satu tarikan napas, ia tetap akan mencari cara untuk hidup.Ryan mengangkat kepala dan menyapu pandangan ke sekitar.Tak jauh dari sana, sekitar seribu meter dari posisinya, ada sebuah jurang besar yang membelah tanah. Mulut jurang itu gelap, dalam, dan tidak memperlihatkan apa pun di bawahnya.Ryan tidak tahu apa yang ada di dasar sana.Namun ia tahu satu ha

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3693 - Empat Tetes Saripati Darah

    Waktu berlalu dalam keheningan.Asap hitam masih menggantung di atas medan perang kuno. Tanah yang tadinya dipenuhi reruntuhan kini berubah menjadi cekungan besar. Semua yang berada dalam radius ledakan lenyap, seolah pernah disapu oleh bencana yang jatuh dari langit.Tak lama kemudian, suara batuk terdengar dari balik debu."Uhuk! Uhuk! Uhuk!"Seorang kultivator Spirit Hall perlahan bangkit dari tanah. Tubuhnya gemetar, dan setiap tarikan napas membuat darah merembes dari lukanya."Orang gila itu..." gumamnya dengan suara serak.Ia mengangkat kepala dan melihat sekeliling.Tidak ada rumput.Tidak ada batu utuh.Bahkan sisa aura dari formasi dan teknik sebelumnya hampir tak terasa lagi. Ledakan tadi benar-benar menghapus semua yang ada di sekitar mereka.Satu demi satu, kultivator Spirit Hall lainnya yang tersisa juga bangkit dengan susah payah.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status