登入Pagi Semua ( ╹▽╹ ) Ini bab pertama pagi ini. Selamat membaca (◠‿・)—☆
Setelah bertanya kepada beberapa orang di sekitar gerbang, Ryan akhirnya memahami keadaan Death Universe Domain.Tempat itu memang terkenal mematikan, tetapi bahaya di dalamnya selalu berjalan berdampingan dengan peluang. Banyak kultivator datang demi mencari pusaka kuno, warisan tersembunyi, atau herba langka yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.Bagi mereka, risiko kehilangan nyawa bukan alasan untuk mundur. Selama ada kesempatan menjadi lebih kuat, selalu ada orang yang bersedia mempertaruhkannya.Di sekitar gerbang, beberapa kultivator terus menawarkan kerja sama.“Tim kami kurang satu orang!”“Hanya menerima Ranah Dao Integration tingkat sembilan ke atas!”“Tim berpengalaman membutuhkan dua anggota tambahan!”Ryan memperhatikan mereka sambil mencari tahu aturan untuk memasuki domain tersebut.Ternyata, kultivator yang belum mencapai Ranah Star Seed tidak boleh masuk sendirian. Formasi di pintu masuk han
Ucapan Divine God Raging Flame membuat seluruh aula semakin tegang. Para tetua saling memandang. Divine God Frost Sword adalah salah satu ahli terkuat Myriad Sword Palace. Jika sosok sekuat itu tewas di dalam Death Universe Domain, mereka sulit memahami mengapa Ryan yang baru berada di Ranah Dao Integration justru dianggap layak memasuki tempat tersebut. Namun pesan itu dikirim dengan membakar saripati darah dan mengorbankan nyawa. Tidak mungkin Divine God Frost Sword melakukan semua itu tanpa alasan. Divine God Raging Flame menyapu para tetua dengan tatapan berat. “Apa pun yang tersembunyi di Death Universe Domain, kita harus menyelidikinya sampai tuntas.” Ia kemudian menoleh kepada Jason Klean. “Temui Ryan dan sampaikan seluruh keadaan ini. Biarkan dia menentukan pilihannya sendiri.” Jason Klean segera maju dan memberi hormat. “Baik.” Ia langsung meninggalkan balai. Tugasnya bukan hanya meminta Ryan membantu menyelamatkan Eliot Lane. Ia juga harus menyampaikan kematian D
Jessica Neuro dan Sergio Moras masih terpaku. Nolan Chester baru saja tersenyum kepada Ryan. Bagi mereka, pemandangan itu terasa lebih aneh daripada melihat naga sejati terbang melintasi langit. Instruktur Departemen Penegak Hukum tersebut terkenal keras dan hampir tidak pernah memberi kelonggaran kepada siapa pun. Terlebih lagi, Ryan pernah melanggar aturan Akademi Heavenly Flame. Seharusnya Nolan menegurnya panjang lebar, bukan malah menunjukkan sikap ramah. Namun Nolan tidak memedulikan tatapan mereka. Ia mengangkat tangan dan memanggil sebuah pusaka terbang. Artefak itu melayang di udara sambil memancarkan cahaya. Nolan naik lebih dulu, lalu menoleh kepada Ryan. Ryan masih berdiri di tempatnya. “Nak, kenapa kau belum naik?” tanya Nolan. Ryan merangkapkan tangan. “Guru Chester, aku masih memiliki beberapa urusan yang harus diselesaikan. Aku juga membutuhkan sedikit waktu untuk beristirahat.” Jessica, Sergio, serta ketiga Tetua Agung langsung menatapnya. Nolan datang sendi
Galen Yin dan Yordan Dragvine tersenyum mendengar salam Ryan. Hanya Brentley Holt yang masih mengelus janggutnya sambil memasang wajah berwibawa. “Kalau kepada mereka berdua, kau boleh bersikap santai,” katanya sambil melirik Galen dan Yordan. “Namun di hadapanku, kau tetap harus menjaga sopan santun.” Nada suaranya tegas, tetapi tatapannya menunjukkan kebanggaan. Dahulu, Brentley menerima Ryan sebagai murid karena permintaan Jessica Neuro. Saat itu, ia belum benar-benar memahami kemampuan pemuda tersebut. Sekarang keadaan sudah berbeda. Ryan telah menjadi murid yang paling dibanggakannya. Bakat, keberanian, tekad, dan kecepatan pertumbuhannya melampaui semua orang yang pernah Brentley bimbing. Sebagai guru, ia bahkan mulai merasa tidak mampu mengukur sejauh mana Ryan akan berkembang. “Aku mengerti, Guru.” Ryan tersenyum dan mengangguk. Ia tahu Brentley benar-benar memperlakukannya dengan baik. Rasa hormat yang ditunjukkannya bukan sekadar formalitas antara guru dan murid. G
Ryan mencoba bangkit, tetapi tubuhnya langsung kehilangan tenaga. Lututnya melemas dan ia kembali jatuh ke tanah. Setelah menghadapi ujian, memurnikan Tablet Reinkarnasi, menahan gelombang kejut, dan nyaris terkena panah saripati darah, tubuhnya sudah benar-benar mencapai batas. Setiap tarikan napas terasa menyakitkan, sedangkan otot-ototnya tidak lagi mampu digerakkan. Tak lama kemudian, keadaan di sekitar balai mulai tenang. Karena formasi pelindung telah hancur, Brentley Holt, Galen Yin, Yordan Dragvine, dan yang lain segera memasuki Kampung Halaman Demon Emperor. Begitu melihat Ryan tergeletak lemah, Brentley langsung mengambil keputusan. “Bawa Ryan kembali ke Sekte Moon Flower sekarang.” Tidak ada yang membantah. Saat mereka hendak pergi, Mordane Lethe yang juga terluka memandang Mira Yin. “Nona kecil, kau telah menerima sebagian warisanku.” Mira menatapnya dengan waspada. Mordane melanjutkan, “Apakah kau ingin menjadi lebih kuat? Aku tidak bisa meninggalkan tempat ini.
Mordane Lethe menatap ke kedalaman balai dengan wajah pucat.Panah saripati darah itu telah menembus formasi yang ia bangun menggunakan nyawa dan kultivasinya. Kekuatan di dalamnya bukan sekadar serangan. Niat membunuhnya diarahkan khusus kepada orang yang sedang memurnikan Tablet Reinkarnasi.“Demon Emperor, hati-hati!” teriak Mordane.Di dalam balai, Demon Emperor menoleh ke arah panah yang melesat mendekat. Energi iblis di sekelilingnya langsung bergolak.Amarah memenuhi tatapannya.Musuh memilih saat ketika Ryan sedang tenggelam dalam pemurnian dan tidak mampu melindungi diri. Jika tubuh asli Demon Emperor telah pulih, serangan seperti itu dapat dihancurkan dengan mudah.Namun sekarang ia hanya memiliki Jiwa Primordial. Kekuatan yang tersisa bahkan tidak mendekati masa puncaknya.Meski begitu, Ryan tidak boleh mati.Demon Emperor melangkah maju. Energi iblis berkumpul di tangannya dan membentuk sebilah pedan
Sopir taksi itu melihat uang tiga ratus ribu Nex dan terkekeh. "Baiklah! Kita akan pergi ke mana pun yang kamu inginkan," ujarnya dengan mata berbinar. Tentu saja dia senang melakukannya. Lagipula, dia hanya butuh bahan bakar senilai 60 ribu Nex untuk perjalanan ini, yang berarti dia akan mendapat
Seni bela diri Nexopolis terbagi menjadi beberapa ranah, yaitu ranah Master, ranah Greatmaster, dan ranah Grandmaster. Setiap Ranah tersebut juga dibagi lagi menjadi tiga tingkat, tingkat awal, tingkat tengah, dan tingkat puncak. Secara kebetulan, sebagai Greatmaster yang setengah langkah lagi m
Tujuh tahun yang lalu, saat keluarga Pendragon masih ada, dia pernah jatuh cinta pada seorang gadis. Gadis itu bernama Selly Hilton, putri bungsu dari keluarga Hilton yang tersohor. Dengan rambut pirang berkilau dan mata biru cemerlang, Selly adalah definisi dari kecantikan yang mampu membuat seti
Hanna melangkah maju dan meludah dengan nada menuduh, "Jangan kira kau bisa lolos dengan kartu debit palsu! Jika transaksi ini gagal, kau akan masuk penjara karena penipuan!"Matanya berkilat penuh kebencian, seolah-olah dia berharap Ryan akan langsung hancur di tempat. Adel, yang berdiri di sampin







