Beranda / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 367 - Target Untuk Gawain

Share

Bab 367 - Target Untuk Gawain

Penulis: Rianoir
last update Tanggal publikasi: 2024-11-29 13:14:32
Juliana mengangguk penuh semangat. "Tuan Ryan, jangan khawatir. Tetua Helios dan saya tidak akan memberi tahu siapa pun tentang ini!"

"Itu bagus." Ryan mengangguk puas sebelum berjalan keluar.

Ia segera menghubungi Derick untuk menjemputnya.

Tak lama kemudian, mobil mewah itu tiba di halaman Keluarga Herbald.

Namun alih-alih kembali ke vila, Ryan meminta sopirnya mengantar ke kediaman Keluarga Wealth terlebih dahulu.

'Luka-luka Gawain Wealth seharusnya sudah membaik, tapi sebaiknya aku me
Rianoir

Maaf baru Rilis, othor ada meeting mendadak jadi tidak sempat upload. othor juga belum melihat Gem juga. Selamat Membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆ Bab Bonus: 1/3 Bab Antrian: 63

| 48
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3381: Pertandingan Terakhir

    Drew tertawa satu kali. Pendek dan kering. Tawanya tidak menjangkau matanya."Tahu lebih banyak?" Dia mengulang kata-kata itu seperti sedang mencicipi sesuatu yang pahit. "Apa yang kau tahu? Calder punya sesuatu yang membuatnya nyaris tidak terkalahkan selama kompetisi ini berlangsung. Dia memiliki Perlindungan Darah Ku...""Drew Shadowmist!"Suara Tetua Brock memotong seperti kapak yang diayunkan tepat sasaran. Tidak keras, tapi beratnya cukup untuk menghentikan kata-kata yang hampir meluncur dari mulut Drew.Pria kekar tua itu menatap Drew dengan sorot dingin. Tidak perlu diartikan dua kali.Drew menutup mulutnya rapat. Ia masih menatap Ryan dengan pandangan meremehkan, tapi tidak lagi bersuara.Ryan berpaling ke Tetua Brock."Tetua Brock, apakah ada masalah dengan permintaanku?"Tetua Brock diam selama beberapa detik.Aturan kompetisi sudah dia ucapkan sendiri tadi. Jelas dan tidak bisa ditarik kembali. Menolak tantangan yang sah hanya karena hasilnya tidak sesuai harapan bukan

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3380: Katak dalam Sumur

    Sunyi total.Bukan sunyi yang nyaman. Ini sunyi yang menghantam seperti tembok batu, mendadak dan keras, membungkam seisi arena dalam satu waktu.Ribuan pasang mata berpaling ke satu arah.Ke sosok yang berdiri tegak di atas arena batu biru, dengan darah yang belum sepenuhnya mengering di sudut bajunya.Ryan Pendragon.Pemuda itu baru saja mengucapkan sesuatu yang tidak ada seorang pun menyangka akan didengarnya hari ini.Tetua Brock adalah orang pertama yang bersuara.Alisnya naik satu kali, lalu kembali datar. Ia menatap Ryan sambil menggenggam tongkat lebih erat di belakang punggung."Kau yakin?" Suaranya bergema tenang ke seluruh arena. "Kau harus paham konsekuensinya." "Jika kau gagal dalam tantangan ini, posisi ketigamu akan hilang. Zach Swiftgale yang akan mengisi tempat itu."Dalam hati, pria kekar tua itu menahan sesuatu yang nyaris menjadi senyum.'Kalau Ryan nekat dan kalah

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3379: Gao Abadi, Turun!

    Zach mengumpulkan sisa Hukum Angin ke dalam kedua telapak tangannya dan menghantam ke depan.Kecepatannya bahkan melampaui sebelumnya.Serangan itu hampir sempurna.Hampir.Tepat saat telapak Zach menyentuh dadanya, tubuh Ryan sedikit miring. Bukan menghindari, melainkan menggeser sudut tumbukan beberapa sentimeter, cukup agar kekuatan yang masuk tidak langsung frontal.Pada detik yang sama, Esensi Pedang Abadi meledak dari ujung pedangnya, menghujam tepat ke posisi yang akan ditempati Zach sepersekian detik ke depan.SYIIING!Jeritan pedang itu membelah udara. Tajam. Menusuk.Ryan menggumam pelan, hampir tidak terdengar di tengah keributan arena."Gao Abadi, turun!"Energi Gao dan Esensi Pedang Abadi bertemu di satu titik di udara.Kuning keemasan dan keperakan melebur bersama dalam kilatan yang menyilaukan seluruh arena. Sifat paling Yang di antara semua energi ya

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3378: Sandiwara di Tengah Arena

    Debu dari serangan terakhir Zach Swiftgale belum benar-benar mereda. Ryan menarik pedangnya mundur setengah langkah, membiarkan sebagian besar tembakan telapak itu melewati celah di sisi kanannya. Sisanya yang tidak bisa dihindari, dia belokkan dengan tebasan cepat. Bukan tebasan penuh. Cukup untuk mengalihkan arah serangan, tidak lebih. Dari luar, itu terlihat persis seperti orang kelelahan yang mencoba bertahan dari banjir serangan tanpa henti. Zach mengerutkan kening. Ada yang tidak beres, dan insting kultivaktornya tidak bisa mengabaikannya. Bukan soal apakah Ryan kuat atau tidak. Dia sudah membuktikannya sendiri bahwa murid Sekte Moon Flower itu berbahaya. Tapi waktu menghadapi Yakou Zedd, Ryan tidak pernah sekadar bertahan. Setiap kekurangan kecepatan dia tutup dengan kekuatan serangan yang jauh melampaui lawannya. Efisien. Mematikan. Tanpa ruang untuk lawan bernapas. Tapi sekarang? Dengan serangan yang belum sepenuhnya diperlambat, Ryan justru terus mundur. Zach

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3377: Hukum Angin

    Ryan menimbang hal itu selama beberapa langkah. "Masalahnya, lawanku bukan orang lemah." "Wakil Keluarga Swiftgale yang masuk babak ini sudah terbukti menguasai hukum alam." "Kalau aku terlalu setengah-setengah, justru aku yang menanggung luka lebih dalam dari yang direncanakan." "Hmph!" Dengus itu kali ini lebih nyaring, hampir terdengar seperti tawa meremehkan. "Dengan Divine Immortal Body, Enam Dao, Energi Gao, dan hukum yang sudah kau kuasai, belum lagi Pedang Iblis Darah dan semua kemampuannya, kau masih khawatir terluka parah oleh lawan yang levelnya berada di bawahmu?" "Jika hal sepele seperti itu saja bisa menggagalkanmu, lebih baik kau putar balik sekarang, pulang ke Sekte Moon Flower, dan lupakan semua ini." Ryan menahan tawa dalam hati. Divine God Beast Tamer tidak sepenuhnya salah. Yang diperlukan bukan kekuatan penuh, hanya kendali yang tepat. Menampilkan celah tanpa benar-benar membiarkan lawan memanfaatkannya. Itu bukan hal yang sulit. Ryan melangkah naik k

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3376: Celah Kemenangan

    Ryan baru mengambil satu langkah menuju arena ketika suara Mervin Lux terdengar dari belakangnya. "Ryan." Langkah itu berhenti. Ryan menoleh. Mervin terbaring setengah duduk di pinggir Arena, tubuhnya disangga oleh seseorang dari sekte. Wajahnya sepucat abu, bibirnya mengering dari darah yang sudah mulai membeku. Tangan kirinya yang tulangnya hancur tergeletak di samping tubuhnya, tidak bergerak. Tapi kedua matanya terbuka penuh, menatap tepat ke arah Ryan dengan tatapan yang tidak meminta dan tidak memohon. Hanya menuntut. Tulang rahangnya masih mengeras di bawah kulit yang pucat itu, bahkan dalam kondisi seperti ini. "Aku sudah mempermalukan sekte." Suaranya serak seperti batu yang saling bergesekan. "Kau harus menang." Ryan menatapnya diam selama dua detik. Lalu sudut bibirnya terangkat sedikit. "Tentu saja." Dia berbalik. Langkahnya kembali bergerak ke depan, pelan namun tidak pernah ragu. Dan sebelum jarak di antara mereka terlalu jauh untuk didengar, suaranya meng

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 38 - Membelikan Ryan Pakaian

    Menyadari beberapa orang yang lewat menoleh ke arah mereka, Adel menatap Ryan dengan tajam dan berkata, "Omong kosong. Jika kau menginginkanku, kau harus mengambil bintang dari langit dan membawanya kepadaku!" Ryan mengangkat alisnya, ekspresinya berubah serius. "Benarkah?" tanyanya dengan nada yan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 133 - Pertemuan Tak Terduga

    Di ujung telepon, Patrick terdiam beberapa detik. Detik berikutnya, dia berkata, "Junior Lindsay, aku akan segera naik pesawat ke kota Golden River. Ingat, jangan menghubungi orang itu. Dia sangat berbahaya! Selain itu, berhentilah menyelidiki kasus apa pun yang terkait dengan Ryan. Aku akan mengi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 74 - Keluarga Paman Adel

    Di Rumah Sakit Umum Hati Sehat Kota Golden River, Adel berdiri diam di depan jendela kaca unit perawatan intensif, matanya terpaku pada sosok adiknya yang terbaring lemah di dalam. Wajahnya yang biasanya ceria kini diliputi kekhawatiran mendalam. Suasana hatinya begitu rumit, campuran antara cemas

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 128 - Melawan Murid Zeref (II)

    Seni bela diri Nexopolis terbagi menjadi beberapa ranah, yaitu ranah Master, ranah Greatmaster, dan ranah Grandmaster. Setiap Ranah tersebut juga dibagi lagi menjadi tiga tingkat, tingkat awal, tingkat tengah, dan tingkat puncak. Secara kebetulan, sebagai Greatmaster yang setengah langkah lagi m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status