เข้าสู่ระบบSiang semuanya <( ̄︶ ̄)> Mungkin perlu othor perjelas sekali lagi, 5 bab perhari itu dibagi menjadi 3 waktu rilis ya, 2 bab di pagi hari, 2 bab di siang hari, dan 1 bab di malam hari. ketika hari sabtu-minggu, jadwal rilisnya adalah 2 pagi, 2 siang, 2 sore, dan 1 malam. ini adalah bab pertama dari rilisan siang. Untuk Kak Chen Thomson, jika othor ada kekurangan, othor meminta maaf. Namun setidaknya tolong beritahu othor apa masalahnya? othor menerima kritik dan saran kok. (◍•ᴗ•◍) Bab Bonus: 1/3 Bab
"Tapi kepadatan energi di setiap kelas itu berbeda sangat jauh," lanjut Serena. "Bahkan kelas semi-oranye pun sudah jauh melampaui kelas kuning penuh." "Dan genius yang bisa memicu jiwa kelas kuning saja sudah termasuk yang luar biasa langka. Kebanyakan kultivator sepanjang hidupnya tidak pernah menyaksikan kemunculan satu pun."Dia berhenti sebentar sebelum melanjutkan. "Jangankan kelas merah atau oranye penuh. Kelas semi-oranye pun kemungkinan besar sudah jadi yang tertinggi dalam ujian kali ini." "Kelas oranye baru muncul sekali setiap seratus tahun. Sedangkan kelas merah... itu sudah masuk ke wilayah legenda.""Tidak ada kultivator dari generasi yang hidup sekarang yang pernah menyaksikannya langsung."Ryan mendengarkan semuanya dengan wajah yang tenang. Matanya tidak sekali pun bergerak dari arena.'Kalau aku ikut ujian ini, aku ingin menantang jiwa kelas merah itu.'Bukan karena sombong. Tapi kalau sudah masuk ke
Ryan memiringkan kepalanya sedikit ke arah Serena. "Kenapa Klan Unicorn Naga tidak membawa peserta dari luar?"Serena melirik sekilas, lalu menjawab dengan nada datar. "Klan-klan yang lemah biasanya membawa anggota sekte besar sebagai pendamping." "Tugasnya melindungi anggota berdarah spirit mereka selama ujian berlangsung, supaya tidak jadi sasaran empuk di dalam.""Tapi klan sekelas Klan Unicorn Naga tidak butuh itu." Ia melanjutkan tanpa jeda. "Kekuatan mereka sendiri sudah cukup membuat siapa pun berpikir dua kali sebelum berani mengusik." "Mereka datang sendiri, tanpa pendamping, tanpa bantuan dari mana pun. Karena memang tidak ada yang perlu mereka minta."Ryan mengangguk singkat dan mengalihkan pandangannya ke depan.**Ketiga genius Klan Unicorn Naga kini sudah duduk bersila di hadapan Patung Seratus Binatang, punggung tegak, wajah tenang.Tidak ada yang usianya melampaui dua puluh sembilan t
Ryan menarik tangan Serena dan menempelkannya langsung ke sisi tubuhnya, tepat di area tulang rusuk yang beberapa jam lalu menjadi sasaran cakar Chase Vale. Langsung, tanpa aba-aba. Jari-jari Serena menyentuh kulit yang terasa padat dan hangat di balik robekan jubahnya. Jantungnya berdegup satu kali di tempat yang salah. Pipinya memanas sebelum sempat ia cegah, sesuatu yang tidak biasa terjadi pada wanita seperti dirinya. Tapi yang jauh lebih mengejutkan adalah apa yang tidak dia temukan di bawah telapak tangannya. Tidak ada jaringan yang membengkak. Tidak ada titik yang menyentak ketika ditekan. Tidak ada jejak apa pun dari luka yang baru dicakar ulang dengan penuh tenaga beberapa jam lalu. Kulit di sana terasa mulus, seolah tidak pernah disentuh apa pun. Serena menarik tangannya perlahan. Tangannya berhenti sejenak di udara sebelum ia turunkan. Dia menatap Ryan beberapa detik, mata tidak bergerak, sebelum ekspresinya ia kendalikan kembali menjadi datar. "Kau benar-benar
Ryan menatap kepalan tangannya yang berlumuran darah sebentar, lalu memandang ke dalam lubang tempat Hugh terjatuh. Ternyata tidak sesederhana yang dia kira. Kekuatan tinju itu seharusnya cukup untuk melemparkan Hugh jauh, seperti yang terjadi pada Theo dan Chase. Tapi tubuh Hugh Vale tidak merespons seperti itu. Dia jatuh ke bawah, bukan terpental jauh. Bukan soal kekuatan. Ketahanan tubuh Hugh jauh di atas saudaranya, dan itu membuat perbedaan yang cukup mencolok. Di hadapan Ryan, Celia Vale tidak bergerak. Pandangannya menelusuri Theo yang tergeletak dengan dada amblas, Chase yang berlutut dengan pandangan kosong meski sudah diberi pil pemulih, dan lubang di tanah tempat Hugh tidak sadarkan diri. Wajah Celia sepenuhnya kosong. Rahangnya tidak mengeras, matanya tidak sempit, tidak ada amarah yang terbaca. Seperti seseorang yang baru menyadari bahwa semuanya sudah terlambat, dan tidak ada gunanya marah kepada siapa pun lagi. Tidak ada yang tersisa untuk Ujian Darah Roh. Ket
Dua kilatan itu bukan cahaya.Itu cakar.Chase Vale dan Hugh Vale muncul bersamaan dari dalam pusaran bayangan cakar, satu dari kiri dan satu dari kanan, menjepit Ryan di antara keduanya tanpa memberi ruang pelarian sedikit pun. Gerak mereka sinkron sempurna, dua orang yang sudah terlalu sering berburu bersama dan sudah hafal di mana titik lemah lawan berada.Ryan menyipitkan matanya.Tubuhnya berputar ke kanan. Cakar Hugh Vale menebas udara di sisi kirinya dengan tenaga yang membuat desiran anginnya memotong ujung jubah Ryan menjadi beberapa helai robek.Kuat. Lebih kuat dari Chase.Tapi kecepatannya tidak secepat yang Ryan duga.Chase Vale yang berdiri di sisi berlawanan menyaksikan ini semua. Sudut bibirnya melengkung. Tubuh Ryan kini menghadap ke arah Hugh, punggungnya terbuka lebar, dan luka sayatan dari golok Theo di tulang rusuk kanannya masih tampak merah segar.'Bocah itu t
Ryan sudah tidak ada di sana.Belum sempat Theo memproses apa yang terjadi, sesuatu meledak di sisi kanannya dari arah yang sama sekali tidak dia antisipasi."Minggir!"BOOOOMM!Kepalan yang diselimuti cahaya emas menghantam lambung Theo dari samping. Tidak ada peringatan, tidak ada ruang untuk menghindar. Theo Tanner hanya sempat mengaktifkan artefak pelindungnya secara refleks, dan perisai ungu tipis mengembang di sekeliling tubuhnya.Tidak cukup.Cahaya emas itu menghancurkan perisai seperti kertas basah dan meneruskan seluruh momentum langsung ke dalam tubuh Theo. Tulang-tulang di sisi kiri dadanya remuk dalam satu benturan, bunyinya seperti kayu kering yang dipatahkan empat sekaligus. Darah memuncrat membasahi jubahnya sebelum tubuh itu sempat terpelanting.BRAKK!Theo Tanner melesat ke belakang seperti batu yang ditembakkan dari ketapel, meninggalkan jejak udara terk
"Aku memang pernah mendengar tentang Gunung Langit Biru sekali atau dua kali dalam perjalananku, dan jika ingatan saya tidak salah, itu adalah wilayah kultivasi tingkat menengah atau bahkan tingkat rendah." "Jika itu adalah Alam kultivasi tingkat menengah yang layak, seharusnya ada setidaknya satu
Segel Pedang Clarent yang Ryan tanamkan memang sangat cocok untuk situasi seperti ini.Oleh karena itu, Ryan mampu menugaskan mereka bertiga ke sini dengan sangat percaya diri tanpa khawatir pengkhianatan."Ya, Tuan yang kami hormati!" sahut ketiganya serempak."Kami pasti tidak akan membiarkan sat
Sementara para Ketua Sekte masih tercengang dengan perubahan situasi yang dramatis, delapan aura dahsyat meledak dari berbagai penjuru Kota Spiritum. Masing-masing aura berasal dari seorang kultivator Ranah Demigod tingkat sembilan—para leluhur dari delapan sekte besar yang selama ini bersemedi da
Ketika para penonton melihat tindakan Ryan yang melindungi mereka, mereka semua bersorak dalam hati. "Ryan ini cukup heroik dan penuh perhatian," Reina Nook mengangguk dengan mata berbinar. "Dia takut racun itu akan melukai anggota sekte kita. Dia pantas untuk dijadikan teman!" "Benar sekali!" Ros







