Share

Bab 1248

Penulis: Danira Widia
Janice benar-benar bengong, tetapi ini juga bukan salahnya. Seorang pria tampan yang tingginya hampir 190 cm berlutut dengan sebelah kaki dan ekspresi serius, lalu menundukkan kepala dan mengaku bersalah. Siapa yang bisa tahan menerima perlakuan itu? Yang paling penting, pakaian pria itu juga benar-benar curang.

Dia yang bingung harus menatap ke arah pun menelan ludahnya. "Aku benar-benar baik-baik saja, kamu nggak perlu seperti ini. Aku ...."

Janice sebenarnya hendak berkata dia mencurigai Jason memiliki maksud lain, tetapi dia tidak berani melanjutkan ucapannya itu.

Pada detik berikutnya, Jason sudah mengangkat kakinya dan memasukkannya ke dalam air hangat. Perasaan nyaman itu langsung membuatnya kehilangan kata-kata. Suhu airnya pas dan ditambah dengan ada seseorang yang memijat kakinya di dalam air. Benar-benar nyaman.

"Enak, 'kan?" tanya Jason sambil mengangkat kepala dan menatap wajah Janice dengan ambigu.

Janice menggigit bibirnya. Dia malu untuk menunjukkan reaksinya terlalu je
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1267

    Mendengar itu, Landon mengerutkan alis dalam-dalam, cepat-cepat mengikuti Chelsea.Janice berbalik, tetapi tubuhnya tiba-tiba ditarik Jason. "Kamu mau ke mana? Mau bareng Landon?""Jason, mulutmu kenapa hari ini? Semua omonganmu nggak enak didengar." Janice menatap Jason."Hari ini aku makan cabai rawit."Benar-benar tak habis pikir.Sampai di tangga, Landon dan Chelsea sudah turun duluan. Janice hanya bisa menunggu lift lagi.Begitu masuk lift, tubuhnya langsung ditarik Jason ke pelukannya. Badannya menempel di dada Jason. Hangat, naik turun mengikuti napas.Janice mendorong sedikit. "Kamu ngapain? Di lift ada CCTV!""Dia sepenting itu? Kamu perhatian sama dia di depanku! Aku nggak cukup berusaha ya?"Pipi Janice memerah, sudut bibir bergerak sedikit. "Jason, tolong jaga wibawamu.""Itu nggak penting. Pokoknya kamu nggak boleh peduliin dia.""Aku cuma ... um ...."Janice baru ingin menjelaskan, tetapi bibir Jason sudah menempel di bibirnya. Terdengar suara mesin lift. Napas keduanya t

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1266

    "Leah di studio Amanda, sementara Chelsea beberapa waktu terakhir ikut Bayu."Setelah Landon menganalisis, jelas siapa yang ingin menyingkirkan Chelsea. Seharusnya orang itu tahu setiap wanita Bayu, yaitu Verica.Begitu Chelsea memikirkan keterlibatan Keluarga Azhara, luka di tubuhnya mulai terasa nyeri samar. Rona merah di wajahnya pun perlahan memudar.Bibirnya bergetar sedikit. "Verica itu aneh. Pelayan di apartemen itu orangnya, tapi Bayu sama sekali nggak tahu. Jelas dia diam-diam bersiap-siap, tapi yang dia waspadai bukan wanita, melainkan Bayu. Tapi dia rela membantu Bayu menangani dan memperkenalkan wanita."Janice mengangguk setuju, menatap wajah Chelsea. "Aku dan Chelsea ada kemiripan, tapi kami nggak mirip Verica sama sekali. Bayu begitu terobsesi dengan jenis wanita tertentu, terus kenapa dia menikahi Verica?""Karena Verica operasi plastik," jawab Jason.Janice terkejut sejenak.Jason melanjutkan, "Dokter pribadinya belum ditemukan. Kalau sudah ketemu, mungkin kebenaran ak

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1265

    Suara Chiquita terdengar lembut, penuh rasa tersinggung.Sebelum Chelsea sempat berbicara, suara di ujung sana berganti orang. Terdengar teguran dari ibunya."Chelsea! Kenapa kamu selalu ganggu adikmu? Kami nggak ambil apa-apa. Kalau mau ganti rugi, ya urus sendiri!""Nggak ambil? Terus, kalian tahu aku harus bayar ganti rugi dari mana? Sebenarnya kalian mau apa? Tahu nggak kalau perusahaan bisa lapor polisi?"Chelsea berusaha menahan diri, tetapi tetap tak bisa menyembunyikan keputusasaan saat bertanya alasannya.Puspa sepertinya sudah menduga Chelsea akan bicara begitu. Dia langsung menegaskan, "Aku nggak tahu kamu ngomong apa. Kita ini jujur dan sederhana, nggak ngerti urusan beginian. Lagi pula, perusahaanmu baik-baik saja, kenapa harus putus kontrak?""Kamu baru terkenal sedikit, sudah ingin mandiri? Dengan kemampuanmu? Dari kecil sampai besar, kamu pernah sukses apa? Kamu cuma iri sama adikmu!""Cukup! Aku sudah paham. Ini maksud perusahaan, 'kan? Kamu tahu nggak mereka diam-diam

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1264

    "Yang paling utama itu ... Pak Landon, kamu memberiku terlalu banyak, kalau aku masih tinggal di hotel murah rasanya kurang sesuai dengan identitasku."Chelsea merasa dirinya tidak cocok untuk bersikap sentimental, karena hidupnya sendiri sudah cukup menyedihkan.Landon memahami isi pikiran Chelsea, tetapi dia hanya tersenyum tanpa berbicara. Dia mendorong sarapan ke hadapan Chelsea agar mudah dijangkau.Selesai sarapan, Chelsea pun mengikuti Landon meninggalkan rumah sakit. Apartemen yang disewa adalah tempat yang sudah sejak lama dia impikan. Tempat tidurnya menghadap langsung ke jendela besar.Begitu membuka jendela, ada balkon luas dengan pohon paulownia tinggi yang sepanjang tahun selalu membawa nuansa romantis.Dulu Chelsea tidak punya uang, juga tidak ingin membiarkan suasana muramnya mengotori tempat indah seperti ini. Kali ini, dia sudah mempertimbangkan ulang.Jadi, begitu bangun di rumah sakit, dia langsung menghubungi pemilik apartemen lewat internet. Saat sampai di hotel m

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1263

    Mendadak, Janice teringat tiga kata itu, bapak rumah tangga.Demi berterima kasih pada Jason, Janice pun memutuskan akan mengambilkan lebih banyak nasi untuk Jason nanti.Sepuluh menit kemudian, Janice batuk-batuk sambil berlari keluar dari dapur yang penuh asap. Louise dan Vega berdiri di ruang makan, menatap ke arah dapur dengan waspada."Kalian ini lagi main apa sih? Kalian kira kalian alkemis? Kok asapnya banyak sekali? Makanannya masih bisa dimakan nggak?"Janice berpikir sebentar. "Seharusnya bisa."Akhirnya, Jason membuang panci beserta sayur gosong di dalamnya, lalu masak ulang satu panci hotpot.Selesai makan, Louise mengajak Vega turun untuk jalan-jalan. Janice memandang mereka turun, lalu berbalik ke ruang makan, mendapati Jason sudah membereskan peralatan makan dan masuk dapur lagi.Dia berdiri di ambang pintu dapur, menatap punggung tegap pria itu yang sibuk bekerja. Di benaknya teringat ucapan Jason soal pernikahan tadi. Kalau memang begini, menikah juga kelihatannya tida

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1262

    Sissy terlalu terburu-buru, tanpa sadar dia justru sedang mendorong diri sendiri ke jurang lain. Kalau itu memang pilihannya, orang lain pun hanya bisa menghormati. Hanya saja, mungkin tidak akan pernah ada Chelsea kedua yang mau menyelamatkannya lagi.Janice menghela napas, hatinya timbul rasa gelisah. Saat sedang melamun, Louise tiba-tiba membuka mulut. "Janice, kamu kemarin juga terlalu ganas."Janice langsung kaget. "Aku ... nggak bikin malu di depan umum, 'kan?""Untung saja yang bikin malu bukan cuma kamu seorang." Louise tergelak."Maksudmu apa?" Jantung Janice langsung berdebar."Ya itu, kamu minta Pak Jason jangan ganggu kamu di ranjang, minta Arya kasih obat kuat, suruh Chelsea tidur sama Pak Landon ....""Sudah, jangan diterusin." Janice benar-benar mau pingsan, rasanya ingin mati saja.Louise mengedip nakal. "Nggak apa-apa, aku 'kan belum bilang kalau kamu sama Pak Jason masuk kamar dan nggak keluar-keluar. Untungnya rumah ini besar. Kalau nggak, kami semua harus tutup teli

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status