Share

Bab 1254

Penulis: Danira Widia
Rensia melepas sarung tangannya, lalu mengernyitkan alisnya. Dengan ekspresi yang dingin dan ditambah dengan mantel panjang yang dikenakannya, dia memang terlihat seperti nona besar yang sombong di dalam drama TV. Dia mendekat dan duduk di samping Arya. "Kenapa? Nggak senang aku ke sini ya?"

"Aku mana berani. Kamu ada pergi kontrol ulang? Jangan sampai mati di ranjang pun nggak ada orang yang tahu," kata Arya dengan nada aneh.

Saat Rensia dirawat di rumah sakit, Arya sempat merasa kasihan dan berpikir sebaiknya memberikan perhatian lebih pada Rensia. Namun, saat suatu hari dia membuka pintu kamar, dia melihat ada dua pria muda yang di atas ranjang. Yang satunya memegang tangan dan yang satunya lagi memegang kaki Rensia. Saat itu, Rensia bahkan tidak berusaha menutupi hal itu.

Rensia menyandarkan dagunya di telapak tangan, lalu menatap Arya sambil tersenyum. "Kamu begitu peduli dengan urusan ranjangku ya? Tempat tidurku besar, jadi masih ada satu posisi kosong. Kamu mau coba?"

"Kamu ini
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1275

    "Aku ...."Leah masih ingin membantah, tetapi Verica langsung menyela, "Leah, apa yang dikatakan Paman Morgan benar. Kamu adalah nona muda Keluarga Azhara, sudah seharusnya memikul tanggung jawab keluarga. Jangan sampai lupa statusmu."Saat mengatakan itu, Verica memberi Leah isyarat dengan mata.Leah pun mundur, lalu menundukkan kepala dan berkata, "Aku mengerti."Setelah itu, Morgan langsung melangkah masuk ke dalam rumah.Satu jam kemudian, Verica masuk ke kamar Morgan.Seolah-olah sudah menduga hal itu, Morgan yang berada di dalam kamar itu bahkan tidak menoleh sedikit pun. "Leah sudah tenang?""Ya. Besok dia akan pergi membicarakan urusan pertunangan ini dengan Yosep," jawab Verica sambil mendekat, lalu menaruh tangannya di bahu Morgan dan memijat dengan kekuatan yang pas.Morgan tidak menolak, melainkan menikmatinya dan berkata, "Bayu bilang kamu terus masalah dengan nyonya kedua Keluarga Karim dan juga putrinya setelah kembali ke negara ini. Kalian saling kenal?"Tangan Verica t

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1274

    Saat melihat foto itu, Jason langsung tertegun dan gerakan tangannya pun ikut terhenti.Janice membuka mata saat menyadari hal itu, lalu berbalik dan mendekat untuk melihat layar ponsel Jason. Yang terlihat ternyata adalah sebuah foto lama. Ada seorang pria paruh baya yang sangat berwibawa di foto itu, tetapi tatapan mata pria itu terlihat sangat dingin. "Siapa ini?""Ayahnya Bayu," jawab Jason sambil memperbesar foto itu dan memperlihatkan tato di pergelangan tangan Bayu. Itu adalah lambang kapal pesiar.Janice kebingungan. "Foto ini sudah lama sekali, apa ada masalah?"Jason menggeser layar ponselnya dengan tenang dan menampilkan foto lain.Janice langsung terkejut. "Ini ...."Sebuah wajah yang sangat mirip dengan Moris."Ini adiknya Moris, Morgan," jelas Jason."Pak Moris masih punya saudara?" tanya Janice yang belum pernah mendengar hal itu sebelumnya."Kabarnya kondisi tubuhnya lemah sejak lahir, jadi selalu dirawat di luar negeri," kata Jason dengan maksud tersembunyi."Apa dia p

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1273

    Namun, setelah dipikir-pikir lagi, Janice teringat Jason sama sekali tidak pernah bangkit dari sofa sampai listrik kembali menyala. Biasanya, Jason pasti akan berdiri untuk menggendong Vega sebentar. Jangan-jangan Jason terluka karena jatuh?Memikirkan hal itu, Janice buru-buru menidurkan Vega. Saat keluar dari kamar anak-anak, Jason sudah kembali ke kamar tidur. Setelah menemukan barang yang diinginkannya di ruang tamu, dia pun masuk ke kamar tidur. Saat itu, Jason sudah selesai mandi dan berbaring di dalam selimut, benar-benar pemandangan yang jarang terjadi.Saat Janice berjalan ke sisi tempat tidurnya, Jason mengangkat kepalanya dan berkata, "Malam ini, mau tidur di sini atau di atas tubuhku?"Seperti dugaan Janice, ucapan Jason selalu penuh godaan saat malam tiba. Dia pun menatap Jason dengan kesal dan berkata, "Biar aku lihat kakimu."Jason tertegun sejenak, lalu menekan selimutnya. "Aku sudah cek, nggak ada masalah besar.""Aku ini gampang dibohongi ya?" kata Janice, lalu langsu

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1272

    Satu jam yang lalu, seluruh kota mengeluarkan peringatan akan ada hujan badai.Louise pun pulang lebih awal.Saat sedang memasak makan malam di dapur, Janice menatap angin kencang dan langit yang diguyur hujan deras di luar jendela. Hatinya terasa sesak karena selalu merasa ada sesuatu yang akan terjadi. Dia memaksa dirinya untuk mengalihkan pandangan, lalu terus menumis iga kecil di wajan.Tepat pada saat itu, pesan WhatsApp dari Chelsea masuk.[ Keluarga Azhara akan mengadakan pesta untuk Sissy, kamu mau pergi? ]Membaca pesan itu, Janice mengernyitkan alis karena kalimat itu benar-benar terasa asing. Seorang korban dan seorang pelaku malah mengadakan pesta bersama-sama. Dia berpikir harus bagaimana menjawab, tetapi suara petir tiba-tiba bergema di luar dan seluruh gedung pun langsung gelap gulita."Ah!" teriak Janice dengan panik. Saat itu, terdengar suara benda jatuh, lalu muncul sosok tinggi besar di belakangnya yang langsung memeluknya. Saat mencium aroma yang begitu familier, di

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1271

    "Ya, dia masih menggila di dalam. Sepertinya dia akan menghadiri pestanya."Setelah mengatakan itu, Sissy menoleh dan berkata dengan pelan, "Nyonya Verica."Verica tersenyum. "Panggil Ibu. Mulai sekarang, kamu adalah putri manisku. Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Aku akan memuaskan keinginanmu, asalkan kamu patuh dan ikuti perintahku saja."Verica menggertakkan giginya, lalu menganggukkan kepala. "Baik, Ibu."....Di kamar pasien.Chelsea membanting semua benda yang berada di atas meja sampai luka di tangannya yang baru saja dirawat perawat pun kembali robek dan darah menetes ke lantai dari ujung jarinya."Sudah puas melampiaskan amarah? Duduk," kata Landon."Nggak ada hubungannya denganmu! Kamu ini siapa?" marah Chelsea dengan napas terengah-engah."Majikanmu," balas Landon. Dia tidak sanggup mengatakan kata "sponsor" dan dia juga tidak memiliki kebiasaan seperti itu.Chelsea tersadar kembali. "Oh."Dia baru saja hendak kembali ke tempat tidur, tetapi otaknya kekurangan pasokan darah

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1270

    Kebetulan sekali, Sissy jatuh tepat di pelukan Landon yang baru saja masuk."Terima kasih, aku baik-baik saja. Aku cuma ingin melihat Chelsea, nggak kusangka dia akan begitu marah sampai bahas soal tamu." Sissy menunduk. Wajahnya penuh rasa kecewa seolah-olah menanggung beban besar.Chelsea menatapnya dengan agak getir dan putus asa. Dia tidak menoleh ke Landon, langsung duduk."Ya, aku memang mengatakannya.""Chelsea ...." Sissy jelas tidak menyangka Chelsea akan begitu tegas mengakuinya. Dia menunduk, tetapi matanya tetap melirik ke arah Landon.Landon menyadari tatapan itu dan menjauh. Dia tidak menanggapi, hanya berkata pelan, "Sissy, kondisi Chelsea berbeda denganmu. Dia nggak bisa pulih secepatmu. Kalau kamu nggak ingin mendengarnya, sebaiknya jangan ke sini."Sissy terkejut, sontak menatap Landon. Matanya penuh ketidakpercayaan.Landon menunjuk ke pintu, tetap dengan sikap sopannya. "Silakan."Sissy mengerti maksud Landon yang mengusirnya. Dia tersenyum canggung. "Aku memang sal

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status