Share

Bab 448

Penulis: Danira Widia
Janice belum pernah mengalami situasi seperti ini sebelumnya. Refleks pertamanya adalah mundur, tetapi dia sudah terpojok di trotoar, tepat di depan tembok pembatas. Sudah tidak ada jalan keluar.

Saat roda motor hampir menghantamnya, Janice mengangkat tangan untuk melindungi kepalanya. Detik berikutnya, dia mendengar suara benturan keras. Motor itu menabrak sesuatu dan terguling ke tanah.

Dengan napas masih tersengal, Janice menurunkan tangannya dan melihat motor yang tadi melaju ke arahnya kini sudah terguling ke dalam taman bersama pengendaranya.

Sementara itu, yang menabrak motor itu adalah ... mobil Jason. Jason melangkah keluar dari mobil mewahnya, mantel panjang hitam yang dikenakannya berkibar seiring langkahnya yang tegas.

Dalam beberapa langkah, Jason sudah sampai di depan pria yang terjatuh itu dan langsung menarik kerahnya.

Pria itu langsung memohon dengan nada ketakutan, "Pak Jason, maaf, aku nggak sengaja! Tadi tiba-tiba rem motorku blong, jadi aku nggak bisa menghindar! A
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1729

    "Kamu terluka?""Bukan darahku."Jason menyahut sambil menerima mantel yang disodorkan Norman, lalu memakainya untuk menutupi noda darah. Dia takut menakuti Vega.Vega mendongak, menatapnya dengan wajah penuh kekhawatiran.Jason menggendong Vega dan tersenyum. "Aku nggak apa-apa, cuma bantu polisi menangkap orang jahat."Vega menyentuh wajahnya. Setelah telapak tangannya merasakan sentuhan yang familiar, barulah dia mengangguk."Kalau Papa seperti ini, aku takut."Jason tertegun. Secara refleks, dia memeluk Vega lebih erat. Dia berjanji, "Lain kali nggak akan begitu lagi."Vega mengangguk pelan.Tepat saat itu, Seto berjalan mendekat. "Setelah Verica ditangkap, dia hanya mengatakan satu hal, yaitu dia ingin bertemu asistennya. Kalau nggak, dia nggak akan mengatakan apa pun. Yosep juga belum sadar sekarang, jadi sama sekali nggak ada cara untuk membuka mulutnya."Mendengar nama Yosep, Janice langsung teringat sesuatu. "Pak Seto, aku tahu obat lain yang ada di tas Senia itu disiapkan unt

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1728

    Bandara pribadi.Pesawat itu sudah lama dikepung. Seto memegang pengeras suara dan berteriak keras ke arah orang-orang yang berada di dalam pesawat."Perhatian untuk semua orang yang ada di dalam pesawat. Kalian sudah dikepung. Silakan inisiatif turun dan bekerja sama dalam penyelidikan. Kalau nggak, kami akan mengambil tindakan," kata Seto.Masih ada sandera di dalam pesawat, sehingga Seto harus memastikan keselamatan sandera itu terlebih dahulu sebelum bertindak. Dalam situasi seperti ini, orang-orang di pesawat yang terpojok biasanya akan memilih untuk bernegosiasi. Selama masih bisa berunding, kemungkinan besar masalahnya bisa diselesaikan secara damai.Waktu perlahan-lahan berlalu, Seto pun menggenggam pengeras suara itu makin erat. Dalam hatinya, dia berharap Jason bisa lebih cepat. Karena begitu tembakan dilepaskan, tidak ada seorang pun yang bisa menjamin akibatnya.Saat itu, pintu kabin pesawat terbuka. Semua orang menahan napas dengan tegang dan para anggota pasukan khusus me

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1727

    Ucapan Verica saling bertentangan, tetapi dia malah bisa mengabaikan semuanya dan tetap menyalahkan Ivy. Begitu mendengar perkataan itu, ekspresinya tiba-tiba berubah seperti baru tersadar dari mimpi. "Dia bilang begitu?""Apa ada yang salah?" tanya Janice balik.Verica menatap wajah Janice. "Aku benar-benar nggak menyangka ternyata Ivy begitu mencintaimu. Sungguh lucu."Janice tidak mengerti maksud perkataan Verica itu. Namun, dari semua perkataan tadi, Verica termasuk sudah mengakui dirinya adalah Poppy. "Bu Verica, kamu sudah mengakuinya. Kalau nggak, mana mungkin kamu bisa tahu begitu banyak.""Benarkah? Kata-kata mana yang aku bilang itu adalah pengakuan? Kamu sudah bersama Pak Jason begitu lama, tapi tetap nggak bisa menahan amarahmu. Sejak awal aku bicara tentang orang lain, semua kabar itu hanya hasil penyelidikanku. Mengenal lawan adalah hal yang penting, benar kan Bu Janice?" kata Verica sambil tertawa.Janice menggigit bibirnya, benar-benar tidak menyangka Verica masih bisa

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1726

    Pertanyaan Janice membuat Verica tertegun sejenak, tetapi dia jelas tidak ingin menerima bentuk keraguan apa pun. "Itulah hebatnya ibumu, dia selalu membuat orang merasa dia bodoh. Tapi, dengan statusnya dan membawamu yang sebagai beban, apa Pak Zachary mau menikahinya kalau dia nggak punya cara? Pak Zachary bahkan memutuskan pacarnya yang dicintainya saat itu, lalu bersamanya."Mendengar itu, Janice tertegun sejenak. Dalam hatinya, dia makin yakin bahwa wanita di depannya ini memang Poppy dan terus memperhatikan Ivy selama bertahun-tahun sebagai Verica. Jika tidak, Verica tidak mungkin tahu detail tentang Ivy setelah pergi. Hanya saja, Verica ini jelas sudah terjebak prasangka sejak awal.Sebenarnya, banyak orang yang awalnya mengira Ivy adalah wanita yang sangat licik. Namun, setelah benar-benar berinteraksi dengannya, mereka baru sadar pikirannya memang benar-benar polos.Janice berkata, "Kamu dengar semua kabar ini dari siapa? Netizen atau mantan rekan kerjamu?"Melihat Verica terd

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1725

    Verica tiba-tiba menatap Janice, seolah-olah hendak melihat tembus ke dalam pikiran Janice.Namun, saat Janice berusaha menangkap ekspresi Verica, Verica malah tersenyum. "Menurutmu, aku ini siapa? Selagi aku masih punya sedikit waktu, coba ceritakan."Janice yang tahu ini adalah kesempatannya pun mengucapkan nama itu dengan tegas. "Poppy."Saat mendengar nama itu, bahu Verica terlihat jelas menegang sejenak. "Poppy? Poppy? Aku nggak kenal.""Kamu nggak bisa menyangkal. Aroma anggrek di tubuhmu sama persis dengan wangi parfum yang kamu berikan pada ibuku, itu parfum racikan khususmu. Kamu boleh saja bilang itu formula parfum yang kamu beli, tapi kamu sebenarnya sudah membuka kedokmu sendiri sejak kamu mulai menargetkan ibuku."Saat mengatakan itu, Janice terus mengamati ekspresi Verica. Namun, ekspresi Verica sangat sulit untuk ditebak.Tatapan Verica sempat goyah saat mendengar nama Poppy, tetapi bukan karena terkejut. Terlihat jelas, ini bukan pertama kalinya dia mendengar nama itu.

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1724

    Saat Janice menatap langit, para pengawal di sekitar perlahan-lahan mendekat atas isyarat Verica. Dia segera mengalihkan kembali pandangannya, lalu tersenyum pada Vega. "Lanjutkan saja mainnya ya, Mama duduk di samping.""Mama, siapa dia? Kenapa dia terus menatapku?" tanya Vega sambil menunjuk Verica.Janice yang tidak ingin menakuti Vega pun menenangkan, "Orang yang Mama kenal. Dia sebentar lagi pergi, jangan khawatir.""Baiklah," kata Vega sambil menggandeng Louise dan kembali bermain.Janice berbalik dan menatap Verica. Cuaca di sekitar memang terlihat cerah dan damai, tetapi suasana di antara mereka sebenarnya sudah lama penuh dengan ketegangan. Saat melangkah ke arah Verica, tangannya terkulai di samping dan ujung jarinya mengetuk layar ponsel beberapa kali. Setelah itu, dia kembali duduk di samping Verica dengan santai. "Bu Verica, apa yang kamu takuti?""Janice, kamu nggak usah pura-pura sangat mengenalku."Saat mengatakan itu, Verica menundukkan kepala dan melirik jam tangannya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status