Share

Bab 163

"Gak habis pikir aku sama Arifin." Ucap Santi sambil menggelengkan kepalanya sambil menyuapkan spaghetti ke dalam mulutnya. Sepulang dari penjara untuk menjenguk saudara yang tidak tahu diri itu, mereka memutuskan untuk makan siang bersama di restoran.

"Dia gak berubah sama sekali, padahal sudah satu tahun dia di penjara, tapi karakternya masih sama seperti dulu." Jawab Abian. Jujur, dia bosan di salahkan tapi memang ini semua ide gilanya karena ingin memiliki Flora.

Dia juga malas untuk menjenguk Arifin, itu adalah salah satu alasannya. Dia muak mendengar dan melihat kelakuan Arifin yang selalu saja tingkahnya itu membuat kepalanya pusing. Dia sebal juga ketika melihat cara Arifin menatap istrinya, ingin sekali dia mencongkel kedua matanya itu karena sudah menatap miliknya sebegitunya.

"Harusnya dia di hukum kayak gitu tuh mikir, otaknya kemana sih?" Kesal Santi. Adik dan kakak itu yang membicarakan Arifin, saudara mereka sendiri. Berbeda dengan Flora ata
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status