Home / Romansa / Pemuas Hasrat Majikan / Perbedaan Celine & Alisha

Share

Perbedaan Celine & Alisha

Author: Violet Rapuh
last update publish date: 2026-03-11 20:47:22

Setelah mengganti pakaian rumahannya dengan pakaian tidur, Celine kembali ke kamar Raka dan saat kembali melewati kamar Rayhan dan Alisha, suara desahan Alisha masih terdengar bahkan bukan hanya desahhan tapi juga suara erangan Alisha dan tidak berapa lama terdengar suara Alisha yang ingin menyudahi permainan mereka.

“Mas ... please sudah mas aku sudah keluar beberapa kali, rasanya semua tulang aku menghilang dari tubuh aku.”

Rayhan tidak perduli dengan permintaan Alisha, justru Rayhan semakin mempercepat gerakannya.

“Mas akkhh sakit mas stop mas aku mohon.”

Sakit, nyeri bercampur jadi satu yang dirasakan oleh Alisha saat ini.

“Tahan sayang aku sebentar lagi sampai.”

Hanya itu yang keluar dari mulut Rayhan, Rayhan terus memompa dengan ritme yang semakin cepat.

Celine yang mendengar itu sampai memegang bagian bawahnya dan menekannya, karena tiba – tiba apem miliknya terasa berkedut dan gatal ingin segera disentuh.

“Gila sungguh gila sekali pak Rayhan, tahan lama sekali. Sejak tadi masih terdengar belum juga lelah. Idola semua perempuan ini? Kekuatannya sungguh tidak bisa dianggap remeh.”

Setelah tidak mendengar suara apapun Celine pun meninggalkan pintu kamar Rayhan dan Alisha, karena sudah terlalu lama meninggalkan Raka dikamar sendirian.

Sampai di kamar Celine melihat Raka masih tertidur pulas dan Celine merebahkan tubuhnya diatas ranjang Raka karena akan segera tidur.

Setelah merebahkan tubuhnya, entah kenapa mata Celine terasa kering, sehingga sudah hampir dua jam Celine masih belum juga tertidur pulas.

Celine bergerak kesana kemari mencoba memejamkan matanya, namun di pikiran Celine masih dipenuhi suara – suara indah Alisha dan Rayhan.

“Aaarrgggg ... sial, kenapa suara bu Alisha tidak mau hilang dari pikiranku ? Bisa gila aku kalau begini. Baru hari pertama kerja aku sudah dibuat gila oleh pasangan suami isteri itu. Bagaimana hari – hari berikutnya jika aku terus mendengar suara indah bu Alisha. Aku harap aku tidak akan mendengarnya lagi setelah ini.”

Karena tidak juga tertidur pulas, Celine memutuskan untuk membuka sosial medianya, tanpa terasa akhirnya Celine tertidur juga, bahkan hingga pagi menjelang karena Raka tertidur sangat pulas dan tidak terbangun sama sekali, hingga pukul lima shubuh Raka baru bangun dan menangis karena haus.

Mendengar suara tangisan Raka, Alisha yang baru saja keluar dari kamarnya dan akan turun ke dapur untuk membuat sarapan, Alisha mengurungkan niatnya untuk turun ke bawah dan akhirnya menuju ke kamar Raka.

“Celine ... Celine apakah kamu sudah bangun ?”

Tok

Tok

Tok

“Celine ...”

Rayhan keluar dari kamar dan melihat Alisha yang terus memanggil nama Celine.

“Ada apa sayang ?”

Tanya Rayhan karena penasaran melihat Alisha terus mengetuk pintu kamar Raka dan memanggil nama Celine, namun Celine tidak juga keluar dari kamar, membuat Alisha khawatir.

“Tunggu sebentar bu.”

Akhirnya suara Celine terdengar dan tidak berapa lama kembali terdengar suara kunci dibuka.

Ceklek ... ceklek ...

“Maaf bu tadi aku sedang mengganti popok Raka.”

Alisha terlihat tenang setelah Celine membuka pintu.

Alisha pun langsung mendekat ke box bayi dan melihat Raka sudah kembali tenang.

“Ya sudah kamu mandi dan berganti pakaian, biar Raka aku yang menunggu.”

Celine pun pergi meninggalkan Alisha dan Raka.

“Oh iya Celine besok lagi kalau malam tidak usah di kunci ya pintunya karena aku suka ingin melihat Raka kalau malam.”

Celine yang sudah berada di ambang pintu berhenti menjawab perintah Alisha.

“Baik bu.”

Jawab Celine pada Alisha.

“Oh iya Celine satu lagi, apa boleh aku minta tolong ?”

Celine kembali berhenti dan membalikkan badannya.

“Boleh bu, ibu mau minta tolong apa ?”

Alisha pun memberitahu Celine apa yang harus dikerjakan pagi ini.

“Celine bolehkah aku minta tolong buatkan sarapan untuk pak Rayhan ? Dan kopi juga kalau bisa, karena sepertinya aku tidak sempat, aku ingin memberikan ASI kepada Raka. Apakah kamu tidak keberatan Celine ?”

Tanya Alisha pada Celine dan Celine yang memang merasa bekerja kepada Alisha dan Rayhan, merasa tidak keberatan jika Alisha meminta Celine membuatkan sarapan untuk Rayhan meskipun perjanjian di awal hanya Alisha yang boleh masak, karena Rayhan hanya cocok dengan masakan Alisha.

“Tentu bu aku tidak keberatan, hanya saja ... maaf apakah bapak cocok dengan masakan aku.”

Celine tertunduk dan tidak berani menatap Rayhan.

“Oh tidak apa – apa Celine, bukan begitu sayang ? Hari ini saja Celine membuatkan kamu sarapan, karena badan aku rasanya masih pegal semua.”

Alisha bertanya pada Rayhan, Rayhan yang tidak berani membantah Alisha hanya mengangguk dan mengiyakan permintaan Alisha.

Celine pun langsung turun hendak mandi dan membuatkan sarapan untuk Rayhan dan Alisha.

Rayhan masih bersama Alisha menunggu Alisha yang sedang memberi ASI untuk Raka.

Hampir satu jam semua sudah selesai, Celine pun sudah rapi dan akan kembali ke kamar Raka.

“Pak ... bu sarapannya sudah selesai dan sudah aku siapkan di meja makan.”

Rayhan melihat jam ditangannya dan memang sudah menunjukkan pukul enam lewat dan hampir jam tujuh.

“Mas kamu sarapan duluan saja, aku menyusul. Sepertinya Raka belum kenyang ini. Celine kamu temani bapak sarapan ya, karena dia kalau sarapan banyak maunya, hehehe. Maaf ya Celine aku jadi merepotkan.”

Rayhan masih terlihat dingin dengan Celine, hingga Rayhan hanya melewati Celine saat akan turun ke bawah.

Celine mengikuti Rayhan dari belakang dan dari sinilah semua berawal tanpa disadari Alisha.

**

Alisha kembali memberikan ASI pada Raka sedangkan Celine membantu Rayhan menyiapkan sarapannya, mulai dari memasukkan nasi dan lauk ke piring lalu menuangkan minuman.

“Terimakasih Celine.” ucap Rayhan.

“Sama – sama pak.”

Jawab Celine sambil meninggalkan Rayhan di meja makan.

“Oh iya pak, apa bapak mau aku buatkan kopi ?”

Tanya Celine sebelum meninggalkan ruang makan.

Rayhan yang sedang menikmati sarapannya langsung menjawab Celine.

“Wah boleh tuh Celine. Takarannya gula sedikit saja ya Celine, aku tidak suka kopi terlalu manis kecuali perempuan berwajah manis, hehehe.”

Celine tersenyum dan memang Celine itu berwajah manis, bahkan saat tersenyum Celine semakin terlihat manis, Rayhan pun mengakui itu hanya saja tidak berani mengungkapkannya.

Setelah kepergian Celine ke dapur untuk membuat kopi, Rayhan terlihat begitu lahap menikmati nasi goreng buatan Celine.

“Wow ... ternyata masakan Celine jauh lebih enak dari pada masakan Alisha. Celine pun sangat penurut tidak pernah bersikap membantah dan berbicara dengan nada marah, setiap kali diminta melakukan sesuatu berbeda dengan .... Astaga apa yang aku pikirkan ini ?"

Rayhan memarahi dirinya sendiri yang mulai membedakan antara Alisha dan Celine.

Belum selesai Rayhan menghabiskan sarapannya, Celine sudah datang dan membawakan kopi pesanan Rayhan.

“Ini pak kopinya, kalau kurang sesuatu, katakan saja pak. Biar nanti aku tambah.”

Suara lembut Celine kembali membuat Rayhan terpesona.

“Oke Celine letakkan saja disitu. Terimakasih banyak sekali lagi Celine.”

Celine pun kembali ke belakang merapikan peralatan bekas masak, sebelum kembali ke atas menggantikan Alisha menunggu Raka.

Celine sengaja tidak naik keatas karena berjaga kalau Rayhan butuh bantuannya.

Hingga akhirnya Rayhan menyelesaikan sarapannya dan Rayhan meninggalkan meja makan untuk berpamitan dengan Alisha.

Setelah berpamitan pada Alisha, Rayhan turun dan sampai dibawah Rayhan kembali bertemu dengan Celine dan juga berpamitan dengan Celine, namun dengan sikap dinginnya.

“Terimakasih untuk sarapannya Celine.”

Celine tersenyum manis pada Rayhan dan Rayhan langsung mengalihkan pandangannya karena enggan menatap Celine lebih lama.

“Sama – sama pak dan hati – hati dijalan.”

Rayhan pun berangkat ke kantor dengan perut kenyang.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pemuas Hasrat Majikan   Kecurigaan Alisha

    Sejak kejadian di toko beberapa hari lalu, Rayhan dan Celine semakin berhati-hati.Mereka tidak lagi berani bertemu sesering sebelumnya. Bahkan ketika saling mengirim pesan, keduanya selalu memastikan tidak ada orang lain yang berada di dekat mereka. Yang lebih penting setiap kali habis berkirim pesan, semua percakapan dihapus, untuk mencegah diketahui oleh Alisha.Namun justru sikap terlalu berhati-hati itulah yang mulai membuat Alisha merasa ada sesuatu yang berbeda.Pagi itu, Alisha sedang menyiapkan sarapan ketika Rayhan turun dari kamar."Mas, sarapan dulu." Ucap Alisha yang sedang merapikan beberapa sarapan di atas meja makan."Iya."Rayhan duduk di meja makan.Celine juga baru saja datang dari belakang rumah setelah membantu beberapa pekerjaan."Pagi, bu Alisha." Ucap Celine begitu masuk ke ruang makan."Pagi, Celine."Celine mengambil tempat duduknya. Alisha memperhatikan mereka berdua secara bergantian.Entah mengapa, dia merasa ada sesuatu yang aneh. Bukan karen

  • Pemuas Hasrat Majikan   Hampir Ketahuan.

    Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa, tetapi bagi Rayhan dan Celine, semuanya terasa berbeda.Sejak kejadian di hotel, keduanya semakin sering mencari kesempatan untuk bertemu tanpa diketahui Alisha.Mereka sadar bahwa sedikit saja kesalahan bisa membuat rahasia mereka terbongkar, bahkan Alisha bisa saja mengusir Celine dari rumah.Siang itu, Rayhan sedang berada di kantor ketika ponselnya bergetar.Sebuah pesan masuk dari Celine.“Pak, nanti sore ada waktu?”Rayhan tersenyum tipis. Dia melihat sekeliling sebelum membalas.“Ada. Kenapa?’Beberapa detik kemudian, balasan dari Celine masuk.“Aku ingin bertemu.”Rayhan terdiam sejenak. Kemudian dia mengetik.“Kita ketemu di tempat biasa. Jangan terlalu lama. Aku khawatir Alisha curiga karena aku pulang terlambat terus.”Ceine pun langsung membalas pesan Rayhan.“Baik.”**Sore harinya, Rayhan tiba lebih dahulu di sebuah kafe yang cukup jauh dari rumah.Celine datang sekitar sepuluh menit kemudian.Dia mengenakan p

  • Pemuas Hasrat Majikan   Pagi Yang Menegangkan

    Pagi menjelang ketika Rayhan membuka mata. Dia hanya berbaring sambil menatap langit-langit kamar.Pikirannya masih teringat kejadian semalam. Pertemuannya dengan Celine di hotel yang berakhir menghabiskan waktu di ranjang.Kemudian dua puluh panggilan tidak terjawab dari Alisha.Rayhan segera meraih ponsel yang berada di meja samping tempat tidur. Layar ponselnya menunjukkan beberapa notifikasi. Dia kembali membuka daftar panggilan dan kembali melihat nama Alisha memenuhi layar.Rayhan menghela napas."Aku harus hati-hati."Dia kemudian menoleh ke samping. Alisha masih tertidur pulas, setelah tadi malam menunggu Rayhan.Wajah perempuan itu terlihat tenang. Sepertinya sama sekali tidak menyadari bahwa Rayhan baru saja memeriksa ponselnya.Rayhan turun dari tempat tidur dengan hati-hati agar tidak membangunkannya.Namun baru beberapa langkah, terdengar suara Alisha."Mas ..."Panggil Alisha dan Rayhan langsung berhenti."Iya?"Alisha masih memejamkan mata."Mas sudah pul

  • Pemuas Hasrat Majikan   Pulang Terpisah

    Setelah menyelesaikan hasrat bercinta, keduanya sudah merasa saling puas. Rayhan yang sejak tadi duduk di tepi ranjang akhirnya melirik jam tangannya."Sudah jam sepuluh."Celine yang sedang merapikan rambutnya ikut melihat jam."Sudah selarut ini?" Celine memastikan apa yang dikatakan oleh Rayhan itu benar "Iya."Rayhan menghela napas pelan. Dia kemudian berdiri dan mengambil jasnya."Kita harus segera pulang."Celine mengangguk. "Aku juga takut bu Alisha menunggumu."Rayhan tersenyum tipis."Makanya kita jangan terlalu lama di sini."Celine mengambil tasnya, lalu memeriksa ponsel."Aku pulang naik apa?" tanya Celine pada Rayhan."Naik taksi." Jawab Rayhan.Celine langsung menggeleng."Jangan. Sudah malam sekali." Celine menolak naik taksi."Aku bisa pesan taksi untukmu." Ucap Rayhan pada Celine."Tidak usah. Aku pesan ojek online saja."Rayhan langsung menggeleng."Jam segini?" pertanyaan Rayhan terdengar khawatir."Iya." Jawab Celine tegas."Aku tidak mau." Pro

  • Pemuas Hasrat Majikan   Di Hotel Celine Menguasai Permainan

    Malam mulai turun ketika Rayhan akhirnya tiba di hotel yang sudah disepakati.Setelah memarkir mobil, Rayhan masuk melalui lobi dengan langkah tenang. Sesekali matanya melihat layar ponsel, memastikan tidak ada pesan dari Alisha.Rayhan menghela napas lega. Langkahnya kian pasti dengan penuh semangat dan bibirnya tidak berhenti tersenyum.Rayhan langsung duduk di lobby hotel setelah memesan kamar.Tidak berapa lama Rayhan melihat Celine datang dan langsung menghampiri Rayhan.Rayhan memberi kunci hotel dan meminta Celine untuk masuk lebih dulu.Sampai di depan pintu kamar Celine membuka dan masuk ke dalam.Tidak begitu lama terdengar pintu diketuk.TokTokTokBegitu pintu terbuka, sosok Rayhan berdiri di hadapannya."Maaf membuat kamu lama menunggu?" tanya Rayhan.Celine menggeleng."Baru beberapa menit."Rayhan masuk, lalu menutup pintu.Untuk beberapa saat, keduanya hanya saling memandang.Pertemuan mereka memang bukan yang pertama, tetapi berada berdua di sebuah k

  • Pemuas Hasrat Majikan   Janji Bertemu Di Hotel

    Menjelang malam, Rayhan baru saja menyelesaikan beberapa pekerjaannya ketika dia mengambil ponsel dari atas meja. Sejak beberapa menit lalu, pikirannya hanya tertuju pada satu hal, pertemuannya dengan Celine.Namun dia juga masih bingung bagaimana cara dia harus meminta izin kepada Alisha.Rayhan menghela napas panjang sambil menatap layar ponselnya, ada rasa ragu dihatinya, meski begitu dia akhirnya menghubungi istrinya.Tidak lama kemudian, panggilan tersambung."Halo, mas?" suara Alisha terdengar dari seberang."Sayang, nanti sore aku mau keluar sebentar." Rayhan akhirnya berani mengatakan itu pada Alisha."Keluar?" Alisha bertanya karena sudah lama Rayhan tidak meminta ijin keluar setelah pulang kerja, bahkan kadang Rayhan selalu bilang lelah dan tidak ingin keluar bersama temannya."Iya. Ada teman-teman kantor yang ngajak ngopi di kafe. Sekalian ngobrol santai."Di seberang sana, Alisha langsung terdiam dan terus berpikir.Rayhan yang mendengar keheningan itu mulai meras

  • Pemuas Hasrat Majikan   Mulai Tertarik Dengan Celine

    Celine menutup pintu setelah Rayhan berangkat ke kantor.“Pak Rayhan tampan sekali tapi sayang sudah ada yang punya. Sebenarnya pak Rayhan itu bahagia tapi entah kenapa, seperti ada yang ditutupi oleh pak Rayhan. Tapi aku tidak tahu itu apa ? Ah ... sudahlah nggak usah ikut campur urusan rumah

  • Pemuas Hasrat Majikan   Suara Desahan Di Kamar Alisha

    Rayhan mendekati Alisha dan Alisha membawa Raka ke kamar Alisha.“Sayang si tampan ini hanya milik kamu.”Alisha langsung duduk di pinggir ranjang dan Rayhan duduk disebelahnya.“Jangan berikan asi lagi nanti dia kembali muntah.”Alisha tidak menjawab lalu meletakkannya diatas ranjang tidur Ali

  • Pemuas Hasrat Majikan   Hari Pertama Celine Bekerja.

    Rayhan membuka pintu kamar dan melihat Alisha yang sedang memberikan asi untuk Raka. Rayhan duduk di samping Alisha dan mengecup pucuk kepala Alisha. “Sayang apa kamu marah ? Maafkan mas yah, kalau kamu kecewa karena mas mengambil keputusan tanpa memberitahukan kamu. Ini semua mas lakukan kar

  • Pemuas Hasrat Majikan   Keluar Tapi Tanggung

    "Mas .. eeggghh ....” Suara desahan dan leguhan serta peraduan dua manusia yang sedang menikmati malam bahagia setelah hampir dua bulan keduanya tidak saling bersentuhan, itu semua karena Alisha baru saja melahirkan. “Alisha ... sayang, sungguh mas merindukan ini sayang.” Baru saja Rayhan akan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status