Se connecterSetelah mabuk di pesta kantor, Kilaara tanpa sengaja melakukan one night stand dengan pria asing yang ternyata adalah CEO perusahaan tempatnya bekerja—Adrian Sachdev. Merasa itu hanya kesalahan semalam, Kilaara kabur begitu saja sambil meninggalkan uang “ongkos pulang”, tanpa tahu bahwa pria yang ia tiduri adalah bos besar paling perfeksionis dan arogan di perusahaan. Sementara Adrian, duda dingin yang sudah bertahun-tahun menutup hati sejak kematian istrinya, justru terobsesi mencari wanita yang berani memperlakukannya seperti gigolo murahan. Dan ketika mereka akhirnya bertemu kembali di kantor… Adrian sadar satu hal bahwa wanita yang membuatnya gila semalaman itu adalah bawahannya sendiri.
Voir plusKilaara tak percaya dengan apa yang terjadi padanya saat ini. Adrian terus menciuminya seolah-olah ciuman itu adalah napas terakhirnya untuk hidup. Ciumannya begitu menuntut, bergairah, dan membuatnya gerah. Kilaara kira, Adrian hanya berbohong saja saat dia bilang ciuman ini cuma permulaan, ternyata pria itu tidak main-main dengan ucapannya.Adrian mengecup kulit leher Kilaara berkali-kali namun dia tidak mencecapnya. Dia hanya mengecup dan menjilat sedikit demi sedikit hingga Kilaara menggelinjang geli. Entah sudah berapa kali Kilaara mendesah di dalam mobil yang terparkir di area basement sepi itu."Pak Adrian..." Kilaara meremas rambut Adrian yang lembut saat pria itu membuka kancing kemejanya satu per satu. Seolah sudah handal melakukannya, tangan Adrian merambat ke punggung Kilaara dan membuka pengait bra milik Kilaara. "Eh Pak Adrian. Gak. Saya malu.. Ahh..." Adrian tidak melepaskan bra Kilaara namun ia hanya menaruhny
Perkara satu malam saja, masalahnya bisa sepanjang ini. Kilaara akui, dari semua orang yang dia kenal selama dua puluh tiga tahun, Adrian Sachdev adalah pria yang paling merepotkan, menyebalkan, dan ingin menang sendiri. Pokoknya Kilaara serba salah menghadapinya. Belum cukup untuk membuatnya pusing memikirkan bagaimana cara bertanggung jawab atas malam itu, kini Kilaara semakin linglung karena Adrian seenaknya memindahkan dia ke kantor pusat. Kilaara tidak tahu maksud dan tujuan Adrian melakukan itu, mungkin memang benar dugaannya kalau Adrian sudah terlanjur jatuh cinta padanya. Jika tidak, alasan apa lagi coba? Tidak mungkin kan Adrian ingin mengikat dirinya supaya tidak lari kemana-mana. “Parah sih kalo bener, ngeri ah,” batin Kilaara. Dia ingin berpikir positif saja saat ini. Bahkan bagus dong kalau dia dipindahtugaskan ke kantor pusat, karirnya akan lebih berkembang dan ia bisa bertemu orang-orang baru yang lebih profesional. "Kenapa kamu senyum-senyum begitu?" Aduh, K
"Apa kamu sudah gila?" Adrian mendorong bahu Kilaara hingga punggung wanita itu menabrak pintu mobil di belakangnya. Adrian refleks melakukan itu karena Kilaara yang tiba-tiba mencium dirinya. "Aw, kasar banget sih." Kilaara mengaduh kesakitan sembari mengusap punggungnya sesekali. Dari sorot matanya yang khawatir, Adrian tampak merasa bersalah sudah menyakiti Kilaara, namun ia segera mengganti ekspresinya menjadi tak acuh. Adrian berdeham singkat sebelum melanjutkan ucapannya, "itu salah kamu sendiri yang tiba-tiba menyergap saya." "Tapi gak usah sekeras itu juga kali Pak dorong saya sampe kepentok pintu. Masih nyeri tau." Kilaara paham kalau tindakan Adrian terlalu spontan akibat dia terkejut setelah Kilaara menyerangnya. Namun tetap saja Adrian tak perlu sekasar itu. Adrian segera mengalihkan pembicaraan sebelum Kilaara mengoceh lagi, "saya tidak peduli caranya seperti apa, yang jelas kamu harus tanggung jawab." "Berarti bapak setuju kalau kita wik-wik lagi gitu?" timpa
Benarkah pria yang tidur dengannya malam itu adalah bosnya sendiri? Itu tidak mungkin terjadi kan. Bukankah kebetulan yang sangat menyenangkan—ah maksud Kilaara, kebetulan yang sangat sial itu hanya terjadi di novel romansa saja. Tetapi kalau mereka tidak melakukannya, tidak akan mungkin Adrian yang terkenal angkuh dan sombong ini berani mencium karyawannya sendiri. Apalagi Adrian memegang teguh pendirian bahwa tidak boleh ada skandal antara bos dan bawahnnya di kantor. Kepala Kilaara pusing memikirkan itu, ditambah lagi dengan sapuan lembut di bibirnya yang sudah lenyap saat tubuh Adrian menjauh dari sisinya. Kilaara hanya bisa menghirup rakus aroma parfum maskulin setelahnya. Entah perasaan darimana, Kilaara ingin dicium lagi. Astaga, tidak-tidak! Kilaara sontak menggelengkan kepalanya. Apa yang baru saja dia harapkan? "Hm. Ehmm.." Kilaara memulai percakapan karena Adrian memilih diam setelah mencium bibirnya, "maksud bapak— yang semalam itu, saya yang menghabiskan satu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.