CEO yang Kubayar Setelah Semalam

CEO yang Kubayar Setelah Semalam

last updateLast Updated : 2026-06-15
By:  AtikaOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
38Chapters
360views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah mabuk di pesta kantor, Kilaara tanpa sengaja melakukan one night stand dengan pria asing yang ternyata adalah CEO perusahaan tempatnya bekerja—Adrian Sachdev. Merasa itu hanya kesalahan semalam, Kilaara kabur begitu saja sambil meninggalkan uang “ongkos pulang”, tanpa tahu bahwa pria yang ia tiduri adalah bos besar paling perfeksionis dan arogan di perusahaan. Sementara Adrian, duda dingin yang sudah bertahun-tahun menutup hati sejak kematian istrinya, justru terobsesi mencari wanita yang berani memperlakukannya seperti gigolo murahan. Dan ketika mereka akhirnya bertemu kembali di kantor… Adrian sadar satu hal bahwa wanita yang membuatnya gila semalaman itu adalah bawahannya sendiri.

View More

Chapter 1

Part 1 - Kubayar Dia dengan Tiga Ratus Ribu

Dengan pencahayaan yang minim dan beban berat yang menumpu tubuhnya, Kilaara membuka mata pelan-pelan sembari beradaptasi dengan suasana yang agak asing dan dingin.

Ya, tentu saja kamar ini terasa dingin hingga membuatnya menggigil karena—Kilaara menunduk ke bawah dan menyadari bahwa ia sedang telanjang, benar-benar tanpa sehelai pakaian pun di tubuhnya.

Oke, dia telanjang.

Seperti bayi. Kilaara tersenyum remeh, masih tampak linglung dan merasa ini semua mimpi. Lucu juga sih, di dalam mimpi ia tidur sambil telanjang dengan tangan pria yang memeluknya dari belakang. Haha, lucu.

Kilaara pun tertawa kecil.

Baiklah, dia harus terbangun dari mimpi konyol ini sebelum mimpinya bertambah vulgar karena ia mulai berimajinasi macam-macam seperti berbagai gaya bercinta di kamasutra.

Sesaat Kilaara menggerakkan paha kanannya, ia langsung meringis lantaran bagian paling intim di tubuhnya terasa perih dan tak nyaman.

Sungguh, Kilaara bahkan menduga bahwa itunya sudah robek. Jangan-jangan inikah yang namanya....

"Pecah perawan? Hahaha tapi ini kan mimpi. Jadi gak mungkin lah." Kilaara berbisik sendiri sambil menutupi matanya dengan tangan. Dia mulai bergerak lagi, sampai rasa perih itu kembali melandanya.

"Demi apa." Kilaara sontak terbangun dari rebahannya, tanpa peduli jika gerakan tiba-tiba itu akan membangunkan seorang pria yang lengannya tampak seksi karena berotot, "ini nyata woy."

"Mati gue. Mati gue."

Mengabaikan pusing dan pegal-pegal di seluruh badannya, Kilaara menyingkirkan tangan dan kaki pria yang menindihnya demi turun dari ranjang dan mulai mencari baju yang terlipat rapi di atas meja.

Astaga, siapa yang melipat pakaiannya itu? Bahkan celana dalam dan bra miliknya pun ditaruh dengan apik di sebelah bajunya.

"Alkohol sial. Jahanam! Gara-gara lo, gue jadi tak suci lagi," dumel Kilaara seraya memakai pakaiannya satu per satu. Sekarang, Kilaara ingat dengan kejadian semalam yang membawanya sampai ke kamar ini.

Ulang tahun perusahaan. Pesta, minum-minum, joget-joget sampai puas karena diadakan di sebuah kelab malam, di dalam hotel bintang lima milik bosnya, Adrian Sachdev, pria seksi, tampan, tajir, dan idaman seluruh wanita di kantor.

Walaupun usianya cukup terbilang tua—bagi Kilaara yang baru berumur dua puluh tiga tahun, tentu saja Adrian yang berumur tiga puluh lima itu terasa tua—namun, penampilan fisik dan kharisma pria itu tidak main-main.

Bosnya memang ganteng, tapi bukan tipe Kilaara. Kilaara lebih suka pria yang terlihat baik-baik alias good boy, pemalu, pakai kacamata, lembut, dan sebagainya. Bukan seperti Adrian yang lebih mirip casanova dengan tampang yang bikin cewek-cewek rela ditiduri olehnya.

Well, meski Kilaara tak pernah mendengar gosip bahwa Adrian punya pacar baru setelah istrinya meninggal, tapi tetap saja dia terlihat seperti playboy kakap.

Kilaara jadi kasihan pada Imo, anaknya yang masih kecil. Punya bapak yang banyak fans fanatik begitu. Pasti hidupnya tidak tenang deh.

"Oke. Sekarang saatnya gue kabur." Kilaara mengambil tas di atas meja, dan mengecek isi di dalamnya. Syukurlah, semua barangnya masih lengkap, kecuali... "hape gue mana?"

Mata Kilaara mulai menelusuri isi kamar, mulai dari nakas, tempat tidur, hingga meja televisi, namun benda tipis itu belum kelihatan wujudnya.

Partner seks satu malam yang wajahnya tertutup oleh lengannya sendiri itu juga masih tertidur dengan lelap, seolah tidak terganggu oleh gerakan Kilaara yang grasak-grusuk.

Mungkin dia sedang bermimpi indah. Atau dia kelelahan karena melewati beberapa ronde tadi malam.

Gila aja sih. Kilaara pun masih merasakan kaki dan pahanya bergetar, pertanda semalam ia bercinta dengan hebat meski ini pengalaman pertamanya. Dia masih polos, memang, tapi Kilaara tetap paham teori-teorinya sebab ia pernah menonton p**n atau mendengar cerita dari teman kosannya.

"Uhh jangan-jangan hp gue ditindih oleh dia lagi."

Kilaara berjalan sangat pelan, berusaha seminim mungkin untuk tidak mengeluarkan suara. Pria itu juga telanjang, namun dari bagian perut hingga kakinya tertutupi oleh selimut.

Dalam hati, Kilaara membatin, kenapa hanya dia yang terekspos saat terbangun tadi? Kalau di kamar ini ada kamera CCTV, sudah pasti tubuh telanjangnya akan viral di sosial media.

Setelah tiba di sisi ranjang yang lain, Kilaara akhirnya menemukan ponselnya yang tertindih oleh ponsel lain. Sepertinya, ponsel itu milik pria ini. Ya ampun, bukan cuma orangnya yang menindihnya, tapi ponselnya pun ikut-ikutan.

"Gila! Tinggal sepuluh persen lagi!" Kilaara mendumel kala melihat baterai yang sekarat. Ia harus cepat-cepat pergi dari sini, memesan taksi, dan melupakan kejadian nikmat tapi ternoda ini selamanya.

Baiklah, mungkin dia memang menyayangkan soal keperawanan yang sudah raib, tapi ia tak perlu menyesali hal yang sudah terjadi. Mau ditangisi berhari-hari pun, selaput daranya yang sudah robek tak kan bisa kembali pulih.

Namun saat Kilaara tengah memakai sepatu, ia kembali salah fokus saat melihat pundak pria itu yang terdapat bekas kemerahan cukup banyak. Mulut Kilaara sontak menganga, segera menepis pikiran kotornya bahwa itu semua tidak mungkin ulahnya.

Bukan hanya itu. Ketika Kilaara melihat lebih jelas, di bagian leher juga terlihat beberapa kissmark. Sementara di tubuhnya—Kilaara langsung mengintip dari balik bajunya—tidak ada bekas cupang apapun. Oh tidak. Apakah dia terlalu liar semalam?

"Tidak mungkin."

Kilaara masih berdalih kalau apa yang dilihat olehnya cuma ilusi saja. Mungkin dia masih hangover akibat minum satu gelas vodka tadi malam. Sial, air yang dia kira hanya air mineral biasa ternyata alkohol berkadar tinggi. Siapapun yang memberikan minuman itu tadi malam padanya, tidak akan Kilaara maafkan.

Sebelum Kilaara benar-benar pergi, ia menulis sesuatu di kertas yang biasanya disediakan oleh hotel di dekat telepon. Ia juga meninggalkan sejumlah uang untuk pria itu.

Mungkin saja, pria itu cuma pelayan kelab biasa yang tak punya uang. Kasihan juga kan kalau dia tidak bisa pulang karena tak ada ongkos. Atau bisa jadi, pria itu seorang pengangguran yang depresi karena tak diterima kerja sehingga ia menghabiskan malam dengan minum-minum.

Tapi setelah dipikir-pikir, kalau dia memang beneran kere, bagaimana bisa pria ini masuk ke dalam kelab kelas atas dimana harga es jeruk saja bisa membeli makan siangnya selama satu minggu.

Ah, masa bodohlah, pikiran Kilaara yang selalu overthinking ini selalu menghambatnya dalam mengambil keputusan cepat. Ia harus segera pergi atau pria ini akan bangun sebentar lagi karena matahari sudah mulai memancarkan sinarnya ke dalam kamar yang luxury ini.

Kilaara pun membuka pintu kamar hotel setelah melihat bentuk punggung pria yang sering dia lihat di majalah. Dia pasti sering gym. Oke, ini yang terakhir kalinya Kilaara memandangi punggung indah itu.

"Selamat tinggal, partner one night stand-ku."

.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
38 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status