Share

Enam

Penulis: Na_Vya
last update Terakhir Diperbarui: 2024-10-26 23:21:20

'Tuan Ozkhan?'

Manik Shanum melebar, seakan-akan hendak loncat dari cangkangnya. Kedatangan Ozkhan adalah sesuatu yang tidak pernah terpikirkan.

Apa aku sedang bermimpi?

Kenapa tiba-tiba ada Tuan Ozkhan di sini?

Kenapa tiba-tiba dia tertarik menawarkan kesepakatan dengan Orhan?

Masih ada banyak pertanyaan yang berjejalan di kepala perempuan dua puluh sembilan tahun itu. Namun, Shanum tidak ingin terlalu larut dalam pikiran-pikiran tidak penting tersebut.

Saat ini yang terpenting adalah dia bisa kembali bebas dari pria kejam yang mungkin sedang menunggunya.

"Anda siapa lagi?"

Pertanyaan itu meluncur dari mulut Orhan, sementara maniknya menatap tajam pria menjulang di hadapan. Dan yang paling menarik perhatian, tatapan pria parlente itu tak lepas menatap Shanum.

'Siapa dia sebenarnya? Kenapa dia menatap Shanum seperti itu?' Orhan membatin kesal.

"Bisa kita bicara di tempat lain?" kata Ozkhan.

"Tidak bisa. Untuk apa saya menuruti perintah Anda? Siapa Anda?" sungut Orhan.

Barulah Ozkhan m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    151~

    Semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan perkiraan Ozkhan. Lelaki itu rupanya sudah mempersiapkan hal ini jauh-jauh hari. Bahkan sebelum Shanum berniat membantu mengurus sekolah Gul. Mulai dari dokumen dari pihak mempelai wanita, dan persetujuan orang tua. Mulai hari ini, dia dan Shanum telah resmi menjadi sepasang suami istri. Dan mereka tinggal melakukan pemberkatan di gereja saat Ozkhan kembali dari Dubai. Tentunya, dengan pesta meriah dan mewah. Kendati pernikahan ini merupakan pernikahan kali kedua untuk mereka. Baik dari Shanum maupun Ozkhan. Namun, pria itu berniat menciptakan momen yang tak terlupakan bagi Shanum saat di pesta nanti. "Silakan disimpan salinan dokumen ini. Jangan sampai hilang." Petugas pria memberikan berkas salinan kepada sepasang pengantin baru itu. "Nanti, Anda bisa kembali lagi ke sini untuk memperbarui setelah melakukan pemberkatan." "Baik. Terima kasih." Ozkhan mengambil berkas tersebut, lalu menyerahkannya ke Shanum. "Simpanlah." Sha

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    150~

    "Kamu suka dasinya?" tanya Shanum setelah memasangkan dasi pemberiannya pada Ozkhan, yang pagi ini hendak berangkat ke kantor. Wanita itu juga sudah terlihat cantik dan rapi karena hari ini dia berencana hendak ke rumah sakit. "Apa pun itu asal kamu yang memberi, aku pasti suka. Terima kasih, Sayang." Ozkhan mengecup kening Shanum begitu lama. Kemudian mengusap pipi wanitanya dan berkata lagi, "Nanti siang aku akan menjemputmu di rumah sakit." "Menjemputku?" Ozkhan mengangguk, kedua tangannya tak mau diam. Direngkuhnya pinggang Shanum, ditatapnya lekat-lekat wajah cantik yang hingga detik ini mampu membuatnya makin terpikat. "Kamu yakin sudah siap melepas alat pencegah kehamilan yang ada di rahimmu?" Semalam, Shanum sempat memberitahu Ozkhan perihal kesiapannya untuk melepas alat pencegah kehamilan yang selama ini terpasang di rahimnya. Keputusan tersebut diambil oleh Shanum semata-mata untuk membalas kebaikan Ozkhan padanya selama ini. Pria itu menginginkan anak darinya. Ten

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    149~

    Selesai makan malam, Elis dan Sira membereskan meja, sedangkan Shanum dan Ozkhan naik ke kamar bersama Gul, karena gadis kecil itu meminta ditemani sebentar. Shanum membantu Gul membersihkan diri, dan menggosok gigi. Ritual sebelum tidur yang sudah menjadi kebiasaan. Sambil menunggu sang ayah yang hendak mandi terlebih dulu, dan berganti baju, baru setelah itu kembali menyusul bergabung. "Gul, ada yang bibi mau tanyakan padamu," ujar Shanum setelah memakaikan selimut untuk Gul yang sudah berbaring di tempat tidur. Wanita itu duduk di tepi, sambil mengusap-usap puncak kepala Gul. "Bibi mau tanya apa?" Gul menguap, usapan di puncak kepala membuatnya mengantuk. Sebelumnya, Shanum sudah memikirkan hal ini baik-baik. Karenanya, dia merasa perlu bertanya pada anak ini, supaya tidak menimbulkan salah paham. "Kira-kira, Gul ingin kembali ke sekolah, tidak?" Manik Shanum memerhatikan raut Gul yang seketika berubah. Mungkin, rasa kantuk gadis kecil itu pergi seketika. Terlihat je

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    148~

    [Saya sudah mengantongi bukti-bukti kejahatan tuan Ahmed. Kamu tidak perlu khawatir lagi, Shanum.] Antara percaya dan tidak, perasaan Shanum saat ini sulit untuk dijelaskan. Alhasil, dia pun merasa penasaran. Dari mana Malik mendapat semua bukti itu. "Kira-kira dari mana tuan Malik mendapatkan bukti-bukti itu?" Shanum mencoba menerka-nerka sendiri, sebab ragu untuk bertanya pada Malik. "Tuan Malik itu pengacara hebat, mungkin dia mendapat bukti-bukti itu dari orang suruhannya. Tapi... Bagaimana bisa secepat itu dia mendapatkannya?" Suara deru mesin mobil terdengar dari luar jendela kamar, membuat perhatian Shanum teralihkan. "Ozkhan?" Wanita itu bergegas meletakkan ponselnya ke atas nakas, niat membalas pesan Malik pun terlupakan. Shanum berlari ke depan kaca rias sekadar menelisik penampilannya sebentar. Riasannya sudah sempurna, tanpa perlu dipoles lagi. Selanjutnya, Shanum pergi dari kamar dan turun untuk menyambut Ozkhan. Baru menuruni beberapa anak tangga, maniknya sudah

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    147~

    Sekembalinya dari sesi terapi, raut Shanum terlihat berbeda. Sorot kekhawatiran tak lagi nampak di sepasang bola matanya yang bulat. Beban di pundak seolah ikut pergi bersama dengan kegamangan yang sejak beberapa hari ini menggelayut di hati. Shanum kini telah begitu yakin dengan keputusan dan pilihannya. Semua yang telah dia lalui bersama dengan Ozkhan selama ini tidak akan berakhir sia-sia. Shanum mungkin salah satu dari sekian banyak wanita di dunia ini yang beruntung. Dicintai dan sangat dilindungi merupakan hal yang sangat berarti baginya. Ozkhan tidak pernah ragu maupun goyah untuk selalu berada di sisinya. Berkat Sherin, Shanum kini menyadari betapa dia begitu mengandalkan Ozkhan dalam hidupnya. Tanpa Ozkhan, Shanum bukan siapa-siapa. Tanpa lelaki itu, hidup Shanum kemungkinan sudah berantakan dan hancur. Karena suasana hatinya sedang senang, Shanum ingin membuatkan sesuatu di hari spesial Ozkhan. Di perjalanan tadi, dia sempat mampir ke swalayan untuk membeli bahan-ba

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    146~

    Shanum menarik panjang napasnya setelah berhasil meluapkan isi hatinya pada Sherin. Wanita itu terlihat sedih, seakan kebaikan Ozkhan selama ini padanya sangat membebani. Bukannya dia tidak bersyukur atas segala cinta dan perhatian yang dilimpahkan oleh Ozkhan. "Apa sebaiknya aku pergi saja dari hidupnya?" Suara itu terdengar sangat putus asa, sehingga Shanum melontarkan kalimat yang tidak seharusnya. Dia menunduk, menekuri keputusan yang tiba-tiba muncul di kepala. "Kalau kamu pergi menjauh darinya, yang ada hatimu makin tersiksa, Shanum," kata Sherin mengutarakan pendapatnya. Terlihat jelas, jika saat ini Shanum sedang bingung dengan perasaannya sendiri. "Aku yakin, kamu tidak benar-benar ingin pergi darinya. Karena kamu sangat mencintainya, Shanum. Kamu tidak bisa hidup tanpa pria itu. Begitu pun sebaliknya." Hati Shanum tercubit dengan ucapan Sherin yang dengan mudah menebak perasaannya saat ini. Pandangan Shanum beralih pada Sherin, sudut bibirnya berkedut, dan sorot matan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status