分享

Bab 216

last update publish date: 2025-07-10 10:57:23
“Wah, sepertinya suasananya lagi hangat di luar. Yuk masuk dulu sebelum masuk angin.”

Tania langsung melepas pelukan dan menunduk, pipinya merah seperti tomat matang. Daffa hanya tertawa pelan, lalu meraih tangan Tania tanpa canggung.

“Eh, papa.” Daffa canggung.

“Tuan Hendra.” Tania mengangguk
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 62

    “Nada!” jerit Nek Siti histeris, berlari mendekati Daffa. “Tuan muda, apa yang terjadi pada cucuku? Kenapa dia pingsan?” Air matanya mulai mengalir, menggambarkan betapa paniknya dia.Daffa menghentikan langkahnya sejenak, mencoba menenangkan wanita tua itu.“Tenanglah, Nek. Nada baik-baik saja seka

    last update最後更新 : 2026-03-21
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 54

    Baru saja Nada duduk, dosennya itu sudah berjalan masuk kelas dengan langkah santai, namun auranya memancarkan wibawa yang membuat penghuni di kelas itu terdiam. Kemeja putih yang dikenakannya tampak rapi, dengan dasi hitam yang selalu terikat sempurna. Ia menatap kelasnya sekilas sebelum berdiri di

    last update最後更新 : 2026-03-21
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 63

    “Huhuhu,” tangisan Nada pecah.Gadis itu masih terguncang. Tangisannya menggema di seluruh kamar, pecah bersama rasa takut yang belum mereda. Gadis itu duduk meringkuk di atas tempat tidur, memeluk lututnya erat, wajahnya tersembunyi di balik kedua tangan. Suara tangisnya lirih, namun setiap isaknya

    last update最後更新 : 2026-03-21
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 55

    Langkah kakinya terasa berat saat melintasi pintu kelasnya tadi. Ia menunduk, berusaha menghindari kontak mata dengan siapa pun. “Nada, kamu kenapa? Dari tadi kayak pucat gitu,” tanya Ayu dengan Nada khawatir. Ia menyenggol lengan Nada pelan. Rupanya temannya itu masih di sana.Nada menggeleng samb

    last update最後更新 : 2026-03-21
更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status