Share

Bab 217

Penulis: Callista_ Ivan
last update Tanggal publikasi: 2025-07-10 10:57:23
Mereka duduk berdampingan di bangku rotan panjang.

“Sebenarnya aku takut, Daffa,” suara Tania lirih, nyaris tak terdengar.

Daffa menoleh. “Takut kenapa?”

“Aku ngerasa ada yang ngikutin aku. Waktu tadi siang kamu tinggal aku sebentar di rumah ini, aku lihat ada bayangan orang di balik pagar. Wa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Nuada Airlangga
benci bnget dikhianati dgn masa lalu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 184

    “Halo, Bos Daffa.” “Halo Yugo,” ucap Daffa, suaranya dalam dan terkontrol. “Iya, Bos. Ada yang bisa aku lakukan?” “Aku butuh kamu selidiki Tomi. Aku yakin kalau dia pasti ada di balik drama antara aku dan Sofi. Aku curiga kalau dia terlibat, karena Sofi nggak mungkin bisa menyusun ini sendirian.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 189

    Nada menjerit tertahan saat tubuhnya diseret masuk ke dalam mobil. Dalam hitungan detik, mobil itu melaju kencang, meninggalkan jejak ban di jalanan basah. Dari kejauhan, seorang pria berjaket kulit dengan earset tersembunyi—Yugo—yang sedari tadi mengawasi dengan kamera jarak jauh, langsung berlari

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 187

    Sudah beberapa hari ini, Nada lebih banyak menghabiskan waktunya dalam diam. Senyum cerianya yang dulu begitu akrab di wajahnya kini lenyap, seolah ditelan kabut gelap yang tak terlihat mata. Matanya yang biasanya berbinar kini redup, sering menerawang jauh ke luar jendela seakan menyembunyikan beba

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 180

    Hari pun mulai menjelma menjadi malam dengan sunyi yang menyelimuti perjalanan pulang. Jalanan ibu kota telah lengang, dan lampu-lampu kota berpendar samar di balik kaca mobil yang melaju stabil. Daffa duduk di kursi pengemudi dengan ekspresi tegang. Di sampingnya, Nada memeluk lutut, dengan pandan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status