แชร์

Bab 47

ผู้เขียน: Callista_ Ivan
last update วันที่เผยแพร่: 2025-06-23 18:56:07
Nada bergidik ngeri. Ia merasa sangat jijik melihat perilaku Dokter Candra yang seperti orang dengan kelainan seksual. Bagaimana tidak?

Pria itu bahkan terlihat begitu asyik dan menikmati aroma dari celana dalam Nada yang ia hirup dalam-dalam.

Hap!

Setelah selesai menghirup aroma dari celana d
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (4)
goodnovel comment avatar
Naila Hafiza
ih greget bnget sm nada, jd kesel sendri nntn ny
goodnovel comment avatar
Siti Mariyam
iihhh oon banget sih nada,itu kesempatan untuk mengadu pada dafa kalau sd dilecehkan sm dr candra biar dihajar sm dafa
goodnovel comment avatar
Jena Rahma
nada b3go,wkwkwk.. kaya pelacur
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 177

    “Aku mohon, Pa. Aku nggak bisa tenang kalau aku nggak tahu kebenarannya.” Bimo akhirnya menyerah. Ia menarik napas panjang dan mengangguk pelan. “Oke. Tapi kamu duduk di belakang. Nggak boleh banyak gerak. Begitu kamu kelihatan lemah, kita langsung balik.” “Iya, Pa.” Nada hanya mengangguk. Suara

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-31
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 171

    Di dalam kamar, Nada duduk di tempat tidurnya, mengeluarkan foto usang itu dari dalam saku seragamnya. Ia menatapnya lagi, matanya masih bingung dan penasaran. "Siapa mereka, ya?" gumamnya. “Kenapa foto ini ada di tempat sampah belakang rumah?” Nada merasakan ada sesuatu yang aneh, ada banyak p

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-31
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 175

    Di perjalanan, Daffa menggenggam tangan Nada dengan erat sambil menciumi wajah gadis itu. “Tolong sadar, Nada…” Di mobil lain, Bimo dan Mira juga berdoa dalam hati, tangan mereka pun saling menggenggam. “Semoga kamu baik-baik saja, Nada. Mama sayang kamu,” bisik Mira, menahan tangis. * Pagi itu

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-31
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 179

    “Kamu hina, Sofi,” lanjut Nada. “Kamu masuk ke ruangan ini diam-diam, dan menggoda pria yang jelas-jelas udah gak punya perasaan buat kamu. Dan saat ketahuan, kamu … kamu pura-pura jadi korban?! Aku muak sama akting kamu.” Daffa yang dari tadi diam, kini mulai membuka suara. “Sofi, aku minta kamu

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-31
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status