共有

Bab 203

last update 公開日: 2025-07-10 09:12:49
“Terus…” Nada melanjutkan. “Daffa hampir berantem sama satpam, gara-gara nggak mau disuruh pulang. Mau jadi drama Korea dia. Gak bisa jauh-jauh dari kamu katanya.”

Daffa pura-pura cemberut. “Nggak segitunya juga…”

“Ya iya dong! Dan aku?” Nada menunjuk dirinya sendiri. “Aku tidur duduk tiap malam
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 135

    “Pelan-pelan, Sayang. Kamu nggak perlu buru-buru,” kata Daffa lembut. Matanya tetap terfokus pada Nada, memastikan bahwa gadis itu makan dengan baik. Nada hanya mengangguk dan melanjutkan makan meskipun perutnya sedikit tidak nyaman. Rasa lelah yang luar biasa masih menguasai tubuhnya, namun dia ta

    last update最終更新日 : 2026-03-27
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 126

    “Ahh, Daffa, aku keluar,” ringis Nada sambil menutupi wajahnya sendiri karena merasa malu. Cairan cintanya keluar, membasahi wajah tampan Daffa. Nada benar-benar malu hingga membuat wajahnya memerah! Ia bahkan hendak menutup kedua kakinya, tetapi dengan cepat Daffa segera mencegahnya. “Jangan

    last update最終更新日 : 2026-03-27
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 129

    "Ahhhh." Nada mengerang pelan. Tubuhnya berguncang, setelah mendapatkan pelepasannya lagi. Daffa tersenyum ketika merasakan milik kekasihnya berkedut setelah menumpahkan cairan cintanya. Tanpa merasa jijik sama sekali, Daffa langsung menyapu daerah licin itu dengan lidahnya. Ia tersenyum puas, kar

    last update最終更新日 : 2026-03-27
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 127

    “Masukin sekarang juga dong, Sayang. Punya aku udah gatel banget rasanya. Cepat!” Nada memegangi kedua kakinya yang terangkat, dan membuka kaki lebih lebar. “Oke, Sayang. Sebentar.” Tak menunggu diperintah lagi, Daffa segera memasukkan milik nya menghujam benda basah milik Nada. Ia menggenjot ma

    last update最終更新日 : 2026-03-27
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status