共有

Bab 88

last update 公開日: 2025-06-26 17:29:17
“Apa, Dok?”

Nada tersentak dan langsung terdiam. Tubuhnya kini mendadak lemas, dan ia terjatuh terduduk di lantai. Tangannya memegangi kepalanya sambil menangis histeris.

“Enggak! Kenapa harus nenek? Kenapa bukan aku saja?” isaknya, suaranya terdengar pilu di ruang tunggu yang sunyi itu.

Daffa se
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 22

    Setelah beberapa menit perjalanan, kini tiba di rumah sakit, Nada dan Daffa dengan cepat membawa Nek Siti ke bagian unit gawat darurat. Dokter dan perawat segera menangani Nek Siti , membawanya ke ruang pemeriksaan untuk mengetahui kondisi lebih lanjut. Nada mengikuti dengan cemas, matanya penuh air

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 28

    Nek Siti tersenyum tipis, meski wajahnya pucat. “Nenek akan baik-baik saja, Nada. Jangan khawatir,” katanya, sebelum menoleh pada Daffa yang berdiri di sudut ruangan. “Terima kasih, Nak Daffa, sudah menyelamatkan nyawa nenek.” Daffa hanya mengangguk, mencoba menyembunyikan perasaan tersentuh yang t

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 27

    “Aarrgggh!” pria asing itu semakin merintih kesakitan karena Nada menendang junior nya sangat keras, hingga membuatnya kesakitan dan perutnya terasa mulas. “Aku tau kalau kamu dokter, tapi kamu nggak berhak kurang ajar seperti itu sama aku,” ujar Nada dengan suara gemetar. Dengan gemetaran, Nada c

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 25

    Akan tetapi, Daffa justru semakin kuat pula memeluk pinggang ramping Nada. Jari tengahnya tetap bergerak lincah di bawah sana, mengaduk-aduk biji kenikmatan milik Nada yang semakin membasah.“Nggak apa-apa kalau kamu mau pipis, Nada. Keluarkan saja, biar aku yang menanganinya,” bisik Daffa dengan su

    last update最終更新日 : 2026-03-18
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status