共有

Bab 87

last update 公開日: 2025-06-26 17:28:48
Recky membuka pintu belakang. Daffa meletakkan tubuh Nek Siti dengan lembut di kursi penumpang. Nada langsung masuk dan duduk di sebelahnya, dan kembali menggenggam tangan neneknya dengan erat.

“Nenek, tolong bangun,” bisik Nada berulang kali, air matanya tak kunjung berhenti mengalir. Dia menciumi
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 169

    Nada mengusap air matanya dan menatap Ayu, seolah mencari jawaban dari sahabatnya. “Ayu, kamu tadi bilang kan, kalau kamu curiga bahwa Mira bukan ibuku yang sebenarnya. Kamu serius?" Ayu terdiam sejenak, mencoba mencari kata-kata yang tepat. “Aku nggak tahu, Nada. Aku hanya mengira-ngira saja, ka

    last update最終更新日 : 2026-03-30
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 161

    Mereka melanjutkan perjalanan mereka ke ruang tunggu, dan ketika akhirnya tiba waktunya untuk naik pesawat, mereka berdua duduk berdampingan di kursi pesawat, siap untuk kembali ke Jakarta. Pesawat lepas landas, dan pemandangan Yogyakarta yang indah perlahan menghilang di balik awan. Nada memandang

    last update最終更新日 : 2026-03-30
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 165

    “Jeffan, kau sudah kembali?” tanya Daffa dengan suara bergetar. “Iya, Daffa. Jeffan pulang ke rumah, sesaat setelah kalian pergi ke Jogja.” Kali ini Hendra yang menjawab. Daffa cukup terkejut mendengar pernyataan papanya itu. Entah kenapa Jeffan terlihat sangat misterius seperti ini. “Jeffan, apa

    last update最終更新日 : 2026-03-30
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 164

    "Ini benar-benar malam yang luar biasa, kan?" kata Daffa dengan senyum lembut. Nada mengangguk pelan, matanya menatap Daffa dengan penuh cinta. "Aku nggak tahu harus berkata apa, Daffa. Rasanya seperti semuanya baru dimulai," jawab Nada, suaranya terdengar penuh haru. "Aku sangat bahagia." Daffa

    last update最終更新日 : 2026-03-30
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status