Share

Sikapmu Melebihi Iblis

Tias menangis sambil mengikuti jejak petugas rumah sakit mendorong brankar memasuki ruang darurat. Qian mengikuti mereka dari belakang dengan perasaan masih tidak menduga, Cici bisa-bisanya melompat dari atap rumah sebegitu tingginya hanya karena dirinya. Ia sudah mendengar cerita kejadian itu dari Irawan, sang ayah saat mereka berada di perjalanan di mobil yang sama menuju rumah sakit, mengikuti mobil Erlanda.

Semua orang dicegah perawat untuk memasuki ruangan darurat karena Cici akan ditangani oleh mereka tanpa gangguan siapapun. Jadi, mereka hanya bisa menunggu di luar ruangan, menunggu hasil lanjutan dari penanganan itu.

“Semua gara-gara mu. Kamu mengabaikan putri kami dan membuatnya frustasi,” kata Tias, memarahi Qian yang hanya bisa diam dengan kepala tertunduk, sadar sikapnya selama ini salah.

“Istrimu bukan hanya Inara, Cici juga!” teriak Erlanda dalam kemarahan.

“Kamu keluar dulu. Biarkan kemarahan mereka mereda dulu,” ucap Irawan pada Qian dengan suara kecil.

Qian menur
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status