Beranda / Pendekar / Pendekar Golok Naga Biru / Bab 10 Pertandingan Di Kotaraja

Share

Bab 10 Pertandingan Di Kotaraja

Penulis: Haryadi
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-05 13:55:36

Kembali ke perguruan Golok Khayangan.

Keesokan harinya setelah pertandingan antar murid dilakukan. Pagi hari murid berkumpul di depan papan pengumuman untuk melihat hasil dari pertandingan.

Dari murid tingkat tinggi Abimanyu, Abiyaksan dan Sugi memenangkan pertandingan ini. Untuk murid tingkat menengah Ratna,Sari dan Galih berhasil mencapai 3 orang terbaik.

Untuk murid tingkat dasar dimana Dipa saat ini berada dipilih 3 barak terbaik. Barak yang mendapatkan 3 besar adalah barak no 3,4 dan 7. Dipa dan ketiga temannya Sena,Denta dan Dirga kegirangan setelah mareka masuk 3 besar hasil murid dasar.

Para pemenang dikumpulkan di aula perguruan guna menentukan latihan apa saja yang harus mereka lakukan karena dalam 6 bulan mendatang akan datang pertandingan antara perguruan yang diadakan di kotaraja.

Pertandingan ini dimaksudkan untuk mendorong setiap perguruan yang ada di wilayah Kerajaan Kerta Wijaya selalu menghasilkan murid murid terbaik yang nantinya dapat mengabdi untuk kerajaan.Tida
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pendekar Golok Naga Biru   Bab 44 Pertarungan Puncak 3

    Setelah puluhan kali benturan itu nampak Mata Geni mulai merosot tenaga dalamnya. Sesekali dia mundur untuk mengambil napas."Anak muda ini luar biasa, tenaga dalamnya tidak surut sedikit pun. Nampaknya ini akan jadi pertarunganku yang terakhir. Tidak masalah selama lawanku lebih kuat dariku." Batin Mata Geni.Setelah bentrokan terakhir. Mata Geni melompat mundur, dadanya naik turun dan tangan kanannya gemetar memegang pedang neraka. Namun wajahnya terlihat gembira dengan senyum tulus."Kau cukup hebat anak muda. Kita akhiri saja pertarungan ini. Aku tidak akan menyesal jika mati ditanganmu. Hahaha." Ucap Mata Geni perlahan mengeluarkan semua tenaga dalamnya dan menyalurkan ke pedang neraka yang sedang dipegangnya. Pedang neraka mengobarkan api merah yang lebih panas dari sebelumnya."Jangan manahan dirimu anak muda."Ucap Mata Geni kemudian dengan sisa tenaganya dia melesat kearah Dipa."Tentu saja. aku tidak akan menahan.Hiyaa." Ucap Dipa menyambut seragan Mata Geni.Duarrrr!Ledakan

  • Pendekar Golok Naga Biru   Bab 43 Pertarungan Puncak 2

    Adilasa dan Adimana melepaskan jubahnya yang sejak awal dia kenakan.Brukk! Brukk!Suara ketika jubah itu jatuh ke tanah yang tampaknya cukup berat. Mereka berdua menyerang Dipa dengan peningkatan kecepatan yang luar biasa."Hhhhmmm..kecepatan mereka meningkat dan pola serangannya lebih berbahaya dari sebelumnya." Batin Dipa.Dia meningkatkan tenaga dalam ke jurus Mata Naganya. Kedua mata Dipa semakin menampakan sinar kebiruan. Dan ini tidak luput dari perhatian Mata Geni dan Anjani."Hhhmmm..jadi begitu cara kerja jurusnya itu. Membekukan lawan tanpa sadar memperlambat gerakannya. Tapi kenapa dia menahan diri? padahal sudah sejak tadi dia dapat mengalahkan mereka berdua." Batin Mata Geni.Mata Geni melirik ke arah Anjani yang memperhatikan terus setiap gerakan pemuda itu."Ternyata pemuda itu tidak hanya memiliki tenaga dalam tinggi tapi cerdas dalam melihat keadaan. Dia pasti tahu Nona Anjani memperhatikan setiap gerakannya untuk mencari kelemahannya kemudian melaporkannya kepada ke

  • Pendekar Golok Naga Biru   Bab 42 Pertarungan Puncak 1

    Dipa melesat dengan kecepatan luar biasa ke arah gerbang utara diikuti oleh Tirtayasa dan golongan putih lainnya."Kakek berhati hatilah, jauh didepan sana ada ratusan orang sedang menyamarkan diri diantara pepohonan." Suara Dipa terngiang dalam kepala Tirtayasa.Tirtayasa yang mendapat pesan rahasia dari Dipa segera membari tanda kepada yang lain untuk lebih waspada. Dan benar saja dalam jarak 100 langkah dari arah depan mereka berseliweran berbagai senjata rahasia dari mulai pisau kecil, jarum bahkan senjata aneh berbentuk segitiga yang setiap ujungnya tajam.Dipa yang berada paling depan berdiri tegak di salah satu dahan pohon yang cukup besar kemudian mengeluarkan jurus Tiupan Naga sehingga senjata senjata itu pun luluh lantak sebelum mengenainya. Namun tidak semua golongan putih bisa selamat, beberapa puluh orang tumbang karena terkena senjata itu.Tiba tiba dari arah depan meluncur dua bola cahaya sebesar kerbau kearah Dipa."Yang lain menjauhlah." Teriak Dipa Anggara.Blaar!Bla

  • Pendekar Golok Naga Biru   Bab 41 Penyerangan ke Lembah Seribu Mayat - Pertarungan di Gerbang Selatan

    Gerbang selatan.Panglima Chendala dan Panglima Warangan berkelebat cepat ke arah gerbang selatan yang saat ini tengah terjadi pertarungan. Keduanya langsung mengamuk membabat lawan tanpa ampun. Sepasang Serigala Perak, Wira dan Wulan melihat keadaan itu langsung mencoba melesat ke arah Panglima Warangan mencegah agar tidak jatuh korban terlalu banyak dari golongan putih.Trang! Trang!Pedang Wira dan Wulan menangkis pedang besar dari Panglima Warangan. Ketiga terlempar kebelakang beberapa langkah namun masih bisa berdiri kokoh. Parit kecil tebentuk karena kaki mereka yang terseret akibat benturan itu."Wulan berhati hatilah, tenaga dalam orang ini setingkat dengan guru."Ucap Wira kepada saudara kembaranya.Wulan menganguk dengan tegas."Ayo anak kecil mari kita bermain lagi,hahaha." Panglima Warangan meremehkan.Wulan yang mendengar itu mendengus kesal kemudian memberi isyarat ke Wira untuk menyerang kembali.Pertarungan Sepasang Serigala Perak dan Panglima Warangan berlangsung sengi

  • Pendekar Golok Naga Biru   Bab 40 Penyerangan ke Lembah Seribu Mayat - Cakar vs Cakar

    Kanaka dan Lota terlempar menjauh dari area pertarungan karena ledakan akibat pertarungan Saksana dan Pariga.Kanaka berdiri sambil menepuk nepuk bajunya yang penuh dengan debu begitupun dengan Lota."Nampaknya banteng gendut itu mendapatkan lawan yang kuat, namun pancaran energinya masih terasa tanda dia baik baik saja." Batin Kanaka. Dia melihat kearah Lota yang sedang menatapnya dengan tajam."Ayo pak tua kita lanjutkan pertarungan kita."Ucap Kanaka dengan memberi tanda untuk maju dengan tangan kanannya.Lota yang cukup mengerti dengan apa yang Kanaka lakukan,naik pitam karena mendapat tantangan.Lota menggereng dan kedua tangan Lota membentuk cakar beruang. Asap hitam tipis keluar dari setiap jari yang membentuk cakar.Kanaka menyeringai dia pun tidak mau kalah, disalurkan tenaga dalamnya. Asap kekuningan mulai keluar dari setiap cakarnya."Goarrr!" Kanaka mengereng.Seolah ada aba aba kedua serempak maju dengan cakar yang dilambari oleh tenaga dalam. Sabetan demi sabetan mengenai

  • Pendekar Golok Naga Biru   Bab 39 Penyerangan ke Lembah Seribu Mayat - Ledakan Besar

    Dua bayangan besar melesat ke arah gerbang timur markas Kelompok Kuda Hitam diikuti oleh para pendekar golongan putih. Dengan senjata besarnya yang dibawa dipundaknya tidak berpengaruh besar terhadap gerakan cepatnya. Tidak berapa lama mereka tiba di gerbang timur markas kelompok Kuda Hitam.Saksana dan Pariga berdiri sejauh 100 langkah dari gerbang timur.Bumm!Bumm!Dua gada besar di turunkan dari pundak mereka, tanah sedikit bergetar karenanya.Didepan gerbang berdiri tiga orang tinggi besar dari Kelompok Kuda Hitam. Dua orang memakai jubah panjang dengan membawa tameng di tangan kirinya dan pedang besar ditangan kanannya. Satu orang lagi yang berdiri ditengah dengan memakai jubah dari bulu beruang hitam dan kepalanya ditutup oleh kulit kepala beruang yang sudah dikeringkan oleh bahan tertentu."Kalian kesini hanya mengantarkan nyawa,hahahah." Ucap orang yang memakai jubah dari kulit beruang yang bernama Lota."Guru apakah mengerti apa yang diucapkan orang itu?"Tanya Pariga kepada S

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status