Share

1126. Part 3

last update Petsa ng paglalathala: 2025-02-28 01:02:23

"Apa rencanamu sekarang?"

"Menyerahkan keris ini kepada guruku, entah mau diapakan," jawab Baraka.

"Bolehkah aku ikut?"

Baraka diam sesaat mempertimbangkan. Setelah itu ia berkata, "Baiklah...."

Baru sampai di situ kata-kata Baraka, tiba-tiba ia mendengar suara pekikan Angon Luwak di persembunyiannya. Baraka cepat palingkan wajah memandang ke arah suara pekikan Angon Luwak yang sepintas itu. Firasatnya mengatakan, bahwa anak itu dalam bahaya. Ternyata sekelebat bay

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pendekar Kera Sakti   1644. Part 22

    Jawaban Ki Punjul membuat mata Tembang Selayang menatapnya tak berkedip. Tua Bangka ikut-ikutan memandang Ki Punjul dengan hasrat mendengarkan cerita seru. Ki Punjul menjelaskan kembali apa yang dilihat dengan mata kepalanya sendiri."Ada dua prajurit yang lari kemari, masuk ke dalam kedai ini. Tapi mereka segera dilempar keluar oleh Guci Kopong, lalu di sana mereka disambut oleh Dewa Beruk yang bersenjata kapak dari emas. Kedua prajurit itu akhirnya hangus dan menjadi arang tak berbentuk lagi. Mengerikan sekali untuk dikenang. Senjatanya sangat ganas, kurasa orang kadipaten akan dibantai habis oleh Dewa Beruk yang murka itu."Semakin jelas sekarang, bahwa pusaka Kapak Kubur memang ada di tangan Dewa Beruk. Cerita tersebut membuat Baraka dan Tembang Selayang tertegun beberapa saat. Tua Bangka ikut-ikutan termenung, bagaikan sedang membayangkan kengerian dari pertarungan tersebut."Sekarang ke mana perginya Dewa Beruk, Ki?" tanya Tembang Selayang."Mereka

  • Pendekar Kera Sakti   1643. Part 21

    "Ooh... Baraka, lihat itu!" seru Tua Bangka sambil merapatkan diri pada Baraka. Apa yang dituding Tua Bangka menjadi pusat perhatian mereka. Tiga sosok mayat terkapar dalam keadaan mengerikan, yang satu tercabik-cabik, satunya lagi terbakar hangus menjadi arang, dan yang satunya lagi terpotong-potong menjadi beberapa bagian. Diperkirakan potongan itu berjumlah tiga puluh tiga bagian."Semakin jelas, seseorang telah menggunakan pusaka Kapak Kubur dalam waktu belum terlalu lama dari kedatangan kita ini, Tembang Selayang.""Ya, aku pun berpendapat demikian. Tapi siapa mereka ini?"Tua Bangka tiba-tiba berkata, "Tombak mereka ada di bawah batu itu.""Oh benar. Mereka bersenjata tombak dan... dilihat dari jenis hiasan benang bawah mata tombak itu, sepertinya mereka para prajurit sebuah negeri," gumam Tembang Selayang."Benar. Aku ingat tombak ini merupakan ciri tombak prajurit Kadipaten Balungan!" ujar Tembang Selayang dengan wajah tegang. "Aku masih ha

  • Pendekar Kera Sakti   1642. Part 20

    "Lalu, apa maksud Empu Tapak Rengat sebenarnya?" pikir Pendekar Kera Sakti dalam renungannya. "Ada di pihak mana sebenarnya Empu Tapak Rengat itu?"Tembang Selayang tak enak hati melihat Baraka termenung, ia yakin yang direnungkan adalah ayahnya, ia yakin Baraka bercuriga buruk kepada ayahnya. Sedangkan ia sendiri juga punya pertanyaan yang membingungkan tentang ayahnya itu. Akhirnya Tembang Selayang berkata kepada Baraka. "Sebaiknya kau urus dulu orang tua ini. Biarkan aku datang sendiri ke Perguruan Monyet Sakti untuk merebut Kapak Kubur itu.""Jangan gegabah dulu. Persoalannya agak meleset dari perkiraan kita. Ternyata ayahmu tidak diculik oleh sang Adipati."Tembang Selayang diam, seakan mengakui bahwa ayahnya memang tidak diculik oleh orang utusan sang Adipati. Tapi ia tidak mempunyai keputusan apa pun karena dicekam oleh kebimbangan bertindak.Pendekar Kera Sakti berkata lagi, sementara Tua Bangka hanya menjadi pendengar yang sesekali memandang jauh

  • Pendekar Kera Sakti   1641. Part 19

    Pendekar Kera Sakti berpikiran begitu karena ia khawatir akan keselamatan Tembang Selayang; si cantik berdada sekal itu. Dalam bayangan Baraka, jika memang kapak pusaka itu ada di tangan Dewa Beruk, maka Dewa Beruk akan menggunakannya untuk melawan siapa saja yang ingin merampas kapak pusaka tersebut. Dan keyakinan Baraka mengatakan, bahwa Tembang Selayang akan celaka jika berhadapan dengan lawan yang bersenjata kapak pusaka itu.Tanpa banyak berunding lagi mereka segera berkelebat menuju lereng gunung tersebut yang menghadap ke arah barat."Cari jalan terdekat agar sebelum petang tiba kita sudah sampai di perguruan itu!" kata Baraka kepada Tembang Selayang.Namun mendadak langkah mereka terhenti karena Baraka terpekik melihat ke arah lembah sebelah kanannya.“Tunggu...! Siapa itu yang terkapar di sana!"Tembang Selayang kerutkan dahi menatap ke arah lembah.-o0o-Orang yang terkapar itu kenakan pakaian abu-abu, rambutnya putih,

  • Pendekar Kera Sakti   1640. Part 18

    Pendekar Kera Sakti manggut-manggut dan tampak senang sekali mendengar keterangan tersebut. Tembang Selayang diam memandangi ayahnya dengan rasa kagum terhadap kapak pusaka itu."Karena ukurannya tak seberapa besar, dan tangkainya dari logam kosong, maka kapak pusaka itu sangat ringan dan mudah dibawa ke mana-mana. Tetapi jika ditebaskan dari atas ke bawah, maka dalam jarak sejauh dua puluh tombak pun masih bisa keluarkan sinar merah menyerang lawan. Orang yang terkena sinar merah itu akan terpotong menjadi tiga puluh tiga bagian.""Hebat sekali!" gumam Baraka semakin yakin lagi dengan keterangan Tembang Selayang saat di perjalanan kemarin."Jika kapak ditebaskan dari kiri ke kanan, akan keluarkan sinar biru yang dapat membuat lawan mati hangus menjadi arang dalam sekejap. Jika ditebaskan dari kanan ke kiri, akan keluarkan sinar hijau yang membuat lawan mati dalam keadaan tercabik-cabik mengerikan. Jika lawan hanya tergores oleh salah satu mata kapak, maka lukan

  • Pendekar Kera Sakti   1639. Part 17

    "Dia terluka berat bagian dalamnya!"Tembang Selayang terperanjat, ia segera mengangkat wajah sang Ayah. Ternyata wajah itu bukan saja pucat pasi melainkan biru bagaikan mayat yang hampir membusuk."Ayaaaah...!" seru Tembang Selayang sambil mendekap tubuh sang Ayah. Pendekar Kera Sakti bergegas memeriksanya sesaat, tanpa pedulikan tangis Tembang Selayang."Baringkan di tempat teduh!" kata Baraka. "Kurasakan denyut nadinya masih ada."Pukulan tenaga dalam yang mengandung racun telah kenai bagian dada Empu Tapak Rengat. Terlambat sedikit saja, nyawa sang Empu akan melayang. Untung Baraka bergerak cepat dengan dibantu Tembang Selayang.Baraka menempelkan Suling mustikanya di urat nadi pergelangan tangan kanan Empu Tapak Rengat. Hanya dalam dua tarikan napas, warna biru di wajah Empu Tapak Rengat berangsur-angsur lenyap. Di lain kejap, Suling Naga Krishna yang berwarna kuning keemasan menjadi biru legam. Suling Naga Krishna yang telah berwarna biru leg

  • Pendekar Kera Sakti   1457. Part 21

    Sumbaruni ngomel dan menggerutu tak jelas bedanya. Betari Ayu yang berpenampilan anggun dan tenang, namun nilai kecantikannya tak kalah dengan Sumbaruni itu hanya senyum-senyum saja. Ia tahu Sumbaruni sewot karena ia merasa ditinggalkan Baraka. Padahal Sumbaruni suka sama Baraka. Sedangkan Baraka

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Pendekar Kera Sakti   1418. Part 5

    Seraut wajah cantik yang pandangi Baraka tanpa kesan terpikat itu segera didekati oleh sang pendekar beruban. Wajah berhidung mancung dan bermata bening ditatapnya lebih dalam lagi, kemudian barulah Baraka perdengarkan suaranya yang bergetar bagai suara orang lanjut usia."Siapakah dirimu,

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Pendekar Kera Sakti   1421. Part 8

    Setelah itu terdengar suara Teratai Kipas ajukan tanya, "Mengapa adikmu diculik Menak Goyang?""Aku dituduh mencuri pisau pusaka milik Malaikat Miskin!""Maksudmu, Golok Setan?""Ya. Rupanya kau tahu tentang pisau itu!""Aku kenal Malaikat Miskin. Aku kenal orang-orang

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
  • Pendekar Kera Sakti   1416. Part 3

    "Oh, kau mengecewakan hatiku jika selalu menolak, Baraka.""Kau tak perlu kecewa karena pada dasarnya kita memang bukan pasangan bercinta, Nyai. Kita hanya saling bertemu di perjalanan dan tidak harus melakukan perbuatan yang hina dan rendah di mata hati kita sendiri.""Aku inginkan

    last updateHuling Na-update : 2026-04-04
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status