Murid 3 Dewa

Murid 3 Dewa

last updateLast Updated : 2026-05-15
By:  Klan QingUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
20 ratings. 20 reviews
150Chapters
7.3Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Follow ig: novelfantasi2026 Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga yang Legendaris, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.

View More

Chapter 1

Bab 01. Tragedi Pengkhianatan

"Bunuh mereka semua! Hancurkan mereka!"

Teriak seorang Jenderal mengayunkan Tombaknya.

Dhuaarrr Boommm!

Pegunungan Surgawi di Alam 9 Surga dipenuhi ledakan Energi Qi yang menggelegar.

Di mana saat ini dua pasukan saling bertempur sengit di medan perang.

Di satu sisi, Pasukan Kekaisaran Yang pimpinan Lin Chen itu bertempur dengan moral tinggi.

Di sisi lain, Pasukan Kekaisaran Zhao juga memberikan perlawanan yang sengit.

Tiing Bomm!

Dentang senjata dan ledakan juga menggema tanpa henti.

"Aaargh!"

Jeritan pasukan kedua kubu juga menggema di medan perang.

Pedang dan tombak beradu tanpa henti.

Teknik-teknik terbaik juga dilepaskan tanpa ditahan.

Di tengah peperangan yang berkecamuk itu, seorang pemuda bertarung sengit dengan Jenderal Kekaisaran Zhao.

Bomm! Dhuaarr!

Pertarungan mereka mengguncang langit dan bumi.

Ledakan itu juga melempar keduanya ke belakang.

Pemuda yang bertarung dengan Jenderal Zhao adalah Lin Chen.

Sang Jenderal Perang sekaligus Panglima Kekaisaran Yang.

"Apa hanya ini kekuatanmu, Jenderal Zhao?"

Tanya Lin Chen menatap remeh Jenderal Zhao.

Saat ini keduanya berdiri berseberangan di udara.

Terlihat Jenderal Zhao sudah terluka parah dan berdarah-darah.

Sedangkan Lin Chen masih terlihat baik-baik saja.

Bomm! Bomm!

Sementara itu di sekitar mereka, ledakan dan teriakan perang juga mengguncang langit.

Pasukan Kekaisaran Yang maju seperti banjir yang tidak terbendung.

Sedangkan pasukan Kekaisaran Zhao juga tidak mundur begitu saja.

Gelombang kejut dan ledakan Energi Qi terus meledak di mana-mana.

"Jangan terlalu sombong, Jenderal Lin. Aku bisa membunuhmu dengan mudah."

Raung Jenderal Zhao dan mengayunkan pedangnya.

Whush...

Energi hitam menyelimuti pedang hitamnya dan diayunkan ke depan.

"Kamu masih terlalu lemah."

Lin Chen mendengus dingin dan melesat dengan kecepatan tinggi.

Slash!

Bomm!

Ledakan menggema dan Pedang Jenderal Zhao terlempar.

Sebelum sang Jenderal bereaksi, Lin Chen lebih dulu menusukkan pedangnya ke dada.

Slup!

Pedang menembus dada Jenderal Zhao dan membuatnya terbelalak.

"Hidup Kekaisaran Yang! Hidup Kekaisaran Yang!"

Teriak Lin Chen mencabut pedangnya dan mayat Jenderal Zhao terjatuh dari langit.

"Hidup Kekaisaran Yang! Hidup Kekaisaran Yang!"

Para Jenderal dan pasukan yang berada di sekitar juga berteriak serempak.

"Bunuh mereka semua!"

Bomm Dhuaarr!

Pertempuran kembali berlangsung dengan sengit.

Tapi garis pertahanan Kekaisaran Zhao mulai kacau.

Dalam waktu singkat, pasukan Kekaisaran Zhao dibantai tanpa sisa.

Kematian Jenderal Zhao ini menjadi titik awal kehancuran pasukannya.

Jenderal Dong lalu tersenyum dan mendekati Lin Chen.

Dia adalah salah satu Jenderal kepercayaan Lin Chen.

"Selamat Jenderal! Akhirnya Jenderal membunuh Jenderal Zhao juga."

Jenderal Dong memberi selamat dan semakin mendekat.

"Hahahaha... Kemenangan ini untuk Yang Mulia dan semua rakyat Kekaisaran!"

Lin Chen tertawa lepas.

Dia tidak menyadari niat buruk dari Jenderal kepercayaannya itu.

Mereka sudah melewati banyak pertempuran.

Dan Lin Chen sangat mempercayai Jenderal Dong.

Lin Chen membalikkan badan tanpa curiga dan menatap pasukan musuh.

Sedangkan Jenderal Dong terus mendekat.

Beberapa saat kemudian, Jenderal Dong hanya berjarak satu meter di belakang Lin Chen.

Dengan kecemburuan yang mendalam, Jenderal Dong mengangkat Pedangnya dan menebas punggung Lin Chen.

Slash!

Tebasan itu mengenai punggungnya dan membuatnya tersungkur ke depan.

"Apa yang kamu lakukan, Dong Yi?"

Lin Chen membalikkan badan dan menatap Jenderal Dong dengan tidak percaya.

Jenderal Dong adalah orang yang selalu dia percaya.

Tidak ada keraguan sedikitpun padanya.

Tapi ternyata, Jenderal Dong justru berkhianat dan menusuknya dari belakang.

"Apa yang aku lakukan? Hahahaha!"

Tawa dingin Jenderal Dong menggema.

"Ribuan tahun ini kami hampir mati di medan perang,"

"Kami yang bertempur dan menghancurkan musuh. Kami hampir mati berkali-kali,"

"Tapi apa yang kami dapatkan?"

Jenderal Dong menatap dingin dan menyeret Pedangnya mendekati Lin Chen.

"Namamu yang selalu diagungkan-agungkan. Semua kemenangan itu atas namamu, Lin Chen!"

Raung Jenderal Dong dengan kebencian yang mendalam.

Dia sebenarnya tidak lebih lemah dari Lin Chen.

Tapi statusnyalah yang membuatnya terhalang untuk bersinar.

Akhirnya muncul iri hati dan kebencian pada Lin Chen.

Tapi Jenderal Dong menyembunyikannya dengan baik.

Dia akan menyingkirkan Lin Chen jika ada kesempatan.

Dan kesempatan itu akhirnya datang hari ini.

"Matilah, Bajingan!"

Teriak Jenderal Dong melayangkan Pedangnya sekali lagi.

Slup!

Pedangnya menembus zirah Lin Chen hingga ke jantung.

Lin Chen terbelalak dan menatap Jenderal kepercayaannya itu.

Kemudian menatap nanar pasukannya yang juga membeku.

Mereka juga tidak menyangka Jenderal Dong akan berkhianat.

Lin Chen kemudian menatap Jenderal Dong dan berkata pelan,

"Berharaplah agar aku tidak bereinkarnasi."

"Kalau tidak, Bahkan jiwamu tidak akan aku lepaskan."

Ucapnya dan terjatuh dari langit.

"Jenderal!"

Teriak salah satu Komandan Divisi.

Tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa.

Dia dan pasukannya telah dikepung oleh para pengkhianat.

Dengan tangan mengepal dan amarah yang tertahan, pasukan Lin Chen hanya bisa melihatnya jatuh dari langit.

Bomm...

Mayat Lin Chen membentur tanah dengan keras dan debu beterbangan.

*******

Waktu terus berlalu.

Entah sudah berapa lama jiwa Lin Chen tertidur.

Tapi akhirnya jiwanya terbangun juga.

Meski begitu, dia merasakan sesuatu yang aneh.

Saat membuka mata, yang terlihat adalah kegelapan.

Angin dingin bertiup dan suara gemerisik dedaunan terdengar.

Lin Chen mencoba bergerak dan bangun.

"Agh..."

Tapi rasa sakit langsung menjalar ke sekujur tubuhnya.

Lalu ingatan masa lalu dan ingatan pemilik tubuh mengalir kedalam pikirannya.

Dan ternyata pemilik tubuh juga bernama Lin Chen.

Seorang pemuda dari Klan Lin di Alam Teratai.

Yaitu sebuah Alam yang dikenal dengan nama Bintang Kecil.

Pemuda itu dikenal sebagai sampah Klan yang tidak memiliki bakat kultivasi.

Selama bertahun-tahun di Klan Lin, dia selalu dihina dan dipermalukan.

Bahkan para pelayan Klan pun berani menghinanya.

Hingga akhirnya anak buah Tuan Muda Klan membunuh dan membuang mayatnya.

"Jadi aku bereinkarnasi ke tubuh pemuda yang bernama Lin Chen juga?"

Lin Chen sang Panglima Perang pun akhirnya mengerti.

"Baiklah,"

"Karena aku sudah menempati tubuhmu, Aku akan membantumu balas dendam."

Gumamnya lagi.

Tapi kemudian menarik nafas panjang setelah merasakan Energi Qi.

Energi Qi di tempat baru ini bahkan tidak sampai seperseribu dari Alam Atas.

Jika ingin berkultivasi dan mencapai ke ranahnya yang dulu, Lin Chen membutuhkan sumber daya yang sangat besar.

"Ternyata aku bereinkarnasi sejauh ini."

Lin Chen tersenyum pahit dan menggeleng kepala.

Dia adalah seorang Jenderal Perang yang ditakuti di Alam Atas.

Tapi sekarang dia menjadi pemuda sampah di Alam Bintang Kecil.

"Setidaknya aku bereinkarnasi dan akan kembali."

"Dan saat itulah hari kematianmu, Dong Yi."

"Bahkan jiwamu tidak akan ku biarkan hidup."

Wajah Lin Chen langsung berubah dingin.

Dia masih tidak percaya dikhianati orang kepercayaannya.

Meski begitu, dia harus memulihkan dirinya lebih dulu.

Lin Chen kemudian mencari obat untuk mengobati lukanya.

Walaupun jiwanya adalah seorang ahli dari Alam Atas, tapi tubuhnya yang sekarang ini terlalu lemah.

Jika tidak segera memulihkan diri, bahkan binatang buas tingkat rendah pun bisa membunuhnya.

Lin Chen memeriksa satu persatu tanaman yang ada di sekitarnya.

Beberapa saat kemudian, dia menemukan tanaman dengan daun merah gelap.

"Rumput Darah."

Lin Chen berlutut dan memetik tanaman itu.

Jika di Alam Atas, tanaman seperti ini tidak bernilai sama sekali.

Tapi di Alam Bintang Kecil ini, Rumput Darah adalah herbal langka dan sangat mahal.

Selain Rumput Darah, Lin Chen juga menemukan Akar Roh Kecil dan Rumput Embun Malam.

"Cukup untuk membuat ramuan pemulih."

Gumam Lin Chen tersenyum.

Dia menggiling herbal itu dengan batu dan mengoleskannya ke luka.

Setelah beristirahat sebentar, Lin Chen berencana mencari jalan pulang.

Tidak lama kemudian, Lin Chen melihat sebuah Gua dari kejauhan.

Pintu Gua itu tertutup tanaman liar dan hampir tidak terlihat dari luar.

Jika bukan karena penglihatannya yang tajam, mungkin dia juga tidak akan menyadarinya.

"Tempat seperti ini jarang terbentuk secara alami."

Gumamnya membatin.

Dia menebak Gua ini dibuat oleh sesosok yang memiliki kekuatan besar.

Karena penasaran dengan Gua itu, Lin Chen menyingkirkan tanaman yang menutupi pintu masuk.

Saat masuk kedalam, ternyata ukuran Gua itu sangat luas.

Di tengah Gua, Lin Chen melihat kerangka manusia dengan posisi duduk bersila.

Kerangka itu mengenakan jubah yang sudah lapuk.

Sepertinya kerangka itu sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Dia kemudian membaca tulisan di dinding di belakang kerangka.

Dan ada Niat Pedang yang masih tersisa di setiap tulisan yang ada.

"Niat Pedang?"

Lin Chen terkejut.

Sudah ribuan tahun berlalu tapi Niat Pedang masih sekuat ini?

Siapa dia sebenarnya?

Kenapa Niat Pedangnya semengerikan itu?

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

nurn5804
nurn5804
cerita yg bagus semoga tidak mengecewakan
2026-05-05 21:22:03
2
0
Fithriah Arrahman
Fithriah Arrahman
Semangat harus terus membara ya Papa Thor...
2026-05-05 20:39:48
3
0
yoge23 LtG
yoge23 LtG
ceritanya mantap Thor semoga tidak seperti cerita yg lain lagi seru" nya mangkrak di tengah jalan gas terus Thor
2026-05-05 19:05:02
2
0
Klan Qing
Klan Qing
Jangan lupa dukung Novel ini ya, Bre. Biar Author tertampan di Dunia Kultivasi ini semakin bersemangat menulis. Selamat membaca!
2026-04-18 14:31:22
2
1
Bayan
Bayan
kultivasi Lin chen kok turun bab 68 sudah di suci lvl 5 sempurna kok sekarang tetep lvl 5 coba cek lagi thor
2026-04-17 09:39:50
1
2
150 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status