ログインLin Chen adalah Panglima Perang Kekaisaran Yang di Alam Atas. Namanya mengguncang medan perang dan ditakuti musuh di seluruh penjuru Langit. Di puncak kemenangannya, orang yang paling dia percayai itu justru menusuknya dari belakang. Lin Chen bersumpah. Jika dia terlahir kembali, bahkan jiwa pengkhianat itu tidak akan dia lepaskan. Takdir ternyata memberinya kesempatan itu. Jiwanya bereinkarnasi ke tubuh pemuda yang memiliki nama yang sama dengan dirinya. Pemuda itu dikenal sebagai sampah Klan Lin yang tidak memiliki bakat kultivasi. Dengan pengalaman ribuan tahun... Dengan warisan Dewa Pedang Jian Lie... Dan dengan dantian Surga yang legendaris... Lin Chen memulai perjalanannya dari bawah. Dia akan menginjak semua penghinaan. Menghancurkan semua musuh. Dan kembali ke Alam Atas. Saat hari itu tiba… Langit akan kembali bergetar karena namanya. Panglima Perang yang dikhianati itu telah bangkit dari kematian.
もっと見るLangit di Pegunungan Surgawi di Alam 9 Surga, diselimuti awan hitam dan ledakan petir yang menggelegar.
Di bawah langit yang menghitam itu, 2 pasukan saling berhadapan di medan perang.
Di satu sisi, Bendera Kekaisaran Yang berkibar keras karena tertiup angin.
Di sisi lain, Bendera Kekaisaran Zhao juga berkibar dan melambangkan kekuatan yang mengerikan.
Tiing Bomm!
Dentang senjata dan ledakan juga menggema tanpa henti.
"Aaargh!"
Jeritan pasukan kedua kubu juga menggema di medan perang.
Pedang dan tombak beradu tanpa henti.
Teknik-teknik terbaik juga dilepaskan tanpa ditahan.
Di tengah peperangan yang berkecamuk itu, seorang pria bertarung sengit dengan Jenderal Kekaisaran Zhao.
Bomm! Dhuaarr!
Pertarungan mereka mengguncang langit dan bumi.
Ledakan itu juga melempar keduanya ke belakang.
Dan pria yang bertarung dengan Jenderal Kekaisaran Zhao adalah Lin Chen.
Jenderal Perang sekaligus Panglima Kekaisaran Yang.
"Apa hanya ini kekuatanmu, Jenderal Zhao?"
Tanya Lin Chen menatap Jenderal Zhao.
Saat ini keduanya berdiri berseberangan di udara.
Terlihat Jenderal Zhao sudah terluka dan berdarah.
Sedangkan Lin Chen masih terlihat baik-baik saja.
Bomm! Bomm!
Sementara itu di sekitar mereka, ledakan dan teriakan perang juga mengguncang langit.
Pasukan Kekaisaran Yang maju seperti banjir yang tidak terbendung.
Sedangkan pasukan Kekaisaran Zhao juga tidak mundur begitu saja.
Gelombang kejut dan ledakan Energi Qi terus meledak di mana-mana.
"Jangan terlalu sombong, Jenderal Lin. Aku bisa membunuhmu dengan mudah."
Raung Jenderal Zhao dan mengayunkan pedangnya.
Whush...
Energi hitam menyelimuti pedang hitamnya dan diayunkan ke depan.
"Kamu masih terlalu lemah."
Lin Chen mendengus dingin dan melesat dengan kecepatan tinggi.
Slash!
Bomm!
Ledakan menggema dan Pedang Jenderal Zhao terlempar.
Sebelum sang Jenderal bereaksi, Lin Chen lebih dulu menusukkan pedangnya ke dada.
Slup!
Pedang menembus dada Jenderal Zhao dan membuatnya terbelalak.
"Hidup Kekaisaran Yang! Hidup Kekaisaran Yang!"
Teriak Lin Chen mencabut pedangnya dan mayat Jenderal Zhao terjatuh dari langit.
"Hidup Kekaisaran Yang! Hidup Kekaisaran Yang!"
Para Jenderal dan pasukan yang berada di sekitar juga berteriak serempak.
"Bunuh mereka semua!"
Bomm Dhuaarr!
Pertempuran kembali berlangsung dengan sengit.
Tapi garis pertahanan Kekaisaran Zhao mulai kacau.
Dalam waktu singkat, pasukan Kekaisaran Zhao dibantai tanpa sisa.
Kematian Jenderal Zhao ini menjadi titik awal kehancuran pasukannya.
Jenderal Dong lalu tersenyum dan mendekati Lin Chen.
Dia adalah salah satu Jenderal kepercayaan Lin Chen.
"Selamat Jenderal! Akhirnya Jenderal membunuh Jenderal Zhao juga."
Jenderal Dong memberi selamat dan semakin mendekat.
"Hahahaha... Kemenangan ini untuk Yang Mulia dan semua rakyat Kekaisaran!"
Lin Chen tertawa lepas.
Dia tidak menyadari niat buruk dari Jenderal kepercayaannya itu.
Mereka sudah melewati banyak pertempuran.
Dan Lin Chen sangat mempercayai Jenderal Dong.
Lin Chen membalikkan badan tanpa curiga dan menatap pasukan musuh.
Sedangkan Jenderal Dong terus mendekat.
Beberapa saat kemudian, Jenderal Dong hanya berjarak satu meter di belakang Lin Chen.
Dengan kecemburuan yang mendalam, Jenderal Dong mengangkat Pedangnya dan menebas punggung Lin Chen.
Slash!
Tebasan itu mengenai punggungnya dan membuatnya tersungkur ke depan.
"Apa yang kamu lakukan, Dong Yi?"
Lin Chen membalikkan badan dan menatap Jenderal Dong dengan tidak percaya.
Jenderal Dong adalah orang yang selalu dia percaya.
Tidak ada keraguan sedikitpun padanya.
Tapi ternyata, Jenderal Dong justru berkhianat dan menusuknya dari belakang.
"Apa yang aku lakukan? Hahahaha!"
Tawa dingin Jenderal Dong menggema.
"Ribuan tahun ini kami hampir mati di medan perang,"
"Kami yang bertempur dan menghancurkan musuh. Kami hampir mati berkali-kali,"
"Tapi apa yang kami dapatkan?"
Jenderal Dong menatap dingin dan menyeret Pedangnya mendekati Lin Chen.
"Namamu yang selalu diagungkan-agungkan. Semua kemenangan itu atas namamu, Lin Chen!"
Raung Jenderal Dong dengan kebencian yang mendalam.
Dia sebenarnya tidak lebih lemah dari Lin Chen.
Tapi statusnyalah yang membuatnya terhalang untuk bersinar.
Akhirnya muncul iri hati dan kebencian pada Lin Chen.
Tapi Jenderal Dong menyembunyikannya dengan baik.
Dia akan menyingkirkan Lin Chen jika ada kesempatan.
Dan kesempatan itu akhirnya datang hari ini.
"Matilah, Bajingan!"
Teriak Jenderal Dong melayangkan Pedangnya sekali lagi.
Slup!
Pedangnya menembus zirah Lin Chen hingga ke jantung.
Lin Chen terbelalak dan menatap Jenderal kepercayaannya itu.
Kemudian menatap nanar pasukannya yang juga membeku.
Mereka juga tidak menyangka Jenderal Dong akan berkhianat.
Lin Chen kemudian menatap Jenderal Dong dan berkata pelan,
"Berharaplah agar aku tidak bereinkarnasi."
"Kalau tidak, Bahkan jiwamu tidak akan aku lepaskan."
Ucapnya dan terjatuh dari langit.
"Jenderal!"
Teriak salah satu Komandan Divisi.
Tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa.
Bomm...
Mayat Lin Chen membentur tanah dengan keras dan debu beterbangan.
*******
Waktu terus berlalu.
Entah sudah berapa lama jiwa Lin Chen tertidur.
Tapi akhirnya jiwanya terbangun juga.
Meski begitu, dia merasakan sesuatu yang aneh.
Saat membuka mata, yang terlihat adalah kegelapan.
Angin dingin bertiup dan suara gemerisik dedaunan terdengar.
Lin Chen mencoba bergerak dan bangun.
"Agh..."
Tapi rasa sakit langsung menjalar ke sekujur tubuhnya.
Lalu ingatan masa lalu dan ingatan pemilik tubuh mengalir kedalam pikirannya.
Dan ternyata pemilik tubuh juga bernama Lin Chen.
Seorang pemuda dari Klan Lin di Alam Teratai.
Yaitu sebuah Alam yang dikenal dengan nama Bintang Kecil.
Pemuda itu dikenal sebagai sampah Klan yang tidak memiliki bakat kultivasi.
Selama bertahun-tahun di Klan Lin, dia selalu dihina dan dipermalukan.
Bahkan para pelayan Klan pun berani menghinanya.
Hingga akhirnya anak buah Tuan Muda Klan membunuh dan membuang mayatnya.
"Jadi aku bereinkarnasi ke tubuh pemuda yang bernama Lin Chen juga?"
Lin Chen sang Panglima Perang pun akhirnya mengerti.
"Baiklah,"
"Karena aku sudah menempati tubuhmu, Aku akan membantumu balas dendam."
Gumamnya lagi.
Tapi kemudian menarik nafas panjang setelah merasakan Energi Qi.
Energi Qi di tempat baru ini bahkan tidak sampai seperseribu dari Alam Atas.
Jika ingin berkultivasi dan mencapai ke ranahnya yang dulu, Lin Chen membutuhkan sumber daya yang sangat besar.
"Ternyata aku bereinkarnasi sejauh ini."
Lin Chen tersenyum pahit dan menggeleng kepala.
Dia adalah seorang Jenderal Perang yang ditakuti di Alam Atas.
Tapi sekarang dia menjadi pemuda sampah di Alam Bintang Kecil.
"Setidaknya aku bereinkarnasi dan akan kembali."
"Dan saat itulah hari kematianmu, Dong Yi."
"Bahkan jiwamu tidak akan ku biarkan hidup."
Wajah Lin Chen langsung berubah dingin.
Dia masih tidak percaya dikhianati orang kepercayaannya.
Meski begitu, dia harus memulihkan dirinya lebih dulu.
Lin Chen kemudian mencari obat untuk mengobati lukanya.
Walaupun jiwanya adalah seorang ahli dari Alam Atas, tapi tubuhnya yang sekarang ini terlalu lemah.
Jika tidak segera memulihkan diri, bahkan binatang buas tingkat rendah pun bisa membunuhnya.
Lin Chen memeriksa satu persatu tanaman yang ada di sekitarnya.
Beberapa saat kemudian, dia menemukan tanaman dengan daun merah gelap.
"Rumput Darah."
Lin Chen berlutut dan memetik tanaman itu.
Jika di Alam Atas, tanaman seperti ini tidak bernilai sama sekali.
Tapi di Alam Bintang Kecil ini, Rumput Darah adalah herbal langka dan sangat mahal.
Selain Rumput Darah, Lin Chen juga menemukan Akar Roh Kecil dan Rumput Embun Malam.
"Cukup untuk membuat ramuan pemulih."
Gumam Lin Chen tersenyum.
Dia menggiling herbal itu dengan batu dan mengoleskannya ke luka.
Setelah beristirahat sebentar, Lin Chen berencana mencari jalan pulang.
Tidak lama kemudian, Lin Chen melihat sebuah Gua dari kejauhan.
Pintu Gua itu tertutup tanaman liar dan hampir tidak terlihat dari luar.
Jika bukan karena penglihatannya yang tajam, mungkin dia juga tidak akan menyadarinya.
"Tempat seperti ini jarang terbentuk secara alami."
Gumamnya membatin.
Dia menebak Gua ini dibuat oleh sesosok yang memiliki kekuatan besar.
Karena penasaran dengan Gua itu, Lin Chen menyingkirkan tanaman yang menutupi pintu masuk.
Saat masuk kedalam, ternyata ukuran Gua itu sangat luas.
Di tengah Gua, Lin Chen melihat kerangka manusia dengan posisi duduk bersila.
Kerangka itu mengenakan jubah yang sudah lapuk.
Sepertinya kerangka itu sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu.
Dia kemudian membaca tulisan di dinding di belakang kerangka.
Dan ada Niat Pedang yang masih tersisa di setiap tulisan yang ada.
"Niat Pedang?"
Lin Chen terkejut.
Sudah ribuan tahun berlalu tapi Niat Pedang masih sekuat ini?
Siapa dia sebenarnya?
Kenapa Niat Pedangnya semengerikan itu?
"Bagaimana kondisimu, Anak muda?"Ternyata, ada 2 pria paruh baya dan 4 pemuda yang tiba di tempat itu tepat waktu.Melihat Komandan Yao mau membunuh Lin Chen, salah satu dari mereka menyerang Komandan Yao.Alhasil, sang Komandan Yao pun terlempar dan muntah darah lagi.Tidak menunggu lama, pria paruh baya yang lain membunuh Komandan Yao."Aku... Aku baik-baik."Jawab Lin Chen lemah."Pulihkan dirimu."Pria paruh baya mengangguk dan memperhatikan sekitar.Mereka sedikit terkejut melihat jejak pertarungan Lin Chen dan Komandan Yao.Hal ini menunjukkan Lin Chen juga tidak lebih lemah dari Komandan Yao.Padahal Komandan Yao adalah ahli Bumi bintang 7 tahap puncak."Jaga dirimu, Anak Muda."Memastikan tidak ada Yao di sekitar, kelompok itupun meninggalkan Lin Chen.Mereka harus berburu harta langit.Tidak mungkin menunggu Lin Chen memulihkan diri."Baik Senior. Terima kasih sudah menolongku."Jawab Lin Chen membuka mata.Setelah semua orang pergi, dia kembali menutup mata dan memulihkan d
Lin Chen berusaha bangkit dan melarikan diri.Tapi penglihatannya mulai buram.Sekujur tubuhnya juga gemetar karena rasa sakit."Bajingan. Aku tidak boleh mati dua kali."Lin Chen menggertakkan gigi dan bertopang pada pedang kembarnya.Namun, lututnya gemetar dan tidak mampu berdiri.Bugh...Lin Chen jatuh berlutut ke tanah dengan keras.Sedangkan kelima Yao menatap buas dan mendekatinya."Matilah bocah!"Whush...Salah satu Yao melesat dengan cakar yang dilapisi Energi Qi."Bajingan! Kalian yang memaksaku!"Whush Bomm!Kekuatan yang dia pendam selama ini, akhirnya tidak ditahan lagi oleh Lin Chen.Dia menelan Pil Pemulih dan melepaskan kekuatan puncaknya.Segera, aura Ahli Bumi bintang 6 tahap puncak meledak dari tubuhnya.Ternyata, pemuda berjiwa tua ini menerobos hingga Ahli Bumi bintang 6 tahap puncak.Namun, dia menekan kultivasinya sejak masih di dalam jurang.4 Butir Pil Peledak Energi yang ditinggalkan Jian Lie dulu, dibagi menjadi 23 bagian dan digunakan untuk menerobos.Dan
Di Makam Kuno. Whush... Lin Chen muncul di sebuah hutan lebat. Setibanya di sana, yang terlihat di sekitarnya hanyalah hutan lebat yang sangat luas. Pepohonan raksasa menjulang tinggi hingga menutupi langit. Energi Qi di tempat itu juga jauh lebih pekat dibandingkan Dunia luar. "Bahkan Energi Qi di sini beberapa kali lebih murni dari Kota Giok." Ucapnya pelan. Tiba-tiba suara langkah terdengar dari balik pepohonan. Beberapa sosok manusia muncul dari arah berbeda. Lin Chen melompat ke pohon dan memperhatikan mereka. Dari pakaian yang mereka kenakan, sepertinya mereka berasal dari wilayah yang berbeda. "Cari dan bunuh mereka semua!" Tiba-tiba terdengar suara perintah yang menggelegar. Lalu diikuti raungan mengerikan yang mengguncang hutan. Tanah bergetar ringan dan dedaunan di pepohonan berjatuhan. "Apa itu?" Semua orang langsung menegang. Dari balik pepohonan, puluhan bayangan hitam muncul dari sana. Saat mereka semakin dekat, semua orang akhirnya b
3 hari kemudian.Setelah melalui berbagai rintangan selama 3 hari, akhirnya Lin Chen menemukan sebuah Kota.Dia melihat tembok tinggi berdiri kokoh dari kejauhan.Gerbang raksasa terbuka lebar dan para pengunjung keluar masuk tanpa henti."Akhirnya aku menemukan Kota."Gumamnya membatin pelan.Kota yang dilihatnya adalah Kota Giok.Dan Kota Giok adalah salah satu Kota besar di wilayah selatan Kerajaan Yan.Setelah beristirahat dan menatap Kota sejenak, Lin Chen melompat turun dan berjalan kaki ke Kota."Identitasnya."Setibanya di sana, Lin Chen ditahan dan diperiksa prajurit Kota.Dia pun mengeluarkan Lencana Klan Lin di Kota Perak sebagai identitas."2 koin perak."Ucap prajurit meminta pajak masuk Kota.Lin Chen mengangguk dan membayarnya. kemudian berjalan masuk kedalam Kota.Begitu melewati Gerbang, suasana ramai pun langsung menyambutnya."Ramuan tingkat rendah! Ramuan segar!""Senjata berkualitas tinggi! Lihat dulu sebelum pergi!""Kulit binatang Iblis murah!"Suara para pedaga
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビュー