Share

1268. Part 10

last update Tanggal publikasi: 2025-05-16 01:01:20

"Apa yang kau lihat?"

"Seruling Malaikat itu digunakan oleh Raja Tumbal."

"Oh...?!" Baraka Sinfing mulal menegang.

"Kemarin lusa aku melihat pertarungan antara orang-orang Pasir Tawu dengan Raja Tumbal. Sepuluh orang murid Pasir Tawu hancur berkeping-keping begitu mendengar suara seruling maut itu. Anehnya, orang yang ada di dekatnya persis tidak terluka sedikit pun! Padahal menurut perhitunganku, orang yang berdiri di dekat Raja Tumbal jelas mendengar denging seruling le

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pendekar Kera Sakti   1628. Part 6

    Orang kerempeng yang menjadi lawan Pinang Sari itu memakai jubah coklat tua yang lusuh dengan celana merah tanpa baju dalam. Tulang iganya kelihatan bertonjolan. Wajahnya tampak angker, karena matanya biar kecil tapi memancarkan kebengisan. Rambutnya kucal, tipis, panjang sebatas punggung. Lelaki itu menyelipkan senjata di pinggangnya berupa pedang lengkung panjangnya satu lengan, tapi ukurannya cukup kecil. Pedang itu belum dicabutnya, ia masih menggunakan tangan kosong dalam melawan Pinang Sari. Tangannya itu bagaikan besi yang mampu membuat pohon yang terhantam menjadi somplak besar. Pinang Sari masih tampakkan kelincahannya dengan melenting ke atas dan bersalto hindari serangan orang kurus itu.Wuukkk...!Pinang Sari mendarat ke belakang orang kurus itu dalam jarak lima langkah. Orang kurus itu segera balikkan badan dan sentakkan satu tangannya ke depan.Wuuttt...!Slaapp...! Sinar merah lurus tanpa putus keluar dari tangan telapak tangannya. Sinar se

  • Pendekar Kera Sakti   1627. Part 5

    "Dulu aku pernah mengabdi kepada sang Adipati sebagai juru taman. Tapi baru tiga purnama sudah dipecat, karena aku dianggap malas kerjaku hanya nonton Branjang Kawat melatih ilmu kanuragan kepada para prajurit kadipaten. Setelah beberapa waktu berlalu, tiba-tiba aku dicari mereka kembali dan ditangkap atas tuduhan mencuri sebuah pusaka. Padahal waktu aku pergi dari istana kadipaten, aku tidak mencuri apa-apa kecuali sebungkus nasi untuk bekal di perjalanan.""Pusaka apa maksudnya?" Baraka makin tertarik."Nama pusaka itu adalah Kapak Kubur."Baraka terkejut mendengar nama pusaka tersebut. "Kapak Kubur pernah kudengar dari mulut Ayunda?" pikirnya, "Kalau tak salah ingat, seseorang yang mempunyai ilmu 'Mahkota Neraka' hanya bisa dibunuh oleh Kapak Kubur. Dan ilmu 'Mahkota Neraka' dimiliki oleh Gandapura, manusia titisan raksasa yang doyan makan daging manusia dan sekarang kabarnya sedang mengamuk di Pulau Jelaga. Tapi, apa benar Kapak Kubur pernah dimiliki oleh Ad

  • Pendekar Kera Sakti   1626. Part 4

    Kini tali penjerat leher sudah dikalungkan. Baraka tetap tenang tanpa lakukan pemberontakan apa pun, tanpa perasaan sedih sedikit pun. Mereka memandang dengan penuh rasa kagum, namun ada juga yang punya rasa tak suka menganggap Baraka bocah bodoh yang menjengkelkan hati."Hukuman gantung sebagai wakil si Tua Bangka segera dilaksanakan!" teriak ketua prajurit."Sattuuu... duaaa... tigaaa...!"Singa Parna tidak menarik bangku yang diinjak Baraka, melainkan menendangnya sebagai luapan kejengkelan hatinya tadi.Braakk...!Kaki bangku patah seketika setelah ditendang Singa Parna. Maka tubuh Baraka pun tergantung, lehernya terjerat tali gantungan.Seettt...!"Huuu...!" orang-orang menggumam puas."Mampuslah kau!" teriak yang jengkel."Selamat jalan, Bocah gila!" seru yang lain.Tua Bangka tertegun bengong melihat tubuh Baraka tergantung dengan kepala terkulai mata terpejam, tapi mulutnya tidak menganga. Baraka bahkan se

  • Pendekar Kera Sakti   1625. Part 3

    Si ketua prajurit keluarkan perintah kepada petugas penggantungan, "Singa Parna, hancurkan mulutnya!"Orang berbadan kekar tanpa baju yang ternyata bernama Singa Parna itu segera melayangkan pukulannya lurus ke mulut Baraka.Wuuuttt...!Baraka menghindar dengan meliukkan badan seperti kera yang ingin tumbang.Weesss...!Pukulan itu tidak mengenai sasaran. Baraka tetap di tempat. Ketika tegak kembali, kaki Singa Parna menyambutnya dengan tendangan lurus ke depan.Wuuttt...!Badan si tampan itu meliuk kembali bagaikan orang mabuk sempoyongan.Weesss...!Tendangan itu meleset kembali. Singa Parna menjadi tambah jengkel. Maka diserangnya Pendekar Kera Sakti dengan pukulan dan tendangan secara bertubi-tubi.Wuuutt, wuutt, wesss...! Wuuk, wukk, wuuss...!Tak ada satu pun serangan yang bisa kenai tubuh Pendekar Kera Sakti. Padahal kaki Baraka tidak bergeser sedikit pun, hanya badannya yang meliuk-liuk dengan cepat

  • Pendekar Kera Sakti   1624. Part 2

    "Saudara-saudara sekalian, hari ini saudara-saudara akan menjadi saksi keadilan Kanjeng Adipati kita dengan menyaksikan acara penggantungan atas diri si Tua Bangka ini. Sekali lagi perlu ditegaskan, bahwa Tua Bangka dijatuhi hukuman gantung karena mencoba memperkosa Gusti Ayu Trahsumuning, yaitu istri Kanjeng Adipati Janarsuma.""Setuju! Setuju! Gantung saja penjahat tak tahu kesusilaan itu!""Sebelum acara penggantungan dimulai, mari kita mengheningkan cipta sebentar untuk mendoakan semoga arwah Tua Bangka diterima di sisi Yang Maha Kuasa. Berdoaaa... mulai!""Tunggu, tunggu...!" seru salah seorang. “Tidak usah didoakan. Arwah orang jahat biarkan saja masuk neraka!""Benar. Iya, benar tak usah didoakan!" sahut yang lain."Baiklah. Kalau begitu, hukuman gantung akan segera dimulai. Tapi sebelumnya, mari kita dengar kesan dan pesan dari orang yang akan kita gantung ini....""Aah... tak usah, tak usah...!" seru mereka. "Langsung gantung saja!

  • Pendekar Kera Sakti   1623. KAPAK KUBUR

    LEBIH dari dua puluh orang mengarak seorang kakek berusia sekitar tujuh puluh tahun. Kakek berbadan kurus dan mengenakan pakaian abu-abu itu dalam keadaan tubuhnya dililit tali, hingga kedua tangannya tak bisa bergerak. Lehernya dikalungi tambang lalu dituntun seperti menuntun kambing bandot."Gantung dia! Gantung saja! Ayo, gantung! Sekali gantung tetap gantung!" seru mereka bersahutan dengan hentak-hentakkan kepalan tangannya ke atas.Para pengarak itu bukan saja terdiri dari orang dewasa, malah ada yang masih remaja ikut-ikutan mengarak dan berteriak. Tapi yang menuntun kakek berambut putih pendek itu adalah seseorang yang berseragam keprajuritan, membawa pedang di pinggang. Sedangkan beberapa prajurit bertombak mengamankan daerah sekeliling. Dari ciri pakaiannya dapat diketahui bahwa mereka adalah prajurit-prajurit Kadipaten Balungan, adipatinya masih berusia sekitar lima puluh tahun kurang, bernama Adipati Janarsuma.Wajah tua yang digiring ke bukit tak seberapa tinggi itu tampak

  • Pendekar Kera Sakti   1367. Part 22

    "Kumohon hentikan amarahmu, Raja Maut!" pinta Baraka masih ingin mengalah.Tetapi Raja Maut rupanya sudah telanjur marah. Sehingga ia tidak berkata apa-apa melainkan segera lepaskan serangan kembali kearah Baraka. Kali ini ia menyerang dengan cara bergerak cepat bagaikan menghilang dan tah

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
  • Pendekar Kera Sakti   1385. Part 18

    PANORAMA pantai menjelang sore dihiasi cahaya merah tembaga. Matahari yang mulai di ambang cakrawala menyiramkan cahayanya bagai sedang melukis langit dengan warna merah lembayung. Di atas gugusan batu karang dalam ketinggian tebing yang cukup curam, sesosok tubuh berdiri tegak mematung, pandanga

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
  • Pendekar Kera Sakti   1390. Part 23

    Hanya Pendekar Kera Sakti dan Batuk Maragam yang kelihatan tenang. Bahkan Pendekar Kera Sakti dengan santainya menggaruk-garuk pantatnya bagai tidak hiraukan orang-orang di atas kapal tersebut."Masih ingat aku, Batuk Maragam?!" seru orang gundul itu."Rasanya cukup sulit melupakanm

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
  • Pendekar Kera Sakti   1382. Part 15

    "Dan kau, Pendekar Kera Sakti...!" Nyai Sunti Rahim menuding Baraka yang menggeliat kesakitan. "Seharusnya kau mati di depan gurumu karena muridku Perawan Tanpa Tanding itu akhirnya tak tertolong juga karena ulahmu melenyapkan kedua ilmu itu, dan melenyapkan nyawa muridku. Aku tak sabar melihat l

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status