Share

1669. Part 23

last update publish date: 2026-07-28 01:01:51

"Bagaimana kau bisa tahu semua itu, Ki Sanupati?" tanya Baraka bersikap menyelidik.

"Pendeta Jantung Dewa dan Pendeta Mata Lima adalah sahabat karibku, satu perguruan beda tingkatan. Jangan tanya tinggi mana tingkatan mereka dengan tingkatanku, aku tak mau menjawabnya!" sergah Tua Bangka yang agaknya merahasiakan soal tingkatannya itu.

"Jadi, secara tidak langsung sebenarnya Dewi Kapas Ayu adalah lawanku juga, karena rencongnya itu yang akan menandingi Kapak Kubur-ku!" kata Tua

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Kera Sakti   1669. Part 23

    "Bagaimana kau bisa tahu semua itu, Ki Sanupati?" tanya Baraka bersikap menyelidik."Pendeta Jantung Dewa dan Pendeta Mata Lima adalah sahabat karibku, satu perguruan beda tingkatan. Jangan tanya tinggi mana tingkatan mereka dengan tingkatanku, aku tak mau menjawabnya!" sergah Tua Bangka yang agaknya merahasiakan soal tingkatannya itu."Jadi, secara tidak langsung sebenarnya Dewi Kapas Ayu adalah lawanku juga, karena rencongnya itu yang akan menandingi Kapak Kubur-ku!" kata Tua Bangka lagi."Kalau begitu, kita cari Dewi Kapas Ayu itu sebelum para tabib binasa oleh keganasan racun pada rencongnya!" kata Baraka penuh semangat. Ia bahkan memeluk Salju Kelana dari samping sebagai ungkapan rasa lega, bahwa pemilik rencong ternyata bukan gadis yang mirip Hyun Jelita itu."Tunggu sebentar," kata Tua Bangka dengan dahi berkerut seperti teringat sesuatu. "Ketika aku dikejar-kejar oleh orang kadipaten, aku sempat melihat ia bergerak ke arah timur. Tapi tak kupeduli

  • Pendekar Kera Sakti   1668. Part 22

    "Oo... pantas," Baraka manggut-manggut.Claaap...! Blegaar...!Dua orang itu gagal lagi menyerang dari jarak jauh. Akhirnya mereka bosan dan salah seorang berkata, "Sudah, tinggalkan saja dia! Kalau yang lain bertanya, bilang saja ia pergi entah ke mana. Larinya sangat cepat!"Baraka tersenyum mendengar ucapan lirih orang itu. Tapi ia segera memperhatikan Tua Bangka dan berkata, "Sebenarnya apa yang membuat Adipati Janarsuma bernafsu sekali ingin mendapatkan pusaka Kapak Kubur itu?""Dia ingin balas dendam kepada Gandapura, karena anak angkatnya yang tunggal itu diculik oleh orangnya Gandapura dan dimakannya. Kepalanya dipulangkan ke istana kadipaten. Jadi ia bernafsu sekali ingin dapatkan senjata yang dapat untuk melawan titisan raksasa itu, tanpa ia bercermin diri bahwa banyak kepala orang yang dipenggalnya pada saat ia melebarkan wilayah merebut kekuasaan para tumenggung. Kupikir anak angkatnya yang disantap Gandapura merupakan upah perbuatan kejinya s

  • Pendekar Kera Sakti   1667. Part 21

    Pendekar Kera Sakti diliputi kebimbangan yang meresahkan, sambil tetap membiarkan tubuhnya berdiri tegak diguyur air pancuran dengan segarnya. Sementara itu, Salju Kelana seakan ingin mendekat, ingin memandanginya lekat-lekat, namun gadis itu tak berani lakukan untuk melompat turun ke sungai. Barangkali takut terpeleset, atau ia merasa lebih suka duduk sambil membayangkan Baraka mandi.Yang jelas gadis itu segera berkata, "Sepertinya kau masih menuduhku sebagai pembunuh para tabib itu, Baraka. Setega itukah kau mencurigaiku!""Dari mana kau tahu kalau aku masih mencurigaimu?""Detak jantungmu sedikit lebih cepat dari biasanya. Benar, bukan?"Baraka tak berani menjawab. Ia bahkan semakin resah.-o0o-SEORANG lelaki tua berusia sekitar tujuh puluh tahun melepaskan pukulan tenaga dalamnya berupa sinar biru yang melingkar-lingkar. Pukulan itu terlepas dari telapak tangan kirinya dan menerjang dua orang penunggang kuda yang bersebelahan.S

  • Pendekar Kera Sakti   1666. Part 20

    "Bertahanlan sampai kita mencari daratan, Baraka ""Sekarang sudah sampai di darat. Aku jangan diseret terus!" geram Baraka bernada jengkel sambil menahan sakit."O, maaf. Aku tidak tahu kalau sudah sampai di darat. Kau sendiri mengapa masih memegangi tongkatku terus sehingga terseret-seret!"Baraka menggerutu tak jelas. Badannya terbungkus lumpur hitam berbau rumput. Namun ia tidak peduli dan segera menggulingkan tubuh beberapa kali dengan susah payah, lalu mencapai suling mustikanya.Baraka segera menyalurkan hawa ‘Kristal Bening’-nya tanpa mempedulikan dirinya tubuhnya yang masih diselimuti lumpur hitam. Ia tetap tidak peduli, yang penting mengobati luka dalamnya dulu dan rasa sakit di dada mulai berkurang.Baraka duduk di tanah bersandarkan pohon. Napasnya masih terengah-engah, walau rasa sakitnya semakin ringan. Ia tertegun membayangkan hampir mati terhisap lumpur hidup kalau tak ditolong oleh Salju Kelana.Gadis itu mencoba

  • Pendekar Kera Sakti   1665. Part 19

    Di luar dugaan, dari kedua mata Nyai Sumbar Keramat keluar dua baris sinar merah sebesar lidi, lurus tanpa putus. Baraka sempat terperanjat, lalu cepat-cepat menyilangkan suling mustikanya ke arah depan mata, sebab kedua sinar merah itu ingin menembus mata Baraka.Dengan menyilangnya suling mustika yang digenggam dengan kedua tangan itu, maka kedua sinar merah pun kembali menghantam suling mustika secara bersamaan.Jgaaarrr...!Sinar biru lebar melesat dari suling mustika itu. Sinar biru lebar itu merupakan percikan dari perpaduan tenaga sakti dalam suling mustika dengan dua sinar merah. Sinar biru lebar melesat ke depan dan di luar dugaan menghantam tubuh Nyai Sumbar Keramat.Zrruuub...!"Aaaahg...!" Nyai Sumbar Keramat terpental terbang sambil memekik. Tubuhnya berasap dan jatuh di semak-semak."Guruuu...!" teriak Anggani dengan tegang sekali. Ia berlari menghampiri gurunya yang terperosok di semak-semak. Bahkan sebagian semak-semak itu te

  • Pendekar Kera Sakti   1664. Part 18

    Pendekar Kera Sakti cemaskan jiwa Salju Kelana, sebab gadis itu terdesak sampai di dekat rawa. Padahal Baraka tahu rawa itu adalah genangan lumpur hidup yang mampu menyedot manusia yang jatuh ke dalamnya. Jika sampai Salju Kelana jatuh ke lumpur hidup, habislah riwayatnya. Pasti ia akan semakin ditenggelamkan oleh Nyai Sumbar Keramat dengan caranya sendiri.Tak ada pilihan lain bagi Baraka selain menghambur dalam pertarungan itu demi menyelamatkan Salju Kelana. Dengan gerakan yang amat cepat melebihi anak panah, Baraka berhasil melesat dan dalam sekejap tiba di samping Salju Kelana.Zlapp...! Jleeg...!"Hentikan, Nyai!" sentak Baraka dengan suara menggelegar. Sentakan suara itu membuat jantung Sang Guru terhentak pula dan gerakannya pun terhenti. Baraka segera meraih tangan Salju Kelana dan menariknya."Diam di belakangku!" perintah Baraka dengan mata tetap memandang ke arah Nyai Sumbat Keramat."O, rupanya apa kata muridku memang benar. Pendekar K

  • Pendekar Kera Sakti   960. Part 14

    Wadal membatin dalam hatinya, "Celaka! Bagaimanapun tingginya ilmuku, tak mungkin aku bisa melawan dia! Dia seperti angin, tak bisa disentuh dan dilukai! Kalau begini caranya aku bisa mati di tangannya! Sebaiknya aku melarikan diri saja sebelum kutemukan jurus maut untuk menandingi ilmunya itu!"

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Pendekar Kera Sakti   947. KIDUNG MANTERA GAIB

    MENYUSURI sungai bening merupakan salah satu dari beberapa kegemaran Baraka. Pendekar Kera Sakti sangat menyukai dengan kebeningan, terlebih kebeningan yang mengandung ketenangan. Karena jiwanya senantiasa merindukan sebentuk kehidupan yang tenang, damai, dan menyegarkan di antara sesama. Tetapi

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Pendekar Kera Sakti   957. Part 11

    "Kutitiskan ilmu ini kepadamu, Tulang Neraka! Karena kulihat kau sangat berkemauan keras untuk memilikinya. Jika kau mempelajarinya, tak akan berhasil sebelum mencapai seribu hari. Tetapi, batinmu terbaca olehku, betapa ingin kau memiliki ilmu 'Kidung Mantera Gaib', karenanya kutitiskan kepadamu

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Pendekar Kera Sakti   953. Part 7

    Wrettt...! Dan tiba-tiba lengan si baju kuning berdarah. Lengan itu koyak tertebas pedang si jubah hijau"Hmm...! Tak seimbang!" kata Pendekar Kera Sakti dalam hati. "Bisa mampus itu si baju kuning! Jubah hijau bukan lawannya...! Dan... dan... oh, hampir aku lupa! Aku harus cepat-cepat mem

    last updateLast Updated : 2026-03-29
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status