Sumpah Darah Sang Pewaris Takhta

Sumpah Darah Sang Pewaris Takhta

last updateLast Updated : 2026-02-25
By:  FrandsOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
7Chapters
4views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Lahir tanpa bisa mengalirkan chi di tubuhnya membuat Dao Kian dianggap tak pantas menjadi penerus takhta kerajaan Taiyang. Hal itu menjadi salah satu pemicu pemberontakan yang dilakukan oleh Panglima Kerajaan yang ambisius dan memiliki kultivasi tingkat tinggi. Sang Pangeran Dao Kian harus hidup dalam pelarian tanpa kekuatan selama bertahun-tahun. Namun setelah penantian panjang, akhirnya Dao Kian mendapat sebuah cara untuk membangkitkan kekuatannya meski hal itu membahayakan dirinya dan ketenangan hidupnya yang mulai terbiasa sebagai rakyat biasa.

View More

Chapter 1

Bab 1 – Kudeta dan Pengorbanan Ratu

“Cari anak itu! Kita tidak boleh membiarkan sisa benih Dao Tian hidup!” Teriak seorang komandan dengan suara kasar.

Sementara itu, di balik tirai balkon seorang anak berusia 7 tahun sedang berusaha menyembunyikan diri dengan jantung yang berdetak kencang. Bau besi dan daging terbakar menggantung di udara, memenuhi istana megah Kerajaan Taiyang yang kini menjadi lapangan pembantaian.

“Tidak... Apa yang sedang dilakukan Panglima?” Desis anak itu, matanya yang berkaca-kaca terus mengintip dari celah tirai menyaksikan pemberontakan yang kejam.

Di tengah aula, seorang pria berdiri dengan sikap tegar. Wajahnya penuh kedamaian yang aneh, meski jubahnya berlumuran darah.

Dia adalah raja dari kerajaan Taiyang bernama Dao Tian dari dinasti Dao.

Dinasti Dao sudah memimpin kerajaan Taiyang sejak awal berdiri pada dua ratus tahun yang lalu. Selama ini Dinasti Dao selalu melahirkan pewaris yang unggul sehingga mampu menjadi kerajaan terbesar di seluruh daratan Lianhua.

Namun Dao Tian menjadi satu-satunya raja yang tak mampu mendapat keturunan yang cakap untuk mewarisi tahtanya. Hal itu menjadi salah satu pemicu pemberontakan ini terjadi saat ini.

“Sudah cukup, Raja Dao Tian,” Zhuo Mao muncul di hadapan Dao Tian dengan langkah mantap. “Kepemimpinan dinasti Dao telah berakhir ketika kau tak mampu mempunyai keturunan yang layak.”

Dao Tian tetap tenang dengan menggenggam pedang di tangannya, meski di hadapannya kini berdiri Zhuo Mao—pemimpin pemberontakan. Seorang panglima perang kerajaan Taiyang yang terkenal sebagai kultivator tingkat tinggi.

“Apa yang membuatmu berpikir kalau seorang pemimpin itu harus kuat? Kekuatan tanpa kebijaksanaan adalah bencana Zhuo Mao!” Jawab Dao Tian dengan tegas.

“Hahaha... kebijaksanaan?” Zhuo Mao tertawa. “Kau menyebut seorang putra yang tak bisa mengalirkan chi dalam tubuhnya sebagai penerus? Apa itu hal yang bijaksana? Itu lelucon!”

Kata-kata Zhuo Mao terasa perih dan menyayat hati saat anak yang sedari tadi bersembunyi di balik tirai mendengarnya. Ia hanya bisa menunduk, malu dan marah.

Ya, anak itu adalah anak dari raja Dao Tian bernama Dao Kian.

“Dao Kian memiliki hal lain yang lebih berharga,” bantah Dao Tian.

“Hahahahaha! Kekuatan dan kesaktian adalah segalanya.” Zhuo Mao tertawa semakin keras. “Serahkan mahkotamu! Aku akan membangun kerajaan ini dengan lebih baik dan akan membiarkan istri dan anak bodohmu itu tetap hidup sebagai budakku.”

Raja Dao Tian mengerutkan kening. “Aku mengenalmu, Zhuo Mao. Ucapanmu hanya omong kosong.”

Wajah Zhuo Mao berubah geram. “Kalau begitu, matilah sebagai raja yang membawa aib!”

Zhuo Mao merapal sebuah segel dengan gerakan tangan yang begitu cepat. Seberkas cahaya merah menyala dari telapak tangan Zhuo Mao, membentuk sebuah tombak yang dilapisi cahaya menyilaukan. Saking silaunya, Dao Kian yang masih di balik tirai harus menutup matanya dengan lengan.

Zhuo Mao memutar tombaknya sementara Raja Dao Tian mengangkat pedangnya dengan posisi bertahan.

Wush...

Satu hentakan Zhuo Mao melesat menerjang ke arah Dao Tian.

Tombak Zhuo Mao berbenturan dengan pedang Dao Tian hingga menciptakan kilatan-kilatan cahaya merah milik Zhuo Mao dan biru milik Dao Tian. Tapi kekuatan mereka memang tak seimbang hanya dalam hitungan detik.

CRACK!

Suara patah yang mengerikan. Pedang raja hancur berkeping-keping. Kemudian tombak Zhuo Mao berhasil menembus dada pemimpin kerajaan Taiyang.

Raja Dao Tian terenyak, matanya masih terbuka lebar menatap ke arah balkon tempat Dao Kian bersembunyi. Bibirnya bergetar seakan membentuk kata ‘lari’.

“Ayah! Tidak!” teriak Dao Kian tanpa sadar justru melompat keluar dari persembunyiannya.

Semua kepala menengok ke arahnya Zhuo Mao menarik tombaknya yang sebelumnya tertancap di tubuh raja. Senyum puas juga mengembang di wajahnya.

“Ah, akhirnya si tikus kecil keluar dari sarangnya. Jadi aku tak perlu repot-repot mencarimu.” Kata Zhuo Mao.

Dao Kian gemetar hebat, tak mampu berlari untuk menyelamatkan diri.

Seorang prajurit segera menangkap Dao Kian yang meronta. Ia digiring hingga berjarak beberapa langkah dari tubuh ayahnya yang mulai sekarat.

“Aku akan bermurah hati agar kalian bisa mati bersama.” Lanjut Zhuo Mao.

Tangan kanannya mengangkat pedang dengan sangat tinggi.

Bersiap mengarah ke leher kecil Dao Kian yang ketakutan.

“Berhenti!”

Sebuah suara melengking menghentikan gerakan Zhuo Mao.

Ratu Mei Li muncul dari pintu samping dengan wajah pucat dan air mata yang mengalir. Seketika dia berlari dan menubruk tubuh kecil Dai Kian, lalu memeluknya erat-erat.

“Oh, Ratu Mei Li,” kata Zhuo Mao. Suaranya tiba-tiba berubah sedikit lembut. “Apa kau juga ingin mengantar kematian bocah ini?”

Mata Zhuo Mao menyapu tubuh ratu yang terlihat anggun diselimuti jubah panjang. Namun tatapan Zhuo Mao penuh dengan nafsu yang tak bisa disembunyikan. Bagaimana tidak? Ratu Mei Li adalah wanita paling cantik di kerajaan Taiyang. Wajahnya seperti bidadari-bidadari surgawi.

“Aku mohon jangan bunuh dia, Zhuo Mao,” desis Mei Li sambil memeluk Dao Kian yang menggigil.

Zhuo Mao mengalihkan pandangannya ke arah tubuh Raja Dao Tian yang sudah dingin di lantai. Lalu kembali ke Mei Li dan Dao Kian.

“Baik,” akhirnya Zhuo Mao bersuara. Suaranya lebih rendah dari sebelumnya. “Aku tidak akan membunuh dia. Tapi... kau harus jadi penggantinya.”

Mei Li membeku. “Apa?”

“Aku ingin kau menjadi milikku. Istriku. Permaisuriku,” kata Zhuo Mao dengan mata menyala penuh kemenangan dan nafsu.

Mei Li terlihat seperti ditampar. Dia menoleh, memandangi suaminya yang sudah tak bernyawa di lantai, darahnya menggenang pelan. Air mata masih mengalir semakin deras. Dia melihat wajah Dao Kian yang makin buruk dalam pelukannya.

Pilihan apa yang dia punya? Melihat anaknya mati sekarang, atau menjual dirinya untuk memberinya kesempatan hidup?

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status