LOGINLahir tanpa bisa mengalirkan chi di tubuhnya membuat Dao Kian dianggap tak pantas menjadi penerus takhta kerajaan Taiyang. Hal itu menjadi salah satu pemicu pemberontakan yang dilakukan oleh Panglima Kerajaan yang ambisius dan memiliki kultivasi tingkat tinggi. Sang Pangeran Dao Kian harus hidup dalam pelarian tanpa kekuatan selama bertahun-tahun. Namun setelah penantian panjang, akhirnya Dao Kian mendapat sebuah cara untuk membangkitkan kekuatannya meski hal itu membahayakan dirinya dan ketenangan hidupnya yang mulai terbiasa sebagai rakyat biasa.
View More“Cari anak itu! Kita tidak boleh membiarkan sisa benih Dao Tian hidup!” Teriak seorang komandan dengan suara kasar.
Sementara itu, di balik tirai balkon seorang anak berusia 7 tahun sedang berusaha menyembunyikan diri dengan jantung yang berdetak kencang. Bau besi dan daging terbakar menggantung di udara, memenuhi istana megah Kerajaan Taiyang yang kini menjadi lapangan pembantaian. “Tidak... Apa yang sedang dilakukan Panglima?” Desis anak itu, matanya yang berkaca-kaca terus mengintip dari celah tirai menyaksikan pemberontakan yang kejam. Di tengah aula, seorang pria berdiri dengan sikap tegar. Wajahnya penuh kedamaian yang aneh, meski jubahnya berlumuran darah. Dia adalah raja dari kerajaan Taiyang bernama Dao Tian dari dinasti Dao. Dinasti Dao sudah memimpin kerajaan Taiyang sejak awal berdiri pada dua ratus tahun yang lalu. Selama ini Dinasti Dao selalu melahirkan pewaris yang unggul sehingga mampu menjadi kerajaan terbesar di seluruh daratan Lianhua. Namun Dao Tian menjadi satu-satunya raja yang tak mampu mendapat keturunan yang cakap untuk mewarisi tahtanya. Hal itu menjadi salah satu pemicu pemberontakan ini terjadi saat ini. “Sudah cukup, Raja Dao Tian,” Zhuo Mao muncul di hadapan Dao Tian dengan langkah mantap. “Kepemimpinan dinasti Dao telah berakhir ketika kau tak mampu mempunyai keturunan yang layak.” Dao Tian tetap tenang dengan menggenggam pedang di tangannya, meski di hadapannya kini berdiri Zhuo Mao—pemimpin pemberontakan. Seorang panglima perang kerajaan Taiyang yang terkenal sebagai kultivator tingkat tinggi. “Apa yang membuatmu berpikir kalau seorang pemimpin itu harus kuat? Kekuatan tanpa kebijaksanaan adalah bencana Zhuo Mao!” Jawab Dao Tian dengan tegas. “Hahaha... kebijaksanaan?” Zhuo Mao tertawa. “Kau menyebut seorang putra yang tak bisa mengalirkan chi dalam tubuhnya sebagai penerus? Apa itu hal yang bijaksana? Itu lelucon!” Kata-kata Zhuo Mao terasa perih dan menyayat hati saat anak yang sedari tadi bersembunyi di balik tirai mendengarnya. Ia hanya bisa menunduk, malu dan marah. Ya, anak itu adalah anak dari raja Dao Tian bernama Dao Kian. “Dao Kian memiliki hal lain yang lebih berharga,” bantah Dao Tian. “Hahahahaha! Kekuatan dan kesaktian adalah segalanya.” Zhuo Mao tertawa semakin keras. “Serahkan mahkotamu! Aku akan membangun kerajaan ini dengan lebih baik dan akan membiarkan istri dan anak bodohmu itu tetap hidup sebagai budakku.” Raja Dao Tian mengerutkan kening. “Aku mengenalmu, Zhuo Mao. Ucapanmu hanya omong kosong.” Wajah Zhuo Mao berubah geram. “Kalau begitu, matilah sebagai raja yang membawa aib!” Zhuo Mao merapal sebuah segel dengan gerakan tangan yang begitu cepat. Seberkas cahaya merah menyala dari telapak tangan Zhuo Mao, membentuk sebuah tombak yang dilapisi cahaya menyilaukan. Saking silaunya, Dao Kian yang masih di balik tirai harus menutup matanya dengan lengan. Zhuo Mao memutar tombaknya sementara Raja Dao Tian mengangkat pedangnya dengan posisi bertahan. Wush... Satu hentakan Zhuo Mao melesat menerjang ke arah Dao Tian. Tombak Zhuo Mao berbenturan dengan pedang Dao Tian hingga menciptakan kilatan-kilatan cahaya merah milik Zhuo Mao dan biru milik Dao Tian. Tapi kekuatan mereka memang tak seimbang hanya dalam hitungan detik. CRACK! Suara patah yang mengerikan. Pedang raja hancur berkeping-keping. Kemudian tombak Zhuo Mao berhasil menembus dada pemimpin kerajaan Taiyang. Raja Dao Tian terenyak, matanya masih terbuka lebar menatap ke arah balkon tempat Dao Kian bersembunyi. Bibirnya bergetar seakan membentuk kata ‘lari’. “Ayah! Tidak!” teriak Dao Kian tanpa sadar justru melompat keluar dari persembunyiannya. Semua kepala menengok ke arahnya Zhuo Mao menarik tombaknya yang sebelumnya tertancap di tubuh raja. Senyum puas juga mengembang di wajahnya. “Ah, akhirnya si tikus kecil keluar dari sarangnya. Jadi aku tak perlu repot-repot mencarimu.” Kata Zhuo Mao. Dao Kian gemetar hebat, tak mampu berlari untuk menyelamatkan diri. Seorang prajurit segera menangkap Dao Kian yang meronta. Ia digiring hingga berjarak beberapa langkah dari tubuh ayahnya yang mulai sekarat. “Aku akan bermurah hati agar kalian bisa mati bersama.” Lanjut Zhuo Mao. Tangan kanannya mengangkat pedang dengan sangat tinggi. Bersiap mengarah ke leher kecil Dao Kian yang ketakutan. “Berhenti!” Sebuah suara melengking menghentikan gerakan Zhuo Mao. Ratu Mei Li muncul dari pintu samping dengan wajah pucat dan air mata yang mengalir. Seketika dia berlari dan menubruk tubuh kecil Dai Kian, lalu memeluknya erat-erat. “Oh, Ratu Mei Li,” kata Zhuo Mao. Suaranya tiba-tiba berubah sedikit lembut. “Apa kau juga ingin mengantar kematian bocah ini?” Mata Zhuo Mao menyapu tubuh ratu yang terlihat anggun diselimuti jubah panjang. Namun tatapan Zhuo Mao penuh dengan nafsu yang tak bisa disembunyikan. Bagaimana tidak? Ratu Mei Li adalah wanita paling cantik di kerajaan Taiyang. Wajahnya seperti bidadari-bidadari surgawi. “Aku mohon jangan bunuh dia, Zhuo Mao,” desis Mei Li sambil memeluk Dao Kian yang menggigil. Zhuo Mao mengalihkan pandangannya ke arah tubuh Raja Dao Tian yang sudah dingin di lantai. Lalu kembali ke Mei Li dan Dao Kian. “Baik,” akhirnya Zhuo Mao bersuara. Suaranya lebih rendah dari sebelumnya. “Aku tidak akan membunuh dia. Tapi... kau harus jadi penggantinya.” Mei Li membeku. “Apa?” “Aku ingin kau menjadi milikku. Istriku. Permaisuriku,” kata Zhuo Mao dengan mata menyala penuh kemenangan dan nafsu. Mei Li terlihat seperti ditampar. Dia menoleh, memandangi suaminya yang sudah tak bernyawa di lantai, darahnya menggenang pelan. Air mata masih mengalir semakin deras. Dia melihat wajah Dao Kian yang makin buruk dalam pelukannya. Pilihan apa yang dia punya? Melihat anaknya mati sekarang, atau menjual dirinya untuk memberinya kesempatan hidup?Dao Kian tertegun mendengar tentang hal yang belum pernah diketahui sebelumnya. “Semangka” beracun yang bisa membunuh ketika dilahap. “Ya, mereka sengaja menaruh racun di dada untuk membunuh target mereka.” Jelas Feng Rou. “Padahal itu bagian paling nikmat yang tak bisa ditolak oleh sebagian pria mana pun di dunia ini.” Gerutu Dao Kian. “Tidak boleh, Dao Kian!” Bentak Feng Rou, kali ini wajahnya gelisah. “Racun mereka sangat mematikan dan tak ada penawarnya. Dao Kian terdiam cukup lama. Sebelum akhirnya kembali melanjutkan langkahnya. “Aku tak peduli dengan itu.” Balas Dao Kian akhirnya. “Yang terpenting kita harus menemukan Feiyan terlebih dahulu.” Feng Rou masih gelisah, seolah tahu bahwa Dao Kian pasti tak akan mendengar nasehatnya. Meskipun Dao Kian sudah bisa mengendalikan emosi tapi dia masih belum bisa menahan hasratnya jika sudah muncul. Dengan berat hati, Feng Rou mengikuti Dao Kian yang semakin jauh melewati koridor istana. Ketika sudah sampai di depan g
“Mi‐Mian!” Dao Kian menggoyangkan tubuh yang sudah tergeletak tak berdaya. Ternyata kondisi Mian sudah tak bernyawa. Ada beberapa luka tusukan di tubuh dayang yang pernah berhubungan dengan Dao Kian. Feng Rou berjalan mendekat. “Apakah ini adalah sebuah serangan musuh?” Dao Kian tak menjawab pertanyaan itu. Pikirannya masih mengingat masa indah yang singkat tentang Mian. Feng Rou menepuk pundak Dao Kian dengan lembut. Memberikan semangat dan rasa turut berduka yang mendalam. Namun Feng Rou teringat dengan Feiyan yang juga tinggal di kerajaan itu. Lalu dia berlari cepat masuk ke dalam istana. “Feiyan!” Teriak Feng Rou penuh kekhawatiran. Dao Kian meletakkan jasad Mian dengan perlahan, sebelum akhirnya ikut masuk ke dalam istana menyusul Feng Rou. Masih dengan genangan air mata yang tersisa, penglihatannya menyusuri setiap sudut istana. Mencari keberadaan Feiyan atau siapa saja yang bisa memberikan petunjuk. “Kak Feng!” Dao Kian melihat Feng Rou yang terpaku di depan s
Mereka melihat tumpukan manusia tak bernyawa yang menggunung. Kemungkinan jumlahnya berkisar delapan puluh sampai sembilan puluh.Puluhan jasad itu terdiri dari pria dan wanita yang sengaja disusun bertumpuk.“Mungkinkah Ratu Xiao Lan yang melakukan ini?” Tanya Feng Rou sambil menunjuk bendera kerajaan Yue yang berkibar di tiang bambu yang menancap di salah satu jasad.“Tidak mungkin kalau Xiao Lan melakukan hal sekeji ini!” Bantah Dao Kian menuju dengan keras.Feng Rou kembali waspada sambil memperhatikan sekeliling. Dia berprasangka, mungkin ada petunjuk yang dapat mengungkap siapa pelakunya.Benar saja, Feng Rou menemukan sebuah coret-coret tulisan di sebuah rumah.“Dao Kian! Lihat ini!” Feng Rou mengamati dan membaca tulisan itu.“Aku tahu kau akan kembali dalam waktu dekat. Jika kau membaca pesan ini, datanglah ke puncak bukit Yuan.”Dao Kian juga membaca pesan tersebut. Tapi dalam tulisan itu tidak ada nama penulisnya.“Satu hal yang aku yakini!” Dao Kian menatap tajam ke arah t
Setelah badai nafsu yang terasa abadi itu akhirnya mereda, keheningan kembali menyelimuti ruangan tersebut, hanya menyisakan suara napas mereka yang saling bersahutan. Dao Kian perlahan menarik diri dari tubuh Feng Rou. Feng Rou tergeletak tak berdaya, benar-benar lumpuh oleh kenikmatan. Matanya setengah tertutup, dadanya naik turun dengan cepat, dan kulitnya masih terasa panas. Seluruh energi Feng Rou terkuras habis oleh stamina yang lebih mirip monster daripada stamina manusia.Dao Kian, yang kini merasa jauh lebih tenang, merebahkan tubuhnya di samping Feng Rou. Ia menarik wanita itu ke dalam pelukannya, membiarkan kulit mereka yang berkeringat saling menempel.“Kak Feng...” bisik Dao Kian, suaranya kembali normal namun terdengar lebih berat dan berwibawa.Feng Rou mengeluarkan desahan panjang, menyandarkan kepalanya di dada bidang Dao Kian.“Jangan lagi... aku tidak kuat...” bisiknya dengan nada yang masih serak. “Kau sudah lakukan padaku tiga kali... seolah kau benar-benar meng
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews