Share

650. Part 13

last update Petsa ng paglalathala: 2024-11-15 01:01:40

Tubuh Dewa Racun melengkung ke depan. Punggungnya robek, darah keluar menghitam di rompi bulunya yang juga robek bagai habis digores dengan benda yang amat tajam itu. Dewa Racun limbung menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

"Mampus kau tikus busuuuk...!" teriak Tapak Baja sambil melompat dan hendak menancapkan tombak itu ke punggung Dewa Racun. Pendekar Kera Sakti cepat-cepat melepaskan pukulan jarak jauhnya. Namun, sebelum pukulannya terlepas, tiba-tiba tubuh Tapak Baja tersentak da

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pendekar Kera Sakti   1726. Part 7

    SEJAK berpisah dan berpencar arah dengan Tembang Selayang dan Resi Pakar Pantun, hati Baraka diliputi rasa penasaran ingin segera bertemu dengan yang namanya Gundik Sakti. Rasa ingin menjajal ilmu si Gundik Sakti membuat Baraka mempercepat langkahnya menuju Bukit Sangkur. Untung sang Resi memberinya petunjuk arah menuju Bukit Sangkur dan ciri-ciri lembah berhutan cemara putih, sehingga Baraka merasa tak akan salah langkah."Kau akan melalui dua buah desa," kata sang Resi sebelum berpisah. "Bermalamlah di desa pertama walau hari masih terang. Sebab jika kau lanjutkan perjalananmu, maka kau akan bermalam di hutan dan mencapai desa kedua esok harinya. Tapi jika kau bermalam di desa pertama, maka keberangkatanmu dari desa itu pada esok harinya akan membuatmu tiba di desa kedua di senja hari, dan kau bisa bermalam lagi di desa kedua itu. Lanjutkan perjalanan pada pagi harinya, maka kau akan tiba di Bukit Sangkur menjelang matahari bertengger di atas kepala manusia."Tentu s

  • Pendekar Kera Sakti   1725. Part 6

    Tembang Selayang dan Resi Pakar Pantun sama-sama pandangi Baraka."Ini tugasku; tugas menghancurkan tindak angkara murka dan kekejaman. Kalian tak perlu repot-repot melabrak ke Gua Tumbal Perawan, biar aku saja yang datang ke gua itu."Tembang Selayang mencibir sinis. "Kau tak akan mampu hancurkan Gundik Sakti....""Ilmunya cukup tinggi," sahut Resi Pakar Pantun."Kau lihat sendiri bagaimana ia menghukum pengawalnya yang gagal melumpuhkan diriku tadi? Ia mampu membunuh tanpa terlihat wujudnya, ia menguasai jurus ‘Teropong Pati' dan beberapa jurus lainnya. Bukankah begitu maksudmu, Tembang Selayang?""Yang jelas, Baraka tak akan mampu membunuh perempuan itu, sebab perempuan itu cantik dan tubuhnya sangat mengundang gairah bagi lawan jenisnya. Ia mampu membuat lawan jenisnya bertekuk lutut dengan ilmu pemikat yang dimilikinya, ilmu pemikatnya itu bukan saja untuk lelaki, tapi seorang gadis pun mampu terpengaruh oleh ilmu pemikat-nya, menjadi menurut dibawa ke mana saja, sehingga bagi se

  • Pendekar Kera Sakti   1724. Part 5

    Pencarian mereka dilakukan hingga beberapa saat lamanya. Namun agaknya tak satu pun temukan orang yang dicurigai telah lakukan pembunuhan terhadap beberapa pengawal tandu itu. Tepat di sebuah karang bertebing batu, secara tak sengaja mereka berkumpul kembali dari berbagai arah."Tak ada yang bisa ku lacak," kata Tembang Selayang."Aku pun tak menemukan apa-apa," kata Pendekar Kera Sakti.Sang Resi diam sebentar, kemudian setelah pandangi keadaan sekeliling, ia berkata dengan suara pelan mirip orang menggumam. "Gundik Sakti yang lakukan pembunuhan itu! Pasti dia orangnya.""Mengapa dia lakukan terhadap para pengawalnya sendiri? Mengapa tidak ia lakukan terhadap diri kita?" tanya Tembang Selayang bernada menyanggah pendapat Resi Pakar Pantun."Gundik Sakti merasa kecewa terhadap para pengawalnya yang tak mampu tumbangkan diriku," ujar sang Resi. "Ia merasa sia-sia punya pengawal seperti mereka, lalu merasa lebih baik membuang mereka ke neraka!"

  • Pendekar Kera Sakti   1723. Part 4

    "Benar-benar kosong? Kau tidak bohong?""Bohong," jawabnya pendek dan menjengkelkan.Ploook...! Wajah orang itu dihantam keras-keras oleh pangkal telapak tangan Tembang Selayang, hingga terpental beberapa langkah jauhnya. Tapi orang itu tetap bengong seperti tak pernah mengalami apa-apa.Pengawal yang satu juga direnggut Tembang Selayang, mata gadis itu pancarkan kemarahan lebih tajam lagi. Ia menggertak dengan suara keras, tanpa mengejutkan dan tanpa memancing perhatian para pengawal lainnya yang keadaannya seperti orang linglung itu."Di mana perempuan bejat itu! Jawab...!""Bejat!" jawab orang tersebut dengan agak keras."Kuhabisi masa hidupmu kalau kau main-main denganku. Jawab dengan benar atau kuhabisi masa hidupmu, hah!""Hiduuup...! Hiduuuupp...!" orang itu justru bersorak.Tembang Selayang jengkel sekali dan dihantamnya dada orang itu.Buuuhg...! Wuuuus...! Brruk...!Orang itu jatuh terpuruk tanpa tenaga.

  • Pendekar Kera Sakti   1722. Part 3

    Kemudian gadis berkulit kuning langsat itu maju selangkah dan berseru tertuju pada tandu hitam yang masih tertutup kain hitam tak bergerak sedikit pun sejak tadi. Tandu itu diletakkan di tanah pada tempat yang terbuka tanpa pelindung pohon ataupun semak. Keberadaannya seakan persis di tengah arena pertarungan. "Gundik Sakti, keluar kau dari tandumu! Kita masih punya perkara yang belum selesai!" sentak Tembang Selayang.Setelah ditunggu dua helaan napas tak ada jawaban dan tak ada gerakan apa pun dari tandu hitam itu, Tembang Selayang serukan kata kembali dengan nada marah."Sejak kapan kau jadi pengecut, Gundik Sakti! Keluarlah sekarang juga, kita selesaikan urusan lama kita di sini juga! Kita tentukan siapa yang berhak pergi ke neraka lebih dulu! Cepat keluar!"Tandu hitam tetap tak bergeming. Namun Tembang Selayang makin menjaga kewaspadaannya, karena ia tak ingin terjebak oleh serangan yang bisa muncul sewaktu-waktu dari dalam tandu. Sementara itu, Pendekar K

  • Pendekar Kera Sakti   1721. Part 2

    Gadis itu menatap mata Kadal Ginting dengan tak berkedip. Darah Kadal Ginting bagaikan mengalir cepat, jantung berdetak lamban, nyawanya terasa sedang disedot melalui tatapan mata itu. Rasa takut dan pasrah membuat bagian bawah Kadal Ginting menjadi basah; seluruh keringat mengalir ke paha dan betis bagai diperas dari pori-pori tubuhnya."Jangan main curang kau!" hardik gadis berjubah ungu yang usianya sekitar dua puluh empat tahun itu."Oh, hmmm... eeh... tid... tidak. Aku... aakk... aku tidak bermain curang. Aaaku... aku hanya bermain mata. Eh, bukan... maksudku... aku hanya mengintai pertarungan tuanku itu dari sini. Aku tidak bermaksud curang. Sungguh. Berani sumpah disambar kacang rebus, aku tidak bermaksud jahat, Nona... eh, Dewi..., eh, Bibi... eh, Nyai... eh, eh, eh, eh...." Kadal Ginting terengah-engah diburu rasa takut.Gadis berjubah ungu memandang ke pertarungan. Ternyata pertarungan telah berhenti, entah hanya sementara atau selamanya. Yang jelas, o

  • Pendekar Kera Sakti   298. Part 13

    "Baraka ... hidupku ... tidak ... lama lagi ... ""Ningrum, aku yakin kau pasti sembuh!" potong Baraka dengan cepat.Ningrum menggeleng dengan lemah. "Percuma aku hidup... kalau keadaanku seperti ini Baraka"Baraka hanya diam tak menjawab ucapan Ningrum. Sementara Ningrum mulai

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Pendekar Kera Sakti   1512. Part 7

    “Buktinya kau sudah pandai mencium bibirku""mencium bibir itu kan pekerjaan yang mudah. Yang sulit mencium anak panah!" Baraka menanggapi dengan kelakar, Muria Wardani geli. Keiakar itulah yang sering membuat Muria Wardani merasa betah bicara dengan Pendekar Kera Sakti.&ldqu

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Pendekar Kera Sakti   1528. Part 23

    Orang yang tidur dengan berjalan, yang bisa bertarung sambil mendengkur, tak ada lain kecuali si Bwana Sekarat utusan dari Pulau Serindu yang mempunyai ratu Hyun Jelita alias Gusti Mahkota Sejati Ratu Ayu Sejagat. maka ketika Baraka tampil di depan para prajurit kadipaten, maka ia beri isyarat ke

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Pendekar Kera Sakti   1497. Part 15

    Gusraak...!Ia buru-buru bangkit karena mendengar seruan Dewi Gapit Mesra yang bergegas menyerangnya kembali."Hiaaat...!" Lompatannya kali ini menyerupai seekor singa betina yang buas dan sangat bernafsu terhadap mangsanya. Senjata cakra bergerigi itu dikibaskan ke arah dada Telaga

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status