Accueil / Pendekar / Pendekar Kera Sakti / 829. DARAH SABDA DEWA

Share

829. DARAH SABDA DEWA

last update Date de publication: 2024-12-30 01:01:51

SALAH satu sebab mengapa Pendekar Kera Sakti memikirkan Cincin Mustika Iblis karena timbulnya perasaan cemas di dalam hatinya. Mustika itu adalah senjata berbahaya yang sukar dicari tandingnya. Satu-satunya tandingan Cincin Mustika Iblis adalah Perisai Naga Bening. Tapi perisai itu sudah hilang dan terkubur di dasar lautan. Hal itu secara tak langsung telah membuat Cincin Mustika Iblis merupakan senjata terampuh dan tak bisa dikalahkan.

Senjata seperti itu jelas tak akan luput dari inc

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Pendekar Kera Sakti   1616. Part 16

    "Aneh orang itu. Menuduhku ikut campur urusannya. Urusan yang mana? Oh, barangkali ia melihatku berjalan bersama Pinang Sari ke makam Nini Pucanggeni, sehingga ia menyangka aku berkomplot dengan Pinang Sari! Ah, masa bodoh! Tak perlu kupikirkan si nenek peot itu. Oh, kasihan Cumbu Bayangan. Aku harus segera mengobatinya "Baraka segera menempelkan hulu berkepala naga Suling Naga Krishnanya di urat nadi pergelangan tangan kanan Cumbu Bayangan. Hanya dalam dua tarikan napas, tubuh Cumbu Bayangan yang membiru dan membusuk serta mengeluarkan cairan busuk itu berangsur-angsur lenyap. Itu berarti pengaruh 'Racun Hawa Bangkai' di tubuh Cumbu Bayangan mulai lenyap pula. Keadaan Kismi berangsur-angsur membaik.Di lain kejap, Suling Naga Krishna yang berwarna kuning keemasan menjadi hitam kelam. Suling Naga Krishna yang telah berwarna hitam kelam dijulurkan lurus ke depan. Saat Baraka mengalirkan tenaga dalam, lubang-lubang yang ada di Suling Naga Krishna menyemburkan asap berwa

  • Pendekar Kera Sakti   1615. Part 15

    Wajah Kunta Aji ditendang keras oleh gurunya sendiri hingga tubuh itu terjungkal ke belakang dan berguling-guling. Wajah yang sudah hangus itu menjadi semakin hangus karena tendangan tadi tak sadar telah mengeluarkan cahaya merah sebagai cahaya tenaga dalam berhawa panas.Kunta Aji mengerang karena kulit wajahnya melepuh. Bahkan pipinya melonyoh karena hawa panas yang tinggi itu. Buyut Gerang segera menolongnya dengan perasaan sesal, ia bahkan berkata, "Lain kali hinaan seperti itu jangan kau sampaikan langsung padaku. Pakai bahasa isyarat saja, jadi aku tidak merasa sedang dihina oleh mulutmu!""Maa... maaf, Guru.""Yang salah aku kok yang minta maaf kamu! Diamlah, kuobati dulu lukamu ini!""Fuih...!" wajah Kunta Aji ditiup satu kali. Hawa dingin terasa meresap ke dalam kulit. Setelah itu, Buyut Gerang berkata kepada para muridnya."Tak perlu ada yang ikut aku. Aku akan memenuhi tantangan si Poci Dewa itu! Kami akan bertarung sampai ada yang mati.

  • Pendekar Kera Sakti   1614. Part 14

    Slapp...!Lebar sinar itu hampir mencapai satu jengkal dan gerakannya cepat, mengejutkan lawan. Sinar merah patah-patah berhenti, karena Cumbu Bayangan harus menghadapi sinar kuning tersebut. Maka dengan menggunakan gagang pedang yang digenggam tangan kiri, Cumbu Bayangan mengadu kekuatan tenaga dalamnya. Dari lubang gagang pedang itu keluar sinar merah bagaikan semburan api yang amat terang. Sinar merah itulah yang menghantam sinar kuningnya Kunta Aji di pertengahan jarak mereka.Wuusss...! Blegarrr...!Tanah bergetar, beberapa pohon pun tampak terguncang akibat ledakan keras yang menggelegar itu. Kunta Aji terlempar ke belakang dan jatuh telentang dalam keadaan wajahnya menjadi hitam bagai disambar petir. Sedangkan Cumbu Bayangan melambung ke udara bagaikan diterbangkan oleh gelombang ledakan tadi. Namun ia masih sempat menjaga keseimbangan tubuh, sehingga sempat bersalto satu kali dan mendaratkan kakinya dengan tepat di tanah.Jlegg...!"Kismi..

  • Pendekar Kera Sakti   1613. Part 13

    "Poci Dewa tinggal di Bukit Serapah. Jika kau ingin menemuinya, pergilah ke arah utara sampai tiba di sebuah sungai, pergilah ke seberang sungai, karena Bukit Serapah ada di seberang sungai itu!""Apakah kau tak ingin mengantarku ke sana?""Aku harus mencari Ayunda. Belum tenang hidupku kalau belum membalas kematian Guru!" kata Pinang Sari dengan tegas.Baraka angkat bahu pertanda tak bisa memaksa kehendak Pinang Sari. Lalu, mereka pun berpisah dengan tatapan mata Pinang Sari yang mengandung arti rasa berat untuk lakukan perpisahan itu.Dalam pertengahan jarak, sebelum mencapai sebuah sungai, tiba-tiba Baraka membelokkan arah perjalanannya ke timur, ia lakukan hal itu karena mendengar suara seseorang berbicara secara samar-samar. Suara itu dikenal Baraka sebagai suara Kunta Aji.Rasa ingin tahu membuat Baraka mengendap-endap mendekati semak-semak ilalang, karena semak itu tampak gaduh dan berguncang gemerisik. Dengan menggunakan ilmu peringan tubuh

  • Pendekar Kera Sakti   1612. Part 12

    Baraka segera mendekati Pinang Sari dan segera mengerahkan hawa ‘Kristal Bening’-nya. Ujung jari itu keluarkan sinar putih bening bagaikan kaca.Sllaaap...! Juurrssss...!Sinar sebening kaca itu menghantam ulu hati, menembus beberapa kejap, lalu padam seketika.Beberapa saat kemudian, Pinang Sari mulai sadar dengan keadaan dirinya yang terkapar di rerumputan, ia segera bangkit pelan-pelan, sedangkan Baraka duduk di atas sebuah batu tak jauh dari si gadis berkulit sawo matang."Mengapa kau menyerangku sehingga akhirnya kau sendiri yang terluka," kata Baraka setelah gadis itu mencoba bangkit berdiri dan ternyata mampu berdiri tegak. Kekuatannya berangsur-angsur pulih seperti sediakala.Mata bundar bening itu memandang Baraka dengan cemberut. Mungkin ia masih menyangka bahwa Baraka ada di pihak Ayunda."Kalau kau tak menyerangku, kau tak akan menderita luka seperti itu," ujar Baraka lagi memancing perkataan Pinang Sari."Kau

  • Pendekar Kera Sakti   1611. Party 11

    Pikir punya pikir, pendapat itu betul juga. Baraka pun segera membatalkan niatnya untuk membawa Cumbu Bayangan ke Buyut Gerang. Pikirnya, di situ sudah ada Kunta Aji yang akan membawa Cumbu Bayangan ke perguruannya. Maka, Baraka pun segera berkelebat pergi ke arah pertarungannya Ayunda dengan seseorang yang belum jelas siapa orangnya.Kepergian Baraka melegakan hati Kunta Aji. Ia segera mengangkat Kismi, memanggulnya di pundak, lalu membawanya pergi. Sedangkan Baraka segera tiba di pertarungan itu. Rupanya Ayunda bertarung melawan seorang gadis berusia sekitar dua puluh lima tahun. Gadis itu memakai baju hitam dan celana abu-abu. Rambutnya lurus sebatas tengkuk lewat sedikit, bagian depan diponi. Kecantikan gadis itu membuat hidung mancungnya tampak jelas dan bibirnya tampak menggemaskan. Baraka terpesona sesaat memandang kecantikan yang alami dan berkesan lugu itu."Kau tak akan unggul melawanku, Pinang Sari!" gertak Ayunda sambil kembali lepaskan pukulan jarak jauhny

  • Pendekar Kera Sakti   1287. Part 6

    "Bodoh sekali dia!" geram Baraka. "Lalu apa yang dilakukannya?""Menyamar sebagai juru masak istana!"Pendekar Kera Sakti hembuskan napas, tertawa pendek sekali. "Yang lain bagaimana?""Tetap tak ada yang mau tinggalkan Ratu. Mereka juga menyamar sebagai pegawai istana, terma

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-02
  • Pendekar Kera Sakti   1294. Part 13

    "Tak perlu banyak sesumbar Lancang Puri. Yang kuinginkan hanyalah pusaka itu. Serahkan padaku dan aku tak akan mengganggumu lagi!""Pusaka apa!" Lancang Puri berkerut dahi walau bernada kesal. "Aku tak tahu arah pembicaraanmu, Urat Setan!""Jika begitu, aku harus membuatmu tahu deng

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-02
  • Pendekar Kera Sakti   1281. Part 23

    Zraabb...! Jruubb...! Jarum-jarum itu langsung menghujam ketubuh Gali Sampluk dari bawah. Tentu saja Gali Sampluk tidak dapat menghindar karena jarum-jarum sebegitu banyaknya bagaikan menyerangnya dari berbagai arah.Tapi jika ia cekatan, ia dapat sentakkan kaki dan melenting keatas dengan

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-02
  • Pendekar Kera Sakti   1332. Part 7

    Baraka berdebar-debar. "Bagaimana caraku melawannya jika dalam keadaan begini! Oh, sudahlah. Pasrah saja. Mudah-mudahan sekail santap aku langsung mati, jadi untuk santapan berikutnya aku tak rasakan sakit. Mudah-mudahan jangan jempol kakiku lebih dulu yang dicicipinya...!" Baraka membatin dalam

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-02
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status