Share

132. Part 15

last update Tanggal publikasi: 2026-03-13 01:01:21

"Jangan lagi kau panggil adik. Aku bukan adikmu!" Pekik Dewi Harum jengkel.

Mendengar ucapan gadis itu, Angin Pesut tersentak. Mata terbelalak menatap tak percaya sedangkan mulutnya ternganga.

"Celaka jagad! Kiamat dunia. Astaga. Apa yang baru saja adik katakan? Kau hendak memutuskan hubungan persaudaraan diantara kita? Tidak! Tidak! Demi bumi busuk yang sanggup kubuat porak poranda. Aku tidak punya siapa-siapa lagi terkecuali dirimu adik. Aku rela menukar jiwa ragaku dengan kem

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   202. Part 16

    Diserang dari dua arah sekaligus. Giri Soradana terpaksa menggunakan ilmu meringankan tubuh serta kecepatan gerak untuk menyelamatkan diri. Ketika pukulan dan tendangan yang dilakukan oleh dua lawannya meleset.Kini giliran si kakek merangsak maju. Satu jotosan keras diarahkan ke wajah Purudana. Sementara tangan kiri berkelebat menyambar siap menjebol dada Kuruseta. Melihat serangan ini Purudana melompat ke belakang sambil menangkis jotosan lawan.Benturan keras terjadi.Keduanya sama bergetar.Namun celaka bagi Kuruseta. Walau lawan terguncang keras akibat benturan dengan Purudana tetapi jemari tangan lawan membeset rusuknya.Kraak! Terdengar suara pakaian robek.Kuruseta menjerit sakit namun juga menjadi sangat marah begitu melihat pakaiannya robek di sebelah rusuk kiri, sementara dipermukaan kulit terdapat luka sambaran jari. Luka itu mengucurkan darah.Kaget mendengar teriakan Kuruseta, Purudana dan Jatukara yang baru saja menyera

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   201. Part 15

    Selagi Giri Soradana terombang-ambing dalam kebimbangan. Salah seorang diantara mereka yang berada di sebelah kiri melangkah maju. Dua tindak di depan tiga kepala yang tergeletak di tanah dia hentikan langkah. Mewakili dua temannya orang ini membuka mulut perkenalkan diri."Giri Soradana aku bernama Purudana. Yang berdiri di belakangku bernama Kuruseta. Kemudian yang berada disampingnya tak lain adalah Jatukara. Ketahuilah, kami telah beberapa kali datang kemari. Kami tidak menemuimu, hanya muridmu yang kami temukan. Lalu kami menjemput nyawa mereka!" Ucap manusia berwajah singa mengaku bernama Purudana itu dingin.Giri Soradana membisu, tapi matanya terus memperhatikan. Dia merasa heran bagaimana tiga manusia setengah mahluk itu bisa mengenal siapa dirinya padahal diantara mereka baru sekali ini berjumpa."Mengapa kalian membunuh murid-muridku? Apa salah dan dosa mereka?" Tanya Giri Soradana sambil bersikap sabar menahan diri.Kuruseta yang berdiri di be

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   200. Part 14

    "Apakah mungkin pembunuhan yang terjadi terhadap para tumenggung pejabat bawahan senopati Seta Kurana ada hubungannya dengan malapetaka yang dialami oleh murid-muridnya"Si kakek gelengkan kepala.Belasan tahun Seta Kurana menjadi adipati. Walau antara sang adipati dengan dirinya masih ada hubungan sahabat, namun si kakek jarang sekali bertemu dengan adipati itu. Dia tak tahu pasti bagaimana sepak terjang adipati dalam menjalankan pemerintahannya.Satu-satunya yang dia tahu. Dulu sebelum Seta Kurana menjadi seorang adipati jalan hidupnya cenderung menyimpang dan menghalalkan segala cara. Dengan latar belakang yang seperti itu mungkin saja Seta Kurana mempunyai banyak musuh."Tapi mengapa Giri Soradana harus ikut terkena getahnya?"Dia menghela nafas. Tapi tarikan nafasnya jadi tertahan begitu sekonyong-konyong dia mendengar suara pekik burung gagak di atas atap padepokannya. Si kakek tercekat. Mendadak tengkuknya terasa dingin. Dengan suara terbata

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   199. Part 13

    Kembali dari perjalanan di Kuto Gede, Giri Soradana kakek berusia hampir tujuh puluh tahun ini merasa gelisah. Entah mengapa dia ingin cepat-cepat sampai di padepokannya yang berada di Parang Tritis.Sejak mendengar kabar terjadinya pembunuhan-pembunuhan aneh yang menimpa beberapa tumenggung dan keluarganya di wilayah kadipaten Blora. Kakek berpakaian serba biru berambut putih panjang digelung ini memutuskan mempersingkat kunjungannya.Tidak heran baru sepekan berada di rumah kerabatnya, Giri Soradana memutuskan kembali ke Padepokan Alas Langit.Bulan empat hari bersinar indah di ketinggian sana. Saat itu Giri Soradana telah memasuki sebuah desa bernama Muncang. Dari desa yang sunyi itu Parang Tritis sudah tidak begitu jauh lagi. Tanpa menoleh si kakek terus memacu kudanya. Sesekali dia berpapasan dengan penduduk setempat. Para penduduk desa yang ramah yang mengenal kakek ini ada yang memintanya untuk singgah. Tapi Giri Soradana tidak menghiraukan.Tidak

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   198. Part 12

    Melihat serangan berbahaya yang datang dari arah depan dan belakangnya. Si Mata Bara keluarkan suara berdengus. Sekali menghentakkan kakinya tubuh laki-laki ini melambung ke atas.Pada saat tubuh melesat, dia memutar tubuh lalu kepalkan kedua tangan menyongsong serangan senjata kepala pengawal dan pasukannya.Wuss!Dari kedua tangan Mata Bara menderu hawa panas luar biasa, menjalari setiap orang yang berada di sekelilingnya. Hingga membuat lima orang pengawal tersapu roboh. Dua diantaranya terpelanting dengan perut tertancap senjatanya sendiri.Sementara itu Pati Jaladara yang lebih berpengalaman bertindak cepat. Begitu hawa panas menderu melabrak tubuhnya, pedang pendek yang dipergunakan untuk menyerang segera diputar membentuk perisai pertahanan yang kokoh.Benturan keras antara pedang dengan pukulan tak dapat dihindari lagi. Ledakan berdentum mengguncang tempat itu. Debu pasir dan bunga api bermuncratan di udara.Pati Jaladara terlempar.

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   197. Part 11

    Sementara kepala pengawal ini terlempar sejauh tiga tombak dengan tubuh dikobari api. Sambil menahan rasa sakit luar biasa akibat Jilatan api yang membakar pakaiannya. Pati Jaladara berguling-guling selamatkan diri. Dia selamat begitu api padam. Namun keadaannya sangat menyedihkan. Selain sekujur tubuh dipenuhi luka. Seluruh badannya menghitam seperti kayu bakar.Bersusah payah dengan dibantu para pengawal yang lain Pati Jaladara bangkit berdiri. Setelah berdiri tegak dia berteriak."Sebagian pengawal lindungi tumenggung dan keluarganya!" Seru laki-laki itu. Para pengawal segera berpencar, berbagi tugas. Sebagian berlarian ke arah datangnya serangan. Sebagian lagi bergerak melindungi majikannya."Aku tak butuh perlindungan. Cari jahanam yang telah membunuh istri dan mencederai putriku!" Teriak Dadung Kusuma dalam sedih dan kemarahannya.Dia sendiri segera bangkit, lalu meninggalkan jenazah istrinya. Kemudian dia melangkah lebar menuju pintu gerbang yang m

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   114. Part 23

    Dua tangan yang terkepal dan memancarkan cahaya hitam redup menderu ke bagian kepala sedangkan tangan satunya lagi melabrak bagian bahunya.Raka Syiwa tentu saja tak menyangka bakal mendapat serangan tak terduga secepat itu. Mahluk yang seluruh tubuhnya berlapis kulit tebal tak ubahnya kul

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   113. Part 22

    Pendekar Sinting kedipkan mata pada si kakek memberi isyarat agar tak bersikap gegabah dengan menyebut asal usul pemuda itu. Rupanya kakek itu mengerti tidaklah heran dia akhirnya memilih untuk berdiam diri namun tetap bersikap waspada.Sementara itu Raka Syiwa tetap ajukan pertanyaan pada

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   112. Part 21

    Mahluk pohon menggerung, seolah tidak mau kalah dia makin memperhebat suara tawa. Adu kekuatan tenaga dalam melalui suara tawa berakhir setelah terjadi ledakan keras berdentum di udara. Mahluk berujud seperti pohon terjengkang roboh namun segera bangkit kembali. Sementara Pendekar Sinting yang se

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   110. Part 19

    Bocah Ontang Anting menghela nafas kecewa.“Aku sudah menduga kau pasti bakal bicara seperti itu.""Orang tua kuharap jangan berkecil hati dulu. Kau tahu urusan yang lebih besar yang harus kita selesaikan malam empat belas hari bulan. Saat ini kau sendiri tahu kita sedang dala

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status