Home / Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 286. Bertemu Serikat Bayangan

Share

286. Bertemu Serikat Bayangan

Author: Rendi OP
last update Petsa ng paglalathala: 2023-09-04 17:48:00

Untuk menemukan lokasi spesifik "Kristal Takdir", Martis dan timnya mengandalkan informasi yang mereka dapatkan dari para pedagang, serta pengetahuan dan intuisi mereka sendiri.

Menurut pedagang, "Kristal Takdir" mungkin tersembunyi di sebuah gua di "Gunung Takdir". Dengan informasi ini, mereka mulai mencari tanda-tanda atau petunjuk tentang lokasi gua tersebut. Mereka mencari jejak atau tanda-tanda yang tidak biasa, seperti batu yang diletakkan dengan cara tertentu, atau pola yang tidak biasa
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pengendali Sistem Terkuat   1060. JANJI BALAS DENDAM

    Sinar mentari senja berwarna jingga keemasan melapisi langit Desa Lembah Asri saat rombongan Martis akhirnya menapakkan kaki di gerbang kayu utama. Hembusan angin sore membawa aroma wangi masakan warga dan kedamaian desa yang amat tenteram. Rian dan Lina berjalan kecil di samping Martis. Jemari kecil mereka menggenggam erat jubah keemasan Martis, mata mereka yang polos membelalak kagum menatap deretan rumah kayu yang rapi, taman-taman bunga liar yang bermekaran, serta warga desa yang menyambut mereka dengan senyuman hangat. Di belakang mereka, Estias dan Brakas melangkah seraya sesekali menyapu sisa-sisa air mata konyol di pipi batu mereka. "Martis! Kalian sudah kembali!" Suara lembut Mia membahana saat ia melangkah keluar dari teras rumah bersama Rafaela. Namun, langkah Mia mendadak terhenti saat melihat dua bocah kecil yang berdiri rapat di samping suaminya. Martis menyunggingkan senyum hangat, merangkul bahu Mia dan menyapa Rafaela. Di hadapan seluruh warga desa yang mu

  • Pengendali Sistem Terkuat   1059. AIR MATA RAKSASA

    Sinar matahari sore menembus celah-celah daun bambu, menciptakan pola-pola cahaya hangat di atas rumput. Kedua anak kecil itu kini duduk melingkar bersama Martis, Estias, dan Brakas. Rasa takut yang semula membelenggu perlahan memudar, tergantikan oleh rasa hangat dari roti gandum dan air danau pemurni yang diberikan oleh Martis. Bocah laki-laki berusia 11 tahun itu ternyata masih terus memeluk erat adiknya yang berusia 7 tahun. Sang adik menyandarkan kepala kecilnya di bahu kakaknya, menggenggam erat pinggir kain lusuh sang kakak seraya menatap Martis dengan mata bulat yang bening. "Nama saya Rian," buka bocah laki-laki itu dengan suara kecil yang bergetar. "Dan ini adik saya, Lina." jelasnya pada Martis. "Rian dan Lina... nama yang indah," ujar Martis lembut. "Apa yang terjadi pada kalian hingga bisa terbaring pingsan di hutan ini, Nak?" Rian menundukkan kepalanya dalam-dalam. Air mata seketika menetes perlahan, jatuh mengenai jemari tangan Lina. Kenangan buruk yang amat m

  • Pengendali Sistem Terkuat   1058. DUA BOCAH MALANG

    Angin sore berembus sejuk menyapu bentangan padang rumput hijau yang membendung di sepanjang rute menuju Desa Lembah Asri. Martis melangkah tenang di barisan depan, menikmati kedamaian alam yang perlahan pulih setelah kehancuran armada klan asing di perbatasan. Di belakangnya, Estias dan Brakas berjalan bersisian seraya asyik mengobrol konyol. Dua labu giok dimensi di pinggang mereka sesekali bergetar halus, memancarkan omelan-omelan kecil dari dua Naga Lele Purba Yin-Yang yang sedang menikmati sejuknya lautan pemurni di dalam labu tersebut. Namun, saat rombongan itu melintasi celah bukit batu di pinggiran hutan bambu, langkah Martis mendadak terhenti. Mata Penglihat Kehampaan di mata keemasan Martis menyipit tajam. Pendaran keemasan dari penglihatannya menangkap dua fluktuasi esensi kehidupan yang teramat lemah dan redup di balik semak-semak lebat di tepi jalan setapak. "Martis? Ada apa?" tanya Estias menghentikan langkah raksasanya, disusul oleh Brakas yang ikut melotot bi

  • Pengendali Sistem Terkuat   1057. JEJAK RETAKAN DIMENSI

    Sinar matahari pagi membias hangat di atas padang rumput Lembah Mata Air Cahaya. Hembusan angin sejuk menggoyangkan pepohonan rindang, membawa aroma teratai purba dan kesegaran air danau perak yang kini kembali tenang. Di tepi lembah, rombongan Martis telah bersiap untuk melangkah keluar dari suaka penyembuhan tersebut. Martis berdiri tegak dengan jubah tempurnya yang berujung keemasan melambai lambat. Di pinggang Estias dan Brakas, dua labu giok dimensi, yaitu Labu Hitam Onyx dan Labu Putih Mutiara, tergantung secara rapi, memancarkan pendaran hangat dari keberadaan dua Naga Lele Purba Yin-Yang yang sedang beristirahat di dalam lautan pemurni internal mereka. Martis menoleh menatap Estias dan Brakas yang sedang merapikan perbekalan batu mereka. "Kondisi raga dan jiwa kita sudah pulih sempurna. Perjalanan kita kali ini sudah tuntas, dan ini saatnya kita kembali ke Desa Lembah Asri. Mia dan Rafaela pasti sudah menunggu kepulangan kita." "Asyik! Pulang ke desa!" seru Estias penu

  • Pengendali Sistem Terkuat   1056. DUA PENUNGGU YIN-YANG

    Pendaran cahaya Yin-Yang yang menyelimuti raga dua Naga Lele Purba perlahan-lahan meredup, menyatu kembali ke dalam sisik-sisik baru mereka yang megah. Ikan Lele Hitam yang kini bertubuh sepuluh meter dengan sisik naga kegelapan melayang anggun di angkasa, disusul oleh Ikan Lele Putih yang berpendar warna perak suci. Namun, hanya beberapa saat setelah euforia evolusi mereka mereda, raut wajah kedua lele kembar itu mendadak berubah kaku. Mata bulat mereka yang besar menatap ke arah dasar Danau Yin-Yang Cahaya Abadi, lalu bergantian menatap Estias dan Brakas. "Aduh, Kakak Hitam..." bisik Ikan Lele Putih dengan nada cemas, kumis rantai peraknya terkulai lemas. "Bagaimana bisa kita menjadi pelindung dan ikut berpetualang bersama dua raksasa ini? Tubuh kita ini kan entitas air purba. Kalau kita melayang jauh meninggalkan Danau Cahaya Abadi ini lebih dari tiga hari, sisik-sisik naga kita akan mengering dan kekuatan kita bisa merosot drastis!" Ikan Lele Hitam mengaruk kepalanya yang

  • Pengendali Sistem Terkuat   1055. DUO YIN-YANG

    Hasrat dan rasa lapar yang membara terhadap Rumput Jiwa Suci Purba akhirnya meruntuhkan seluruh harga diri Lele Kembar Yin-Yang. Makanan langka yang hanya tumbuh seribu tahun sekali itu terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja oleh dua penunggu danau tersebut. Ikan Lele Hitam dan Ikan Lele Putih saling menatap pasrah, menghela napas panjang seraya menggoyangkan kumis panjang mereka secara lemas. "Baiklah... demi rumput ajaib itu, kami menyerah!" seru Ikan Lele Hitam dengan suara pasrah. "Kami akan menari tarian ikan lumpur konyol itu!" tambah Ikan Lele Putih seraya memanyunkan bibirnya. Estias menyeringai lebar hingga deretan gigi batunya terlihat jelas. Ia memegang seikat rumput ungu keemasan di atas dadanya, sementara Brakas melipat tangan di dada seraya pasang mata dengan raut wajah paling puas. "Ayo! Tunjukkan tarian terbaik kalian!" seru Estias penuh semangat. SPLASH! Kedua ikan lele melayang di udara beberapa inci di atas rumput. Ikan Lele Hitam mulai meliuk

  • Pengendali Sistem Terkuat   808. Kutukan

    Hari ini adalah hari di mana hati dan pikiran Martis dipenuhi tanda tanya. Namun, untuk saat ini Martis tidak mau terlalu pusing dengan keadaan dan situasi saat ini. Pikirnya, yang terpenting setidaknya ia dapat menghilangkan rasa rindunya pada keluarga kecil yang amat dicintainya. Setelah mereka s

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
  • Pengendali Sistem Terkuat   827. Makhluk aneh

    Si Topi Merah sangat yakin bahwa kali ini ia berhasil menghabisi Martis. Namun keyakinannya itu runtuh setelah ia melihat bahwa yang ia hantam hanyalah lantai, tanpa ada tubuh Martis di sana. "Ke mana dia...?" Si Topeng Merah melihat ke sekelilingnya guna menemukan keberadaan Martis. Akan tetapi s

    last updateHuling Na-update : 2026-04-02
  • Pengendali Sistem Terkuat   783. Suku Senyap

    Martis yang terus ditatap oleh Mona dengan cara tidak biasa akhirnya merasakan tatapan itu. "Ada apa, Mona? Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Martis secara langsung, ia justru mendekatkan wajahnya pada Mona. Mona yang tersadar langsung terkejut. "Eh, anu, itu, aku..., tidak, tidak! Tidak ad

    last updateHuling Na-update : 2026-04-01
  • Pengendali Sistem Terkuat   652. Pertarungan berlanjut

    Mereka berusaha memasuki markas tersebut, tetapi pasukan penjaga langsung menghadang mereka. Martis dan timnya terpaksa mulai berperang dengan para pasukan The Silent Hand. Mereka berusaha dengan segala cara untuk masuk ke dalam markas dan menemukan Xander.Tiba-tiba, seorang anggota musuh muncul dar

    last updateHuling Na-update : 2026-03-30
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status