Home / Romansa / Pengganti Hati Sang Mafia / Puncak Labirin Pengkhianatan

Share

Puncak Labirin Pengkhianatan

Author: Novita Ledo
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-18 20:48:31

"Ini bukan dongeng!" bentak Elena. Suaranya pecah di antara keheningan kamar yang pengap oleh aroma maskulin Leon dan parfum mawar miliknya. Ia melompat turun dari tempat tidur, mengabaikan selimut yang merosot, lalu mendekati Leon hingga dada mereka bersentuhan. Napasnya memburu, panas di kulit Leon.

"Pria di dermaga itu adalah saksi kunci," desis Elena tepat di depan wajah Leon. "Dia tahu bahwa musuhmu yang sebenarnya bukanlah Andrian, melainkan seseorang yang selama ini duduk di sebelahmu di
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Sad ending

    Pria kejam yang ditakuti seluruh mafia dunia itu kini menundukan kepalanya dalam-dalam di atas meja kerja, meremas rambutnya sendiri.Pikirannya melayang kembali pada awal mula kutukan ini. Kontrak sialan itu. Pertemuan tak sengaja di lorong rumah sakit kumuh saat Elena menangis karena tidak punya uang untuk biaya operasi ayahnya. Kontrak yang ia tawarkan dengan kesombongan seorang iblis: "Kamu akan jadi milikku!"Leon mengira uang dan kekuasaannya bisa mengatur segalanya. Namun nyata, dunia hitamnya justru mengisap seluruh kebahagiaan Elena sampai tidak bersisa.Pertama, ayahnya. Lelaki tua yang menjadi satu-satunya alasan Elena sudi merendahkan harga dirinya demi kontrak itu, justru tewas. Elena kehilangan jangkar hidupnya. Lalu... kepedihan yang paling jahanam. Valerius, bayi kecil mereka ikut menyusul.Leon memukul dadanya yang sesak. Anak mereka. Darah daging mereka yang baru sekejap menghirup udara dunia, harus mati mengenaskan akibat serangan bom dan gas beracun di tengah kalut

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Abu di Atas Singgasana

    "Elena...."Raungan Leon Ricardo malam itu tenggelam di antara gemuruh ledakan yang meruntuhkan separuh megahnya griya tawang. Suara yang biasanya memberi perintah kematian dengan nada dingin mutlak, kini pecah menjadi jeritan seorang pria yang kehilangan seluruh dunianya. Di pangkuannya, Elena, wanita kafe yang semula hanya selembar kertas kontrak, wanita yang ia beli untuk menjadi tameng—kini terbujur kaku. Gaun beludru hitam yang dikenakannya telah basah seutuhnya oleh darah hangat yang perlahan mendingin."Elena... bangun. Aku memerintahkanmu untuk bangun!" bisik Leon. Suaranya bergetar hebat, jemarinya yang gemetar mencoba menghapus noda darah dan jelaga di pipi pucat istrinya. Namun, kelopak mata yang indah itu tetap terpejam rapat. Tidak ada lagi binar penuh dendam yang melunak menjadi cinta.Di sekeliling mereka, neraka benar-benar bermanifestasi. Api merah marun menjilat langit-langit gipsum, meruntuhkan pilar-pilar beton yang hancur akibat bom C-4 milik Andrian Romanov. A

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Akhir Si Wanita Pengganti

    Tangis Elena pecah, mengalun pilu di dalam ruangan mewah yang kini terasa seperti penjara bawah tanah. "Aku membencimu saat pertama kali tahu. Aku ingin melihatmu mati saat kamu terpuruk di rumah sakit itu! Tapi setiap kali aku melihat sepasang kakimu yang cacat karena melindungi wilayah kita... setiap kali aku mengingat bagaimana kamu memperlakukanku lebih dari sekadar wanita pengganti... hatiku hancur."Leon memandangi wajah wanita di hadapannya. Elena begitu cantik, begitu murni, namun telah ternoda oleh pekatnya dunia hitam yang dia bawa. Kisah mereka yang berawal dari kepalsuan dan status 'wanita pengganti' telah berubah menjadi jalinan cinta yang teramat kuat, namun kini cinta itu justru menjadi racun yang paling mematikan."Kamu mengorbankan dendammu... demi aku?" bisik Leon, setetes air mata mengalir dari sudut matanya yang biasa menatap dingin pada kematian."Aku memilihmu, Leon. Aku membunuh separuh jiwaku yang menangisi ayahku, demi menjadi ratu yang berdiri di sampingmu,"

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Melodi di Atas Altar Abu

    Kata-kata yang tertulis di sana bukan sekadar ancaman, itu adalah belati tak kasat mata yang langsung mengoyak fondasi megah yang baru saja mereka bangun kembali di atas darah klan Volkov. 'Apakah suamimu tahu, siapa yang sebenarnya yang menewaskan ayahmu malam itu?' Ruangan griya tawang yang tadinya hangat oleh aroma anggur mahal dan kemenangan, mendadak menjelma menjadi ruang hampa udara. Elena terpaku. Gelas kristal di tangannya perlahan bergetar, membuat cairan merah di dalamnya beriak resah, seiras dengan badai yang tiba-tiba bergemuruh di dalam dadanya. Leon perlahan menurunkan ponsel dari telinganya. Tatapan matanya yang sedingin es kini terkunci pada perubahan ekspresi Elena. Sebagai pria yang diberkati otak jenius, dia tidak membutuhkan waktu lama untuk menyadari bahwa pesan di ponsel istrinya adalah kelanjutan dari senandung kematian yang baru saja didengarnya. "Elena," suara Leon berat, memecah keheningan dengan nada yang begitu rendah hingga mampu menggetarkan kaca-k

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Kebenaran dibalik sandiwara

    "Skenario?" Suara Leon terdengar parau, serak oleh rasa tidak percaya yang menghantam dadanya. "Apa maksud semua ini, Elena?!"Rose, sang kepala pelayan yang telah dianggapnya seperti ibu, melangkah mundur satu langkah, memberikan panggung sepenuhnya kepada Elena. Tidak ada lagi sisa-sisa air mata atau kelembutan seorang istri yang rapuh di wajah Elena. Yang tersisa hanyalah tatapan seorang penguasa yang dingin dan penuh perhitungan."Klan Volkov memang mengincarmu, Leon. Itu fakta," ujar Elena, suaranya tenang tanpa riak. "Namun, kabar bahwa Rose berkhianat dan membawa lari seluruh aset kita... itu adalah umpanku. Jika dunia bawah mengira klan Ricardo telah runtuh dan pemimpinnya menjadi cacat yang putus asa, mereka akan lengah. Dan yang paling penting..." Elena mendekat, menatap lurus ke dalam manik mata Leon yang bergetar. "...kamu tidak akan pernah bangkit jika terus tenggelam dalam belas kasihan dirimu sendiri."Leon tertegun. Otak jeniusnya yang sempat tumpul oleh trauma mulai m

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Twist ending

    "Kamu kehilangan kakimu, kamu dikhianati oleh Rose yang sudah seperti sosok ibu di rumah itu, dan kita kehilangan seluruh aset klan. Tapi kamu masih punya aku, Leon. Kamu tidak kehilangan istrimu.""Aku tidak pantas memilikimu lagi, Elena," bisik Leon, suaranya bergetar menahan tangis yang amat sangat jarang ia keluarkan seumur hidupnya. "Aku yang menyeretmu ke neraka ini. Aku yang membuatmu kehilangan ayahmu, kehilangan bayi kita... dan sekarang aku bahkan tidak bisa berdiri untuk melindungimu dari serigala-serigala yang akan datang menagih nyawaku.""Siapa bilang aku butuh dilindungi lagi?"Elena mengulurkan tangan kirinya, dengan lembut membingkai pipi Leon, memaksa pria itu untuk kembali menatapnya. Kali ini, tidak ada lagi ketakutan di mata Elena. Yang ada hanyalah kedamaian seorang wanita yang telah selesai dengan masa lalunya, dan siap menghadapi masa depan sekelam apa pun itu."Kematian Ayah dan Valerius telah menempuhku menjadi wanita yang berbeda, Leon. Aku bukan lagi Elena

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Nyaris Damai

    Leon sudah duduk di ujung meja panjang ketika Elena masuk. Bukan dengan jas hitam dan ekspresi beku seperti biasanya, melainkan kemeja putih sederhana dengan dua kancing teratas terbuka. Rambutnya sedikit berantakan, tanda ia belum sepenuhnya masuk ke mode “bos”.Ia mengangkat wajah saat Elena mend

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Kedekatan yang baru dimulai

    Mansion itu terasa terlalu luas dan sunyi sejak iring-iringan mobil hitam Leon membelah gerbang. Elena berdiri di perpustakaan, namun matanya tak benar-benar membaca barisan kalimat di buku tuanya. Pikirannya tertinggal pada kecupan di dahi dan janji yang diucapkan Leon sebelum pergi."Jangan takut

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Bertemu lagi dengan Lady Isabella

    Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ruang kerja Leon tidak terasa seperti markas perang. Tidak ada peta, tidak ada laporan berdarah, tidak ada suara langkah tergesa pengawal.Hanya ada napas dua orang yang saling bertaut dalam diam.Elena terbangun lebih dulu. Kepalanya masih bersandar di sa

  • Pengganti Hati Sang Mafia   Kisah Masa Lalu

    Mansion itu terasa terlalu luas dan sunyi sejak iring-iringan mobil hitam Leon membelah gerbang. Elena berdiri di perpustakaan, namun matanya tak benar-benar membaca barisan kalimat di buku tuanya. Pikirannya tertinggal pada kecupan di dahi dan janji yang diucapkan Leon sebelum pergi."Jangan takut

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status