author-banner
Novita Ledo
Novita Ledo
Author

Novels by Novita Ledo

Pengganti Hati Sang Mafia

Pengganti Hati Sang Mafia

Terdesak biaya operasi sang Ayah, Elena semakin frustrasi dengan keadaannya. Di tengah kalutnya isi kepala, ia tak sengaja bertemu Leon, seorang pria asing dingin yang tiba-tiba menawarkan sebuah kontrak. "Kamu akan jadi milikku!" katanya. Namun, yang Elena tidak tahu adalah bahwa ia tengah berhadapan dengan seseorang berdarah dingin.
Read
Chapter: Pria itu kembali
Elena meletakkan kotak beludru itu di meja kecil samping kursi santai mereka. Ia bangkit, tidak untuk menjauh, melainkan untuk duduk di pangkuan Leon. Gaun tidur sutranya yang tipis tersingkap sedikit, memperlihatkan kulit yang berkilau di bawah cahaya bulan."Kunci itu indah, Leon," bisik Elena sembari melingkarkan tangannya di leher sang suami. "Tapi kamu tahu, predator Roma tidak butuh benteng di Swiss untuk melindungi keluarganya. Dia hanya butuh alasan untuk pulang. Dan alasan itu ada di sini."Leon melingkarkan tangannya di pinggang Elena, menariknya lebih rapat hingga tak ada lagi jarak di antara mereka. Aroma mawar dari sabun mandi Elena menyerbu indranya, memicu jenis gairah yang berbeda dari biasanya, bukan gairah yang menuntut, melainkan gairah yang penuh dengan pemujaan.Leon menyesap leher Elena dengan lembut, membuat napas istrinya tertahan. "Aku menghabiskan bertahun-tahun membangun dinding di sekelilingku agar tidak ada yang bisa menyentuhku. Tapi kau... kamu meruntu
Last Updated: 2026-04-13
Chapter: Kebebasan sesaat
Leon menarik napas panjang, menghirup aroma garam laut yang bercampur dengan keharuman rambut Elena. Pertanyaan istrinya, “Jadi, tidak ada lagi kontrak?”Disambutnya dengan sebuah senyuman yang begitu tulus, jenis senyuman yang dahulu mustahil muncul di wajah sang predator Roma."Tidak ada lagi kontrak, Elena," jawab Leon, suaranya berat dan penuh kepastian. "Hanya ada janji. Dan janji tidak butuh materai atau tanda tangan darah. Janji hanya butuh aku yang selalu ada di sampingmu."Keheningan yang menyelimuti vila mereka bukan lagi keheningan yang mencekam karena kewaspadaan, melainkan ketenangan yang memeluk. Di dalam kamar yang hanya diterangi cahaya bulan dan lampu tidur remang-remang, Leon menuntun Elena kembali ke sisi tempat tidur bayi, di mana Valerius tertidur lelap.Hari-hari berikutnya di Sisilia adalah rangkaian kebahagiaan yang terasa hampir tidak nyata bagi Leon. Pria yang terbiasa memegang senjata kaliber berat itu kini menemukan bahwa tugas tersulit, sekaligus yang pal
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Keheningan di Beranda Sisilia
sembilan bulan telah berlalu sejak langit Roma memerah oleh api pembalasan Leon Ricardo. Aroma mesiu dan anyir darah yang dulu melekat pada jas Leon kini telah luruh sepenuhnya, digantikan oleh aroma lavender yang menenangkan dan bedak bayi yang lembut di sebuah vila tersembunyi di pesisir Sisilia.Di sini, di mana deburan ombak Mediterania menghantam tebing-tebing kapur dengan irama yang konstan, Leon tidak lagi berdiri sebagai iblis yang menagih hutang nyawa. Ia hanyalah seorang pria yang sedang belajar arti dari sebuah ketenangan yang hakiki.Elena terbangun bukan karena suara ledakan atau derap langkah sepatu bot yang mengintimidasi, melainkan karena keheningan yang begitu penuh. Ia menoleh ke samping, menemukan sisi tempat tidur yang sudah kosong namun masih menyisakan kehangatan.Dengan langkah perlahan, Elena berjalan menuju beranda luas yang menghadap langsung ke laut lepas. Di sana, pemandangan yang tersaji sanggup meluluhkan sisa-isa trauma masa lalu yang terkadang masih me
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Pahitnya pengkhianatan
Elena berdiri mematung. Jemarinya yang biasanya lincah meracik kopi, kini gemetar hebat hingga belati kuno itu berdenting pelan saat bersentuhan dengan lantai marmer. Matanya yang bulat dan bening, mata yang membuat Leon pertama kali tertarik padanya di kafe kecil pinggiran kota itu—kini dipenuhi air mata yang tak sempat jatuh."Leon..." suara Elena nyaris hilang tertiup angin badai yang masuk melalui jendela pecah. "Aku... aku tidak ingin menjadi pembunuh. Tapi dia... dia mengatakan hal-hal buruk tentang ibumu. Dia bilang Isabella dibunuh agar aku bisa masuk ke hidupmu. Dan masih banyak lagi. Apakah kita perlu ke Roma?"Leon tidak segera menjawab. Ia melangkah maju, sepatu botnya yang berlumuran lumpur meninggalkan jejak kelam di atas permadani mahal. Setiap langkah Leon adalah intimidasi murni, namun saat ia berdiri tepat di depan Elena, aura predatornya luruh. Ia mengambil belati itu dari tangan Elena dengan gerakan yang sangat hati-hati, seolah Elena adalah porselen retak yang b
Last Updated: 2026-04-10
Chapter: Taktik baru
Leon tidak terkejut. Alih-alih ngeri, sebuah senyum predator yang tipis dan berbahaya terukir di sudut bibirnya. "Instingmu tajam, Elena," bisik Leon. Ia mengecup dahi Elena, meninggalkan noda merah kecil di kulit pucat istrinya. "Istirahatlah. Biarkan suamimu menyelesaikan pembersihan ini."Leon berdiri, tubuhnya tegak seperti menara beton yang tak tergoyahkan. Ia memungut *rifle* kustom miliknya, memeriksa magasin dengan gerakan mekanis yang sempurna. Di matanya, tidak ada lagi jejak kesedihan atas kematian ibunya. Yang tersisa hanyalah kalkulasi matematis tentang kematian musuh-musuhnya."Max," Leon memanggil tanpa menoleh."Ya, Tuan?" Max melangkah maju, napasnya masih terengah."Segel lantai ini. Jika ada lalat sekalipun yang mencoba masuk tanpa izin, kau tahu apa yang harus dilakukan pada keluarga mereka." Leon mengokang senjatanya. Bunyi 'clack' logam itu bergema di seluruh ruangan seperti lonceng kematian. "Aku akan turun ke pelabuhan. 'The Council' mengirimkan anjing-anjingn
Last Updated: 2026-04-09
Chapter: Serangan demi serangan
Leon tidak menunggu jawaban dari bibir Elena yang masih bungkam. Baginya, keheningan adalah instruksi, dan kemarahan adalah bahan bakar."Aku pergi dulu."Ia membalikkan badan, jubah hitamnya berkibar mengikuti langkah kakinya yang berat dan berirama di atas lantai.Di aula luar, Max sudah menunggu dengan empat pria berseragam taktis hitam tanpa atribut. "Berapa banyak?" suara Leon terdengar seperti gesekan logam, dingin dan tanpa emosi."Dua kapal cepat di sektor selatan, satu helikopter mendekat dari balik tebing utara. Mereka menggunakan frekuensi terenkripsi tingkat tinggi, Tuan. Ini bukan sekadar tentara bayaran Lorenzo yang tersisa. Ini adalah 'The Council'."Leon menarik napas pendek, membiarkan udara dingin Amalfi memenuhi paru-parunya. "The Council" adalah sekumpulan orang tua rakus yang merasa memiliki hak atas setiap inci tanah Italia, termasuk setiap tetes darah keluarga Leon. Mereka pikir kematian Isabella adalah celah. Mereka salah."Matikan semua lampu di sayap barat.
Last Updated: 2026-04-08
You may also like
SUAMI AROGAN
SUAMI AROGAN
Romansa · NadNadia28
4.0K views
Mantanku, Iparku
Mantanku, Iparku
Romansa · Nabila Gemoy
4.0K views
Namanya, Kalendra
Namanya, Kalendra
Romansa · J.Stephano
4.0K views
Menggoda Sang Paman
Menggoda Sang Paman
Romansa · Centong ajaib
4.0K views
SUAMI DAN MERTUA DARI SYURGA
SUAMI DAN MERTUA DARI SYURGA
Romansa · ananda zhia
4.0K views
Tertipu Pernikahan Wasiat
Tertipu Pernikahan Wasiat
Romansa · Bervi Athalla
4.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status