“Oh … apakah pria ini yang membuat Uncle Bryan cemburu? Perkenalkan, namaku Erlena,” kata Erlena sambil mengulurkan tangannya mengajak Dave berkenalan.Wajah Dave seketika memucat, apa yang sedang terjadi? Apakah Athena dan Erlena sedang memainkan drama? Ini sungguh tidak lucu.Tangan Erlena sudah mulai pegal saat Dave tidak kunjung menjabat tangannya. Athena langsung menggeret Dave untuk mendekat pada Erlena.“Aku akan menjelaskan keadaan Erlena padamu nanti. Sekarang bersikaplah normal,” bisik Athena di telinga Dave tanpa bisa didengar oleh Erlena.Dave menjabat tangan Erlena, tangan lembut yang dulu sering membelai tubuhnya. Tubuh Dave rasanya seperti tersiram air segar saat merasakan tangan lembut itu kembali, membuatnya menggenggam tangan Erlena begitu lama.“Maaf Dave, bisakah kamu melepaskan tanganku? Sepertinya kamu menggenggam tanganku terlalu lama,” kata Erlena tanpa menghilangkan senyum ramahnya.“Oh … maafkan aku, mungkin karena kamu begitu cantik sehingga aku terpesona de
Fernando mendekati Austin lalu menyentuh pundaknya. Ada kesedihan mendalam yang jelas terlihat di wajah pria itu. “Aku sudah mendengar kondisi Erlena dari Tomshon, aku yakin Erlena bisa melewati masa kritisnya dan segera sadar, dia wanita yang kuat,” ujar Fernando menguatkan hati Austin.“Aku yakin Erlena bisa melewati masa kritisnya, hanya saja apa yang harus kami katakan padanya saat sadar nanti? Bahkan dia harus menerima kenyataan jika sudah kehilangan buah hatinya,” jawab Austin sambil meneteskan air mata, yang langsung dia seka dengan tangannya.“Jangan pikirkan itu, sekarang yang terpenting adalah kesembuhan Erlena.”“Ya, kamu benar. Saat ini kita harus fokus dengan kesembuhan Erlena.”Fernando mengangguk lalu menepuk bahu Austin. Dia yakin semua akan segera membaik.***Dave hanya duduk termangu di sebuah ruangan sempit. Sejak hari pertama dia datang di kantor polisi, Dave di tempatkan di sana. Beberapa kali penyidik datang dan menanyai dia berbagai pertanyaan yang berkaitan de
“Apa yang harus aku lakukan agar kehormatan keluargamu bisa kamu pertahankan?” kata Erlena dengan penuh keputusasaan.“Lakukan apa yang Aunty-ku minta padamu,” kata Dave seakan-akan apa yang Cleo minta adalah kehormatan keluarganya.Erlena meneteskan air mata karena Dave meminta apa yang bisa membuatnya celaka. Mungkin hanya cara ini yang bisa dia lakukan untuk menebus apa yang pernah terjadi di masa lalu mereka.“Kalau begitu, aku minta satu hal padamu,” kata Erlena pada suaminya.“Apa itu?” tanya Dave.“Jika terjadi sesuatu padaku, jangan pernah menyesal karena aku dengan suka rela melakukan ini semua, tanpa paksaan dari siapapun. Aku pastikan keluargaku tidak akan melukaimu dan cukup kita akhiri permusuhan keluarga ini,” jawab Erlena seolah tahu jika hal buruk akan menimpanya.“Jangan bicara sembarangan, kamu akan baik-baik saja. Aku akan pastikan jika Aunty benar-benar tulus padamu,” ujar Dave.Erlena hanya tersenyum pasrah lalu menatap Cleo dengan tatapan dingin. “Apa yang harus
Suatu hari Erlena tanpa sengaja melihat Cleo memasukkan sesuatu ke dalam segelas jus. Awalnya dia hanya diam, tapi saat jus itu Cleo berikan padanya tentu saja Erlena menolak. “Aku tidak mau meminumnya, apakah kamu sedang meracuniku?” bentak Erlena.“Apa, meracunimu? Kamu gila? Jangan bicara sembarangan!” kata Cleo dengan suara keras.“Jangan menyangkal, aku melihatmu memasukkan sesuatu ke dalam minuman tersebut,” ucap Erlena.“Aku tidak memasukkan apapun, jaga mulutmu,” teriak Cleo.Dave yang baru saja keluar dari kamar, langsung berlari mendatangi keributan tersebut. “Ada apa ini?”“Istrimu menuduhku berniat meracuninya,” kata Cleo sambil menangis.“Apa? Ada apa denganmu Erlena? Sikapmu benar-benar aneh akhir-akhir ini,” tuduh Dave pada istrinya.“Aku melihat Aunty memasukkan sesuatu ke dalam jus itu dan dia menyuruhku untuk meminumnya,” jawab Erlena.“Aku tidak menaruh apapun ke dalamnya, aku bermaksud baik dengan menawarinya segelas jus. Dengar Dave, aku sudah berusaha dengan kera
Erlena tersenyum lega saat mematikan ponselnya. Ternyata apa yang dipikirkannya tidak terjadi. Benarkah akhir-akhir ini dia selalu memikirkan hal-hal negatif? Benar kata Dave, dulu dia selalu berfikiran positif dalam menghadapi masalah. Kenapa sekarang, dia malah mengizinkan pikiran negatif mengganggu hidupnya?Pagi itu Erlena beranjak dari ranjang dan bersiap berangkat ke tempat praktek dengan semangat baru. Dia tidak akan membiarkan pikiran negatif mendatanginya lagi. Saat dia duduk makan di meja makan tanpa Dave, senyum Cleo semakin lebar.“Apakah tadi malam Dave tidak pulang?” tanya Cleo.“Semalam Dave ketiduran di kantor, pekerjaan dia sangat banyak, membuat dia kelelahan,” jawab Erlena dengan santai.“Kamu istri yang naif. Bukankah jika lelah bekerja, suami akan pulang dan meminta istrinya memanjakannya? Apakah kamu tidak berfikir Dave kelelahan karena hal lain?”Erlena menghela nafas dan meletakkan sendok serta garpunya. Selera makannya langsung hilang. “Apa yang mau Aunty kata
“Aku akan menghukummu nanti malam karena barusan menolakku,” bisik Dave di telinga Erlena, membuat mata wanita itu terbelalak, lalu memukul dada Dave. Kemesraan pagi itu berakhir saat Dave berangkat bekerja.“Apakah kamu bahagia?” tanya Cleo saat Erlena berjalan ke kamar.“Tentu saja Aunty, Dave juga bahagia.”“Apa kamu pikir aku akan melupakan begitu saja penderitaan yang aku alami? Kalian anak-anak muda tidak akan pernah tahu apa yang telah aku lalui. Lalu dengan seenaknya menyuruhku berdamai dengan masa laluku. Mudah sekali kalian mengatakannya,” geram Cleo.“Apa maksud Aunty? Bukankah tadi Aunty bilang jika ...”“Itu agar aku tidak merusak kebahagiaan Dave. Aku sangat menyayanginya tapi kamu telah merubahnya menjadi pria yang melupakan sejarah keluarganya,” Cleo memotong perkataan Erlena.Erlena terkejut mengetahui sikap Cleo yang langsung berubah 180 derajat. Wanita itu sangat pintar mengambil hati Dave, membuatnya tidak bisa berkutik.“Dave akan terluka jika Aunty bersikap seper