/ Romansa / Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku / Bab 71. Segel dari Arka. 

공유

Bab 71. Segel dari Arka. 

작가: Ucing Ucay
last update 게시일: 2026-02-16 09:14:48

​"Pakai ini juga," Arka mengambil cincin emerald yang serasi dengan kalungnya dari kotak perhiasan. Ia menyematkannya di jari manis Lia dengan gerakan yang menyerupai upacara pengikatan. "Jangan pernah dilepas. Cincin ini, gaun ini, dan setiap tanda di tubuhmu adalah segelku. Kau akan menjadi wanita yang paling dipuja di malam gala, tapi kau akan selalu kembali ke pelukanku untuk memohon agar aku melepaskan semua kemewahan ini darimu."

​Arka menatap Lia sekali lagi di depan cermin, memastikan s
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Raudhahrasyid
kenapa ceritanya terlalu berbelit2 hanya pembahasan penekanan dengan bahasa2 yg rumit,
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 245. Happy Ending. 

    ​"Ini bukan sekadar tentang masa depan finansial, Lia, ini adalah deklarasi kekuasaan yang menyatakan bahwa kamu adalah pemilik sah dari seluruh fondasi kekaisaran yang kubangun di atas darah pengkhianat," tegas Arka, kalimatnya langsung dan tajam tanpa ada keraguan sedikit pun.​"Apakah dengan adanya akta abadi ini, kamu akan membiarkan aku membawa mereka berjalan-jalan ke luar kota tanpa pengawalan barikade enam pengawal wanita itu?" tanya Lia, tatapan matanya menuntut jawaban yang murni dari balik topeng proteksi suaminya.​"Kebebasan fisik di luar sana adalah ilusi yang sangat berbahaya bagi seorang Ratu Dirgantara, Lia, tugasmu hanyalah berada di sini, menjadi poros dari seluruh pergerakan hidupku," jawab Arka, langkah kakinya bergeser mendekat hingga dada bidangnya yang keras menyentuh permukaan punggung ramping Lia.​"Kamu memberikan seluruh dunia ini ke dalam genggaman tanganku, namun di saat yang sama kamu mengunci pintu sangkar ini dengan rantai besi yang kian hari kian mene

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 244. Obsesi Abadi

    ​Sinar matahari pagi yang hangat menerpa permukaan lantai balkon lantai dua mansion utama Dirgantara, memantulkan kilau kemewahan dari pagar pembatas berbahan besi tempa berlapis perunggu. Setahun telah berlalu sejak badai di ruang persalinan itu reda, meninggalkan kedamaian yang sunyi di atas tanah Menteng yang kini telah bersih dari jejak para pengkhianat masa lalu. Lia berdiri tegak bersandar pada tepian balkon, mengenakan gaun sutra panjang berwarna putih gading yang melambai halus ditiup angin pagi yang membawa aroma esens vanila hitam. Sepasang mata jernihnya menatap lurus ke arah hamparan rumput hijau di taman belakang, tempat dua bocah laki-laki berusia satu tahun sedang bergerak aktif merangkak di atas karpet khusus luar ruangan.​Arjuna dan adiknya, dengan pakaian katun senada bermotif garis biru muda, sesekali tertawa kecil saat jemari mungil mereka mencoba meraih bayangan daun yang bergoyang. Di sekeliling area bermain anak kembar tersebut, enam pengawal wanita terlatih te

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 243. Diagnosa Dokter. 

    ​"Pertahankan tekanannya, Nyonya, jangan lepaskan energinya sekarang, sedikit lagi!" perintah dokter spesialis utama dengan gerakan tangan yang cekatan membantu melebarkan jalan lahir.​"Eughhh!!! Ohhh!!!" jeritan terakhir Lia terdengar lebih pendek, disusul oleh suara embusan napas panjang yang melepas seluruh ketegangan otot tubuhnya.​Lengkingan tangisan kedua kembali terdengar, kali ini dengan nada yang lebih berat dan konstan, bersahut-sahutan dengan suara tangisan bayi pertama yang berada di meja sebelah kiri. Bayi kedua telah lahir, menandakan berakhirnya seluruh proses perjuangan fisik yang menguras sisa darah dan air mata dari tubuh sang Ratu Sanjaya. Suara mesin kardiotokografi mendadak kembali ke ritme normal, menyisakan bunyi detak jantung Lia yang melambat seiring dengan hilangnya rasa sakit yang merongrong tubuhnya.​Arka Dirgantara yang sejak awal berdiri kokoh menopang tubuh istrinya mendadak kehilangan seluruh kekuatan di kedua belah lututnya. Tubuh kekarnya yang tega

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 242. Tangisan Sang Penakluk

    ​Cahaya lampu operasi yang berpijar putih keperakan di atas langit-langit ruang bersalin memantulkan bayangan tubuh tegap Arka Dirgantara yang masih berdiri kaku bagaikan patung batu di sisi ranjang ginekologi. Cengkeraman jemari tangan Lia Sanjaya pada punggung tangannya terasa kian menguat, kuku-kuku tajam istrinya menembus kulit ari hingga menyisakan gurat-gurat merah yang mengeluarkan rembesan darah segar. Suara dengung konstan dari mesin kardiotokografi berbaur dengan deru napas Lia yang kian pendek dan tersengal-sengal menahan gelombang kontraksi kedua yang datang menghantam tanpa memberikan jeda istirahat sedikit pun. Ruangan itu terasa begitu dingin, dipenuhi bau antiseptik yang pekat, namun peluh mengalir deras membasahi dahi tegap Arka hingga melewati batas masker kain hijau yang menutup sebagian wajahnya.​"Tarik napas lebih dalam lagi, Nyonya, kepala bayi pertama sudah berada di pintu panggul, dorong sekuat tenaga dalam hitungan ketiga," instruksi dokter spesialis obgyn de

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 241. Proses Lahiran. 

    ​Lia mengerang lebih keras, kedua kakinya menekuk ke atas menahan dorongan alami dari dalam rahimnya yang kian agresif, membuat permukaan perut buncitnya menegang keras bagai permukaan batu lava. "Arka ... hmmm ... sakit sekali ... rasanya bagian bawahku seperti terbakar api ... Ohhh ... Ssshhh."​Arka langsung menundukkan kepalanya, mengecup bibir Lia yang kering berulang kali sambil menyeka air mata yang terus mengalir membasahi pipi porselen istrinya dengan jemarinya yang gemetar. "Aku mohon bertahanlah, Lia ... demi aku ... demi seluruh sisa duniaku ... jangan tinggalkan aku di dalam kegelapan lagi."​"Ponsel Anda terhubung dengan Direktur Utama Rumah Sakit Dirgantara Medica, Tuan Besar," ujar Elena dari kursi depan seraya menyerahkan sebuah gawai yang layarnya sudah menampilkan wajah panik seorang pria paruh baya berjas putih.​"Dengarkan aku baik-baik, Profesor Wijaya! Kosongkan seluruh lantai tiga gedung rumah sakit sekarang juga! Siapkan tim dokter spesialis obgyn terbaik yang

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 240. Badai di Ruang Persalinan

    ​Cairan bening dalam volume yang cukup besar mendadak merembes membasahi gaun tidur sutra gading yang dikenakan oleh Lia Sanjaya, menciptakan noda basah yang meluas dengan cepat di atas hamparan seprai kasmir abu-abu muda. Rasa mulas yang sangat tajam, panas, dan datang beruntun bagai hantaman ombak badai seketika mencengkeram seluruh dinding rahimnya, memutus aliran napas wanita muda itu dalam satu sentakan rasa sakit yang luar biasa masif. Kedua tangan Lia bergerak refleks mencengkeram pinggiran pilar tempat tidur kayu jati, sementara tubuh rampingnya melengkung kaku menahan kontraksi dini yang datang jauh lebih awal dari estimasi kalender medis Dokter Gunawan. Jeritan parau yang sarat akan penderitaan fisik spontan lolos dari sela bibir Lia yang mendadak memutih kering, memecah keheningan sepertiga malam di dalam Royal Suite yang kedap suara.​"Arka ... Ssshhh ... ketubanku pecah ... rasanya sangat sakit ... Ahhh!" pekik Lia dengan mata yang membelalak lebar menahan denyutan yang s

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 93. Cemburu Arka yang Berlebihan. 

    ​Lia berjalan ke arah meja rias, menatap produk-produk perawatan kulit mahal yang telah disiapkan Arka untuknya. Semuanya bermerek Dirgantara atau mitra eksklusifnya. Tidak ada satu pun hal di hidupnya sekarang yang tidak memiliki sidik jari Arka di dalamnya. Ia meraih sebuah botol parfum, menghiru

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 92. Ketakutan Lia yang Nyata. 

    ​Keheningan yang menyelimuti Presidential Suite pagi itu terasa jauh lebih mencekam daripada kegelapan yang menyelimutinya semalam. Sinar matahari Jakarta yang terik mulai merambat masuk melalui jendela kaca raksasa, menyinari partikel debu yang menari di udara seolah tidak peduli dengan badai yang

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 91. Berita Pagi yang Mengejutkan. 

    ​Semburat fajar yang membelah langit Jakarta pagi itu membawa hawa dingin yang tidak biasa, seolah alam pun turut mencekam menyambut badai yang telah disiapkan Arka Dirgantara sepanjang malam. Di sebuah penthouse mewah di kawasan pusat bisnis, Adrian Mahendra terbangun dengan sisa-sisa kepuasan dar

  • Penguasa Dingin Itu Terobsesi Padaku   Bab 90. Operasi Tengah Malam. 

    ​Kegelapan malam yang menyelimuti Jakarta seolah-olah menjadi sekutu bagi amarah yang kini membeku menjadi rencana strategis di dalam kepala Arka Dirgantara. Mobil Rolls-Royce hitam itu membelah jalanan protokol dengan kecepatan yang stabil namun mematikan, meninggalkan hotel mewah tempat ia baru s

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status