Share

Pengumuman Cintaku Membuat Mantan Suamiku Tak Lagi Lumpuh
Pengumuman Cintaku Membuat Mantan Suamiku Tak Lagi Lumpuh
Penulis: AnindYa

Bab 1

Penulis: AnindYa
"Kalau kalian ingin kembali bersama, aku bisa restui hubungan kalian."

Keisha Sutandi mengepalkan tangannya dengan erat. Matanya yang indah sedang tertuju pada pria yang duduk di kursi roda.

Mendengar ucapan itu, mata muram pria itu langsung diselimuti kedinginan yang mengerikan. "Kamu nyesal karena menikahiku?"

Keisha menjawab tanpa ragu, "Aku nggak nyesal. Nenek punya jasa dalam membesarkanku."

"Kamu menikahiku untuk balas budi? Karena bersimpati padaku?"

Mata Samuel Wiratama menyipit. Tatapannya terlihat tajam, dan wajah tampannya dipenuhi amarah yang mendalam. Meskipun duduk di kursi roda, dia memancarkan aura yang mendominasi.

Keisha merasa tidak nyaman ditatap seperti itu. Dia menggigit bibirnya dan menunduk.

Lima tahun lalu, sebuah kecelakaan mobil membuat kedua kaki Samuel lumpuh. Saat itu, Samuel memiliki tunangan, sedangkan Keisha juga memiliki pacar. Setelah keluarga tunangan Samuel membatalkan pertunangan mereka, Linda, nenek Samuel yang menderita penyakit terminal pun berlutut di hadapan Keisha dan memohon padanya untuk menikah dengan Samuel.

Keisha tidak punya pilihan lain. Orang tuanya meninggal ketika dia berusia delapan tahun. Linda yang merupakan guru orang tuanya memungutnya dari jalanan dan memberinya tempat tinggal. Setelah Keisha dan Samuel menikah, Linda baru meninggal dengan tenang.

Keisha menyetujui pernikahan ini memang karena ingin membalas budi. Namun, setelah lima tahun bersama, dia sudah terbiasa dengan kehadiran Samuel, bahkan mulai bergantung pada Samuel. Samuel adalah satu-satunya keluarganya di dunia, juga satu-satunya ikatan yang dimilikinya.

Keisha merasa bahwa menjalani hidup seperti ini selama sisa hidupnya juga merupakan hal yang cukup baik.

Sampai seminggu yang lalu, mantan tunangan Samuel, Monica Wijaya, kembali ke dalam negeri. Dia juga membawa seorang anak laki-laki berusia sekitar empat tahun.

Anak laki-laki itu memiliki kulit pucat, mata yang mendalam, dan bibir tipis berwarna merah yang merupakan ciri khas keturunan Keluarga Wiratama. Meskipun gemuk, dia sangat mirip dengan kakak beradik Keluarga Wiratama.

Kakak laki-laki Samuel, Matthew Wiratama, telah menikah selama delapan tahun, juga memiliki hubungan yang harmonis dengan istrinya. Mustahil baginya untuk berselingkuh dengan tunangan adiknya.

Anak itu pasti adalah darah daging Samuel.

"Gimana dengan anak itu?" tanya Keisha.

"Aku punya rencana sendiri." Samuel jelas tidak ingin melanjutkan diskusi ini dan menatap Rita, pembantu yang sedang berdiri di pintu masuk.

"Ada apa?"

"Bu Monica dan anaknya sudah datang."

Rita sudah masuk dari sekitar setengah menit yang lalu. Akan tetapi, karena merasakan suasana yang tegang, dia tidak berani berbicara.

Kerutan di kening Samuel langsung sirna, dan matanya melembut.

"Paman Sam!"

Baru saja Rita selesai berbicara, sebuah sosok kecil berlari masuk dari luar dan melemparkan diri ke pelukan Samuel. Bocah bernama Maxwell Wijaya itu menyenggol Rita dan hampir membuatnya terjatuh.

"Max, kamu harus sopan."

Monica juga berjalan masuk sambil tersenyum penuh kasih sayang. Tatapannya yang penuh kelembutan tertuju pada Samuel.

"Sam, terima kasih sudah menampung kami."

Sopir Keluarga Wiratama, Wisnu, membawa masuk dua koper besar. Samuel menginstruksikannya untuk membawa koper itu ke kamar di sisi kiri lantai tiga.

Keisha pun mengerutkan kening. Tidak ada yang memberitahunya bahwa Monica dan putranya akan menetap di rumah ini. Apakah yang dimaksud dengan rencana Samuel adalah membiarkan Monica dan putranya tinggal di rumah mereka tanpa berdiskusi dengannya?

Lantai tiga adalah tempat mereka tinggal. Biasanya, tamu selalu tinggal di lantai dua. Keisha membuka mulutnya untuk berbicara, tetapi akhirnya tidak mengatakan apa-apa. Samuel tidak berhenti mengobrol dengan Monica dan putranya, seolah-olah dia tidak ada.

Ketiga orang itu lebih seperti keluarga. Kehadiran Keisha di samping mereka terasa bagaikan sesuatu yang merusak pemandangan.

Keisha berbalik untuk pergi. Namun, baru berjalan dua langkah, Samuel sudah menghentikannya. "Keisha, siapkan dulu kamarnya. Pastikan Momo dan Max bisa tinggal dengan nyaman."

Momo, panggilan itu sudah terlalu akrab.

Keisha menghentikan langkahnya dan menyahut, "Aku sudah capek. Mau mandi dan tidur."

Keisha merawat Samuel karena janjinya terhadap Linda. Jika dia juga melayani Monica dan Maxwell, apa bedanya dia dengan seorang pembantu? Lagi pula, mana ada nyonya rumah yang menyiapkan tempat tidur untuk "penyusup"?

"Nggak apa-apa. Biar Bi Rita saja yang menyiapkannya."

Monica mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dan memberikannya kepada Rita dengan murah hati. "Bi Rita, ini perhiasan unik yang kubawa pulang dari luar negeri. Nih, buat kamu."

Rita langsung melangkah mundur seolah-olah sudah disambar petir. Dia melambaikan tangannya berulang kali sambil menyahut, "Nggak usah, nggak usah. Ini kewajibanku."

Sebelum Monica sempat berbicara lagi, Rita langsung menaiki tangga dengan terburu-buru untuk menyiapkan kamar di lantai tiga. Dia sama sekali lupa bahwa ada lift di rumah ini.

Monica dengan canggung menarik tangannya. "Sam, sepertinya aku dan putraku nggak disambut di sini."

Samuel menjawab dengan lembut, "Mana mungkin? Keisha selalu memikirkanmu dan Max."

Keisha pura-pura tidak mendengar dan berjalan menuju lift. Bukan dia yang memikirkan mereka, melainkan Samuel.

Sejak Monica dan putranya kembali, Samuel yang biasanya dingin sepertinya sudah sepenuhnya berubah. Dia mengajak Monica ke mana-mana, juga memilihkan hadiah untuk Monica dan Maxwell secara pribadi. Tas dan perhiasan Monica sudah memenuhi seluruh dinding, sedangkan mainan Maxwell menumpuk di sebuah ruangan.

Samuel tidak pernah peduli pada siapa pun seperti ini sebelumnya. Oleh karena itu, Keisha tahu semuanya telah berubah.

"Bu Keisha, Sam bilang kamu selalu menginginkan anak dan akan menyukai Max."

Suara Monica terdengar dari belakang, tetapi Keisha tidak menoleh.

"Yang penting Sam suka."

Seusai berbicara, Keisha langsung masuk ke lift. Ternyata Samuel tahu bahwa dia menginginkan anak. Berhubung tidak ingin membebani Samuel, dia tidak pernah mengungkit tentang hal ini. Samuel tahu, tetapi berpura-pura tidak tahu.

Lift kaca itu perlahan-lahan naik. Di bawah cahaya terang, mata Samuel menunjukkan kelembutan dan kasih sayang yang belum pernah dilihat Keisha sebelumnya.

Keisha telah merawat Samuel dengan sangat baik dan secara pribadi selama lima tahun. Namun, Samuel tidak pernah menunjukkan sedikit pun kasih sayang terhadapnya. Tanpa disadari, dia sendiri juga lupa bahwa dia tidak perlu melakukan hal sejauh itu.

Lift berhenti di lantai tiga, dan suara Monica terdengar dari bawah.

"Lima tahun lalu, orang tuaku paksa aku untuk akhiri pertunangan kita, juga kirim aku ke luar negeri. Setelah tiba di luar negeri, aku baru tahu aku hamil anak kamu. Ini darah daging kita. Aku nggak sanggup menggugurkannya."

Suara Monica berangsur-angsur terdengar tercekat. Dia berjongkok dan membenamkan kepalanya di pangkuan Samuel. Tubuhnya gemetar karena menangis.

Samuel perlahan-lahan mengulurkan tangan dan meletakkannya di bahu Monica. Monica mendongak. Matanya yang dipenuhi air mata membuatnya terlihat menyedihkan.

"Kupikir setelah Max besar, orang tuaku akan menerimanya. Tapi begitu aku kembali, mereka malah memblokir kartu kreditku dan mengusir kami dari rumah. Sam, kalau bukan karena nggak ada jalan lain, aku nggak akan mengganggumu. Aku nggak takut hidup susah, tapi Max masih begitu kecil ...."

Ujung jari Samuel menyentuh pipi Monica dan menyeka air matanya.

"Jangan takut, ada aku."

Keisha berdiri di pagar lantai tiga dan menyaksikan pemandangan ini. Rasa dingin seketika menjalar di hatinya. Kuku jarinya tanpa sadar menggores pagar dengan begitu kuat hingga hampir patah.

"Jangan khawatir, Nyonya. Aku pasti akan selalu ada di pihakmu."

Rita yang muncul entah sejak kapan menatap Keisha dengan khawatir. Dia telah bekerja di Keluarga Wiratama selama lebih dari 20 tahun. Sebelumnya, dia melayani Linda.

Sebelum meninggal, Linda sudah berpesan pada Rita untuk lanjut melayani Samuel dan Keisha. Rita juga menyaksikan Keisha tumbuh dewasa. Dia tahu bahwa Keisha adalah anak yang baik dan pengertian.

Keisha tersenyum tipis. Samuel bukanlah benda mati, melainkan manusia. Jika dia harus berebut "hak milik" Samuel dengan Monica, itu berarti Samuel sebenarnya bukan miliknya.

Keisha kekurangan rasa aman. Dia tidak menginginkan apa pun yang tidak bisa sepenuhnya menjadi miliknya. Dia tidak ingin selalu terjebak dalam kecemasan dan kekhawatiran yang tidak diperlukan.

...

Pada larut malam, saat Keisha hampir tertidur, Samuel masuk ke kamar. Dia duduk di kursi roda dengan keadaan sudah mandi dan berganti pakaian tidur. Dia memiliki kamar mandi pribadi, juga dilayani oleh seorang perawat pendamping laki-laki yang tuli dan bisu.

Berhubung sudah terbiasa, Keisha bangun dan membantu Samuel naik ke tempat tidur.

Kursi roda yang dipakai Samuel berteknologi tinggi dan dibuat secara khusus. Kursi roda itu bisa memenuhi semua kebutuhan Samuel, tetapi dia lebih suka dirawat oleh Keisha.

Keisha berbaring di samping Samuel dengan hati tertekan. Dia tidak memiliki keluarga dan mendambakan lebih banyak ikatan dalam hidupnya. Oleh karena itu, dia menginginkan satu atau dua anak.

Samuel hanya lumpuh dan kelumpuhan itu sama sekali tidak memengaruhi kemampuannya untuk melakukan hubungan suami istri. Keisha pernah berinisiatif menyiratkan Samuel tentang hal itu beberapa kali, tetapi selalu ditolak.

Kemudian, Keisha berasumsi bahwa harga diri Samuel terlalu kuat dan dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya tidak dapat memegang kendali. Jadi, Keisha tidak pernah membicarakan tentang hal itu lagi.

Dari ucapan Monica malam ini, Keisha baru tahu bahwa Samuel selalu tahu dia menginginkan anak. Namun, Samuel hanya dengan dingin mengamati hasratnya yang membara dan mengabaikannya dalam kegelapan seperti sekarang.

Saat Keisha tenggelam dalam pikirannya, sebuah tangan melingkari pinggangnya yang lembut dan menariknya ke dalam pelukan hangat.

Samuel memeluk Keisha dengan erat. Dagunya bertumpu di atas kepala Keisha dan bergerak pelan.

"Waktu hamil, Momo masih adalah tunanganku. Aku nggak selingkuh, dan dia bukan orang ketiga. Kami berdua memiliki kesulitan masing-masing dalam hal ini. Max itu anakku. Sebagai seorang pria, aku nggak bisa mengabaikan mereka. Itu tanggung jawabku. Sayang, jangan marah. Mereka cuma tinggal di rumah ini. Benar-benar cuma sebatas itu."

Pada malam sebelum pernikahannya dengan Monica, Samuel mabuk hingga tak sadarkan diri. Ketika bangun, Monica ada di atas ranjangnya. Meskipun hanya sekali itu, Monica langsung mengandung Maxwell.

Setiap memikirkan hal ini, Samuel tidak dapat mendeskripsikan emosi yang berkecamuk di dalam dirinya. Entah itu penyesalan atau rasa bersalah.

Keisha menepis tangan Samuel dan duduk dalam kegelapan. "Kamu bisa pilih mau cerai atau beri aku anak."
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pengumuman Cintaku Membuat Mantan Suamiku Tak Lagi Lumpuh   Bab 50 

    Pintu terkunci dan pagar pembatas di sisi pengemudi sepenuhnya menjebaknya. Suara Keisha bergetar karena takut. "Aku akan beri kamu uang. Berapa banyak uang yang kamu mau? Tolong lepaskan aku ...." Tidak ada respons. Sopir itu bersikap seperti patung hingga membuat orang merinding. Mobil melaju kencang menuju pinggiran kota dan makin jauh dari kota.Menyadari bahwa tidak ada gunanya dia memohon, Keisha memaksa dirinya untuk tenang. Dia dengan cepat mencari sesuatu yang bisa dipakainya di kursi belakang, tetapi tidak menemukan apa-apa. Setelah berpikir sejenak, dia melepas sepatu hak tingginya dan memukul tepi kaca jendela dengan sekuat tenaga menggunakan tumitnya yang keras.Melihat ini melalui kaca spion, sopir itu pun menggeram, "Berhenti!" Keisha seperti tidak mendengarnya dan lanjut memukul jendela dengan sekuat tenaga. Kekuatan yang telah dikembangkan untuk merawat Samuel melalui olahraga teratur selama lima tahun di rumah, kini sepenuhnya digunakan di sini.Sebuah retakan muncu

  • Pengumuman Cintaku Membuat Mantan Suamiku Tak Lagi Lumpuh   Bab 49

    Samuel mengerutkan kening sambil menatap Keisha yang diapit oleh Geoffrey di sebelah kiri dan Frans di sebelah kanan.Geoffrey buru-buru menjelaskan, "Pak Frans orang yang kuundang. Kami punya hubungan kerja sama." Geoffrey selalu merasa Samuel menaruh permusuhan terhadap Frans, sedangkan Frans sepertinya juga tidak menyukai Samuel. Dia tidak tahu kapan kedua orang ini mulai bermusuhan. Untuk saat ini, dia hanya bisa memastikan bahwa hal itu tidak akan menimbulkan keributan."Pak Samuel, duduklah di sini." Geoffrey memberikan tempat duduknya dan Samuel duduk tanpa sungkan.Keisha yang terjebak di antara Samuel dan Frans pun merasa sangat canggung. Jika tahu mereka akan datang, dia tidak akan datang.Monica duduk di sebelah Samuel sehingga Geoffrey mau tak mau menggeser satu tempat duduk lagi."Tadi, Keisha dan Pak Frans sepertinya lagi ngobrol dengan asyik. Kalian berdua seharusnya cukup dekat, 'kan?" Keisha pura-pura tidak mendengar. Monica telah melihat lukisannya, sedangkan Frans

  • Pengumuman Cintaku Membuat Mantan Suamiku Tak Lagi Lumpuh   Bab 48 

    Malam keakraban itu diadakan di auditorium panti asuhan anak-anak penyandang disabilitas. Keisha dan Geoffrey datang lebih awal untuk melihat apakah ada yang dapat mereka bantu.Di panti asuhan, anak-anak ini dirawat dengan baik. Mereka juga ceria dan lincah. Seorang gadis yang kedua kakinya diamputasi mengenakan kaki palsu. Dia terlihat sangat bersemangat. Saat Keisha sedang merias wajahnya, dia terus mengoceh tanpa henti."Kakak, aku akan menari tarian robot malam ini! Menari dengan kaki palsu. Keren 'kan?""Tahun lalu, aku masih nggak bisa jalan, tapi tahun ini aku bisa menari! Paman Geoffrey hebat banget! Dia macam pesulap!" Kaki palsu yang dikenakan gadis ini dibuat khusus untuknya oleh Geoffrey. Melihat senyumnya yang berseri-seri, Keisha merasakan sesuatu yang aneh. Inilah makna dari pekerjaannya.Sebelum ini, tujuan Keisha hanyalah membantu Samuel berjalan normal. Seperti sinar matahari setelah kegelapan yang panjang, dia menemukan tujuan yang lebih luas dan lebih membahagiaka

  • Pengumuman Cintaku Membuat Mantan Suamiku Tak Lagi Lumpuh   Bab 47

    Keisha tetap tidak terpengaruh. Dia tidak ingin punya anak dengan Samuel, juga tidak membutuhkan perhatiannya yang datang terlambat.Samuel menunduk dan berkata dengan nada pelan, "Ada enam lepuhan. Aku akan transfer 12 miliar kepadamu. Anggap saja itu kompensasi atas rasa sakitnya. Oke?" Keisha mengangkat tangannya yang terluka dan meliriknya dengan tenang. Lepuhan dan kemerahan di tangannya terlihat sangat mengerikan, sedangkan rasa sakitnya juga belum berkurang sedikit pun."12 miliar? Pak Samuel benar-benar murah hati." Suara Keisha tidak keras, tetapi mantap dan tegas. "Aku akan terima uang itu. Gimanapun, anak kalian yang melukaiku." Samuel terlihat seperti sedang memberi kompensasi kepada Keisha, tetapi sebenarnya sedang melindungi Monica dan Maxwell. Tangannya sudah terbakar, tetapi mereka bahkan tidak perlu meminta maaf karena ada orang yang akan menangani masalah ini untuk mereka.Jika 12 miliar bisa membuat Keisha bungkam, juga menyelamatkan Monica dan Maxwell dari penderi

  • Pengumuman Cintaku Membuat Mantan Suamiku Tak Lagi Lumpuh   Bab 46

    "Kamu pergi ke mana hari ini?" Mata Samuel melembut dan nadanya mengandung keakraban yang alami. Dia mendorong kursi rodanya ke arah Keisha dan memberi isyarat agar Keisha membawanya ke ruang makan."Aku pergi bantu Dinda. Dia baru buka toko di mal," jawab Keisha sambil mendorong kursi roda. Nadanya terdengar tenang.Keisha tidak sepenuhnya berbohong. Dia benar-benar menghadiri upacara pemotongan pita sebelum pergi bekerja."Bagus juga. Kamu suka binatang. Kelak, kamu boleh lebih sering ke sana untuk bersantai." Samuel tidak curiga. Dia juga sudah mendengar tentang pembukaan toko Dinda. Dinda adalah sahabat terbaik Keisha. Keisha pasti hadir.Keisha menggumamkan "emm" dengan pelan, lalu mendorong kursi roda Samuel ke depan meja. Samuel memang seperti ini, sangat percaya diri hingga terkesan arogan. Hanya karena sudah memberi perintah pada Keisha untuk mengundurkan diri, dia berasumsi Keisha akan dengan patuh meninggalkan Kira Memoria. Sementara Samuel dan Monica sibuk bekerja dan per

  • Pengumuman Cintaku Membuat Mantan Suamiku Tak Lagi Lumpuh   Bab 45 

    Ketika melihat kesedihan di mata Keisha, hati Samuel terasa seperti tertusuk panah."Satu tahun. Kalau kamu masih ingin pergi setelah satu tahun, aku akan biarkan kamu pergi. Selama setahun itu, kamu nggak boleh ungkit tentang perceraian lagi." Samuel tidak percaya Keisha bisa meninggalkannya. Dia hanya merasa bahwa kemunculan Monica dan Maxwell sudah membuat Keisha kehilangan akal sehatnya untuk sementara. Setelah menangani urusan Monica dan Maxwell, mereka bisa kembali seperti semula, saling bergantung dan saling memiliki."Oke. Sepakat, ya." Dibandingkan dengan puluhan tahun kehidupan, satu tahun bukanlah apa-apa. Keisha setuju tanpa ragu. Selama bisa membebaskan diri dari belenggu, dia rela menunggu.Samuel menatap wajah Keisha yang cantik. Meskipun sedang membahas tentang perceraian, raut wajahnya tetap lembut dan tenang seperti biasanya. Dia tidak bisa menahan diri dan mengulurkan tangan untuk menyentuh Keisha. Namun, Keisha sudah berpaling. Langkahnya ringan dan siluetnya perl

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status