LOGINHailey memutuskan terus membersihkan tubuhnya, dan untungnya Mathias sudah keluar dari kamar mandi, jadi dia jauh lebih aman, dan paling tidak jantungnya jauh lebih bisa berdetak normal, tak seperti tadi—moment di mana dia berdua di kamar mandi dalam keadaan basah kuyup.Beberapa menit kemudian, Hailey keluar dari kamar mandi dengan mengenakan jubah mandi tebal berbulu halus yang disediakan, sementara rambut panjangnya dibalut handuk rapi.Dia mendapati Mathias sudah berdiri di dekat tempat tidur, telah mengganti kemejanya dengan kaus hitam polos dan celana santai, meski rambut hitam pria itu masih basah dan berantakan. Pria itu menoleh tajam begitu mendengar langkah kaki Hailey mendekat.Tanpa diduga, Mathias melangkah mendekat dalam diam, meraih handuk kering dari tangan Hailey, lalu dengan gerakan cepat yang mengejutkan, dia mulai mengeringkan rambut basah wanita itu dengan lembut. Tidak ada sepatah kata pun yang terucap di antara mereka. Sentuhan tanga
“Uhuk! Uhuk!” Hailey terbatuk-batuk hebat begitu kepalanya menembus udara, menghirup oksigen sebanyak-banyaknya sambil mencengkeram bahu Mathias sekuat tenaga bagai orang yang hampir mati. Tubuhnya menggigil hebat, basah kuyup, dengan helaian rambut hitam yang menempel di dahi dan pipinya yang pucat.Mathias membawa Hailey merapat ke tepian kolam. Napas pria itu sendiri memburu hebat, dadanya naik-turun karena panik luar biasa yang sempat mencengkeram jantung batunya. Tanpa menunggu waktu lama, Mathias mengangkat tubuh Hailey dengan mudah, mendudukkan wanita itu di tepi kolam, lalu menyusul naik dengan gerakan tangkas.Aura kemarahan yang pekat, gelap, dan mengintimidasi seketika menguar dari diri Mathias. Mata biru laut pria itu menatap tajam ke arah Hailey, menyala penuh amarah yang tertahan rapat di balik rahangnya yang mengeras.“Apa yang sebenarnya ada di dalam kepalamu, Hailey?!” bentak Mathias tertahan, suaranya menggelegar rendah
Waktu menunjukkan pukul tiga sore. Hailey tak menyangka saat diantar ke kamar, dia malah ketiduran tanpa membersihkan tubuhnya sama sekali. Padahal harusnya setelah perjalanan cukup melelahkan, dia membersihkan tubuh dulu, baru istirahat. Namun, rasa kantuk yang menyerang, membuatnya akhirnya tertidur cukup pulas.Hailey sekarang sudah bangun, membuka matanya, dan sedikit berdecak kesal. Dia kesal pada dirinya sendiri yang ketiduran. Detik itu, dia memutuskan membersihkan tubuhnya sebentar, dan mengganti pakaian yang nyaman untuk berada di dalam rumahSetelah membersihkan tubuh, dia merasakan tubuhnya butuh minuman hangat. Detik itu, otaknya memberikan ide agar dirinya membuat teh hangat. Dia segera keluar kamar, menuju salah satu dapur terbuka yang terhubung langsung dengan area kolam renang infinity pool di bagian belakang vila. Beruntung memang sebelum diantar ke kamar, Hailey sempat melihat-lihat sebentar, jadi menemukan dapur bukan hal yang sulit baginya.
Roda pesawat jet pribadi berdecit pelan saat menyentuh landasan pacu di Los Cabos International Airport. Begitu pintu kabin dibuka, embusan udara hangat khas Baja California Sur langsung menyergap kulit Hailey, membawa aroma laut yang samar dan hawa kering dari daratan. Pesawat mereka berhenti di area private aviation, jauh dari keramaian terminal utama.Tampak di luar landasan, sebuah mobil SUV mewah berpenjagaan ketat telah siaga menanti dan di sana beberapa pengawal berjas rapi yang bergerak cepat mengamankan area. Hailey yang turun dari pesawat bersama dengan Mathias agak canggung di kala melihat mobil sudah menjemput, ditambah pengawalan yang cukup ketat seolah dia macam ibu negara yang sedang dikawal. Meski tumbuh di keluarga angkat yang memberikannya kehidupan layak, tapi dia belum pernah dimoment seperti ini.Menuju mobil, Mathias merengkuh pinggang Hailey posesif. Keintiman dan kedekatan itu membuat Hailey jelas agak salah tingkah. Namun, wanita itu tak bisa berontak ataupun
Penerbangan menuju Meksiko baru berjalan sekitar satu jam. Suasana di dalam kabin yang awalnya tenang, damai, dan dipenuhi alunan dengung mesin yang konstan, mendadak berubah tegang ketika suara kapten pilot mengumumkan lewat interkom bahwa pesawat akan segera memasuki area kantong udara dengan cuaca buruk dan potensi turbulensi kuat.Benar saja, hanya berselang beberapa menit dari pengumuman tersebut, badan pesawat berguncang hebat secara tiba-tiba. Suara deru mesin beradu dengan derit dinding kabin yang bergetar keras. Cangkir-cangkir keramik kecil di atas meja bergeser dan hampir jatuh.Raut wajah Hailey memucat di kala merasakan turbulence yang cukup kuat. Jantungnya mendadak seakan berhenti berdetak, dan aliran darahnya mendingin seketika. Ketika sebuah hantaman turbulensi vertikal yang kuat membuat pesawat seolah terjun bebas selama beberapa detik, pertahanan mental Hailey runtuh berkeping-keping.“Aaaaaa!”Teriakan histeris lolos begitu
Mereka berdua masuk ke dalam jok belakang mobil yang luas. Begitu pintu tertutup, suasana langsung berubah menjadi sangat canggung. Mathias segera mengambil iPad dari tasnya, mulai menyentuh layar dan mengabaikan keberadaan Hailey sepenuhnya.Hailey sendiri duduk merapat ke arah jendela, menatap lurus ke depan dengan jemari yang saling meremas di atas pangkuan. Setiap kali bahu mereka tanpa sengaja bersentuhan karena laju mobil yang melewati jalanan kota New York yang padat, Hailey sontak menegang. Dia bisa mencium aroma parfum maskulin pria di sampingnya, yang seketika mengingatkan pada ciuman semalam. Pikiran itu membuatnya makin salah tingkah. Ingin rasanya dia menghilang dari sana, tapi jelas tak mungkin.Sesekali, Hailey mencuri pandang ke arah Mathias lewat pantulan kaca jendela. Pria itu tampak begitu tenang, seolah ketegangan di antara mereka hanya dirasakan oleh Hailey seorang diri. Sikap acuh tak acuh itu membuat Hailey merasa kesal sekaligus jengkel, tetapi dia tidak punya
Hailey duduk dalam mobil dengan kegelisahan yang membentang dalam diri. Napasnya agak berat, dan tangannya saling menaut seperti menunjukkan ada rasa cemas. Orang biasanya suka dan merasakan kenyamanan duduk di mobil mewah, tapi berbeda dengan Hailey. Mobil mewah apa pun, jika bersama Mathias seaka
Sinar matahari pagi menembus sela-sela jendela, kilauanya menyentuh wajah Hailey yang masih terlelap. Perlahan, sinar matahari makin tampak terang membuat mata wanita cantik yang tertidur pulas itu langsung mengerjap beberapa kali.Hailey mulai membuka mata sambil menguap pelan. Suara erangan lolos
Udara terasa berat oleh aroma tembakau mahal dan alkohol yang kuat. Asap mengepul, lalu perlahan hilang. Kesunyian membentang di ruang kerja megah milik Mathias Cameron. Tampak pria tampan itu duduk di balik meja kerjanya, melepaskan dasi kupu-kupu yang diletakan secara sembarang di lengan kursi ku
Pintu limusin tertutup dengan dentuman yang terdengar seperti palu hakim yang menjatuhkan vonis mati. Di dalam kabin yang kedap suara itu, keheningan terasa begitu berat, seolah oksigen telah diisap keluar, meninggalkan Hailey dalam ruang hampa yang menyesakkan.Hailey tak bisa tenang setelah resmi







