Home / Romansa / Penjara Hasrat Cinta / Bab 1. Pengantin Pengganti

Share

Penjara Hasrat Cinta
Penjara Hasrat Cinta
Author: Abigail Kusuma

Bab 1. Pengantin Pengganti

last update publish date: 2026-03-15 03:47:32

Harum yang berasal dari bunga lili putih mahal telah berhasil memenuhi udara salah satu gereja yang ada di kota New York. Namun, sayangnya bagi Hailey Brantley aroma itu mendadak tercium seperti bau pemakaman yang seolah membuat otaknya menyadarkan bahwa dia berada di dunia yang tak seharusnya.

Wanita cantik berambut cokelat keemasan itu berdiri dengan tenang, dengan raut wajah agak serius dan dingin. Dia terkenal pembawaan yang tenang, tapi memiliki tatapan yang tak setenang pembawaannya. Hanya diam saja, dia seakan bisa melawan. Padahal sebenarnya dia orang yang sering mengalah agar demi mendapatkan ketenangan. Faktanya, diam memang caranya untuk menghadapi kemunafikan semua orang.

Dia berada di sebuah gereja di mana sebentar lagi akan diadakan pernikahan sederhana. Meski hanya pernikahan sederhana, tapi beberapa tamu yang datang berasal dari kalangan atas. Walau tidak banyak tamu undangan yang diundang, tapi jelas Hailey tahu tamu yang datang bukan orang sembarang. Sebab, pernikahan ini adalah pernikahan bisnis yang jelas menguntungkan satu sama lain.

Hailey berdiri dengan tenang, dengan tatapan lurus ke depan. Dia merasa tak nyaman, tetapi dia tak bisa pergi menghindar dari pernikahan kakaknya. Semua malapetaka akan muncul kalau sampai dia tak hadir di acara pernikahan kakaknya ini.  

Dia memutuskan hendak berbalik, bermaksud ingin mengambil minum. Tenggorokkan terasa kering, dia butuh air untuk menyegarkan. Namun, belum sampai dia berbalik, tiba-tiba ada dua wanita yang muncul dari arah belakang, dan terdengar serius membahas sesuatu.

“Aku mendengar kabar tentang Mathias Cameron itu adalah pria yang tua dan buruk rupa. Dia juga katanya cukup kejam, dan tidak mengenal kata ampun ada seseorang yang membuatnya marah,” kata wanita bergaun merah mulai bicara pada temannya yang memakai gaun putih.

“Benarkah kabar itu? Aku pernah mendengar hal itu juga, tapi aku pikir itu hanya bohongan saja. Bukan kabar sungguhan,” jawab si wanita bergaun putih.

“Aku mendapatkan informasi yang akurat. Mathias Cameron itu pria tua dan jelek serta memiliki sifat yang kejam. Hmm, agak aneh memang billionaire ternama tapi sangat jelek dan kejam. Menurutmu, kenapa bisa putri sulung keluarga Brantley mau menikah dengan moster itu?” tanya si wanita bergaun merah.

“Mungkin karena Mathias Cameron jauh lebih kaya dari keluarga Brantley. Jadi, wajar kalau putri sulung keluarga Brantley mau menerima perjodohan bisnis ini. Dua perusahaan besar disatukan akan mendatangkan dinasti kekayaan yang tak berkesudahan,” jawab si wanita bergaun putih lagi.

Wanita bergaun merah itu tampak bingung. “Tapi aku agak bingung kenapa pihak Mathias Cameron dan keluarga Brantley mengadakan pesta sangat sederhana? Lihat saja, tamu yang datang benar-benar sedikit.”

“Mungkin mereka menjaga privasi,” jawab si wanita bergaun putih asal tebak.

“Jujur, saat aku mendapatkan undangan pernikahan, aku masih ragu karena selama ini aku belum pernah bertemu dengan Mathias Cameron. Aku hanya mendengar kabar kalau Mathias Cameron itu pria tua dan jelek serta memiliki sifat yang kejam. Sementara Ava Brantley, putri sulung keluarga Brantley itu terkenal anggun dan cantik. Sangat berbanding terbalik, kan?” ujar si wanita gaun merah.  

“Aku juga tidak mengerti. Tapi, mungkin karena Mathias Cameron memiliki tingkat kekayaan yang sangat jauh di atas keluarga Brantley. Jadi, aku pikir tidak ada alasan untuk keluarga Brantley menerima pernikahan bisnis ini. Pastinya, keluarga Bratnley mendapatkan keuntungan besar. Ah, dan kau jangan lupa, orang di belahan dunia mana pun semuanya mencintai uang. Termasuk kita, kan?” balas si wanita bergaun putih.

Dua wanita itu sama-sama mengangguk, dan tertawa pelan bersama membenarkan bahwa semua orang di dunia ini rasanya mustahil tak menyukai uang. Sekalipun orang tersebut sudah hidup berkecukupan, akan tetap silau jika ada orang yang lebih kaya.

Percakapan dua wanita itu didengar jelas oleh Hailey. Wanita cantik itu terdiam sebentar, dan entah kenapa jantungnya berdebar kencang seakan rasa takut mulai merayap ke dalam dirinya. Ya, bisa dikatakan dia tak pernah melihat wajah Mathias Cameron, calon suami kakaknya. Hal yang dia ketahui adalah orang tuanya memaksa secara paksa kakaknya untuk menikah dengan pria berkuasa bernama Mathias Cameron.

Hailey mengatur napasnya, berusaha tenang dan mengabaikan ucapan dua wanita tadi. Dia tak mau larut akan ucapan itu. Pun dia tak mengenal sosok pria yang bernama Mathias Cameron. Meski akan menjadi kakak iparnya sendiri, tapi memang dia belum pernah bertemu dengan pria itu.

Suara tawa dua wanita tadi cukup mengganggu, Hailey memutuskan untuk pergi dari tempat itu, dia mencoba menuju ruang belakang. Pesta pernikahan belum dimulai. Jadi, dia bisa ke belakang sebentar.

Saat Hailey melangkah menuju ke ruang belakang tepatnya di dekat ruang rias pengantin, tiba-tiba saja dia mendengar suara teriakan cukup kencang. Sontak detik itu dia menoleh, dia langsung menatap Martha—ibunya berlari keluar dari ruang rias dengan raut wajah panik.

“Eva hilang!” Teriakan Martha Brantley melengking cukup keras, sampai membuat sepertinya semua orang yang mendengar sakit telinga.

“Mom?” Hailey menoleh, dan berjalan cepat menghampiri ibunya yang berteriak-teriak.

“Martha, ada apa?” Preston Brantley, ayah Hailey berlari menghampiri sang istri. Jelas dia mendengar, karena posisinya kebetulan tak jauh, dan sang istri berteriak cukup keras. 

“Sayang, lakukan sesuatu! Ava hilang!” Martha panik luar biasa, menatap cemas serta panik pada sang suami.  

Preston agak bingung dengan ucapan sang istri. Pria paruh baya itu hendak bermaksud bertanya, tapi istrinya itu sudah menyodorkan surat. Detik itu, dia mulai membuka surat itu, dan membacanya dengan saksama.

{Dad, Mom, maafkan aku. Aku harus pergi. Aku tidak sudi menjadi istri dari monster buruk rupa hanya demi menyelamatkan bisnis kalian.}

Wajah Preston langsung memerah padam seraya meremas kertas itu hingga hancur di tangannya. “Berengsek! Ini tidak boleh terjadi! Jika sampai pernikahan ini batal, kita bukan hanya malu di depan tamu undangan, tapi kita juga akan hancur!”

Martha terkejut sekaligus ketakutan mendengar apa yang dikatakan oleh sang suami. “A-apa maksudmu, Sayang?” tanyanya panik.

Preston mencengkeram bahu istrinya dengan kasar, matanya menyiratkan keputusasaan yang nyaris membuatnya gila. “Aku berutang sepuluh miliar dolar pada Mathias Caeron! Pernikahan ini adalah jaminannya. Jika putri kita tidak muncul di altar dalam tiga puluh menit, Mathias akan menarik seluruh investasi dan membiarkan kita membusuk dalam kemiskinan!”

Mata Martha melebar penuh kepanikan dan rasa takut yang membentang di dalam diri. Pun dia sampai gelisah luar biasa membayangkan ‘kemiskinan’ akan terjadi di hidupnya—yang jelas pasti akan seperti mimpi buruk.

“Ya Tuhan! Apa yang harus aku lakukan?” seru Martha, seakan kehilangan akal untuk berpikir.

Preston mengusap wajahnya kasar, dan jelas pria paruh baya itu menunjukkan kepanikan tak main-main. Otaknya benar-benar tak bisa berpikir jernih. Dia kini mondar-mandir gelisah bersama dengan sang istri.

Ketegangan menyelimuti. Martha dan Preston masih sama-sama panik luar biasa. Mereka masih mondar-mandir tak jelas, sampai mereka tak menyadari bahwa Hailey sejak tadi ada di sana, mendengar semua percakapan.

Perlahan di kala ketegangan dan kepanikan membentang. Preston dan Martha mengalihkan pandangan mereka secara tak sengaja, menatap Hailey yang sejak tadi hanya diam, tak bersuara apa pun. Hanya saja, pancaran mata Hailey menunjukkan rasa cemas.

“Kau Hailey,” desis Preston tegas, dengan sorot mata tajam dan dingin. “Kau yang akan mengantikan Ava,” lanjutnya tak bisa dibantah.

Tubuh Hailey membeku, dengan mata melebar terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya. Otaknya tiba-tiba mendadak tak bisa berpikir. Darah yang mengalir di tubuhnya seolah berhenti sejenak.

“D-dad? I know, k-kau pasti bercanda,” ucap Hailey tenang, tapi gelagapan.

Martha langsung mendekat, dan menatap dingin putrinya. “Tidak ada yang bercanda dalam keadaan seperti ini. Hailey, kau harus menggantikan kakakmu!” sambungnya menekankan.

Hailey merasa disudutkan. “Mom, a-aku tidak mau. M-maksudku ini adalah pernikahan Ava, bukan pernikahanku.”  

“Tidak ada penolakan Hailey! Kau tidak memiliki pilihan lain! Keluarga kita akan hancur kalau sampai pernikahan ini gagal!” bentak Preston cukup keras, dan tatapan yang melayang tajam.

“Dad, tapi—”

“Hailey, anggap saja apa yang kau lakukan adalah bentuk balas budimu pada keluarga Brantley,” potong Martha tegas.

Apa yang dikatakan Martha berhasil membuat Hailey bungkam seribu bahasa. Jelas, dia tak akan pernah lupa bahwa dirinya memang memiliki utang budi pada keluarga Brantley. Hanya saja, dia tak menyangka, caranya membalas balas budi harus menjadi pengantin pengganti kakaknya.

Hailey merasa kalah, tak bisa merespons apa pun. Detik di mana dia hanya diam, tak memberikan respons, Martha langsung bertindak cepat, membawa Hailey ke ruang pengantin, Sementra Preston yang puas Hailey tak berontak, membuatnya menunggu di luar.

Gaun pengantin indah yang harusnya dipakai kakaknya malah berubah dipakai oleh Hailey. Penata rias kini sibuk merias wajah Hailey. Durasi waktu yang tak banyak, membuat orang-orang yang ada di ruang pengantin memiliki kesibukan masing-masing.

Hailey mati-matian menahan air matanya. Aura wajahnya menunjukkan rasa marah yang dia tahan. Dia ingin berteriak melawan, tapi memang dari dulu Hailey selalu berusaha menahan amarah di dalam dirinya. Hal yang lagi dan lagi dia ingat adalah dirinya memiliki utang budi. Itu yang membuatnya selalu sulit melawan. Seperti saat ini.

“Tersenyumlah. Jangan memasang wajah ditekuk. Aku tidak mau sampai Mathias Cameron kesal dengan ekspresi wajahmu. Ini hari pernikahan kalian,” bisik Martha tegas, dan menusuk di telinga Hailey yang sejak tadi sedang dirias.

Hailey hanya diam, tak bisa berkata apa pun. Matanya tajam ingin melawan, tetapi bayangan lata ‘balas budi’ membuatnya tak berdaya. Penata rias telah berhasil membuatnya tampil sangat cantik dengan mengenakan gaun pengantin mahal, tapi sekali lagi Hailey tak pernah bahagia. Ini adalah pernikahan bisnis paksaan di mana dia harus menggangtikan kakaknya yang melarikan diri.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 31. Teguran Langsung Keputusan

    “Menurutmu lebih cantik dia atau Ava Brantley?” tanya karyawan berambut merah.“Hailey sebenarnya sangat cantik, tapi dia hanya anak pungut di keluarga Cameron,” sambung karyawan berambut cokelat.“Really? Kau dapat informasi dari mana?” tanya karyawan berambut pirang.Karyawan berambut cokelat tersenyum. “Well, aku memiliki Paman yang cukup mengenal Preston Brantley. Dia sendiri yang memberitahuku. Berita ini belum diketahui banyak orang. Sebenarnya aku dilarang menginformasikan pada kalian, tapi tidak masalah, Aku percaya pada kalian. Lagi pula ini berinta penting. Sangat disayangkan kalau sampai tidak diberi tahu.”Karyawan berambut merah tertawa. “Oh My God, kasihan sekali Tuan Cameron. Harusnya dia menikah dengan wanita kalangan ata, tapi malah mendapatkan upik abu. Bisa jadi Hailey Brantley adalah anak gelandangan.”“Bisa juga anak pelacur yang dibuang?” sambung karyawan berambut pirang. “Kalau aku jadi Tuan Cameron lebih baik batal. Karena jelas Tuan Cameron terlalu hebat untu

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 30. Menemani ke Kantor

    Selama Hailey hidup belum pernah dia pingsan hanya karena syok luar biasa. Sekalipun dia tak pernah benar-benar merasakan kebahagiaan di keluarga Brantley, tapi setidaknya dia besar di keluarga itu, diberikan makanan cukup dan pendidikan baik. Pun dia tak pernah merasakan rasa takut berlebihan seperti sekarang di mana dia telah resmi menjadi istri dari Mathias Cameron.Pria itu seolah membangun dinding tinggi menyimpan jutaan rahasia yang tak bisa ditembus oleh siapa pun. Hailey sendiri mencoba bersikeras menerobos dinding itu, mencoba ingin tahu, tapi faktanya yang dia dapatkan hanya tersesat dalam kebingungan yang tak mengerti arahnya ke mana.Dia telah resmi menjadi istri, tapi dia bingung seperti apa sebenarnya sosok suaminya. Entah baik ataupun jahat. Semua terasa seperti abu-abu. Dia melangkah ke depan seakan ditutupi oleh kabut tebal yang membuatnya tersesat. Ingin rasanya dia melarikan diri, tapi dia sadar berada di kurungan ini rasanya tak akan mungkin bisa membuatnya pergi.

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 29. Artinya Memang Kau Iblis

    Mata Hailey mulai bergerak-gerak perlahan dimulai dari bulu mata lentik yang menandakan bahwa mata akan segera terbuka. Ya, tepat di kala mata wanita itu terbuka, penglihatan kabur sebelumnya kini mulai berubah menjadi jelas. Tatapannya mengendar, melihat dirinya berada di kamar yang tak asing. Dia masih belum bergerak, rasa pusing di kepala menyerang membuatnya terpaksa mau tak mau memberikan pijatan pelan di kepalanya. Beberapa detik tepat di kala dia memijat kepala, dia mencoba mengingat apa yang terjadi padanya. Entah, dia tak mengerti kenapa terasa tubuhnya lelah sekali, seperti menghabiskan energi. “Sudah merasa lebih baik?” Suara Mathias berat, menyapu keheningan dengan ketenangan yang menekan. Nadanya tenang, tapi tetap dingin dan penuh misterius.Hailey mengalihkan pandangannya, menatap ke sumber suara itu, dan seketika dia kembali terdiam di kala Mathias melangkah mendekat padanya. Detik di mana dia melihat Mathias, detik di mana kepingan memori di kepalanya bagaikan pu

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 28. Kau Milikku

    Dada Hailey terasa sangat sesak, seolah-olah seluruh pasokan udara di dalam ruangan kerja bernuansa gelap itu mendadak dihisap habis oleh kehadiran Mathias yang intimidatif. Setiap kali pria itu mengambil satu langkah maju, atmosfer di sekitar mereka seakan makin menghimpitnya hingga tak bersisa. Peringatan yang baru saja dilontarkan Mathias—dingin, tajam, dan mematikan—menghujam tepat ke pusat ketakutan terlipat di dalam dirinya. Kata-kata itu bukan sekadar gertakan kosong; Hailey tahu persis bahwa Mathias adalah jenis pria yang mewujudkan setiap ancamannya menjadi kenyataan.Bersamaan dengan gelombang stres emosional yang melonjak hebat hingga ke puncak batas kemampuannya, rasa pusing berat yang sejak pagi menyiksa kepala Hailey kini mendadak berlipat ganda secara brutal. Denyutan nyeri di pelipisnya bertambah hebat, terasa bagaikan pukulan godam yang terus meremukkan tengkoraknya dari dalam tanpa ampun. Sensasi mual merayap cepat dari lambungnya, menyatu dengan detak jantung yang be

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 27. Kau Tidak Bisa Lari

    Mathias tidak menunjukkan riak terkejut sedikit pun. Tidak ada alis yang terangkat atau rahang yang mengendur. Garis rahangnya tetap mengeras tegak bagaikan pahatan batu sintetis. Pria itu justru membiarkan air mata hangat Hailey terus menetes membasahi jemarinya tanpa berniat untuk melepaskan cengkeramannya.“Jadi, semua rumor itu sengaja disebarkan?” lirih Hailey dengan nada penuh luka. Suaranya sarat akan rasa ketidakpercayaan yang menyakitkan. “Pria buruk rupa berhati dingin... semua itu kau sendiri yang meminta rumor itu disebar? Apa tujuanmu sebenarnya, Mathias?” tanyanya dengan nada yang terdengar makin lemah dan habis tenaga.“Kau bertanya tujuanku?” balas Mathias dingin. Tatapannya masih mengintimidasi, seolah-olah sedang meneliti seberapa jauh kebenaran itu telah menghancurkan mental wanita di depannya.Memotong rasa takut yang melumpuhkannya, Hailey memberanikan diri menatap balik mata Mathias dengan tatapan yang memancar dingin dan penuh luka. “Kau ingin menjebakku dan kel

  • Penjara Hasrat Cinta    Bab 26. Seberapa Banyak Kau Mendengarnya?

    Gema suara berat itu masih membeku di udara. Panggilan nama “Hailey...” yang keluar dari bibir Mathias tidak membawa bentakan keras ataupun luapan emosi yang membakar. Namun justru karena ketenangannya yang dingin dan teratur, dampaknya jauh lebih meremukkan dada. Tampak jelas bagaimana pria itu berdiri tegak di tengah ruangan, dengan postur tubuh kokoh dan sorot mata tajam yang menghujam, menatap Hailey yang bersimpuh tak berdaya di ambang pintu di hadapannya.Ruang kerja mewah yang mendadak hening bagaikan makam itu seketika menciptakan tekanan udara yang berat dan mencekik. Situasi tegang tersebut langsung dibaca oleh Nash yang berdiri kaku di samping meja. Sebagai asisten pribadi yang telah bertahun-tahun mendampingi Mathias dan paham betul setiap gerak-gerik tuannya, Nash memiliki kepekaan tingkat tinggi untuk mengetahui kapan ia harus menyinkronkan diri dan kapan harus menghilang. Awalnya ia berdiri tegak menunggu perintah lisan, tetapi kali ini ia memilih untuk tak menunggu sin

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 4. Strings of Control

    Udara terasa berat oleh aroma tembakau mahal dan alkohol yang kuat. Asap mengepul, lalu perlahan hilang. Kesunyian membentang di ruang kerja megah milik Mathias Cameron. Tampak pria tampan itu duduk di balik meja kerjanya, melepaskan dasi kupu-kupu yang diletakan secara sembarang di lengan kursi ku

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 3. The Cost of Replacement

    Pintu limusin tertutup dengan dentuman yang terdengar seperti palu hakim yang menjatuhkan vonis mati. Di dalam kabin yang kedap suara itu, keheningan terasa begitu berat, seolah oksigen telah diisap keluar, meninggalkan Hailey dalam ruang hampa yang menyesakkan.Hailey tak bisa tenang setelah resmi

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 2. The Golden Cage at the Altar

    Langkah kaki Hailey terasa seberat timah saat menelusuri lorong panjang menuju altar gereja. Gaun pengantin cantik telah melekat di tubuh wanita itu, tapi sayangnya gaun itu terasa seperti kain yang mencekik. Tak ada raut wajah kebahagiaan, bahkan senyum pun tak sama sekali tampak. Padahal orang b

  • Penjara Hasrat Cinta    Chapter 7. The Fragile Shield

    Butiran pasal perjanjian yang membuat kesesakan luar biasa bagi Hailey. Otaknya seakan benar-benar buntu, dan merasa kehidupannya telah habis tak tersisa. Dia memang masih ada di dunia, tapi itu seolah jiwanya saja. Sementara raganya sudah mati tepat di kala dia mengenal sosok Mathias Cameron.Lang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status