ANMELDENBeberapa minggu berlalu...Hari pernikahan Daffa Satya Wicaksana dan Adeeva Afsheen akhirnya tiba.Pernikahan itu di adakan di ballroom hotel termewah di kota. Seluruh pernikahan di biayai oleh Abraham Afsheen untuk mewujudkan impian putrinya untuk memiliki pernikahan mewah.Karena Adeeva akan menikah dengan putra keluarga Wicaksana, Abraham Afsheen berpikir tidak akan menjadi masalah untuk menghabiskan beberapa miliar demi membahagiakan putrinya.Setelah itu, ia akan memiliki sebagian besar kekayaan dan aset keluarga Wicaksana di bawah kendalinya. Pernikahan putrinya dengan Daffa sama saja berarti ia secara otomatis menjadi pemilik setengah dari miliaran yang dimiliki Daffa. Ia akan menjadi miliarder secara otomatis, jadi ia tidak peduli jika Daffa atau keluarganya tidak mengeluarkan sepeser pun untuk pernikahan tersebut.“Kamu terlihat sangat cantik, Nak... Ibumu pasti akan sangat bangga dan bahagia jika dia ada disini...” Ucap Abraham pada putrinya di ruang ganti.Adeeva yang baru
Keisha mengerutkan kening saat ia tiba di alamat yang dikirimkan wanita paruh baya itu padanya. Itu adalah bangunan yang sudah tua dan tak terawat di pinggiran kota. Dan saat Keisha mendekat, ia terkejut menemukan bahwa bangunan itu adalah sebuah klinik.‘Aku tidak pernah tahu ada klinik seperti ini di kota. Apa yang sedang dilakukan walikota?!!’ Tanya Keisha dalam hati saat memasuki tempat itu, sambil menatap bangunan tua tersebut.Bangunan itu berbau pesing karena kondisinya yang tidak higienis dan Keisha berusaha menahan diri untuk tidak menutup hidungnya.Keisha terus berjalan, hingga melihat seorang wanita yang tampak seperti perawat.“Permisi, saya mencari pasien bernama Maria Henni. Apa dia ada di sini?” Tanya Keisha dengan sopan.Perawat itu menatap Keisha sekilas sebelum mengangguk, “Lurus saja, dia ada di ruangan terakhir itu.” jawabnya.Setelah berterima kasih pada perawat, Keisha berjalan menyusuri lorong sampai ia mencapai pintu terakhir yang bahkan tidak bisa tertutup de
Mayra melihat ibunya marah, jadi ia langsung melambaikan tangan pada ayahnya dan berkata, “Sampai jumpa, Daddy... Sampai jumpa besok!” ucapnya sedikit teriak.Hati Daffa mencekam saat melihat Keisha berjalan pergi bersama putri mereka. Mayra terus menoleh ke belakang dan melambaikan tangan padanya seolah-olah Mayra tidak ingin berpisah darinya.Daffa ingin mengejar mereka, tetapi ia ada pertemuan mendesak dengan staf di mall. Sementara Skylar menyeringai sombong dan mengejar Keisha, membuat Daffa marah dan terdiam.Skylar dengan cepat menyusul Keisha dan menawarkan, “Keisha, izinkan aku mengantarmu pulang, ya!!” ujarnya, penuh harap.“Tidak, terima kasih,” Keisha menolak mentah-mentah, kemudian menghentikan taksi. Namun, Keisha tidak melihat perubahan ekspresi Skylar setelah menolaknya, karena tatapan jahat seketika muncul di wajah Skylar.Keisha terdiam dalam perjalanan pulang. Alisnya berkerut saat ia memikirkan pertengkaran yang baru saja terjadi dengan Daffa.‘Dia pasti sangat ma
Pada saat yang sama, Keisha bersyukur putrinya ikut serta. Jika tidak, ia akan berada dalam situasi canggung dengan Skylar. Pria itu sama sekali tidak mengerti isyaratnya.“Mommy, aku lapar, aku mau makan sesuatu.” pinta Mayra dan suara Skylar tiba-tiba terdengar.“Aku tahu restoran bagus yang baru buka di sekitar sini. Ayo kita ke sana!” tawar Skylar.Ibu dan gadis kecil itu mengikuti Skylar saat membawa mereka ke restoran. Namun, Keisha tiba-tiba merasakan hawa dingin di punggungnya.Rasanya seperti seseorang menatap tajam ke punggungnya dan itu membuatnya bergidik ngeri.Saat Keisha mencoba menoleh, jantungnya berdebar kencang saat melihat pria jangkung yang berjalan ke arah mereka dengan tatapan marah di wajahnya.Ia hendak memalingkan muka, namun Mayra langsung melepaskan tangannya dan berseru, “Daddyyyy!!”Mayra bergegas menghampiri Daffa yang berhenti dan berdiri dua langkah di belakang mereka. Ia menatap Skylar dengan tatapan cemburu dan marah. Ia melihat mereka di area bermai
Keesokan paginya...Mayra bergegas ke kamar Keisha dan meminta, “Mommy, hari ini hari sabtu. Aku ingin kita menghabiskan hari di rumah Daddy!!” Keisha merasakan tubuhnya menegang. Ia menatap putrinya dan memaksakan senyum, sambil berkata, “Tidak hari ini ya, sayang. Daddy sangat sibuk hari—”“Mommy, Mommy bertengkar lagi dengan Daddy ya?” tanya Mayra dengan ekspresi serius di wajahnya. Menatap mata Keisha dengan lembut.Jantung Keisha berdebar kencang. Ia duduk tegak dan membantah, “Tidak, sayang... Kami baik-baik saja.”“Lalu kenapa Mommy dan Daddy saling menghindari sepanjang minggu ini? Daddy hanya datang menemuiku saat makan siang dan hanya Mommy yang mengantar atau menjemputku ke sekolah,” ucap Mayra, “Mommy dan Daddy juga tidak pernah ketemu lagi!” tambahnya.Keisha tertawa canggung, tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan putrinya.Ia menatap putrinya dan berkata, “Daddy dan Mommy ada sedikit masalah, tapi Mommy akan mencoba menyelesaikannya.”Mayra naik ke tempat tidur dan m
“Aku setuju karena aku ingin membuat mereka lengah. Abraham Afsheen akan berpikir dia telah berhasil dalam rencananya dan dengan begitu, dia akhirnya akan melakukan kesalahan. Kemudian, aku akan bisa mengetahui apa yang dia sembunyikan. Aku yakin ada sesuatu yang kita lewatkan!” Jelas Daffa.Henry Wicaksana memijat pangkal hidungnya dan menghela napas dalam-dalam sebelum berkata, “Papa merasa dalam menjalankan perusahaan sebesar ini, kita akan selalu memiliki pengkhianat atau mereka yang ingin mengambil alih perusahaan. Papa akan memberikan temuan Papa tentang kasus Jason Daphne. Mungkin kamu bisa menemukan sesuatu yang tidak ada dalam dokumen yang diajukan.”Keheningan menyelimuti mereka selama beberapa detik. Isabella menghela napas tajam, “Mama harap kamu tahu apa yang telah kamu lakukan, Daffa. Persetujuanmu untuk menikahi wanita lain mungkin akan lebih menyakiti Keisha dan kamu mungkin akan kehilangan kesempatan yang kamu miliki untuk kembali bersamanya.” ujarnya mengingatkan put







