Inicio / Romansa / Perempuan Kedua / Bab 10. Berubah

Compartir

Bab 10. Berubah

Autor: Sulistiani
last update Fecha de publicación: 2026-07-30 06:31:24

"Astaga, Arini. Apa yang kamu lakukan?" tanya Yumna terkejut saat memasuki ruang tamu.

Yumna melihat Arini sedang mengeluarkan bunga-bunga dari vas-nya, bunga-bunga itu adalah tanaman hias yang Yumna rawat dan ia simpan di vas ruang tamu ketika sudah mekar, tapi kini terlihat berserakan di lantai.

"Mbak Yumna, ini aku mau ganti bunga ini dengan bunga plastik. Kalau bunga asli mudah layu nanti ada ulat di daunnya. Bunga plastik gak layu dan gak ada ulat. Ni aku sudah beli bunga plastiknya!" ucap
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Perempuan Kedua   Bab 33. Arini Dan Ronald

    Tidak ada kendala apapun pada kehamilan Arini, semua berjalan lancar dokter kandungan hanya memberikan vitamin kepada Arini dan juga untuk kandungannya seperti biasa. Setelah selesai mengambil resep vitamin tersebut Arini kembali pulang bersama Ronald, di dalam mobil Arini terus menatap Ronald yang serius mengendarai mobilnya."Ronald kau belum jawab pertanyaanku, apalagi yang kamu tahu tentang aku?" tanya Arini sedikit ketakutan."Tidak banyak, hanya yang aku katakan di rumah sakit tadi," jawab Ronald dengan nada dingin."Sejak kapan kamu mengetahuinya?""Belum lama.""Lalu kenapa kamu tidak mengatakan hal ini kepada Mbak Yumna dan Mas Haikal?""Aku masih menimbang-nimbang. Melihat sikapmu belakangan ini cukup baik kepada Bu Yumna aku rasa lebih baik aku merahasiakannya terlebih dahulu, tapi jika kamu sudah bersikap keterlaluan kepada Bu Yumna maka aku akan mengatakan hal ini kepada Pak Haikal dan Bu Yumna!""Kenapa harus ditimbang-timbang? Bukankah kamu bisa melaporkannya langsung t

  • Perempuan Kedua   Bab 32. Haikal Milikku

    "Itu tidak akan terjadi, Arini. Karena aku tahu Mas Haikal hanya mencintaiku, Mas Haikal milikku. Aku bisa berbagi apapun denganmu, rumah ini, uang dari Mas Haikal, dan semua yang aku miliki bisa ku berikan padamu. Namun, jika kau menginginkan Mas Haikal, itu hal yang tak akan aku berikan!" Setelah merenungi semua dan melihat kejujuran Haikal padanya, Yumna sadar jika dia harus benar-benar mempertahankan rumah tangganya bersama Haikal. Lelaki yang sudah memberinya begitu banyak cinta dan kasih sayang, saat ada sedikit masalah bahkan jika benar Haikal bersalah maka dia akan memberikan maaf dan kesempatan kedua.Hari demi hari mereka lalui, Yumna selalu bersikap baik kepada Arini meskipun terkadang Arini masih menguji nya dengan tingkahnya yang selalu menggoda Haikal dan tentu saja Haikal tak menanggapi godaan dari Arini."Sayang, sudah siap?" tanya Haikal."Siap, Mas. Aku udah gak sabar," jawab Yumna antusias.Hari ini baby Mazaya sudah diperbolehkan pulang Yumna dan Haikal akan menje

  • Perempuan Kedua   Bab 31. Rencana Yumna

    "Bukankah semua orang punya rencana dalam hidupnya?" tanya Yumna seraya tersenyum pada Arini.Arini menautkan kedua alisnya, ia memasang sikap waspada takut Yumna merencanakan hal buruk setelah melakukan kebaikan padanya."Apa yang Mbak Yumna rencanakan? Apa yang akan Mbak Yumna lakukan padaku?" tanya Arini dengan khawatir."Ya, aku memang punya rencana tapi bukan untuk kamu melainkan untuk hidupku. Aku berencana hidup bahagia dan damai dengan keluargaku, menebar kebaikan pada siapapun dan dimanapun hingga akhirnya keluargaku bisa memetik hasil dari apa yang telah aku tebar tersebut," ucap Yumna dengan nada yang terlihat sangat tenang.Arini terdiam masih belum mengerti dengan apa yang diucapkan oleh wanita cantik di hadapannya, sementara Yumna hanya tersenyum dan menggelengkan kepala melihat ekspresi Arini."Sudahlah kamu jangan terlalu banyak berpikir, lebih baik kamu istirahat agar kamu bisa cepat sembuh!" ucap Yumna seraya berjalan meninggalkan kamar Arini.Setelah pintu kamar it

  • Perempuan Kedua   Bab 30. Broken Home

    Malam hari Arini dibuat terkejut karena Bi Sarti tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya dengan merebahkan tubuhnya di samping dia yang sedang tertidur."Bi Sarti, Ya ampun bikin aku kaget aja!" ucap Arini seraya mengelus dadanya."Kok kamu bangun? Udah tidur lagi, Aku disuruh nemenin kamu di sini sama bu Yumna, katanya biar ada yang perhatiin kamu takut tiba-tiba demam mu tinggi lagi," jawab Bi Sarti seraya merapihkan selimut yang akan menutup tubuhnya."Mbak Yumna minta bibi jagain aku malam ini?" tanya Arini tak percaya."Iya, baik banget kan Bu Yumna. Sudah kamu sakiti, tapi masih perhatian sama kamu. Kalau kamu datang di tengah keluargaku dan menggoda suamiku sudah aku racun kamu, Arini."Arini menghela nafasnya, ia tak habis pikir mengapa Yumna masih baik kepadanya padahal jelas-jelas semua orang tahu bahwa ia adalah pengganggu rumah tangga Yumna dan Haikal."Aku heran, emang kamu gak punya sanak keluarga. Arini? Sepertinya semenjak datang ke rumah ini gak ada satupun keluarga kamu ya

  • Perempuan Kedua   Bab 29. Kebaikan Yumna

    "Ya ampun, Arini. Kamu demam tinggi," ucap Yumna setelah berada di sebelah Arini dan mengecek suhu tubuhnya."Arini, kamu masih sadar kan? Sejak kapan kamu demam, kenapa gak bilang?" tanya Yumna terdengar khawatir."Aku masih sadar, Mbak. Tadi malam sudah mulai nggak enak badan, terus tadi pagi setelah sarapan aku malah mual dan muntah aku pikir jika tidur akan membaik tapi aku malah demam," ucap Arini."Kenapa kamu nggak bilang sama Bi Sarti? Kamu lagi hamil nggak boleh diam Kalau lagi demam harus langsung diperiksa sama Dokter, tunggu ya aku telepon dokter dulu untuk periksa kamu ke sini." Setelah mengatakan hal itu Yumna pun keluar dari kamar Arini.Arini menghela nafas melihat kepergian Yumna, setelah cukup lama Yumna tidak kembali ke kamar tersebut. Arini pikir Yumna tidak akan peduli dengan keadaan dia dan malah senang jika Arini sakit atau bahkan meninggal dalam keadaan seperti itu. Namun, prasangka Arini tidak benar Yumna datang bersama seorang dokter dan memeriksanya."Sepert

  • Perempuan Kedua   Bab 28. Mama Mertua

    "Aku tidak mikirin apa-apa, Bu. Ibu sabar dulu ya di sini kalau sudah tiba waktunya Ibu pasti akan aku bawa pulang dan kita akan berkumpul bersama," ucap Yumna menenangkan ibunya.Ratna hanya mengangguk, dia yang sudah mulai stabil dan sebenarnya sudah diperbolehkan untuk pulang oleh dokter hanya menuruti apapun yang dikatakan oleh anaknya. Setelah cukup lama berbincang dengan Ratna, Yumna dan Jasmine pun akhirnya pulang."Mah, selama pernikahan Mama dan Papa Apakah ada wanita yang menggoda Papa?" tanya Yumna kepada sang mertua saat mereka dalam perjalanan pulang."Banyak, termasuk mantan-mantannya Papa karena dulu sebelum menikah dengan Mama, Papa itu terkenal Playboy," jawab Jasmine seraya fokus memegang setir."Serius Papa dulu mantan Playboy?" tanya Yumna terkejut.Yumna hampir tak percaya karena melihat sikap Papa mertua kepada Mama mertuanya saat ini sangat menunjukkan kasih sayangnya, padahal kalau dilihat mereka sudah tidak muda lagi dan sudah memiliki anak cucu, tetapi Billy

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status