مشاركة

Bab 135

مؤلف: Stary Dream
last update تاريخ النشر: 2026-05-26 06:07:02

Rama melepaskan tangannya dari wajah Selina. Keduanya mendongak melihat pintu kamar yang digedor dengan hebat bak ingin dirobohkan. Sontak saja Rama dan Selina berdiri untuk mengetahui apa yang terjadi.

Ceklek.

Pintu kamar terbuka. Selina terkejut mendapati Aulia yang menangis tersedu-sedu.

"Mama!" Panggilnya menangis.

"Oh.. sayang!" Selina memeluk putrinya dan menggendong segera. "Kamu pasti takut tidur sendirian, ya?"

Aulia hanya menangis dan mem
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 135

    Rama melepaskan tangannya dari wajah Selina. Keduanya mendongak melihat pintu kamar yang digedor dengan hebat bak ingin dirobohkan. Sontak saja Rama dan Selina berdiri untuk mengetahui apa yang terjadi.Ceklek.Pintu kamar terbuka. Selina terkejut mendapati Aulia yang menangis tersedu-sedu."Mama!" Panggilnya menangis."Oh.. sayang!" Selina memeluk putrinya dan menggendong segera. "Kamu pasti takut tidur sendirian, ya?"Aulia hanya menangis dan memeluk ibunya dengan erat. Selina lalu beralih pada suaminya."Mas. Aku tidurin Aulia dulu, kayaknya dia belum cukup tidur makanya rewel."Rama mengangguk dan membiarkan Selina menidurkan putrinya. Setelah itu, dia menghela nafas berat."Mungkin aku terlalu terburu-buru." Gumam Rama menggelengkan kepala.Satu jam berlalu, Aulia berhasil tidur lagi. Selina pun kembali ke kamar pengantin dimana suaminya sudah menunggu. Saat masuk ke dalam kamar, Selina tersenyum.

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 134

    Rama menutupi kedua mata Aulia yang sedang melompat-lompat. Anak kecil yang memakai gaun warna merah muda ini berjingkrak penasaran setelah Rama memberitahu ada kejutan besar untuknya. Begitu juga Selina yang mengikuti mereka dari belakang.Pintu dibuka oleh Rama. Selina terperangah. Aulia bahkan melompat sambil berteriak."Apa???" Aulia berteriak dengan matanya yang berbinar. Rama dan Selina sampai tertawa."Apa ini???" Tanyanya gemas."Kamar untuk Aulia."Aulia bertepuk tangan. Ia masuk ke dalam kamar yang memiliki wallpaper hewan kesukaannya. Tak hanya itu di sudut kamar ada lemari yang berisikan boneka. Di tengah ada tempat tidur berwarna merah muda. Didepannya ada playmate dengan kursi dan meja kecil untuk Aulia bermain dengan bonekanya.Anak ini mengitari kamar dan menyentuh semua perabotan yang menjadi miliknya. Ia lalu berbalik dan mengejar Rama untuk dipeluk."Makasih papa!" "Hanya makasih?"A

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 133

    Cincin sudah tersemat. Selina meraih tangan Rama dan menciuminya dengan takzim. Sekarang pria ini adalah imamnya. Tempat ia bergantung. Tempat ia mematuhkan diri dan berlindung. Rama tersenyum. Ia mengusap kepala Selina yang tertutup hijab. Pria ini menyentuhnya dan melantukan doa. Wanita ini sekarang adalah istrinya. Tempat ia mencurahkan dan memberikan kasih sayang. Keduanya saling melempar senyum. Debaran itu sekarang sudah mereda. Berganti dengan rasa yang tegas melingkupi relung hatinya. Selina mencium tangan Mala dan Taufan secara bergantian. Mala memeluk menantunya dengan erat. Sekarang Selina resmi menjadi menantu kesayangannya. Begitu juga dengan Maryono yang membisikkan sesuatu pada Rama. Pria ini bahkan menangis pelan. "Aku percaya padamu, Rama. Kalau kamu tidak akan menyia-nyiakan Selina dan juga Aulia. Namun jika di lain hari kamu tidak sanggup lagi, tolong kembalikan mereka berdua

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 132

    Mata Rama bengkak dengan lingkaran hitam. Bukannya tertidur nyenyak semalam, Rama maalh tak bisa tidur.Begini rasanya ingin menikah? Detak jantung Rama berdegup tak karuan. Ia antusias tapi juga cemas.. bagaimana jika pernikahan hari ini berjalan tidak sesuai rencana?Semalaman Rama berdoa untuk kelancaran pernikahannya hari ini. Semoga tidak ada hal buruk yang menimpa acara pernikahannya.Pagi ini, Rama sudah tampan dengan memakai jas pengantin berwarna biru langit. Ia pun berkaca di cermin untuk memastikan penampilannya sebelum pergi ke gedung acara."Sudah siap, Rama?" Tanya Mala yang sudah memakai kebaya berwarna biru tua."Ma. Lihat mataku!" Rama menunjuk matanya."Astaga, nak! Apa yang terjadi?" Mala jadi tertawa. "Sebentar mama panggilan tim MUA. Biar mereka menyamarkan lingkaran hitammu.""Ya. Sekalian buatkan aku kopi." Rama ngantuk sekali dan butuh obat yang namanya tidur. Tapi tak mungkin dia tidur di hari be

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 131

    Semua mata tertuju pada pria yang duduk dikursi roda tersebut. Rangga datang dengan wajah layunya. Ia tak berani mengangkat wajah ataupun menyapa keluarga yang tengah berkumpul.Lain hal lagi dengan wanita yang tersenyum sumringah itu. Ia menyapa semua orang tanpa rasa malu."Hai semua.. sepertinya kami melewatkan acara malam ini." Ucap Nisa tersenyum manis.Kirana bangun dari duduknya. Oleh karena situasi yang menjadi canggung, wanita ini mengambil alih dengan pura-pura tak mengerti."Hai, Nisa, Rangga. Kejutan sekali.. kamu sudah diperbolehkan pulang?""Tepat sekali saat tante dan mama tadi pulang ada dokter yang berkunjung. Dia bilang mas Rangga bisa pulang malam ini." Nisa yang menjawab pertanyaan itu."Begitu ternyata." Kirana tersenyum. "Kalian sudah makan malam?""Kebetulan belum. Aku dan mas Rangga belum sempat makan malam ini." Jawab Nisa lagi."Mari tante antarkan ke meja makan." Ajak Kirana.

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 130

    Mala menatap tajam wanita yang tengah tersenyum manis padanya. Dengan wajah polos itu, ia bertingkah seolah tak terjadi masalah.Padahal satu minggu yang lalu, Nisa datang ke rumah dan mencaci maki Rangga. Setelah itu, ia mengancam akan menceraikan suaminya yang tak berguna."Apa kabar, tante?" Sapa Nisa ramah pada Kirana."Oh.. baik." Kirana menerima ciuman di pipi kanan dan kiri dari wanita ini. Sementara untuk mertuanya, Nisa main melewatinya saja."Kapan tante tiba dari Jerman?" Tanyanya."Subuh tadi.""Sedang apa kamu disini, Nisa?" Mala menatap tak suka."Seperti yang mama lihat. Mengurus suamiku.""Suami yang hendak kamu ceraikan?" Alis Mala terangkat satu. "Sejauh mana gugatanmu?"Nisa menggeleng. Wajah itu berubah sedih."Aku sudah impulsif dalam membuat keputusan. Jadi kami memutuskan untuk kembali bersama.""Kembali bersama?" Mala memandang anaknya. "Benar itu, Ran

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 13

    Adzan subuh berkumandang sudah beranjak dari dua jam yang lalu, bau masakan yang khas ini membelai indera penciuman Aldi hingga memaksanya membuka mata.Aldi bangun dengan perlahan, mengusap wajah dan memandang ke samping. Tak ada Selina. Sepertinya sudah diluar sedang memasak.Dengan sisa kantukny

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 12

    "Wanita simpanan?"Aldi berusaha mencerna ucapan istrinya dengan menunjukkan wajah polos itu."Apa maksudmu?""Aku sudah mengetahui semuanya, mas." Jawab Selina berat. "Kamu sering pulang malam, mie tumis dan juga kotak bekal berwarna ungu. Aku yakin itu bukan sebuah kebetulan, kan?""Soal mie tumi

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 10

    "Mayang!" Aldi yang cemas menggedor keras pintu rumah wanita ini.Tanpa berpikir lagi, Aldi langsung mengemudikan mobilnya dengan cepat dan sampai di depan rumah ini. Suara histeris Mayang tadi membuatnya panik bukan main.Namun, dahi Aldi mengernyit ketika melihat keadaan rumah dalam keadaan lenga

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 9

    Bak senandung yang menyambut, hubungan Aldi dan Mayang kian dekat semakin harinya.Aldi selalu mengantar adik tingkatnya pulang lepas perkuliahan, begitu juga dengan Mayang yang selalu memberikan bekal makanan sebagai imbalannya.Pria ini juga tak segan untuk selalu mampir. Meski Mayang pernah tak

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status