Share

Bab 83

Author: Stary Dream
last update publish date: 2026-04-24 06:27:29

"Rama terjerat kasus?" Rangga terkejut bukan main saat mendengar selentingan gosip dari mulut istrinya.

"Iya, mas. Aku curi-curi dengar dari obrolan papa dan mama. Katanya keluarga Anggia itu mau nuntut Rama. Mereka nuduh Rama menghamili Anggia." Seloroh Nisa.

Rangga yang syok terduduk di kursinya. Ia lalu memijit kepala itu pelan.

"Kenapa bisa begitu?"

"Katanya Anggia meninggalkan sebuah surat dan ada barang bukti yang menguatkan kalau Rama adalah pelaku p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Dyah Wiryastini
Rangga main nya sangat rapi
goodnovel comment avatar
Ms. Re
karena Rangga dan Rama bersaudara, jd pinjem barang2 adalah hal lumrah.. tp kenapa Rangga jahat sama Rama?
goodnovel comment avatar
Adfazha
Rangga nih yg hamilin Anggia kyknya Rangga gk rela Rama nikah stlh rebut Nisa, entah ada dendam apa sm adiknya hm Sabar Rama kebenarannya pasti akan terungkap kna yg benar dialah pemenangnya.. kuncinya ada di mama Rama yg tau klo Rangga dibeliin jam serupa atas nama Rama
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 86

    "Kamu lihat berita hari ini, mas? Adikmu menjadi terkenal karena skandalnya. Dia dituding menghamili Anggia dan meninggalkannya begitu saja demi menikahi Selina. Astaga!"Nisa tak tahu harus tertawa atau sedih. Ia putuskan untuk menggelengkan kepalanya saja."Sekarang kita tahu kenapa Rama terus menghindari perjodohan. Rupanya karena dia sudah berhubungan dengan Selina."Nisa lantas menoleh ke suaminya yang masih tak bergeming."Mas!" Nisa menyentuh lengan suaminya. "Kok diem aja sih?"Rangga menarik nafas kasar. "Aku nggak konsen, Nisa. Aku lagi sibuk mikirim masa depan perusahaan kita.""Memang ada masalah dengan bisnis kita, sayang?""Nggak ada. Aku keluar sebentar." Rangga bangun dari duduknya."Kamu mau kemana???" Tanya Nisa saat melihat Rangga hendak berlalu."Keluar sebentar.""Hmm.. padahal kamu baru pulang kerja." Nisa yang memprotes tak didengar oleh suaminya.Percuma Rangga

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 85

    "Aku nggak mengerti maksudmu."Selina mengambil lagi putrinya yang terduduk di kursi tunggu dan memeluknya. Ia memutuskan keluar dari lobi rumah sakit untuk menyegat taksi yang lewat."Tunggu, Selina!" Aldi menahan lengan mantan istrinya.Selina menepis tangan Aldi dan memundurkan tubuhnya. Ia lalu menatap Aldi tajam."Alina akan ikut denganku sambil menunggu gugatan hak asuhku selesai.""Gugatan?" Dahi Selina mengernyit. Aldi sepertinya masih tertidur pulas hingga berbicara sembarangan. "Kamu bicara apa, mas? Aulia akan tetap ada padaku!""Tapi sebagai papa kandungnya aku sudah menggugatmu, Selina. Aku nggak mau putriku diasuh oleh wanita problematik sepertimu.""Aku nggak mengerti cara pikirmu, mas. Kamu yang bermasalah tapi kamu menuduhku problematik!" Selina mendengkus kesal.Aldi tersenyum miring dan mengambil ponselnya. Ia lalu menunjukkan berita terbaru pada Selina."Apa ini?" Selina terperangah

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 84

    "Dimana suamimu?" Tanya Rama dengan rahang mengeras.Nisa yang sedang menata meja untuk makan malam langsung terkesiap. Ia tergagap melihat Rama yang menatapnya dengan penuh kemarahan."Rama.." tegur Mala."Suruh dia keluar dari kamarnya!" Ucap Rama meninggikan suaranya."Tenang, Rama." Taufan ikut menegur. "Rangga sedang keluar ke kantor. Sebentar lagi dia pulang.""Malam-malam ke kantor?" Rama menatap tak percaya."Sayang.. duduk dulu dan tenangkan dirimu." Ucap Mala lembut.Rama yang kesal menghempaskan tubuhnya ke sofa ruang keluarga. Setelah melihat tayangan cctv di kantor polisit tadi dia jadi emosi.Mobil yang dipakai adalah miliknya. Tapi pria yang menemui Anggia adalah Rangga. Bukan dirinya.Mala dan Taufan yang mengawal kasus ini ikut memberikan kecurigaan yang sama. Rama dan Rangga memang mirip. Keduanya hanya tertaut usia 2 tahun saja. Tapi sebagai orang tua mereka bisa membedakan keduanya.

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 83

    "Rama terjerat kasus?" Rangga terkejut bukan main saat mendengar selentingan gosip dari mulut istrinya."Iya, mas. Aku curi-curi dengar dari obrolan papa dan mama. Katanya keluarga Anggia itu mau nuntut Rama. Mereka nuduh Rama menghamili Anggia." Seloroh Nisa.Rangga yang syok terduduk di kursinya. Ia lalu memijit kepala itu pelan."Kenapa bisa begitu?""Katanya Anggia meninggalkan sebuah surat dan ada barang bukti yang menguatkan kalau Rama adalah pelaku pembunuhannya. Sebenarnya aku juga nggak percaya, tapi kita tinggal menunggu keaslian barang bukti itu aja.""Barang bukti apa itu?"Nisa menggeleng. "Aku juga nggak tahu, mas. Aku nggak berani nanya. Selama kamu pergi aku mematuhi ucapanmu untuk banyak diam di kamar dan nggak banyak bicara."Rangga tak menjawab ucapan istrinya. Ia masih terkejut dengan kabar yang baru saja di dengarnya. Bisa-bisanya Taufan dan Mala tidak menceritakan masalah ini padanya.Oleh

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 82

    "Pa! Pa!"Wajah Aulia yang berbinar berubah merengek ketika Rama berjalan mendekat kepadanya. Anak cantik ini merentangkan tangannya agar dipeluk oleh Rama. Dengan sigap, Raka mengambil Aulia dalam pelukannya.Rama dan Aldi saling menatap sengit. Terutama Aldi yang sudah mengeras dengan nafas memburu. Emosinya sudah memuncak.Oh, sialan! Lihatlah bagaimana Rama berhasil memenangkan hati putrinya. Bahkan dengan lancang Rama berhasil mendapatkan panggilan Papa dari Aulia. Ia sudah maju satu langkah dengan mendorong Aldi dari posisinya."Kamu dokter, kan? Harusnya kamu tahu kalau harus mencuci tanganmu dulu sebelum menyentuh anak kecil!" Geram Aldi.Selina sampai menoleh. Hebat sekali Aldi mengajari ikan berenang di dalam air. Padahal Aldi saja tadi datang langsung menyentuh Aulia tanpa mencuci tangan terlebih dahulu."Tidak perlu memberitahuku, Aldi. Aku lebih pintar darimu." Sahut Rama dingin. Ia memupuk punggung Aulia dengan kasi

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 81

    Selina yang panik langsung membawa Aulia ke rumah sakit saat itu juga. Dari hasil pemeriksaan lab, Aulia dinyatakan positif demam berdarah. Inilah sebabnya demam yang melanda anak ini tidak turun juga. Terlebih Aulia juga mengalami mimisan. Sangat berat hati, Selina harus menghubungi Aldi. Bagaimanapun Aulia ini masih putri pria itu. Aldi berhak tahu kondisi putrinya. Rama pun ikut menyusul ke rumah sakit dengan penuh penyesalan. Dia terlambat mengetahui jika putri tirinya sudah dibawa lebih dulu ke rumah sakit. "Maafkan aku, harusnya tadi siang kita langsung membawanya periksa darah." Rama menggerutui dirinya. Padahal demam Aulia sudah masuk hari ketiga, harusnya Rama melakukan pemeriksaan lanjutan pada anak ini. "Nggak apa-apa. Yang penting Aulia sudah ditangani." Sahut Selina menenangkan. "Aku sedang sibuk tadi jadi nggak lihat kalau kamu meneleponku." "Barang yang kamu cari sudah ketemu?"

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 41

    "Jam mengajar saya dikurangi, pak?" Aldi menatap jadwal mata kuliah yang berada di tangannya."Iya. Setelah rapat dengan dekan dan dosen, jam mengajar dosen-dosen dengan status tidak tetap akan dikurangi. Digantikan dengan dosen yang baru saja dilantik menjadi pegawai pemerintah." Jelas pria yang m

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 40

    Lima hari berlalu sejak Selina sadar kembali. Wanita ini mulai membaik, perlahan ia sudah bisa duduk kembali meski tangan dan kaki kirinya sulit untuk digerakkan.Berdasarkan rencana, Selina diperbolehkan besok hari.Selama lima hari ini juga hanya ada Aldi yang setia menemani. Maryono sering datan

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 39

    "Se.. Selina.."Aldi tak mempercayai apa yang dilihatnya. Selina telah membuka mata!!Kedua mata itu terlihat memerah, seperti dipaksa untuk terbuka menatap dunia. Tapi tatapan itu kosong. Selina menatap lurus ke arah suaminya tanpa berkedip.Dan anehnya, walau Selina memandangnya tanpa arti, Aldi

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 38

    "Kamu menangis, sayang?" Aldi mengusap lembut bekas air mata yang berjatuhan ke pelipis istrinya.Ia pandangi wajah itu dengan kasih sayang. Selina masih belum mau juga membuka matanya.Aldi mendesah pelan. Sekitar 90 menit yang lalu Maryono mendadak memberi tahu jika dia harus pulang ke kampung ka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status