Mag-log in"Aulia!" Selina menjerit begitu juga dengan Aulia yang menangis kesakitan.Tubuhnya di dorong oleh wanita dewasa dengan wajah yang terbentur lantai.Selina mengangkat putri kecilnya. Terlihat noda merah yang keluar dari dalam mulutnya. Ternyata benturan keras membuat gusi anak kecil ini berdarah.Bukannya merasa bersalah, wanita ini melenggang dengan santainya. Selina yang tak terima lekas menahan lengan wanita ini."Hey, mbak!" Tegur Selina."Ada apa?" Yasmine melotot."Kamu sudah mendorong anak saya!""Aku?" Yasmine menunjuk dirinya sendiri. "Bukan aku!""Saya melihatnya. Anda merebut mainan anak saya dan mendorongnya hingga terjatuh!""Aku nggak merebut. Boneka ini milikku, dia yang berusaha merebutnya.""Anda berusaha berbohong? Kalau begitu kita lihat cctv saja untuk membuktikannya!" Ucap Selina yang membuat Yasmine terkesiap."Ada apa ini?" Rama memburu wanita barbie ya
Selina sudah tak bisa bersabar jika berurusan dengan sikap emosional mantan suaminya. Tak hanya keras kepala, Aldi juga egois.Dia mungkin melunak, tapi itulah caranya untuk mengambil hati lawannya. Dan Selina sadar bahwa dia sedang diperdaya oleh pria kurang ajar itu. Selina sudah bertekad untuk tidak jatuh dalam lubang yang sama.Akhirnya, Selina memutuskan untuk pindah ke rumah sewa yang lain. Tempatnya sedikit terpencil, para penghuni komplek ini bahkan bisa dihitung dengan jari.Tapi kedamaian seperti inilah yang dicari oleh Selina. Tanpa gangguan dan rasa ingin tahu dari tetangga yang julid. "Kalau kamu kesulitan dan butuh bantuan, jangan segan panggil ayah." Ujar Maryono. Usia sudah memakan separuh tubuhnya tapi cinta pada anak dan cucunya menguatkan dirinya."Ayah jangan khawatir." Balas Selina tersenyum manis. "Menurut ayah apakah aku kejam memisahkan ayah dan anaknya? Mas Aldi berucap demikian, tapi aku merasa ini yang terbaik.
"Panggil Rama kemari!"Rahang Taufan sudah mengeras karena menahan emosi. Wajah ini merah padam karena malu akibat perbuatan anaknya.Entah anak siapa Rama ini, kenapa dia berbeda sekali dengan dirinya dan juga Rangga! Karena terlalu biasa dimanja oleh Mala membuatnya menjadi pemberontak.Dan salah satu rasa malu yang diberikan oleh Rama adalah malam ini.. disaat Rama main pergi saja meninggalkan wanita yang hendak dijodohkan padanya.Rama dipanggil, pria ini duduk di sofa keluarga tanpa rasa bersalah. Ia disidang oleh Taufan dan juga Rangga."Beginikah sikapmu itu, Rama? Kenapa kamu tidak bisa menghormati tamu papa!""Apa ada yang salah? Bukannya aku sudah menyapa mereka tadi.""Jangan main-main, Rama! Berapa usiamu itu! Mau sampai kapan kami bertingkah kekanak-kanakan!" Seru Taufan kesal."Aku nggak mengerti maksud papa." Ujar Rama ikut kesal juga."Papa dan mama hendak menjodohkanmu dengan Yasmine. T
"Dokter Rama.."Mata Rama membulat sempurna, namun ia mendistraksikan pandangannya pada anak perempuan yang wanita berhijab itu pegang. Anak kecil itu tampak menangis hebat dalam pelukannya."Baringkan dia. Apa yang terjadi?"Anak perempuan itu dibaringkan di atas tempar tidur. Rama dengan sigap memeriksa keadaan anak ini menggunakan stetoskop. Selanjutnya, ia mengambil senter dan menyinari ke permukaan kulit yang nampak kemerahan. Tepatnya di area wajah hingga ke lengan bagian kanan."Tadi aku lagi buat susu dengan dotnya, dok. Tapi Aulia nggak sabar lagi dan merebut dot yang aku taruh di atas meja. Jadi, tumpahan air panasnya mengenai wajah sama lengannya." Jelas Selina terbata.Ia sempat terkejut saat masuk ke ruangan ini. Rupanya dokter yang berjaga adalah dokter yang begitu dikenalnya.Rama memeriksa lagi keadaan Aulia. Memastikan jika kulit anak ini tidak terjadi masalah. Aulia yang tadinya menangis terisak jadi
"Gimana kalau kita kerja sama aja? Kebetulan aku lagi merambah ke bisnis skincare. Dengan basic mu sebagai seorang dokter, kita bisa membangun bisnis ini bersama-sama." Ujar Nisa tersenyum manis.Taufan melihat anak dan menantunya secara bergantian. Malam ini mereka berkumpul di ruang keluarga dimana Rangga dan istrinya suka sekali mendominasi pembicaraan."Aku nggak berminat." Sahut Rama datar."Ayolah, Rama. Tawaran kakak iparmu ini bagus banget, loh!" Sambung Rangga. "Lagipula ngapain sih kamu masih betah jadi dokter? Mana dokter umum lagi! Emang berapa gajimu itu, hah? Lebih baik kamu ikut berbisnis seperti kami."Sudah berulang kali Rama jengah dengan ucapan Rangga dan istrinya. Mereka selalu meremehkan pekerjaan Rama. Padahal ketika pria ini terjatuh, bukannya mengulurkan tangan dan memberikan motivasi melainkan mereka suka sekali mencibir kisah hidup Rama yang tragis.Betapa tidak? Dalam satu tahun ini hanya kemalangan yang menimpa
Aldi sudah terhukum jika dia menyadarinya. Ia terpisah dari istrinya yang setia. Terpisah dari putri yang sudah membuka jendela hatinya.Aldi ingin marah, menuntut semua orang yang memisahkan dirinya dengan Selina dan Alina. Tapi apa Aldi masih memiliki hak akan itu? Sedangkan dia saja tak bisa melakukan apapun.Semua keburukan Aldi tertulis dalam buku harian hitam milik Selina. Tak hanya itu, bukti cctv perselingkuhannya dengan Mayang serta riwayatnya tinggal di penjara sudah menjadi bukti bahwa Aldi memang tak pantas untuk diberikan kesempatan.Terlebih ketulusan dan kesabaran yang Aldi tampilkan pada Selina saat lumpuh rupanya memiliki tepi. Ia kembali lagi ke watak aslinya. Aldi cukup beruntung Selina tak membawa catatan hitamnya ke meja hijau, atau bisa dipastikan dia akan mendekam lagi di penjara.Hari ini, pertemuan kembali Aldi dengan putri kecilnya yang ia panggil Alina.Aulia Alina kini sudah berusia 1 tahun. Dua kaki kecil itu







