Share

Bab 39

Author: Stary Dream
last update publish date: 2026-03-11 06:36:16

"Se.. Selina.."

Aldi tak mempercayai apa yang dilihatnya. Selina telah membuka mata!!

Kedua mata itu terlihat memerah, seperti dipaksa untuk terbuka menatap dunia. Tapi tatapan itu kosong. Selina menatap lurus ke arah suaminya tanpa berkedip.

Dan anehnya, walau Selina memandangnya tanpa arti, Aldi merasakan nyeri di sekujur tubuhnya. Tatapan itu sangat menusuk sulit diartikan.

"Sayang.." Aldi berusaha menepuk pipi istrinya untuk memastikan.

Selina melenguh tanpa melepaskan pandangannya. Aldi t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Erni Apriani
itu permintaan selina sama rama. kalo ada apa2 sama dia suruh anaknya kasih sama bapaknya aja. soalnya aldi nganggep selina dan kehamilannya beban waktu itu, trus husni ga mau punya cucu cewe.
goodnovel comment avatar
Lyana
Jadi Selina tidak tau anaknya selamat..jdi menyembunyikan anak Selina & Aldi itu idenya Rama dan Maryono yah.wah Aldi bisa menuntut sma mereka nih,Rama sok2 jdi pahlawan Dokter tdk professional ikut campur urusan pasien..biarkan Selina dan Aldi menyelesaikannya kamu siapa Rama
goodnovel comment avatar
Susilawati Arum
aku nggak rela kalau Selina kembali sama Aldi.. terlalu sakit jadi Selina
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 132

    Mata Rama bengkak dengan lingkaran hitam. Bukannya tertidur nyenyak semalam, Rama maalh tak bisa tidur.Begini rasanya ingin menikah? Detak jantung Rama berdegup tak karuan. Ia antusias tapi juga cemas.. bagaimana jika pernikahan hari ini berjalan tidak sesuai rencana?Semalaman Rama berdoa untuk kelancaran pernikahannya hari ini. Semoga tidak ada hal buruk yang menimpa acara pernikahannya.Pagi ini, Rama sudah tampan dengan memakai jas pengantin berwarna biru langit. Ia pun berkaca di cermin untuk memastikan penampilannya sebelum pergi ke gedung acara."Sudah siap, Rama?" Tanya Mala yang sudah memakai kebaya berwarna biru tua."Ma. Lihat mataku!" Rama menunjuk matanya."Astaga, nak! Apa yang terjadi?" Mala jadi tertawa. "Sebentar mama panggilan tim MUA. Biar mereka menyamarkan lingkaran hitammu.""Ya. Sekalian buatkan aku kopi." Rama ngantuk sekali dan butuh obat yang namanya tidur. Tapi tak mungkin dia tidur di hari be

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 131

    Semua mata tertuju pada pria yang duduk dikursi roda tersebut. Rangga datang dengan wajah layunya. Ia tak berani mengangkat wajah ataupun menyapa keluarga yang tengah berkumpul.Lain hal lagi dengan wanita yang tersenyum sumringah itu. Ia menyapa semua orang tanpa rasa malu."Hai semua.. sepertinya kami melewatkan acara malam ini." Ucap Nisa tersenyum manis.Kirana bangun dari duduknya. Oleh karena situasi yang menjadi canggung, wanita ini mengambil alih dengan pura-pura tak mengerti."Hai, Nisa, Rangga. Kejutan sekali.. kamu sudah diperbolehkan pulang?""Tepat sekali saat tante dan mama tadi pulang ada dokter yang berkunjung. Dia bilang mas Rangga bisa pulang malam ini." Nisa yang menjawab pertanyaan itu."Begitu ternyata." Kirana tersenyum. "Kalian sudah makan malam?""Kebetulan belum. Aku dan mas Rangga belum sempat makan malam ini." Jawab Nisa lagi."Mari tante antarkan ke meja makan." Ajak Kirana.

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 130

    Mala menatap tajam wanita yang tengah tersenyum manis padanya. Dengan wajah polos itu, ia bertingkah seolah tak terjadi masalah.Padahal satu minggu yang lalu, Nisa datang ke rumah dan mencaci maki Rangga. Setelah itu, ia mengancam akan menceraikan suaminya yang tak berguna."Apa kabar, tante?" Sapa Nisa ramah pada Kirana."Oh.. baik." Kirana menerima ciuman di pipi kanan dan kiri dari wanita ini. Sementara untuk mertuanya, Nisa main melewatinya saja."Kapan tante tiba dari Jerman?" Tanyanya."Subuh tadi.""Sedang apa kamu disini, Nisa?" Mala menatap tak suka."Seperti yang mama lihat. Mengurus suamiku.""Suami yang hendak kamu ceraikan?" Alis Mala terangkat satu. "Sejauh mana gugatanmu?"Nisa menggeleng. Wajah itu berubah sedih."Aku sudah impulsif dalam membuat keputusan. Jadi kami memutuskan untuk kembali bersama.""Kembali bersama?" Mala memandang anaknya. "Benar itu, Ran

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 129

    Keluarga besar dari pihak Taufan dan Mala mulai berdatangan sejak pagi. Rumah besar yang biasa sepi ini sekarang ramai akan canda tawa. Dan sesuai rencana, malam ini akan diadakan pengajian untuk mendoakan kelancaran hari pernikahan Rama."Berarti pindah ke Jerman itu hanya wacana?" Goda Tommy, adik Taufan. Pria ini juga sudah tiba dari luar negeri."Atau kamu mau mengajak istrimu tinggal bersama kami?" Kirana istri dari Tommy juga ikut-ikutan menggoda keponakannya.Taufan berdeham. "Tidak boleh ada yang keluar dari rumah ini. Semua anak-anakku harus menetap di kota ini."Kirana tergelak sambil memandang kakak iparnya. Apalagi Taufan sudah kembali ke mode protektif."Apa kabar Rangga? Masih sakit?" Tanya adik Mala, Tito."Masih." Jawab Mala singkat.Semua sudah mengetahui kisah tragis kakak dan adik ini. Mungkin ada hikmah setelah ini dimana Rangga dan Rama akan menjadi dekat. Apalagi mereka tahu benar jika beberapa tahu

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 128

    Rangga masih merenung di atas tempat tidurnya. Memandang ke jendela dimana langit sudah berubah menjadi gelap gulita. Malam ini tidak ada Rama di sisi sebrang sana. Adiknya itu sudah terlebih dahulu menyentuh kebebasan.Sementara, Mala nampak lelah walau kata itu tak terucap. Dan dengan rasa tak enak hati, Rangga meminta ibunya itu pulang ke rumah. Mala sudah cukup tua untuk terus-terusan menjaga anaknya. Apalagi anak seperti Rangga yang terus menyusahkan."Kalau ada apa-apa kamu pencet bel saja ya, nak. Nanti ada suster yang akan datang." Mala berpesan sebelum pulang.Rangga mengangguk. Pria ini sudah bisa duduk walau kaki kanannya masih sukar digerakkan.Mala pulang ke rumah untuk mengurus pernak pernik dari pernikahan Rama. Waktu menunjukkan empat hari lagi. Banyak sekali impian Mala untuk menyambut hari bahagia Rama. Namun sayang mungkin semuanya tak sesuai dengan lancarnya rencana.Sesampainya di rumah, Mala langsung melihat kondisi

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 127

    "Ada kiriman paket untuk anda."Mata Selina membulat. Ia sampai menutup mulutnya dengan tangan. Rasa terkejut ini sangat luar biasa.Terlebih buket bunga matahari raksasa turun dari mobil tersebut dan di hantarkan ke teras rumah milik Selina. Bunga matahari ini memenuhi teras rumahnya."Ada apa, nak?" Maryono ikut terkejut melihat matahari yang tiba-tiba terbit di malam hari.Apalagi tak hanya bunga matahari, sekarang ada beberapa kotak hadiah turun dari mobil pick up dan ikut dihantarkan ke hadapan Selina."Tunggu sebentar!" Selina mencoba mencerna semua ini. "Untuk siapa ini??""Untuk anda, bu Selina." Jawab pria tersebut."Tapi.. siapa yang memberikan bunga dan hadiah sebanyak ini??" Lalu dimana Selina harus menaruhnya?Pria itu mengulum senyum dan memberikan sebuah kartu ucapan berwarna kuning. Selina menerima kartu tersebut dan terperangah. Sedangkan Maryono tertawa pelan."Dia sedang melamarmu sec

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 59

    Aldi sudah terhukum jika dia menyadarinya. Ia terpisah dari istrinya yang setia. Terpisah dari putri yang sudah membuka jendela hatinya.Aldi ingin marah, menuntut semua orang yang memisahkan dirinya dengan Selina dan Alina. Tapi apa Aldi masih memiliki hak akan itu? Sedangkan dia saja t

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 12

    "Wanita simpanan?"Aldi berusaha mencerna ucapan istrinya dengan menunjukkan wajah polos itu."Apa maksudmu?""Aku sudah mengetahui semuanya, mas." Jawab Selina berat. "Kamu sering pulang malam, mie tumis dan juga kotak bekal berwarna ungu. Aku yakin itu bukan sebuah kebetulan, kan?""Soal mie tumi

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 10

    "Mayang!" Aldi yang cemas menggedor keras pintu rumah wanita ini.Tanpa berpikir lagi, Aldi langsung mengemudikan mobilnya dengan cepat dan sampai di depan rumah ini. Suara histeris Mayang tadi membuatnya panik bukan main.Namun, dahi Aldi mengernyit ketika melihat keadaan rumah dalam keadaan lenga

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 9

    Bak senandung yang menyambut, hubungan Aldi dan Mayang kian dekat semakin harinya.Aldi selalu mengantar adik tingkatnya pulang lepas perkuliahan, begitu juga dengan Mayang yang selalu memberikan bekal makanan sebagai imbalannya.Pria ini juga tak segan untuk selalu mampir. Meski Mayang pernah tak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status