Share

Bab 119

Author: Stary Dream
last update publish date: 2026-05-18 06:15:50

Rangga dioperasi cito. Hanya ada Mala yang menunggu pria itu sampai keluar ke ruang observasi. Setelah sadar penuh, Rangga dipindahkan ke ruang super VIP. Dimana sudah ada Rama terlebih dahulu yang menjadi penghuninya.

Rangga mulai tersadar dimana ia berada. Ketika ia membuka mata.. Rangga tersentak setelah mendapat tatapan tajam dari Taufan.

"Papa..." Rangga lalu menoleh ke sebelah kiri. "Mama..."

Tak hanya itu, ia juga menoleh ke sebelah kanan ru
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 119

    Rangga dioperasi cito. Hanya ada Mala yang menunggu pria itu sampai keluar ke ruang observasi. Setelah sadar penuh, Rangga dipindahkan ke ruang super VIP. Dimana sudah ada Rama terlebih dahulu yang menjadi penghuninya. Rangga mulai tersadar dimana ia berada. Ketika ia membuka mata.. Rangga tersentak setelah mendapat tatapan tajam dari Taufan. "Papa..." Rangga lalu menoleh ke sebelah kiri. "Mama..." Tak hanya itu, ia juga menoleh ke sebelah kanan rupanya ada Rama yang masih terbaring di tempat tidur dengan Selina di sisinya. "Rama.." "Untung saja kamu masih hidup. Setidaknya kamu bisa memberikan keterangan pada pihak kepolisian mengenai kecelakaanmu." Ucap Taufan datar. Rangga mengerjap. Ia berusaha menggerakan kakinya yang nyeri. Namun, ia tersadar jika kakinya telah dibungkus sesuatu. "Jangan banyak bergerak, nak. Kaki kananmu patah." Ucap Mala lembut. Bagaimanapun Rangga ini ad

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 118

    Rama membuka matanya setelah mendengar keributan. Saat dia menoleh, pria ini kaget menemukan Selina tengah menindih seorang perawat wanita. "Selina! Ada apa???" "Mas! Panggil suster!" Seru Selina menahan wanita ini dengan cara menindih dadanya agar tak bergerak. Kedua tangan itu ditahan Selina agar tak bergerak. "Apa??" Rama tak paham. Yang dibawah Selina adalah perawat.. lantas kenapa Selina menyuruhnya memanggil perawat lagi? Manut akan ucapan Selina, Rama memencet bel berulang kali hingga dua orang perawat berpakaian dinas masuk. "Suster, tolong!" Ujar Selina. Dua perawat ini terbelalak. Mereka lekas membantu Selina dan mengamankan wanita yang sedang meringkuk ketakutan. "Siapa kamu?" Bentak perawat Mandala. Wanita bertubuh gempal ini sigap menahan tangan perawat gadungan. Perawat satunya memanggil security sementara Rama beringsut bangun dari t

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 117

    Mata Rama memerah mendengar penjelasan Rangga. Kakaknya ini akhirnya mengakui seluruh kesalahannya. Bahwa selama ini ia terlibat untuk menyembunyikan identitas pria yang sudah menghamili Anggia. Dan kabar buruknya, Ranggalah yang membantu pria itu menyamar menjadi Rama selama ini."Kenapa mas melakukan itu?"Sebuah pertanyaan singkat tapi tak mampu dijawab oleh Rangga. Pria ini hanya tertunduk dengan wajah yang memerah. Ia pun menangkupkan kedua tangannya di depan dada."Maafkan aku, Rama.. aku sungguh menyesal. Oleh karena sikapku yang pengecut kamu harus menjalani semua kepelikan ini. Aku benar-benar merasa bersalah.." lirih Rangga tercekat. Akhirnya benteng kesombongan ini runtuh juga."Andai saja mas jujur dari awal, mungkin semua tidak akan seperti ini.." balas Rama melirih.Pria ini menarik nafas berat sembari memejamkan mata. Akhirnya Rangga mengakui kejahatannya dan kalimat permintaan maaf itu sudah ia dapatkan."Aku suda

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 116

    "Assalamu'alaikum.""Wa'alaikum salam." Rama cepat-cepat memutus panggilan video yang disambungkannya.Selina masuk dengan senyum manisnya. Tangan wanita berhijab ini tampak penuh membawa satu paper bag dan satu tas tangan. "Mas Rama udah makan?" Tanyanya perhatian."Udah tadi. Itu habis." Rama menunjuk mangkuk buburnya."Alhamdulillah. Kebetulan aku buat puding mangga. Mas mau cicip?" Tawar Selina sembari membuka jaket tebalnya hingga tersisa gamis saja."Boleh. Kamu naik apa kemari?""Diantar ojek online." Selina menghidangkan puding tersebut ke Rama. "Mas bisa makan sendiri atau mau ku bantu?"Gara-gara pertanyaan itu, Rama jadi gugup."Aku bisa makan sendiri. Tanganku sudah lebih baik."Rama mengambil sendok puding tersebut dan memakan makanan lembut itu perlahan. Seperti biasa, masakan Selina tak pernah gagal."Maaf ya rasanya kurang manis. Sengaja aku kurangin karena Aulia juga

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 115

    Rangga menggelepar sembari memegang pipinya yang sudah tercetak lima jari dari Taufan. Ia pun jatuh berlutut dan memegang kaki papanya."Maaf, papa.. maafkan aku.." lirihnya ketakutan."Papa nggak menyangka kamu tega melakukan ini pada adikmu sendiri. Demi ambisimu, kamu menjadikan Rama sebagai kambing hitam! Apa sebenarnya yang kamu pikirkan?? Dimana hati nuranimu??!"Rangga tertunduk. Ia terus memegang kedua lutut papanya. Wajah itu telah memerah."Dan lihat hasilnya.. kamu ditipu, kan? Tak hanya itu, istrimu juga sudah meninggalkanmu! Dan lihat sekarang apa yang terjadi pada adikmu! Lihat!" Bentak Taufan. "Bangun!""Maaf, papa.." ucapnya mulai menangis."Bangun!" Teriak Taufan membuat rumah yang hening ini bak disambar petir.Mala yang tengah beristirahat sampai keluar dari kamarnya dengan raut rajah yang cemas."Rangga.." Mala menatap putra sulungnya yang bangun dari berlutut."Duduk disana!" Taufan

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 114

    Selepas Taufan dan Mala kini ada Maryono yang datang berkunjung. Saat pria paruh baya ini datang, yang ditanyakan oleh Rama adalah Aulia. "Aulia dititipkan ke day care sebentar. Selina bilang tidak boleh membawa anak kecil ke rumah sakit." Jawab Maryono. "Itu benar." Rama heran kenapa dia sendiri bisa lupa akan peraturan rumah sakit. "Bagaimana kabarnya? Apa dia masih menangis?" Rama ingat sekali kemarin malam Aulia menangis sambil memeluknya. Anak itu terus memanggilnya dengan sebutan papa. "Nah ayah lihat sendiri apa yang dikhawatirkan mas Rama. Dari tadi pagi yang dia pikirkan cuma Aulia, padahal perutnya masih sakit begitu!" Selina ikut memprotes hingga membuat Maryono terkekeh. "Aku cuma mencemaskannya, Selina.." ujar Rama membela diri. "Lebih baik kamu mengkhawatirkan dirimu aja, mas." "Aulia baik-baik saja." Sela Maryono cepat. Jangan sampai pria dan wanita ini saling ber

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 29

    Pemakaman ini diadakan secepat kilat. Tanpa tamu yang datang, tanpa tetangga mengetahui. Hanya ada Aldi, Sandi, Husna dan petugas pemakaman.Bayi mungil yang belum cukup bulan itu akhirnya memenuhi panggilan Sang Kuasa. Berjaga di pintu gerbang sembari menunggu kedatangan orang tuanya di surga.Ald

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 28

    Aldi tergugup-gugup membalas pandangan pria paruh baya yang ada di hadapannya. Maryono menatapnya dengan rahang mengeras, matanya memerah seakan penuh penekanan.Rambutnya memang memutih tapi tubuh itu tampak tegap walau ada tongkat yang dijadikan penyangga untuk berjalan. Namun, sama sekali tak me

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 27

    *Trigger warning! Banyak adegan berbahaya untuk penyintas.*Brak!!Mobil truk berwarna merah itu menghempaskan tubuh Selina begitu saja.Selina yang tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya terhuyung mundur setelah terdorong oleh Aldi dari depan. Bersamaan dengan truk merah yang sedang melajukan kend

  • Perjalanan 30 Hari Mencintaimu   Bab 26

    Selina masih disini. Duduk di sudut kamar dengan kaki yang memanjang. Matanya memandang hampa lurus ke depan dengan air mata yang menitik deras. Tanpa suara. Tanpa isakan.Ditangannya menggenggam duka, di bahunya tersirat beban yang tak terlihat. Dan di dalam perut ini ada calon anaknya yang siap m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status